TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Sekolah !


__ADS_3

***Maaf baru up lagi di karenakan ada sedikit problem jadi telat upnya.


Semoga semakin suka😉😉***


\=\=\=


Dua sekawan itu sekarang sudah siap dengan menggunakan seragan putih abu tidak lupa tas punggung yang senantiasa bertengger di punggung mereka setiap berangkat Sekolah dan sepasang sepatu hitam yang menemani setiap langkah kaki mereka.


Di pagi yang sejuk mereka mulai mengayunkan langkah kaki menuju Sekolah siap untuk menimba kamu lagi. Hari yang melelahkan sudah Eva lewati penuh dengan perjuangan tapi tidak tau juga ke depannya apa yang siap menanti.


"Kuat jalankan Va ?. "


Tanya Evan di sela langkah kaki itu, apa dia lupa kalau selama ini Eva sudah biasa jalan jauh dari dulu bahkan bisa di bilang sudah makanan sehari hari.


"Kuat dong, kamu kamu remehin aku Van ? sudah biasa ini mah aku jalan jauh . "


Bela Eva, masa cuma jalan begini sudah mengeluh, tidak mau di bilang lemah dianya.


"Aku kan takut kamu nanti ngak kuat jalan soalnya kurang istirahat dan tidur, takutnya nanti pingsan di jalan gimana . "


Evan khawatir sama keadaan Eva yang kurang fit dan terlihat lemas di tambah belum sarapan juga, andai saja kakaknya ada di rumah pasti akan di masakin sarapan bukan berarti Eva tidak bisa masak.


"Kuat van, kalau aku merasa capek nanti aku beri tau kamu, tenang saja. "


Menangkan Evan, Eva tau temannya itu sangat peduli sama dia mungkin melebihi dirinya tapi jailnya akhir akhir ini minta ampun juga, entah apa yang merasuki fikiran dia.


"Ya udah pelan pelan aja jangan cepat cepat juga jalannya, ini masih terlalu pagi. "


Mereka berangkat lebih awal dari biasanya jadi masih bisa bersantai saat jalan.


Menikmati embun pagi yang sejuk dan adem tapi kalau lagi jalan begini terasa pas hangatnya jika sedang berjalan.


Semakin lama melangkah Eva merasa capek juga tapi masih bisa di tahannya tidak mungkin di bilang sama Evan yang ada malah di ajak duduk dan memakan waktu lagi yang ada dan akan terlambat datang ke Sekolah lagi.


Sekuat tenaga Eva tahan supaya tidak berhenti, sekali kali mengajak Evan bicara untuk mengalihkan rasa capek yang mendera Eva biar tidak terlalu terasa.


Satu jam lebih mereka akhirnya sampai Sekolah juga dan Eva langsung masuk kelas untuk istirahat beda dengan Evan memisahkan diri menuju kantin buat beli sarapan untuk Eva, memang teman baik.


"Nih sarapan dulu biar kamu kuat lagi. "


Evan datang menyodorkan kantong plastik berisi roti dan air mineral.


Eva cuma diam saja dengan tetap merebahkan kepala di atas meja menghiraukan ucapan Evan.

__ADS_1


"Kuat,,, kuat apa Van ?. "


Menjawab perkataan Evan tanpa melihat lawan bicara dan itupun menjawab setelah beberapa saat diam. Bingung sama pernyataan Evan.


"Kuat lagi menerima kejahilan ku ha ha . "


Tawa Evan pecah dengan sendiri bertetapan dengan Sandra masuk kelas.


"Ada apa ini pagi pagi udah ketawa ? bagi bagi dong, eh ada Evan udah masuk lagi ya, tu Eva nyariin kamu dari kemarin. "


Menunjuk Eva yang lagi mengangkat kepala malah dapat tuduhan yang tidak mengenakkan dari Sandra, kapan dia nyariin Evan. Kemarin cuma nanya wajar saja sesama teman nanyain.


"Jangan fitnah kamu San, wajar kok sesama teman nanyain . Udah lah aku mau ke toilet dulu. "


Kilah Eva, kenapa malah dikasih tau juga sama orangnya bikin mau saja dia pagi pagi. Eva terus berlalu meninggalkan dua temannya dalam kelas.


"Beneran San kemarin Eva nyariin aku ?. "


Ada rasa senang Evan rasakan saat Eva nyari dia jika tidak ada.


"Iya Van, katanya sepi kalau ngak ada kamu, biasanya kamu selalu gangguin dia sama Rafa, malah sepi katanya kalau ngak ada kamu. "


Jelas Sandra panjang lebar sambil meletakan tas di atas meja dan terus ngerumpi pagi sama Evan, yang di ajak malah asik juga ikutan kalau soak Eva dia tidak bisa nolak berita apa pun itu.


"Sandra apaan sih buka rahasia segala sama Evan kan aku malu nanti ketemu dia lagi tapi tunggu dulu ngapain mesti malu coba aku kan sudah lama kenal Evan dari Sandra sudah sering bersama juga jadi ngak malu malu amat nanti. "


Eva masuk ketoilet mencuci muka supaya kantuknya hilang biar fokus nanti saat pelajaran berlangsung.


Nikmati hati bahagia mu sekarang tapi tidak untuk nanti.


Yang harus aku lakukan sekarang menyingkirkan dulu teman kamu yang sok jago itu dulu.


Anak ingusan itu selalu menghalangi setiap gerakan ku.


Dia sudah memperhatikan Eva sejak keluar kelas tadi hingga masuk ke toilet selalu memperhatikan, tidak mau gegabah lagi mengambil keputusan saat ini.


Mata itu tidak lepas dari Eva seakan itu objek yang sangat menarik untuk di lihat tapi bukan itu alasannya melainkan itu lah sesuatu yang berharga.


"Bau apa ini ? Kenapa kayak mau anyir darah, siapa yang terluka ya . "


Eva mencium baun darah sekitar dalam toilet lalu mencari sumber bau tadi hingga membuka satu persatu bilik toilet tapi hampir semua di periksa dalam keadaan bersih tidak ada satupun tanda tanda ada darah.


Di bilik terakhir Eva perlahan memegang knop pintu.

__ADS_1


"Kok yang terakhir ini agak beda suasananya ya, ada apa di dalam sana. "


Masih ragu membuka pintu itu entah kenapa filing Eva tidak enak.


Tok,,, tok,,, tok,,,


"Apa ada orang di dalam . "


Eva mengetok pintu itu tapi tidak ada jawaban dari dalam.


eva memberanikan diri membuka pintu tapi bau itu semakin jelas di indra penciuman Eva, baru setengah pintu itu di buka dan BBBRAAKK.


Pintu di tutup secara kasar sama Eva dan berlari menuju kelas lagi dengan nafas memburu langsung duduk di kursi tadi.


"Va kamu kenapa ? kayak orang di kejar setan saja ngos ngosan gitu. "


Heran Sandra sama temannya itu dari toilet seperti orang di kejar setan.


Eva masih diam mengatur nafas tidak dengar pertanyaan Sandra membuat Sandra makin penasaran saja di buatnya.


"Va,, hellow kamu kenapa ?. "


Teriak Sandra geram saat pertanyaan tidak dijawab.


"Oh aku ngak apa San, takut guru sudah masuk tadi. "


Kilah Eva, dia tidak bisa memberitahu Sandra apa yang dia alami tadi barusan di toilet lagian dia belum tentu bisa lihat juga.


Ngak mungkin aku cerita sama Sandra mana percaya dia. Eva fokus mengeluarkan buku pelajaran.


Evan dari tadi cuma memperhatikan dari belakang dalam diam saja tidak mau ikut campur juga jika di Sekolah Evan sedikit menjaga jarak sama Eva tapi lebih tepatnya tidak mungkin bertanya langsung.


"Apa yang Eva yang terjadi saat Eva di toilet tadi, kenapa ngak aku ikuti tadi ya, bodoh aku. "


\=\=\=\=


Dukung *terus ya dengan cara like, rate, kamoen and vote.


Makasih.


LOVE YOU 😍😘😍😘❤*


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2