TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Menjelang Kelulusan.


__ADS_3

Ada ayam sakit gigi


Lagi nangis datang onta


Hy author datang lagi


Semoga reader makin suka


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ujian sudah berakhir kini menunggu pengumuman Kelulusan yang tidak akan lama lagi.


Semua murid kelas dua belas sudah mulai menyelesaikan segala kewajibannya sebagai pelajar.


Ada yang mengembalikan buku perpustakaan yang di pinjam sebelum ujian, ketertinggalan nilai atau masih ada tugas yang belum di kumpulkan bahkan di selesaikan.


"San gimana masih ada tugas yang belum di selesaikan ?. "


Kini mereka lagi duduk dalam kelas dengan teman lain yang sibuk dengan kegiatan masing masing.


Jika mereka berfikir jika ujian sudah selesai maka kewajiban akan selesai juga memang iya tapi untuk murid rajin dan menyelesaikan tugas waktu dan tidak menunda nunda.


"Ini dikit lagi Va baru selesai. "


Lanjut Sandra melanjutkan menulis tugas tanpa melihat Eva dia mau cepat selesai juga sama hal dengan Eva yang selalu mengumpulkan tugas tepat waktu.


"Butuh bantuan ngak San ?. "


Tawar Eva mau ikut membantu tugar Sandra biar cepat selesai, sebagai teman dia kasihan mau di bantu tapi di tolak.


Eva tahu juga jika ada kesulitan Sandra akan minta bantuan tanpa di tawarkan.


"Ngak Va aku masih bisa kok, kamu cukup duduk manis saja ya. "


Jika orang lain di tawarkan bantuan pasti dengan senang hati akan menerima lain halnya dengan Sandra akan mengandalkan kemampuan dulu jika sulit baru minta bantuan.


"Aku emang udah manis dari lahir San ngak usah di kasih tau juga. "


Pede Eva duduk manis si samping Eva, jika sebelum ujian dia akan selalu pegang buku jika ada waktu luang tapi sekarang cuma bisa duduk sambil melihat kesibukan teman temannya dan sesekali membantu jika temannya minta penjelasan bahkan ikutan juga mengerjakan menghilangkan rasa bosan.


"Yeee,,,. "


Sandra malas dengar itu, sejak kapan juga Eva punya gaya narsis di depan dia , mungkin baru sadar dia itu memang manis jika diam gitu.


"Van kamu buat apa ?. "


Menoleh ke arah Evan yang lagi menulis juga tapi seperti tidak buat tugas malah sibuk sendiri.


"Buat rancangan masa depan Va. "

__ADS_1


Balas Evan tersenyum melanjutkan menulis lagi setelah memberikan senyum manis buat Eva.


"Tapi tenang Va ini buat,,, "


Lanjut Evan tapi langsung di potong Eva ucapan Evan.


"Siapa ?. "


"Buat kamu Va . "


Senang Evan dengan pedenya bahkan tanpa fikir panjang menunjukan hasil yang dia tulis tadi.


"Maksud aku siapa tanya ?. "


Ledek Eva berlari keluar kelas dengan tertawa senang bisa mengerjai Evan.


Dia senang jika selama ini Evan yang ngerjai dia sekarang Eva bisa balas balik.


"Rese lo Va. "


Kesal Evan padahal sudah susah payah bikin dari tadi jangan senyum buat lihat hasilnya malah dapat ledekan dan di tinggal gitu saja.


Teman sekelas mereka tertawa mereka melihat muka kesal Evan seolah dapat hiburan siang hari dalam susana sibuk mengerjakan tugas, bahkan selama ini Eva orangnya serius tapi sekarang bisa becanda juga.


Di luar kelas Eva masih tertawa membayangkan wajah kesal Evan senang dia rasakan jika bisa balas Evan.


Selama ini dia cukup sabar menghadapi kejahilan Evan pada dirinya.


Itulah sedikit hasil dari kerajinan dia selama ini, jika dulu dia kejar waktu buat belajar tapi sekarang ke balik malah temannya yang sibuk, itulah dunia tidak selamanya kita sulit atau senang.


Menikmati hidup itu berbeda beda tiap orang dan juga punya waktu yang berbeda juga tidak sama dengan yang lain.


Yang terpenting jangan lupa bersyukur pada sang pencipta sebab semua itu tidak akan berjalan lancar tanpa izin dia.


"Eva Evan emang enak aku balas kamu, emang kamu fikir selama ini aku diam bukan berarti ngak bisa balas kamu cuma nunggu waktu saja dan sekarang mumpung ada kesempatan buat balas tapi itu baru satu tunggu selanjutnya. "


Jika bahagia itu sederhana maka itu yang Eva rasakan sekarang, bahagia bisa lihat muka kesal bin masam Evan diam bukan berarti kalah ribut pun bukan berarti menang juga.


"Kok tiba tiba kebelet ya, toilet dulu ah. "


Saking senang dan ketawa terus Eva merasa kebelet untung tidak ngompol dalam celana.


Sekolah sudah rame lagi karena murid kelas sepuluh dan sebelas sudah kembali sekolah kayak semula lagi dan mungkin akan sedikit terganggu dengan kehadiran kelas dua belas yang sibuk hilir mudik mengerjakan tugas dan ada kemungkinan lewat kelas adik kelasnya.


Masuk toilet ada dua orang murid juga di dalam sana sambil bicara tapi entah apa yang mereka bicarakan pas Eva masuk mereka langsung berhenti bicara lalu sibuk dengan kegiatan masing masing.


"aku duluan ya. "


Pamit salah satu mereka pada teman bicara nya tadi lalu pergi tinggal Eva berdua di dalam sana.

__ADS_1


Yang satunya lagi masuk ke bilik toilet lalu menghidupkan keran air sehingga tidak terdengar ngapain dia di dalam sana sama juga dengan Eva tapi Eva selesai duluan tapi di dengarnya air itu masih hidup menandakan bahwa dia belum selesai juga.


"Ngapain dia di dalam sana lama banget, mungkin kebelet lagi. "


Berfikir positif saja setiap orang kadang ada yang lama dalam toilet entah apa saja yang di lakukan ada juga yang sebentar tergantung kegiatan apa saja yang di lakukan.


"Habis ini ngapain lagi ya bosan juga kalau ngak ada kegiatan gini mau pulang cepat bosan juga kakak ngak ada di rumah "


Merapikan penampilan di depan cermin sambil memikirkan apa yang akan di lakukan nanti untuk mengusir rasa bosannya selama di Sekolah.


"Eh itu apa kok warna airnya berubah apa dia lagi datang bulan ya. "


Kaget Eva melihat air yang keluar dari celah pintu tempat temannya tadi masuk sedikit berubah dan masih berfikir positif mungkin benar itu yang terjadi.


"Eh kok dari tadi ngak berhenti juga malah warnanya makin pekat ya , apa yang terjadi di dalam ya ?. "


Cemas Eva tidak mungkin datang bulan akan sebanyak itu keluarnya pasti ada yang tidak beres terjadi di dalam sana.


Tok,,,, Tok,,, Menggedor pintu dari luar untuk memastikan apa yang terjadi dan semoga baik baik saja.


"Hey apa kamu baik baik saja di dalam. "


Hening tidak ada sahutan dari dalam cuma bunyi air yang terdengar.


"Hey apa kamu dengar aku, kalau iya jawab dong. "


Tetap menggedor pintu yang tidak mendapatkan jawaban juga, walau tidak tau dia kelas berapa atau pun namanya tapi sebagai teman satu Sekolah pasti kwatir juga sebab menolong itu tidak perlu kenal atau dekat dulu.


"Hey jawab aku dong jangan diam saja. "


"Atau aku buka ya, takut kamu kenapa napa nanti kalau kelamaan. "


Putus Eva tidak mau menunggu lama lagi takutnya jika dia menunggu akan telat dan hal yang tidak di inginkan akan terjadi dan Eva tidak mau itu.


Memegang knop pintu perlahan untuk memastikan apa yang ada di dalam.


"Tidak di kunci. "


Heran Eva saat membuka pintu dengan mudah dan di lihatnya di dalam sana hal yang membuat dia gemetaran.


"Aaaaa,,,, "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


*Jangan lupa like, rate, komen and vote


Makasih


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2