TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Rencana Bersama.


__ADS_3

Sampai depan pintu kamar Eva,mereka berdua menunggu kedatangan Sandra yang belum menampakkan diri.


"Kenapa ngak masuk sayang?."


Lupa atau pura pura bukannya nyuruh Eva selalu berdua tidak boleh sendiri.


"Kamu belum tua sayang jadi penyakit pikunnya jangan sekarang ya.


Bukannya kamu bilang ngak boleh sendiri makanya aku nunggu Sandra datang."


Pengen rasanya tuh kepala di jitak dikit biar ingat apa yang dia bilang tadi bahkan belum sampai satu jam sudah lupa saja.


Untung sayang jadi kurang kurang dikit tak apa karena udah ke tutup sama ketampanannya.


"Tadi mama udah datang,kayaknya bentar lagi akan nyari calon menantunya ini deh."


Sudah tau Kebiasaan mamanya yang selalu ingin bertemu Eva,jika begini terus Kevin tidak bisa juga menunggu lama sebab dia juga ingin secepatnya seperti Efi sekarang.


Bersama orang yang dia cintai menuju ikatan halal serta menjalani hubungan yang sesungguhnya serta siap menghadapi segala hal yang mungkin terjadi ke depan.


Sebab sebuah hubungan tidak akan pernah lepas dari yang namanya konflik.


"Iya habis ganti baju aku temui mama kalau ngak nanti akan banyak dapat spam chat dari mama,kamu kan tau chat kamu sama mama hampir sama banyak."


Melihatkan chat mama Kevin yang terletak nomor dua di bawah Kevin.


"Kayaknya kamu punya dua kekasih kalau kayak gitu.


Itu tandanya mama sayang sama kamu.


Habis acara ini kita bahas kelanjutan tentang kita ya yang tertunda dulu."


Maksud Kevin kelanjutan tentang kita itu yaitu tentang pertunanganan mereka yang tertunda sebab banyak masalah yang datang tiba tiba hingga mereka fokus menyelesaikan itu dulu.


Makanya habis nikahan Efi mereka ingin membahas itu lagi.


Kevin juga belum memberi tau kedua orang tuanya tentang rencana ini.


"Nanti aku fikirkan lagi itu pun kalau aku mau.


Sini San temanin aku."


Goda Eva ingin melihat wajah cemberut Kevin.


Lalu menarik tangan Sandra masuk kamar meninggalkan Kevin sendiri,tidak mempedulikan wajah Kevin yang sudah berubah kesal mendengar jawaban Eva barusan.


"Untung sayang kalau ngak ah udahlah yang jelas semua akan tetap lanjut."


Meninggalkan tempat itu menuju meja mereka berkumpul tadi bergabung sama yang lainnya.


Disana mereka masih betah berkumpul saat Kevin balik lagi.


"Dari mana Vin,bilang tiba tiba setelah Eva pergi.


Berduaan mulu kalian emang ngak bosan."


Jika di bilang bosan maka satu kata itu tidak akan pernah di rasakan.


Bosan itu jika tanpa Eva di sisinya,bosan jika menunggu kabar Eva.


Jika buat berduaan tidak ada kata bosan.


Dalam menjalin hubungan maka sebisa mungkin jangan pernah berfikir bosan sama pasangan masing masing.


"Itu mungkin lo ya tapi kalau gue ngak akan pernah bosan.


Jika merasa bosan berduaan terus sama pasangan nanti yang terlintas dalam fikiran yaitu mengusir rasa bosan dengan mencari yang lain."


Jelas Kevin membuat mereka semua terdiam dan berfikir benar juga kata Kevin.


"Iya li benar tapi lo belum jawab dari mana?."


Belum mendapat jawaban atas pertanyaan tadi hingga harus mengulang lagi.


"Menyelesaikan sesuatu yang hanya gue sendiri bisa mengatasi."


Bukan sombong tapi memang itu kenyataannya sebab cuma Kevin yang merasa ada yang tidak beres sama keadaan Eva tadi makanya memutuskan buat menyusul dan benar Eva dalam kondisi tidak aman.


Mereka melupakan kemana Kevin pergi tadi dan memilih buat membahas yang lain saja.


Hingga Eva dan Sandra datang bergabung sama yang lain lagi tapi Sandra tidak duduk samping David melainkan di samping Eva.


Sandra masih marah sama ucapan David tadi yang tidak mendukung dia sama sekali.


Andai tadi David tidak ikutan memojokkan Sandra maka masih bisa di maafkan tapi dia malah tidak percaya sama kekasih sendiri.


"Hun kamu kenapa duduk di sana,sini dekat abang lagi."


Panggil David yang di acuhkan Sandra dan memilih diam saja seolah tidak mendengar ada orang yang memanggil dia.


"San di panggil bang David kenapa diam aja?.


Bisik Eva pada Sandra jika sudah begini mungkin sudah terjadi sesuatu yang membuat mereka saling diam.


" Biar aja Va biar dia tau rasa,masa tadi dia ikutan kayak yang lain saat aku bilang firasat ngak enak tentang kamu."


Tadi saat di kamar Eva sudah bercerita sama Sandra apa yang dia alami hingga Kevin datang menolong.


"Tapi ngak boleh juga gitu San,kasian tu lihat wajah bang David."


Tampak jelas wajah murung David di cuekin Sandra tapi dia pantas menerima itu,seharusnya sebagai kekasih mendukung apa yang Sandra bilang walau hati dia menolak.


"Udah biar aja,kita ke kak Efi yuk.


Aku belum ucapkan selamat."


Sandra menghindari tatapan David yang bisa buat dia luluh jika saling panda.


Lalu menarik tangan Eva menuju pelaminan tempat Efi berada.


"Sayang kamu ikut atau tunggu di sini?."


Menahan tarikan Sandra sebelum meninggalkan tempat itu,siapa tau Kevin ingin ikut juga.

__ADS_1


"Kamu aja sayang tadi aku udah salamin kak Efi."


Kevin memilih sama yang lain saja dari pada ikutan Eva naik ke pelaminan lagi kecuali naiknya sebagai pengantin maka Kevin tidak akan menolak.


"Ya udah tunggu sini,sekalian nanti aku bawain makanan ya."


Meninggalkan meja itu bersama Sandra.


"Selamat ya kak ngak nyangka ya jodoh kakak Dosen aku sendiri.


Semoga aku cepat dapat momongan,bahagia selalu kak dan ingat kalau rindu aku datang kesini aja kan bentar lagi kita tetanggaan."


Tidak menyangka kebahagian yang Efi dapatkan sungguh sangat besar.


Dulu cuma ingin hidup lebih baik dari sebelumnya tapi ternyata tuhan membalas jauh lebih indah dari yang di bayangkan.


"Makasih dek,kamu selalu bahagia ya.


Kenapa ganti baju?baju tadi kenapa?."


Sadar jika baju Eva sudah beda lagi dari yang tadi.


"Kotor kak kena makanan."


Bohong Eva biar kakaknya tidak kwatir karena ini hari bahagia jadi tidak ingin merusaknya.


"Kak selamat ya aku jadi pengen deh.


Pak selamat ya jagain kak Efi jangan buat dia susah lagi."


Menyalami keduanya tampak jelas terpancar senyum kebahagian yang kedua pengantin suguhkan.


"Kan ada David ajak aja."


Balas Efi melirik David yang ada di belakang Sandra.


Mereka berdua tidak sadar kalau David menyusul di belakang tadi.


"Ngak tau kak,mungkin ngak deh.


Sekali lagi selamat kita gabung sama yang lain lagi ya."


David yang mendengar jawaban Sandra jadi terdiam di tempat merasa ada yang menusuk hatinya tapi bukan pisau.


Ada yang menampar hatinya tapi bukan pukulan tangan.


David berfikir apa hubungan dia sama Sandra akan berakhir sampai di sini.


Apa Sandra sudah ada niat buat meninggalkan itu.


Kalau itu sampai terjadi apa dia sanggup menjalani hari tanpa ada Sandra lagi.


"Hun tunggu."


Mencekal tangan Sandra supaya tidak pergi dan Sandra kaget melihat David sudah ada di belakangnya.


"Bang David sejak kapan di sini?."


Tidak mungkin baru datang jika di lihat dari raut wajahnya yang kurang bersahabat dari tadi dia tinggalkan di meja.


Va kamu ngak apa abang tinggal sendiri."


Eva menganggukan kepala tanda dia tidak apa di tinggal sendiri.


Eva melangkah mencari mama Kevin dulu kalau tidak akan panjang urusannya nanti.


"Mama."


Sangat cepat Eva menemukan mama Kevin yang lagi berkumpul sama keluarga dia yang lain.


"Sayang kamu dari mana aja?mama cariin juga."


Merangkul Eva dari samping.


"Mama udah lama datang?mama udah makan?kalau belum aku ambilin ya."


Cerca Eva banyak pertanyaan hingga semua orang yang melihat itu hanya tersenyum menanggapi.


Mereka sudah mendengar cerita mama Kevin kalau Eva sudah pernah beberapa kali ke rumahnya.


Sekarang mereka semua bisa melihat langsung kalau Eva begitu di sayang mama Kevin bukan hanya sekedar cerita saja.


"Nanti aja sayang,sekarang mama mau kangenan dulu sama kamu."


Menolak ajakan Eva buat makan sebab itu bisa di urus nanti.


"Kayaknya bentar lagi ada yang mau nyusul kakaknya."


Goda Marta melihat kedekatan mereka berdua tidak bisa di pungkiri kalau hubungan mereka sudah dapat restu dari kedua belah pihak.


"Iya bentar lagi kita akan dapat menantu lagi."


Tambah Sarah ikut menggoda Eva yang mulai tampak malu malu mau.


"Iya David aja yang paling tua kalah sama adiknya."


Yona menimpali karena tidak mungkin anaknya akan di bawa sebab pada masih Sekolah.


Dimana mana nama David yang selalu jadi bahan olokan apa tidak ada yang lain,jika ingin jawabannya maka tanya pada orang tua David yang paling suka mengejek anak sendiri.


"Iya doain aja jeng mereka nyusul."


Tambah mama Kevin dia juga ingin Eva secepatnya menyandang status sebagai nyonya Kevin.


Waktu terus berlanjut hingga acara pesta usai semua tamu sudah pulang hingga yang tinggal hanya anggota keluarga dekat saja termasuk kedua orang tua Kevin.


Kedua mempelai sudah masuk kamar buat istirahat sebab lelah seharian menyalami tamu.


"Jadi bagaimana jeng Eva sama Kevin?kita adakan pertunanganan kapan?."


Tanya mama Kevin sebelum pulang,mereka sengaja pulang terakhir ingin membahas itu dulu.


Kevin dan Eva kaget mereka membahas pertunanganan mereka padahal belum di kasih tau.

__ADS_1


Tapi ada rasa senang juga jadi tidak perlu repot repot bicara.


"Kalau kita terserah aja yang penting mereka berdua sudah siap.


Bagaimana apa kalian udah siap bertunangan?."


Menanyakan pada yang bersangkutan tentang kesiapan karena mereka yang akan menjalani.


"Kita siap lahir batin tante."


Jawab Kevin cepat tidak bisa di cegah hingga mereka semua tersenyum mendengar kesungguhan Kevin.


"Kalau mereka sudah siap,gimana bulan depan kita adakan acaranya."


Usul mama Kevin yang sudah tidak sabar padahal bukan dia yang bertunangan.


Bagaimana tidak sabar dapat calon menantu idaman jadi lebih baik cepat dari pada di tikung orang.


Semua sudah setuju acara pertunanganan Kevin Eva bulan depan hingga hanya mempersipkan segala hal yang di butuhkan.


Keluarga Kevin pamit buat pulang dan juga semua orang masuk kamar juga buat istirahat karena waktu sudah larut malam.


Sandra menginap di sana karena tadi dia datang sudah sekalian membawa baju karena akan menginap disana selama orang tuanya pulang kampung.


Segala hal baik harus segera di selenggarakan agar tidak terjadi yang tidak di inginkan.


Eva dan Sandra sudah selesai membersihkan diri,juga Sandra sudah merapikan bajunya ke dalam lemari Eva.


Kini mereka sudah berbaring di atas ranjang tapi belum tidur.


"Va kalian beneran akan tunangan secepat ini?."


Bukan ragu tapi takjub saja sama kesungguhan mereka menjalin hubungan.


Apa lagi yang mau di tunggu restu sudah mereka dapati jadi apa yang mau di ragukan lagi buat melangkah lebih maju lagi tentang hubungan mereka.


"Beneran lah San,lagian ngak baik lama pacaran."


Jika Eva sudah bicara gitu pasti sudah ada tanda tanda nikah cepat juga.


"Jadi setelah ini kalian bakalan nikah?."


Eva menganggukan kepala mengiyakan pertanyaan Sandra.


"Secepat itu?."


Tidak menyangka sahabatnya ini bakal nikah cepat juga di usia yang masih muda.


"Lebih baik segera nikah San dari pada menambah dosa dan sering berduaan."


Jelas Eva singkat sebab lama pacaran juga tidak ada gunanya.


"Dan juga pacaran lama lama buat apa,itu pacaran atau kredit rumah."


Lanjut Eva lalu setelah itu mereka memilih tidur karena sudah terlalu larut malam dan juga sudah lelah.


Tidak butuh waktu lama buat mereka segera menggapai alam mimpi.


Satu jam berlalu Eva terbangun mendengar suara yang berasal dari luar kamarnya.


Tapi Eva mengabaikan hingga suara itu terdengar lagi.


"Eva."


"Eva."


Suara panggilan itu terdengar jelas sama Eva hingga Eva bangun dari tidurnya.


"Siapa yang memanggil aku malam malam gini?."


Eva berdiri menuju pintu tapi langkahnya terhenti saat suara itu menghilang.


"Kok ngak ada lagi."


Balik lagi ke arah ranjang buat melanjutkan tidur.


Tapi baru akan berbaring suara yang berbeda juga terdengar.


"Eva sini."


Suara itu berasal dari jendela kamar Eva,dengan perlahan Eva bangun buat melihat siapa yang memanggilnya.


"Siapa yang iseng malam malam gini.


Ngak tau apa aku capek."


Menghampiri jendela lalu membukanya untuk melihat siapa yang memanggilnya tapi saat jendela sudah terbuka tidak ada siapa siapa di sana.


"Kok ngak ada orang?."


Beberapa saat Eva melihat sekitar tapi tidak ada orang hingga Eva memutuskan buat menutup jendela lagi tapi saat jendela hampir tertutup semua sebuah kepala meyembul dari samping.


\=\=\=\=\=


Agak pendek dari semalam ya.


Dan juga Author akhir akhir ini suka up tengah malam.


Cerita dikit boleh ya author sebenarnya orang penakut sama yang horror apa lagi kalau di ajak nonton film horor ngak pernah mau.


Cuma waktu kecil dulu suka film horor saat sudah besar jadi takut kalau di ajak nonton yang horror.


Tapi kalau nulis yang horror gini ngak takut kan aneh ya.


Komem ya apa aja gitu biar rame.


Like


Vote


juga ok👌👌


Makasih

__ADS_1


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗


Tbc.


__ADS_2