TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Pindahan.


__ADS_3

Sesuai permintaan kakek tempo hari yang meminta Sarah untuk tinggal bersama lagi,maka hari ini dia akan pindah.


Sekarang dia lagi membereskan semua barang yang akan dia bawa ke tempat dimana dia tumbuh dan mengenal dunia.


Disana dia akan memulai hidup baru dan memperbaiki diri jadi lebih baik lagi.


Eva membantu Sarah membereskan barang bawaan dan membawa masuk ke dalam mobil.


Sarah hanya akan membawa baju serta barang penting saja dan juga di ikuti oleh kedua anaknya,Sarah memiliki anak sepasang yang melengkapi hidup dia selama ini walau penuh dengan rasa iri dan dendam tapi itu dulu beda dengan sekarang.


Hidup dia sudah jauh lebih berwarna dengan berkumpul lagi sama keluarga besarnya,kehadiran anak Sena sangat membawa pengaruh baik buat semua orang terutama Sarah.


"Mama yakin hanya akan bawa barang ini aja?ngak ada yang lain lagi?."


Eva menata barang itu ke dalam mobil supaya banyak muatnya dengan barang yang lain.


"Iya sayang,mama ngak banyak bawa barang yang penting bawa pakaian aja dan keperluan lain bisa nyusul nanti."


Sarah sebenarnya berat juga meninggalkan rumah yang sudah dia tinggali puluhan tahun ini tapi apalah daya keinginan sang papa tidak mungkin dia tolak,maka dengan ikhlas dia harus meninggalkan rumah itu.


Kebahagiaan papanya lebih penting dari segalanya buat Sarah apa lagi cuma papa yang dia punya sekarang,buat mama saat terakhir saja dia tidak mendampingi maka lewat papa dia bisa berbakti sebelum terlambat.


"Ya udah ma,ini semua sudah beres,yuk berangkat biar bisa makan siang bareng di sana."


Eva masuk mobil di ikuti Sarah dengan tersenyum,masih belum menyangka bahwa Tuhan masih begitu baik sama dia hingga mempertemukan dengan anak sebaik Eva.


"Kenapa ngak bilang kalau kamu sudah lapar sayang? apa perlu kita cari tempat makan dulu."


Sarah tidak tau kalau Eva sudah kelaparan sedari tadi karena beres beres membuat perut Eva minta jatah makan lebih cepat dari biasa.


"Ngak apa ma,mending kita makan tempat kakek biar rame dan masakan Ibu itu paling the best ya walau lebih the best masakan kak Efi."


Tolak Eva halus sebab lebih seru makan rame rame dan bisa saling becanda.


Seenak apa pun orang lain atau masakan keluarga sendiri tapi bagi Eva tetap masakan Efi lah yang paling juara di lidah Eva.


Sebab sejak kecil masakan Efi yang membesarkan dia hingga sekarang dan Eva belanja masak dari Efi juga.


Di besrakan dngan kasih sayang seorang kakak saja tidak membuat Eva merasa kekurangan kasih sayang,karena bagi Eva Efi lebih dari segalanya begitu juga sebaliknya bagi Efi menganggap Eva harta paling berharga yang dia punya.


Makanya bagi keluarga yang ingin membawa Eva atau Efi tinggal bersama mengharuskan mereka berdua ikut sebab tidak ingin di pisahkan walau itu keluarga sendiri.


Mereka sudah tumbuh dan besar bersama dari kecil maka ikatan batin keduanya terjalin begitu erat dan saling memberi respon jika salah satu di antara mereka terjadi sesuatu.


"Baiklah sayang jika itu mau mu,sabar ya bentar lagi kita sampai ok."


Mengelus kepala Eva lembut menyalurkan kasih sayang yang dia punya buat Eva.


Merasa kasihan dengan kehidupan kedua anaknya sedari kecil,andai saja dia tidak pernah iri terhadap Sena maka semua ini tidak akan pernah terjadi pada Eva dan Efi.


Mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki pekarangan rumah kakek yang luas lalu mobil berhenti tepat di depan pintu besar itu.


Barang Sarah di bantu bawa masuk sama satpam rumah itu di antar menuju kamar Sarah.


Kamar yang dulu Sarah tempati kini di huni lagi,semua tidak ada yang berubah dari isi kamar itu.


Bersih terawat sejak Sarah tinggalkan dulu hingga dia balik lagi kini.


Dan juga kakek menambah kamar baru buat kedua anak Sarah sebab kakek ingin adil buat semua cucunya yang memiliki kamar masing masing disana jadi jika ada yang menginap maka tidak akan ada yang satu kamar berdua.


"Assalamu'alaikum."

__ADS_1


Ucap kedua wanita beda usia itu sambil melangkah masuk ke dalam sambil berpegangan tangan.


"Wa'alaikumsalam."


Jawab orang yang ada di dalam menyambut siapa yang datang.


Marta dan Yona memeluk Sarah yang datang,kedatangan Sarah sudah di tunggu sedari tadi dan juga siang ini mereka akan mengadakan syukuran kecil kecilan dengan mengumpulkan smua anggota keluarga buat merayakan berkumpul kembali utuh keluarga yang dulu pernah terpisah pisah.


"Sini kita duduk dulu,sambil nunggu makanan jadi dan menunggu anak anak balik buat makan siang."


Sarah mengikuti Yona dan Eva di tarik Marta buat duduk di sampingnya sebab Marta kalau Eva datang pasti akan memilih duduk bersama Eva.


"Loh Ibu ngak masak?aku kesini mau makan masakan ibu."


Keluh Eva bersandar pada senderan kursi dengan memasang wajah pura pura sedih.


"Untuk sekarang ngak sayang,nanti kapan kapan kan bisa apa lagi kalau kamu sudah pindah kesini pasti bisa makan masakan Ibu tiap hari.


Makanya cepat pindah kesini biar kita juga rame ngumpulnya."


Mengelus kepala Eva dengan pelan hampir sama seperti yang Sarah lakukan tadi pada Eva saat dalam mobil tadi.


"Nanti aku tanya kakak dulu bu tapi kalau pindah sini aku kuliahnya makin jauh."


Keluh Eva pada Marta padahal kalau masalah kuliah bisa berangkat bareng David atau mungkin Sisi akan ikut pindah kesini jika Eva pindah jadi bisa bareng Sisi juga.


"Itu jangan di fikirkan sayang,David ada mungkin Sisi akan pindah kesini jadi kalian bisa bareng kan Sisi bisa bawa mobil.


Atau nanti kamu belajar bawa mobil ya biar kalau mau pergi ngak repot naik taksi lagi gimana?."


Tawar Marta supaya Eva mau belajar bawa mobil tapi itu butuh pertimbangan juga bagi Eva.


"Masa iya aku belajar bawa mobil bu,bawa sepeda aja aku ngak bisa lo apa lagi mobil."


Bahwa mendengar Eva tidak bisa bawa sepeda ya gimana bisa mau bisa punya saja tidak apa dan mau pun dulu seperti temannya Eva hanya menahan saja sebab dapat buat makan dan Sekolah sudah bersyukur.


"Itu ngak masalah sayang,nanti Ibu bicarakan sama yang lain ya soal ini,kamu jangan risau."


Memegang tangan Eva lembut sambil tersenyum dan Eva hanya menurut saja tidak bisa membantah.


"Benar sayang kata mba Marta kamu harus belajar bawa mobil jadi kalau pergi ngak perlu capek nyari angkutan."


Yona mendukung keputusan Marta angguki juga oleh Sarah.


"Iya nanti biar mama yang belikan mobilnya kamu bebas memilih mana yang kamu suka."


Eva bersyukur berada di tengah tengah keluarga yang begitu menyayangi dia.


Kasih sayang yang di harapkan dulu kini bisa dia dapatkan bahkan ini jauh lebih banyak dari yang di bayangkan.


Setelah cukup lama mereka berkumpul David pulang membawa Sandra,Efi bersama Renal, Kesyi bersama Exel, Nana bersama Rasya. Pasangan muda mudi itu datang di susul juga dengan Salman,Arta dan istrinya Ratna karena tadi ikut Arta keluar ada urusan.


Datang juga suami Sarah Delon dan suami Yona bernama Adi.


Salman Marta anaknya David,Keysi dan Kesya tapi kesya tidak bisa hadir sebab lagi ada di luar kota lagi ada kerjaan yang tidak bisa di tinggal. Mereka berdua tidak kembar hanya nama saja yang mirip.


Arta Ratna anaknya Naya sudah kuliah dan Prita yang masih duduk di bangku menengah atas.


Sarah Delon anaknya Lexa dan Rani yang sama sama sudah bekerja.


Yona Adi anaknya Nana dan Ken.

__ADS_1


"Wah udah pada ngumpul aja tapi sayang ngak kak Kesya yang lagi kerja kan sepi."


Nana masuk lalu bergabung juga bersama yang lain.


"Eh bocah ini orang sebanyak ini lo kira sepi mata lo minta di periksa kali ya."


Balas David yang tidak terima,masa orang sebanyak ini masih di bilang sepi bagaimana kalau yang cuma dua orang saja bisa di bilang kayak di hutan.


"Tau ni bocah bilang serame ini sepi,lo minta di jitak bilang."


Tambah kesyi ikut kesal juga masa tidak Xi anggap orang sebanyak ini.


"Tau ni kak Nana."


Timpal Ken juga.


"Kamu mau kami karungin ya Na?."


Kesal Lexa walau mereka baru akrab sekarang tapi tidak ada jarak yang terlihat antara mereka.


"Ya udah mari kita karungin Nana biar di lepas pas kak Kesya pulang aja."


Naya ikut memanasi situasi sekarang jika biasanya David yang jadi sasaran kini Nana lah yang harus dapat giliran karena mulut dia yang kelepasan.


"Eh eh jangan dong kan kita saudara."


Rayu Nana takut jika semua saudaranya menyerbu maka dia tidak akan bisa buat ngelawan semua orang itu.


Para orang tua memisahkan diri dari kumpulan anak muda itu memberi ruang buat mereka saling kenal lebih dekat lagi.


"Marta senang anak anak sudah tumbuh dewasa seperti sekarang dan berharap mereka saling menyayangi serta saling melindungi satu sama lain."


Marta haru melihat anak anaknya tampak akrab seperti sekarang.


"Iya mba,Yona berharap juga gitu mereka tampak bahagia ya."


Yona senang akhirnya keluarga yang di impikan dulu ini tercapai.


"Ah rasanya seperti melihat kita waktu muda dulu."


"Semoga mereka selalu aku dan jangan pernah mengalami apa yang pernah kita lalui."


"Iya sebisa mungkin kita harus selalu mengingatkan mereka buat saling menyayangi."


"Papa berasa punya semangat hidup lebih lama lagi melihat cucu kumpul seperti sekarang apa lagi anak Sena yang lebih dulu akan menikah.


Padahal dulu papa fikir Salman yang lebih dulu punya menantu."


Kakek sangat bahagia melihat cucunya bisa bercanda ria.


Di usia dia yang sudah senja Tuhan masih memberi dia kebahagiaan seperti sekarang.


Sena kamu lihat kan nak,anak anak mu sudah besar dan bisa berkumpul bersama saudara yang lain.


Tenanglah disana ya nak kami disini akan selalu melindungi anakmu.


Maafin papa jika belum bisa menjadi papa yang sempurna buat kamu.


\=\=\=\=\=


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2