TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Hari Sial


__ADS_3

Suara itu terdengar indah masuk dalam pendengaran Eva, diam Eva memilih diam tanpa berbalik sebab dia sudah tau siapa punya suara itu yaitu orang yang sebulan lebih ini selalu membuntutinya jika mungkin rumah mereka berdekatan mungkin akan sering mengunjungi dirinya cuma saat di sekolah saja bisa saja mereka saling berdekatan walau saat ini masih sepihak.


"Kok ngak noleh sih "


Memasang wajah cemberut duduk disamping Eva bahkan sang empu cuek saja harus membiasakan diri.


"aku udah tau jika itu kamu dengar dari suara aja "


Balas Eva santai jika awal awal akan kena omelan atau cuekan tapi tidak sekarang Eva sudah mulai mau dekat sama lawan jenis.


"Kenapa nyariin aku, sudah kangen aja baru belum ketemu sebentar aja "


Jiwa percaya diri Rafa tinggi walau dulu sering dapat penolakan dari Eva.


"Bukan, aku merasa senang aja jika ngak ada yang ganggu "


Gengsi aja jika harus jujur bila ada yang kurang aja ngak ada yang mengganggu dengan dua cowok tampan itu.


"Aku kira kamu kangen, padahal aku sudah senang jika ada yang merindukan "


Jika bisa di bilang saat ini Rafa lagi berjuang pendekatan sama wanita yang di sukainya melalui perkenalan singkat mereka.


"Rasanya dunia damai tanpa ada kamu atau Revan yang gangguin aku tapi semua itu hanya hayalan, jika sekarang ngak ada Revan masih ada kamu yang gantiin"


Bukan tanpa alasan Revan yang duluan datang sudah mendapat posisi nyaman dihati Eva walau masih sebatas teman tapi Eva masih tau diri status mereka sangat jauh berbeda.


"Jadi kamu senang aku gangguin terus ya udah mulai sekarang aku akan terus gangguin kamu"


Ngak nyambung tentu saja dibilang apa malah di jawab apa juga.


"Telinga kamu perlu di periksa kali Rafa aku bilang ngak suka di gangguin terus malah jawab apa lagi"


Yang jadi tersangka malah ketawa dengan amarah Eva ada kesenangan tersendiri dalam dirinya saat Eva menunjukan dirinya sendiri.


"Bukan telinga aku tapi mata sebab cuma ada kamu disana, kenapa ya bisa begitu ? "


Gombalan receh mulai keluar mulut manis Rafa sepertinya dia mulai mengeluarkan jurus menaklukkan Eva itupun jika Eva tersentuh kalau tidak yang harus lebih lagi berusaha.

__ADS_1


"Tau ah kamu nyebelin "


Memalingkan wajah menahan senyum supaya ngak ketahuan sama Rafa.


"Hey aku disini kenapa malah lihat kesana ?"


Didiamkan terasa nyesal saat ada malah ngak di lihat tapi ngak apa jika masih bisa di dekatnya.


"Janji ngak bikin kamu kesal lagi "


Terpaksa mengalah agar ngak di acuhkan .


"Ngak apa deh kamu ngambek malah makin gemas aja kalau dilihat "


Jika mengalah ngak bisa siapa tau maka gombalan yank akan bertindak lagi.


"Vava kenapa kok lihat kesana disini ada Rafa yang ajak bicara ? "


Sandra datang menghampiri kedua temannya itu yang satu lagi ngegombal dan yang satu lagi acuh aja seakan ngak ada orang.


Jika Sandra belum datang juga maka perang dingin Eva lakukan sebab kesal sama perkataan Rafa.


"Sorry kayak ngak tau kantin aja kalau waktu istirahat "


Memang selama Sekolah disana Eva jarang ke kantin sebab dia selalu membawa bekal.


"Tadi aku dengar di kantin habis istirahat ini guru pada rapat dulu baru setelah itu belajar lagi "


Selama Sekolah jam kosong begini terasa merdeka dari pelajaran yang kadang terasa membosankan apalagi jika guru galak yang masuk


"Syukur jika jam kosong, aku ke toilet dulu "


Meninggalkan kedua temannya di taman menuju toilet yang letaknya di ujung lorong sekolah bahkan terkesan sepi.


Ditaman keduanya hanya terdiam melihat kepergian Eva ke toilet bahkan tanpa menoleh sedikit pun. Bukan tanpa sebab tapi kesal aja sama Rafa jika ngak mengganggu ya bikin kesal.


Memiliki teman yang baik seperti mereka merupakan anugrah buat Eva sendiri walau ngak di perlihatkan secara langsung. Bersyukur disaat semua orang menjauhi masih ada yang peduli bahkan mencari cara supaya bisa dekat.

__ADS_1


Melangkah menuju toilet sepanjang jalan banyak siswa lagi berkumpul karna jam kosong ada juga yang melakukan hal konyol mengisi waktu kosong mereka ada bermain game, nongkrong, bernyanyi, mengerjakan tugas dalam buku paket atau ada juga menyendiri.


"Kok selalu sepi sih bikin takut aja "


Masuk toilet ngak ada satu orang pun disana apa mereka ngak ada yang kebelet kali ya.


"Kalau tau gini mending tadi ajak Sandra aja Ngapain tadi aku tinggal"


"Ini gara gara Rafa nih jadi lupa ajak Sandra, ih Rafa resek "


Mendumel sendiri dalam toilet ngak tau aja ada yang lagi memperhatikan dari tadi sejak dalam perjalanan menuju sana. Selesai dengan urusannya Eva bercermin merapikan penampilan di kaca sambil memperbaiki hijabnya lalu mencuci tangan.


"Sudah selesai mending sekarang nyusul Sandra lagi "


Melangkah menuju pintu memutar knop pintu tapi ngak bisa terbuka, di ulang beberapa kali masih sama ngak bisa terbuka seperti terkunci.


"Kok ngak bisa sih, perasaan tadi kan ngak di kunci deh ni pintu "


"Siapa lagi yang jahil ngunciin pintu mana di sini sepi lagi jarang ada orang lewat"


Menggedor pintu dari dalam berharap ada orang dengar jika tidak bisa terjebak sampai jam pulang sekolah baru bisa keluar sebab petugas kebersihan akan datang membersihkan dan mengunci pintu.


"Kenapa begini sih, sial banget hari ini"


"Tolong siapa pun yang dengar tolong bukain pintunya"


"Hey ada orang di luar tolong bukain pintu"


Cukup lama Eva berteriak tapi ngak ada satu orang pun datang membuka pintu mungkin karna letaknya di pojok jadi jarang orang kesana.


"Teriaklah terus ngak akan ada orang yang datang menolong mu"


Suara yang sudah lama hilang bahkan hampir lupa sekarang datang menemui lagi.


"Ka kamu,,,!!!!


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2