
Kini keluarga besar itu bisa berkumpul dan tertawa bersama lagi,semua masalah bisa di selesaikan jika kita sendiri ingin menyelesaikan dan tidak menjadikan masalah itu menimbulkan jarak di antara kita.
Jika masalah itu datang pada kita maka kita harus bisa juga membuat masalah itu pergi meninggalkan kita juga,jangan biarkan masalah itu terlalu lama berada di sisi kita.
"Assalamu'alaikum."
Suara tamu dari luar menyapa keluarga yang sedang bahagia bisa berkumpul lagi.
"Wa'alaikumsalam,sini calon mantu sama kamu cantik gabung sama kita."
Marta memanggil Renal dan Sisi yang baru datang karena Eva mengabari tadi kalau dia datang ke rumah kakek.
"Lagi ngumpul ya,kita ganggu ngak?."
Renal tidak enak harus mengganggu acara keluarga itu.
"Ngak apa Re,kita maklum kok kalau lo ngak tau waktu kadang mau namu."
David keluar dari kamarnya sudah rapi dengan pakaian kerja.
"Bang mau kerja ya,Sisi nebeng dong sampai kos ada yang mau di ambil abis itu mau jemput Bastian pulang hari ini."
Bastian hari ini sudah keluar dari rumah sakit,Sisi ingin datang menjemput lalu mengantarkan sampai rumah.
"Ngak ada lo bikin repot aja."
Tolak David padahal kantornya melewati kos Sisi.
"Pelit amat bang,kan sekalian lewat dan lo bisa apelin Sandra dulu."
Rayu Sisi jika David bisa bertemu Sandra sebelum kerja.
"Lo emang pintar ya bocil cara alasan,Va ngak ikut Sisi juga biar bisa bertemu Kevin."
Tambah Renal menoleh para Eva mengingatkan jika Kevin sama Bastian jadi sekarang bisa ikut Sisi juga.
"Rencananya sih gitu tapi ngak enak ninggalin yang lain."
Ini kali pertama kumpul lengkap begini ya walau bisa di bilang kurang lengkap sebab saudara yang seumuran dia tidak ada disana.
"Kalau mau pergi ngak sayang,nanti kita bisa kumpul lagi."
Yona ikut mendukung ucapan Renal,bukan maksud mengusir hanya bisa bosan di rumah tidak ada kegiatan.
"Ya udah aku ikut Sisi."
"Yang ikhlas Va mau ketemu pujaan hati loh ini."
"Berisik bang dave dari tadi,yuk Si.Kami pamit dulu assalamu'alaikum."
Menyalami semua orang di sana lalu pergi menuju kos dan ke rumah sakit.
Selama di perjalanan Eva asik bicara berdua sama Sisi saja tidak menganggap David ada dan merasa lagi naik angkutan umum.
__ADS_1
"Eh bocil asik berdua aja lo pada kira gue supir apa?."
David kesal tidak di ajak bicara dan sendirian nyetir di depan.
"Maaf anda siapa ya?nyetir yang benar nanti kena pecat lo."
Ledek Sisi senang membuat David memberengut kesal mendengar dia di anggap supir,masa ganteng gitu di bilang supir berani gaji berapa orang yang berani menjadikan David supir.
David tidak membalas ucapan Sisi lagi tidak ada guna dan buang waktu,kalau di ladeni hanya akan menguras tenaga dan menghancurkan mood pagi.
Sampai kos Eva dan Sisi turun.
"Makasih bang dave,hati hati bang."
Melambaikan tangan menuju kos menunggu Sisi mengambil barangnya yang ketinggalan setelah itu mereka ke rumah sakit menggunakan taksi.
Tidak sampai setengah jam mereka sampai dan menuju ruang rawat Bastian,disana Kevin lagi menunggu kedatangan dua perempuan cantik itu menjemput.
"Kalian sudah sampai,sini masuk dulu kita nunggu dokter periksa sekali lagi baru pulang."
Melihat siapa yang datang menyambut dengan senyuman walau baru bertemu kemarin tetap saja rasa rindu cepat datang.
Selesai dokter memeriksa Bastian mereka bersiap mengantar Bastian pulang menggunakan mobil Kevin,sedangkan mobil Bastian sejak kecelakaan itu di jemput supir dan di bawa pulang.
Di rumah Bastian,papa mamanya belum pulang dan akan balik lusa jadi selama itu hanya ada asisten rumah tangga saja yang akan membantu Bastian jika ada yang di butuhkan.
Kevin balik bersama Eva sebab dari kemarin dia belum pulang ke rumah hanya mengabari saja lewat telpon.
Pinta Eva biar tidak terlalu jauh jika Kevin harus mengantar ke kos,kalau ke rumah kakek memakan waktu juga dan Kevin butuh istirahat juga.
"Iya Va."
Jawab singkat Kevin tapi terdengar aneh di telinga Eva,selama mereka menjalani hubungan Kevin tidak pernah lagi memanggil nama Eva.
"Kamu panggil aku apa sayang?."
Eva ingin memastikan lagi jika dia tidak salah dengar apa yang Kevin bilang.
"Va,emang ada yang salah?."
Bagaimana tidak salah mengubah nama panggilan begitu saja,ya jelas salah lah bagaimana sih Vin.
"Ngak kok ngak ada yang salah."
Eva memilih diam, mungkin lagi kecapekan saja maka ngomongnya sedikit beda fikir Eva.
Kok aku merasa aneh ya Kevin bilang gitu,apa ada yang salah ya sama dia.
Besok mungkin udah balik biasa lagi.
Eva terdiam setelah itu,bingung mau bilang apa lagi.
"Kamu kok melamun gitu,ada yang di fikirkan?."
__ADS_1
Tegur Kevin melihat Eva diam saja.
Eva hanya menggeleng kepala saja sebagai jawaban atas pertanyaan Kevin.
"Makasih ya udah ngantarin,kamu hati hati baliknya."
Pamit Eva hendak membuka pintu mobil tapi di cegah Kevin dengan memegang tangan Eva supaya jangan turun dulu.
"Iya sayang ada apa?."
Eva mengurungkan niat hendak turun tapi ada yang aneh dengan Kevin hari ini dan sangat jelas terasa apa lagi saat ini Kevin memegang tangan Eva ada yang beda sekali.
"Hhmm ngak jadi deh,kamu silahkan turun."
Melepaskan pegangan tangan itu,menunggu Eva turun lalu meninggalkan kos Eva tanpa pamit sama Eva tidak seperti biasa.
Melihat kepergian mobil Kevin hingga tidak kelihatan lagi baru Eva melangkah masuk ke dalam kos dengan masih memikirkan sifat aneh Kevin hari ini.
"Kevin kenapa ya,kok kayak ada yang aneh gitu sama dia dan tadi itu kenapa tangannya (menggeleng kepala mengusir fikiran yang belum tentu iya juga),ngak mungkin lah mungkin dia kelelahan aja,besok aku tanya lagi aja."
Eva masuk kamar merebahkan badannya,hari libur memang banyak Eva habiskan buat istirahat saja setelah pulang liburan bersama.
"Tapi tangannya tadi kok gitu ya,aku jadi merinding sendiri mengingat itu.
Rasanya sama seperti saat pertama megang tangan dia dulu,ah ngak mungkin lah mereka kan beda."
Mencoba memejamkan mata supaya bisa tidur,waktu baru menunjukan pukul dua siang dan tadi juga sudah shalat.
"Kenapa ngak bisa tidur ya,kenapa aku masih mikirin ke anehan Kevin ya,masa dia manggil aku nama aja tadi ngak kayak biasanya yang manggil sayang."
\=\=
Sebuah mobil mewah melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah tempat yang bisa di bilang tidak biasa tapi bagi dia berada di sana sudah tidak asing lagi.
"Aku akan mendekati kamu secara perlahan melewati dia jika ada kesempatan,
aku akan membawa kamu jauh dari sini dan akan hanya ada kita saja ngak akan ada yang mengganggu.
Dulu aku hanya bisa melihat mu saja dengan dia tapi sekarang ngak lagi karna dia udah ngak ada dan ngak akan ada lagi yang bisa lindungi kamu."
"Sekali aja aku udah dapatkan kamu maka jangan harap bisa lepas,kamu akan ikut aku pergi jauh dari sini di tempat hanya ada kita berdua,tunggu aku akan menjemput mu."
Dia tersenyum senang sebab kesempatan ini sudah lama dia nantikan dan akhirnya waktu berpihak pada dia setelah sekian menunggu.
\=\=\=\=\=
Yang kemarin minta horornya di keluarin lagi,mulai part ini author akan mulai munculkan dari sini tunggu kejutannya ya.
Sudah lama ingin munculkan lagi kesan horornya tapi nunggu moment yang pas.
I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗
Tbc.
__ADS_1