TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Ikut Merasakan.


__ADS_3

Siang hari masih di hari yang sama beberapa anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga setelah makan siang bersama


Selama tinggal di sana Sarah lah yang mengerjakan semua keperluan sang papanya itu dia lakukan bukan karena perintah dari yang lain tapi karena kehendak dia sendiri yang ingin melakukan.


Sudah seharusnya dia melakukan semua itu sebagai bentuk rasa bakti pada orang tua tunggalnya itu.


Bersyukur masih bisa berbakti pada papanya di saat seperti ini,andai dulu papanya ikut menyusul sang mama mungkin rasa bersalah itu selalu menghantuimu dirinya yang sudah melakukan banyak kesalahan padahal itu keluarga sendiri.


Jika di ingat kembali rasanya tidak pantas dia melakukan itu semua tapi rasa yang timbul dalam dirinya mengalahkan rasa persaudaraan di antara mereka.


Kini dia bisa menikmati lagi hangatnya sebuah keluarga walau tidak lengkap lagi tanpa mama dan adiknya Sena tapi ini sudah lebih dari kata cukup.


"Bagaimana keadaan papa?apa ada yang papa inginkan?."


Sarah selalu mendampingi papanya jika suaminya lagi bekerja seperti sekarang tapi kalau sudah pulang kerja makan harus bisa membagi waktu antara keduanya sebab kedua tempat itulah dia akan berbakti.


"Papa sudah juah lebih baik lagi karena yang papa impikan selama ini sudah terwujud,bisa berkumpul sama kalian semua dan cucu yang sudah tumbuh besar.


Rasanya papa ingin hidup lebih lama lagi ingin melihat mereka satu persatu memiliki keluarga sendiri juga."


Tutur papa dengan senyum indah terukir di wajah yang sudah menjelang senja itu tapi tetap masih memancarkan kehangatan di dalamnya.


"Sarah juga senang bisa berkumpul lagi seperti ini,jika di ingat lagi Sarah ngak ingin melakukan hal itu dulu."


Ingat Sarah andai dulu dia tidak di kuasai rasa iri mungkin tidak akan pernah merasakan yang namanya di usir dan tidak di anggap.


Bersyukur ada anak Sena yang jadi penengah di antara mereka bersyukur sifat Sena masih ada walau dia sudah tidak ada lagi di antara mereka.


"Sudah jangan di ingat itu lagi anggap itu pelajaran hidup buat kamu,sebagai manusia kita pasti ngak akan pernah jauh dari yang namanya salah dan khilaf tapi ingat jangan di ulangi lagi sebab kesempatan kedua itu ngak ada."


Mengingatkan Sarah bahwa cuma ada satu kesempatan buat dia berubah dan kembali pada mereka.


Karena jika seseorang di beri kesempatan kedua pasti akan meminta kesempatan ketiga dan begitu seterusnya hingga dia akan melakukan kesalahan lagi dan lagi dengan keslahan yang berbeda.


"Iya pa Sarah janji,ngak mungkin menyiakan kesempatan yang sangat langka ini.


Andai kita belum bertemu anak Sena mungkin kita masih terpecah belah hingga sekarang."

__ADS_1


Mata Sarah sudah berkaca kaca jika mengingat Efi dan Eva yang sempat dia sakiti juga,bukan sakit fisik yang Sarah berikan tapi langsung mengenai tepat di hati.


"Iya papa bersyukur walau Sena udah ngak ada tapi dia tetap hidup di antara kita melalui anak anaknya yang luar biasa itu."


Semua orang sangat bersyukur bisa bertemu anak Sena yang sudah lama mereka cari dan pantas selama ini mereka sulit menemukan karena Sena tinggal di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota besar tempat tinggal dia dulu.


Semua itu Sena lakukan buat menghindari Sarah dan juga melindungi anaknya yang dulu masih dalam perut.


"Tapi kenapa tiba tiba papa kefikiran sama Eva ya,kok papa merasa aneh tentang Eva."


Ujar kakek membuat semua orang mengarahkan pandangan pada kakek saat kakek bilang begitu.


"Aneh gimana pa?Eva kan lagi di kosnya dan mungkin lagi ngumpul juga sama calon mantu Marta."


Heran Marta kenapa papanya tiba tiba membahas Eva padahal tadi lagi asik berbincang sama Sarah.


Sungguh jauh obrolan mereka tadi hingga menyinggung tentang Eva.


"Papa juga ngak tau Marta tapi firasat papa ngak enak."


Tambah papa memasang wajah cemas takut terjadi sesuatu pada Eva.


Menenangkan Papanya dan menawarkan buat menghubungi Eva biar jelas bagaimana kabarnya anak mereka di sana.


Ini yang mereka cemaskan tidak bisa memantau kegiatan anak mereka dari jauh makanya selalu mendesak buat tinggal bersama tapi dengan banyak alasan juga mereka menolak.


Apa mereka merasa takut membebankan semua orang atau karena sudah terbiasa dari dulu hidup berdua saja tapi bagaimana pun sekarang mereka adalah keluarga.


"Iya coba aja,papa ngak tenang kalau belum mendengar kabar mereka."


Setuju papa sama usul Marta biarlah di bilang apa nanti yang jelas perasaan cemas ini sudah ada jawabannya.


Tut...


**Tut...


Tut**...

__ADS_1


Awalnya Marta menghubungi no Eva tapi di luar jangkauan terpaksa harus no Efi buat di hubungi siapa tau mereka lagi bersama disana.


Cukup lama sambungan itu berbunyi baru di angkat di seberang sana.


™Hallo assalamu'alaikum ma. Efi mengangkat telpon yang sedari tadi berbunyi tapi sebelum itu Efi sudah mencari alasan jika saja Marta menanyakan keberadaan Eva.


™™Wa'alaikumsalam sayang,kamu dimana sekarang?tadi mama hubungi no Eva tapi ngak bisa nyambung. Tanya Marta saat sambungan itu Sunda di angkat.


™™Eva ya ma,dia ada tapi lagi di kamar mandi katanya mules tadi.Hanya itu alasan yang bisa Efi berikan jika bilang pergi sama yang lain pasti akan di no orang lagi pergi sama Eva buat di hubungi juga.


™™Ya udah kalau gitu,kalian baik baik ya disana.Mama tutup dulu assalamu'alaikum.Marta mengakhiri panggilan itu.


™™Iya ma wa'alaikumsalam.Balas Efi.


Tadi Marta telponan dengan loudspeaker jadi semua orang yang berada di sana bisa mendengar juga.


"Papa dengar sendirikan mereka baik baik aja,jadi jangan berfikir yang tidak tidak pa ingat kata kata adalah doa.


Dan berucap lah dengan kata kata baik aja."


Marta tidak ingin papanya berfikir banyak dan akan mengakibatkan menurunnya kesehatan.


"Tapi papa masih cemas mikirin Eva Marta dan ini susah di hilangkan."


Sanggah papa pada Marta biar bagaimana tetap rasa itu nasib saja menghantui perasaan kakek.


"Apa perlu kita ke tempat mereka buat memastikan langsung pa biar papa bisa tenang juga."


Marta tidak ingin semakin papanya berfikir keras akan berdampak buruk nanti.


"Ngak usah mungkin iya cuma perasaan papa aja karena udah kengen sama mereka."


Tolak papa tidak mau ke tempat Eva biar dia tetap di rumah saja lagian tadi sudah mendengar kata Efi juga bahwa mereka baik baik saja.


"Ya udah sekarang papa istirahat di kamar yuk,biar Sarah antar."


Menuntun papa masuk kamar buat istirahat siang seperti biasa biar kesehatan papa tetap terjaga.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Tbc.


__ADS_2