TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Menjelang Liburan.


__ADS_3

Acara pertunanganan sudah berakhir semua orang sudah punya pasangan masing masing.


Ujian hampir selesai tinggal beberapa hari lagi menjelang liburan.


Semua orang pasti sudah mmenanti nanti hari itu tiba dan sudah banyak merencanakan liburan masing masing baik pergi bersama keluarga,teman,dirumah saja atau pergi liburan.


Hari libur bukan harus di habiskan dengan pergi ke suatu tempat atau pergi menjalani perpajalan jauh agar liburan mereka berkesan.


Memanfaatkan waktu liburan sebaik mungkin dan balik dari liburan semua orang akan menceritakan masa liburan pada temannya.


"Kita liburannya kan tour tapi kemananya belum di bahas ya,gimana kalau kita ke puncak terus ke air terjun disana bagus banget,kalau ngak ke kebun teh gimana?."


Sekarang siang ini mereka lagi ngumpul bersama hanya tiga pasang saja Renal dan sepupunya Eva yang lain tidak ikut sebab beda kampus.


Keysi dan Nana kuliah di tempat yang sama jadi mereka berdua terpisah pernah suatu kali mereka mengusulkan pindah kampus tapi di larang sama David katanya kuliah dimana saja sama yang penting kita tidak terpaksa.


"Ide bagus Si,aku belum pernah kesana selama di sini dan ini waktu aku tau tentang daerah puncak."


Ucap Eva di balas anggukan oleh Sandra yang belum pernah jalan jalan juga selama disana,selama ini hanya pergi main main sekitar sana itu juga karena ikut Sisi dan Eva.


"Ok berarti sudah deal kita ke puncak."


Keputusan akhir mereka liburan ke puncak dengan tour menggunakan motor tapi resiko menggunakan motor yaitu siap kehujanan kapan saja apa lagi jika di jalanan sepi.


"Kamu tenang aja Sasa nanti aku akan bawa kamu jalan jalan keliling Kota jika kamu libur kuliah ok."


Balas David tidak tega mendengar Sandra belum pernah jalan jalan selama disana jadi dia terenyuh untuk mengajak Sandra berkeliling mengenalkan tentang kota yang begitu ramai itu.


"Sasa?."


Ucap empat orang itu mendengar ucapan David yang terdengar aneh di telinga mereka.


"Iya Sasa apa ada yang salah?Sasa artinya Sandra sayang."


David memberi tau apa itu singkatan dari sasa yang dia ucapkan.


"Ih O lebay banget bang nama panggillannya apa ngak ada yang lain gitu?."


Timpal Bastian masih merasa geli mendengar nama panggillan David pada Sandra.


"Kenapa?masalah buat lo?."


David sudah memikirkan nama panggillan sayang buat Sandra dan dia merasa itu bagus buat nama panggillan.


"Geli gue dengar bang,mau muntah tapi ngak bisa."


Bastian memasang wajah seperti orang mau muntah,memang kalau soal mengejek diantara mereka Bastian paling jago bahkan calon kakak iparnya saja di lawan.

__ADS_1


"Bodo amat,jangankan lo muntah pingsan sekalian gue ngak peduli.Yuk Sasa kita pergi dari sini."


Menggandeng tangan Sandra beranjak dari sana terlalu lama berada disana terutama berkumpul sama Bastian tidak baik buat kesehatan David yang kebawa emosi jika bicara dengannya.


"Kamu sih Bastian ngomong tu di jaga kalau bang David tersinggung gimana?."


Eva menasehati Bastian agar bisa sedikit saja bisa mengontrol kalau lagi bicara.


Tidak semua yang kita ucapkan tidak akan menyakiti perasaan orang,kadang menurut kita becanda tapi menyakitkan bagi orang lain.


"Dengar Tian jangan sembarangan aja kalau ngomong apa lagi sama orang lain,kalau sama kita kita ngak apa tapi lihat sikon ya."


Tambah Sisi tidak mau ada masalah sama Bastian yang suka ceplas ceplos kalau bicara untung David sudah biasa dengan semua itu jadi di anggap angin lalu saja.


"Lanjut debatnya saja aku mau beli sesuatu dulu buat pergi nanti."


Eva berdiri ingin berbelanja sedikit keperluan buat liburan nanti.


Bodo amat sama sahabatnya yang suka sekali debat dan mengejek orang memang pasangan yang serasi.


"Sayang tunggu kok aku juga di tinggal juga."


Kevin menyusul Eva dari pada melihat dua sejoli itu tidak ada manfaat dan buat mata sakit.


"Kamu mau belanja dimana sayang?."


Bukan juga tidak percaya tapi merasa nyaman saja bersama Eva dan juga Kevin sudah biasa mengikuti Eva sejak dulu.


"Dimana saja sayang,yang penting ada."


Pernyataan cewek kalau jawab sesuka hati padahal bisa menunjukan tempat tanpa harus pakai teka teki segala.


"Ya udah aku antar,masuk gih seas kepalanya."


Kevin membuka pintu mobil agar Eva mudah masuk setelah itu di susul Kevin masuk juga dan Eva tidak lupa mengirim kabar sama Sisi kalau dia pergi sama Kevin.


Setelah kepergian Eva dan Kevin baru mereka sadar hanya tinggal berdua saja disana.


"Yah di tinggal Eva,mulai nyebelin kamu Va terus Sisi pulang sama siapa?."


Gerutu Sisi lupa kalau masih ada Bastian yang bisa mengantar dia kemana saja yang dia mau.


"Masih ada aku sayang kalau kamu lupa sebagai kekasih kamu."


Balas Bastian mendengar perkataan Sisi masa keberadaan dia tidak di anggap disana.


"Iya tapi kan,tunggu ada chat(melihat siapa yang menghubungi) nih Eva ngasih tau pergi belanja sama Kevin.Tuh kan ngak ngajak."

__ADS_1


Melihat chat Eva yang memberi tau kalau dia pergi belanja sama Kevin membuat Sisi kesal di tinggal.


"Ya udah kita pergi belanja juga,kamu mau beli apa?."


Ajak Bastian masih ada waktu buat jalan jalan waktu juga masih banyak dan dia juga tidak mau mengajak pergi anak gadis orang sampai malam jika belum ada izin.


"Pengertian banget sih,makin sayang deh yuk berangkat."


Berjalan duluan ke mobil Bastian yang gelengen kepala melihat tingkah Sisi yang cepat sekali berubah.


Mobil melaju menuju tempat perbelanjaan yang banyak di minati para cewek bukan Bastian namanya jika tidak tau tempat itu.


Sudah dari dulu dia tau tempat seperti itu sejak masih menyandang gelar play boynya.


Mood cewek yang paling cepat berubah dan membujuknya juga tidak sulit hanya memberi apa yang dia mau atau menuruti keinginannya sudah cukup mengubah mood dia.


\=\=


Jika para yang sedikit lebih muda menikmati waktu bersama pasangan mereka masing beda juga sama pasangan Renal dan Efi yang mulai membahas tentang kelanjutan hubungan mereka yang sudah menjadi sepasang tunangan.


"Honey kamu bahagia kan menjalani hubungan ini?."


Entah kenapa Renal ingin menanyakan itu pada Efi padahal jika ingin menanyakan itu sebelum mereka tunangan supaya semua jelas dan tidak ada paksaan.


"Aku bahagia Re walau awal hubungan kita ada sedikit paksaan dari kamu tapi aku ngak pernah sedikit pun menyesali itu malah aku bersyukur kamu memilih aku dan membuktikan jika kamu serius sama hubungan ini serta kamu mau merima aku yang yatim piatu ini."


Jelas Efi saat ini mereka lagi berada di sebuah taman menikmati siang menjelang sore yang sedikit mendung ini tapi mendung belum tentu hujan.


"Makasih honey kamu mau menerima aku yang banyak kurang ini,kedepannya aku akan berusaha lebih keras lagi supaya kamu bahagia menjalani hubungan ini."


"Kamu ngak ada kurang kok di mata aku kamu yang paling sempurna sudah ganteng,baik,pengertian,selalu ada buat aku,pertemuan awal kita saja kamu sudah baik,pekerjaan mapan juga,keluarga kamu juga menerima aku dengan tangan terbuka jadi ngak ada alasan aku buat ngak bahagia sama kamu."


Penuturan Efi membuat hati Renal menghangat mendengarnya,jika dia bilang tidak bahagia maka dia salah satu orang yang kufur nikmat.


"Kamu dapat kata kata itu dimana sih udah pintar ngegombal ternyata."


Renal salut Efi yang pintar mengeluarkan kata kata manis membuat Renal melayang saja.


"Balik yuk udah sore juga sebelum itu kita shalat dulu."


Beranjak dari sana menuju masjid terdekat buat shalat ashar dulu sebelum pulang biar waktu shalat tidak keburu habis.


\=\=\=\=\=\=


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😍😘❤


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2