
Jika Kevin menjalani masa pingitan seperti orang di tinggal lama saja berbeda jauh dengan Eva yang terlihat biasa saja karena sekarang dia lagi di temani teman tampan dia tapi sayang cuma dia yang bisa lihat siapa lagi kalau bukan Evan.
"Kok wajah kamu biasa aja Va? jauh dari Kevin."
Evan sekarang lagi berada di kamar Eva yang satu hari ini memilih di dalam kamar dan keluar jika saat jam makan dan membantu memasak selebihnya hanya di dalam kamar saja.
"Terus aku harus giaman Van? murung, sedih atau gimana coba?."
Lagian itu cuma di pingit sebelum bertemu tiap hari dan lagian Eva juga harus apa? sedih, guling gulingan atau mogok makan.
Itu bukan sifat Eva sekali.
"Kamu tau ngak gimana wajah Kevin sekarang?."
Tadi sebelum datang Evan ke rumah Kevin dulu buat melihat kondisi Kevin dan ternyata benar seperti dugaan Evan.
"Ngak tau lah Van, kan aku di rumah aja ngak boleh pergi keluar."
Dua keluarga itu sepakat buat melarang mereka keluarga rumah takut nya membuat janji temu lagi tanpa sepengetahuan orang lain.
Apa lagi Kevin yang sulit menahan rasa rindu yang lagi jatuh cinta saja, satu hari tak bertemu rasa setahun.
"Wajah Kevin kusut seperti cucian numpuk."
Menahan tawa membayangkan wajah Kevin tadi.
"Masa sih Van sampai segitunya Kevin? tapi aku juga penasaran gimana bentuk wajah Kevin sekarang pasti lucu ya Van, ah jadi penasaran."
__ADS_1
Membayangkan wajah kusut Kevin yang selama ini tidak pernah Eva lihat selama mereka menjalin hubungan jadi wajar kalau penasaran.
"Dasar calon istri durhaka, senang kayaknya calon suami nya kusut gitu."
Geleng geleng kepala melihat tingkah Eva.
"Ngak apa kali Van, itu bukan durhaka tapi pengen liat aja. Bedain napa Van is."
Temannya ini seperti membela Kevin sekarang atau karena wajah mereka sama kali ya jadi merasa tersinggung.
"Kamu kemana aja beberapa hari ini ngak datang Van?."
Benar Evan tidak datang menemui Eva beberapa hari ini sehingga jadi tanda tanya dalam fikiran Eva.
"Lagi ngak pengen datang aja, lagian tiap hari liat wajah kamu bosan juga Va."
Wah mata Evan perlu di periksa kali ya supaya bener lagi tapi siapa yang bisa kan dia astral tidak ada yang bisa lihat.
Hah susah juga kalau sudah seperti ini, udah biarkan saja seperti itu lagian buat apa di periksa buang buang waktu saja.
"Tapi iya juga Van, aku juga lama lama liat wajah kamu bukan bosan lagi tapi enek pengen muntah."
Eva tertawa di akhir kakimat yang di ucapkan.
Di dunia nyata ada Kevin dan di dunia lain ada Evan hanya nama saja yang beda tapi wajah sama, jadi yang seharusnya bicara bosan ya Eva bukan Evan.
"Serah deh Va yang penting kamu bahagia, ngomong ngomong kamu ngak keluar kamar? ngak bosan di kamar terus."
__ADS_1
Sekarang Eva lagi banyak menghabiskan waktu di dalam kamar saja.
"Bosan dari mana coba Van, aku kan ada teman jadi ngak bakal bosan juga."
Memainkan hp sambil melihat tutorial cara make up karena Eva sudah bertekad akan belajar dandan setidaknya buat suami sendiri.
"Liat apa sih Va, cari cara jadi istri baik ya?."
Mengintip sedikit isi hp Eva.
"Buat apa liat begituan mending belajar sama aku aja."
Menepuk dada pelan seperti Membanggakan diri.
"Emang kamu bisa?."
Dengan polosnya Eva bertanya seperti itu, lupa apa itu yang menawarkan makhluk gaib.
"Bisa mah kalau putih semua ha ha."
Setelah mengucapkan kata itu Evan memilih menghilang sebelum kena amukan.
"Dasar makhluk aneh."
Gerutu Eva yang di tinggal sendiri itu.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Tbc.