
Selepas Kevin pulang Eva masuk kos berkumpul lagi bersama Efi,tidak lama Sisi datang di ikuti Sandra dan David.
Kenapa ada David juga padahal sudah malam buat bertamu atau apelin pacar nanti akan tau jawabannya.
Eva masih diam memikirkan sifat Kevin yang suka berubah saat memanggil dia dan juga Kevin yang sedikit aneh dari biasanya di tambah kemarin tangan Kevin yang terasa dingin saat di pegang dan tadi terasa hangat lagi.
Semua tentang Kevin memenuhi isi kepala Eva yang sampai sekarang belum menemukan jawaban atas kegundahan hati yang dia rasakan.
Ada apa dengan Kevin?kenapa dia beda? apa dia lagi ada masalah? atau ada hal yang membebani fikiran dia? atau karena dia di minta membantu papa nya di kantor!
Sampai sekarang aku belum bisa menemukan jawaban dari keanehan sifat kamu Vin.
Ada apa sama kamu? apa ada yang salah atau kamu lagi ada masalah dan ngak mau menceritakan pada ku,padahal kita sudah sepakat akan berbagi cerita satu sama lain.
Eva melamun memikirkan sifat Kevin yang aneh menghiraukan semua orang yang berada di ruangan itu,dia asik bergelut sama fikiran sendiri.
"Va."
"Eva."
Masih belum menyadari kalau ada orang yang memanggil dari tadi.
"Woy Va lo kenapa?kesambet."
Teriak Sisi lebih keras lagi supaya sadar dari lamunanya,semua orang yang berada disana di buat bingung sama Eva sekarang yang lagi melamun entah apa yang sedang Eva fikirkan.
"Eh Sisi kamu kenapa teriak gini?kamu kira ini hutan apa?."
Eva menutup telinganya karena Sisi teriak tepat di depan telinganya,jangan salahkan Sisi yang teriak tapi salahkan Eva yang melamun saat di panggil.
"Iya ini bukan hutan tapi lo di panggil panggil ngak nyaut Va makanya Sisi teriak,ada apa kenapa kamu melamun gitu?ada masalah atau lagi berantem sama Kevin?."
Eva memang bukan tipe orang yang suka melamun apa lagi di depan orang banyak seperti sekarang bukan Eva banget.
"Iya dek kamu kenapa melamun gitu?."
Efi juga heran sama Eva hari ini,kenapa tiba tiba melamun tidak seperti biasanya yang akan bicara jika lagi ngumpul.
"Adek abang yang cantik kenapa?apa di sakiti Kevin atau di putusin Kevin?."
Plis David kalau bicara kalau tidak memberi solusi lebih baik diam dan jangan bicara yang ada orang akan kesal mendengarnya.
"Lo kalau ngak ngasih solusi jangan ngomong bang,heran Sisi kok Sandra mau ya sama abang modelan lo."
Cibir Sisi sinis memandang David yang hanya menyengir saja sebab dia tidak akan tersinggung sama ucapan Sisi.
Ucapan seperti itu sudah menjadi makanan David sehari hari mulai dari rumah yang di awali kedua orang tuanya yang suka meledek dia jadi di anggap angin lalu saja.
"Kok bawa bawa Sandra sih,bang David kan emang dari sana seperti itu anggap maklum."
Itu pembelaan atau ingin ikut menjatuhkan sulit di bedakan ucapan Sandra.
Pasrah sudah David kali ini yang tidak ada satu orang yang membela dia termasuk kekasih sendiri yang ikutan meledek.
"Aku hanya bingung sama sifat Kevin yang sudah dua hari ini aneh aja aku rasakan."
Keluh Eva mulai bercerita tentang Kevin,tidak mungkin dia pendam sendiri apa yang di rasakan.
Mungkin dengan bercerita bisa sedikit lebih tenang dan bisa menemukan solusi juga.
__ADS_1
"Aneh bagaimana Va,dia berubah jadi power ranger atau?."
Sela Sisi ingin tau.
"Lo kalau ngomong yang benar bocil,mana ada orang bisa kayak power ranger masa kecil lo kurang bahagia ya."
Cerca David kesal saja mendengar ucapan Sisi padahal orang sudah mulai serius.
"Maaf kan Sisi cuma nanya."
"Bukan dia hari ini kalian selalu bertemu dan tadi barusan Kevin juga kesini kan."
Efi tau setiap kali adiknya bertemu Kevin dan kapan juga pulangnya.
"Iya kak bertemu kok,dan tadi juga jumpa tapi masa tadi sore baru di antar pulang masa malam udah kesini lagi kan aneh ya,biasanya ngak pernah gitu.
Kalau biasanya sore udah jumpa palingan besok lagi baru dia kesini."
Jelas Eva tentang keanehan Kevin pada dia.
"Dan juga ya,masa dia manggil aku kadang panggil nama kadang manggil sayang.
Cara bicaranya beda beda setiap bertemu seperti dua orang berbeda tapi wajah sama."
Sepertinya Eva harus mencari jawaban secepatnya supaya kegundahan hatinya cepat selesai.
Kevin yang mulai berubah atau perasaannya saja yang merasakan itu,sejak pernyataan cinta Kevin ungkapkan dia tidak pernah lagi memanggil Eva dengan nama pasti selalu memanggil sayang dan kenapa dua hari ini dia manggilnya beda beda.
"Mungkin dia lagi banyak fikiran atau lagi ada masalah."
Sandra ikut bicara mengungkapkan apa yang dia fikirkan.
Jika seseorang sedang banyak fikiran atau lagi dalam masalah jadi tidak sadar apa telah dia ucapkan seolah itu sudah hal biasa.
Jujur Eva sebab tadi siang Kevin sudah cerita dan terlihat wajahnya tidak suka dalam hal berbau kantor.
"Kadang yang menurut kita biasa belum tentu juga buat orang lain biasa.
Kita akan senang melakukan hal yang kita sukai walau orang menyuruh kita melakukan hal baik tapi kita ngak suka tetap aja ada unsur keterpaksaan disana.
Makanya setiap orang punya pilihan sendiri buat menentukan mana yang dia suka buat di lakukan.
Sama dengan Kevin sekarang walau menurut pandangan kita biasa tapi nyatanya dia ngak suka kan padahal itu usaha keluarga dia kan,mereka hidup dari sana tapi tetap dia sudah punya pilihan sendiri dan itu bukan tentang kantor keluarganya."
Efi memberi penjelasan sama Eva dan itu berlaku juga buat yang lain,segala hal yang kita lakukan harus berasal dari hati supaya hasilnya nanti yang di dapat baik.
"Iya Va,kakak benar mungkin Kevin lagi mikirin itu hingga dia ngak sadar sama apa yang dia ucapkan.Coba liat besok atau saat kalian bertemu lagi pasti sudah berubah lagi.
Kita hidup pasti ada masalah yang datang dan kita sebagai manusia harus bisa menyikapi dengan tegas jangan sampai salah mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah.
Mungkin Kevin lagi butuh waktu buat menyelesaikan masalahnya dan bertemu kamu bisa mengurangi beban itu."
Tambah Sandra ikut memberi masukan juga,sebagai sahabat dia pasti mengerti posisi Eva sekarang dan lagi butuh dukungan dari orang terdekat.
"Makin cinta sama kamu hun,pemikirannya dewasa banget jadi pengen pengen cepat di nikahin."
Seloroh David mendengar ucapan Sandra yang sangat dewasa,kagum sama sosok Sandra yang jarang bicara kalau lagi ngumpul tapi kalau sekali bicara adem pembawaannya.
"Ye itu sih mau lo bang."
__ADS_1
Balas Sisi sambil melempar David dengan snack yang ada di depannya.
"Emang iya mau gue mau apa lo,kasian yang sampai sekarang hubungan lo belum ada kejelasan dari Bastian,di gantung mulu ya lo mending cari yang lain dan pasti aja."
Di antara mereka cuma hubungan Sisi dan Bastian yang belum ada kejelasan selanjutnya mau di bawa kemana.
Eva dan Kevin sudah mulai punya rencana akan bertunangan selesai nikahan Efi dan Renal
Sedangkan David dan Sandra sudah merencanakan juga kejelasan hubungan mereka akan di bawa kemana,tidak mungkin jalan di tempat dan juga tidak masanya juga buat mereka pacaran lama lama.
"Tunggu aja bang,nanti Sisi kirim undangan ke rumah lo."
"Undangan apa,selamatan nikahan Renal."
Ledek David mencibir Sisi,undangan apa yang akan dia dapat dari Sisi kalau hubungan mereka belum ada kelanjutan yang jelas.
"Tahlilan lo bang."
Balas Sisi kesal sama ucapan David yang meledek hubungan dia sama Bastian.
Kita tidak tau siapa yang akan dulu melangkah lebih jauh lagi dalam sebuah hubungan,bisa saja orang yang kita ledek hari ini lebih dulu melangkah ke jenjang yang lebih serius.
"Lo doain gue K.O,wah parah lo ya masa Sandra harus jadi janda sebelum menikah sih."
David menimpali ucapan Sisi dengan nada serius seolah dia marah dikatai seperti tadi.
"Ya ngak apa,biar Sandra Sisi carikan yang lain lagi yang lebih waras dari abang."
"Lo bilang apa tadi?yang lebih waras dari gue lo kira gue gila selama ini hah."
Nada suara David sedikit tinggi dari tadi.
"Yang bilang lo gila siapa bang,lo aja yang mikir gitu atau memang sudah gila ya."
Sisi tidak akan takut dengan nada suara David yang menimpali ucapan Sisi tadi,baginya David hanya bercanda dan tidak akan serius sama ucapannya.
"Kok jadi kalian yang ribut sih,kayaknya kalian berdua ngak bisa sering bertemu."
Lerai Efi yang sudah malas mendengar perdebatan yang tidak ada faedahnya itu dan hanya akan bikin sakit telinga saja.
"Lo sih bang."
"Lo yang duluan bocil."
"Lo bang."
"Lo bocil."
"Stop kenapa kalian lanjut ribut lagi,kalau ribut terus lebih baik sekarang pulang aja."
Usir Efi sudah marah sama dua orang itu bagaimana jika Renal juga ada di sana atau lagi ngumpul sama anggota keluarga yang lain seperti Marta dan Salman pasti Efi akan memilih pergi dari pada ikut kumpul bersama.
Dengan adanya Sisi dan David yang menjadikan suasana disana menjadi lebih berwarna.
Eva bisa sedikit melupakan masalah yang dia alami sekarang dan dengan ada sahabatnya itu bisa mengusir sedikit kegundahan yang dia rasakan.
Saat malam sudah mulai larut David pamit balik sedangkan Sandra menginap di tempat Sisi atas permintaannya tadi supaya menemani Sisi tidur yang sendirian.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
**I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗
Tbc**.