
Mereka berempat lagi bersantai di ruang tamu selesai sarapan bersama di temani cemilan kecil sebagai pelengkap obrolan mereka pagi ini.
Masih tampak jelas di wajah Sarah sinar kebahagian yang sedari tadi dia pancarkan.
"Ma gimana kalau kita ke rumah kakek,pasti kakek senang mama datangkan."
Ajak Efi dia ingin keluarga kumpul bersama lagi seperti dulu yang pernah dia dengar dari cerita mereka.
Keluarga bahagia yang bersatu lagi setelah sekian lama terpisah,tidak ada salahnya mencoba menyatukan lagi mereka yang dulu pernah berselisih.
"Tapi mama takut kalau mereka ngak mau menerima mama lagi."
Sarah masih belum siap berjumpa keluarganya yang lain buat waktu sekarang.
"Apa mama pernah mikir juga sebelum kesini apa kami akan menerima mama atau tidak(sarah menggeleng) maka sekarang mama harus percaya bahwa mereka akan menerima mama juga seperti kami.
Ingat ma hubungan darah ngak bisa di putuskan dengan apa pun ma,jadi sekarang kita ke rumah kakek ya."
Ragu ragu Sarah menyetujui ajakan Efi tapi sebelum itu Efi izin dulu tidak masuk kerja hari ini.
"Mama tunggu bentar kami siap siap dulu."
Mereka berangkat menuju rumah besar kakek dengan ketiga perempuan beda usia itu duduk di kursi penumpang belakang.
"Mama takut buat bertemu mereka semua."
Menggenggam tangan Efi menyalurkan rasa gugup yang Sarah alami selama di perjalanan.
Menuju rumah yang sudah lama sekali dia tinggalkan sejak kepergian mamanya,Sarah tidak pernah lagi menginjakkan kaki di rumah itu lagi bahkan untuk sekedar lewat saja tidak pernah.
Dulu di keluar dari sana karena di usir dengan kesalahan dia sendiri menyebabkan Sena menghilang hingga akhir hayat sSena tidak bertemu mereka lagi dan kini balik kesana dengan anak Sena juga yang membawa dia.
Merasa malu pada dirinya sendiri yang bahkan jalan fikirnya dulu saat seusia Efi sekarang berbanding terbalik dengan sifat yang Efi punya.
Mobil terus melaju hingga tiba di rumah besar itu yang dari dulu hingga sekarang masih sama tidak banyak yang berubah dari bentuk rumah itu.
"Ayo ma kita turun."
Menggandeng Sarah turun dari mobil menuju pintu yang terbuka lebar hingga Efi bisa langsung masuk tapi Sarah memilih menunggu di luar dulu.
"Assalamu'alaikum."
Efi masuk dengan Eva lalu duduk bergabung bersama yang lain,kedatangan kedua cucunya membuat kakek dan yang lainnya heran.
"Wa'alaikumsalam."
Jawab mereka kompak,entah itu kebetulan atau memang mereka lagi berkumpul biasa atau ada yang mau di bahas yang jelas semua orang lagi ngumpul termasuk Arta yang terpisah rumah dari Salman dan Yona.
"Sayang tumben kamu datang pagi pagi gini,kangen Renal ya?."
Marta suka sekali menggoda semua anaknya tidak ada yang di bedakan semua sama di mata Marta.
"Kalau aku kangen bukan kesini Bu tapi ke rumah depan."
Balas Efi tersenyum menanggapi bagaimana bisa rindu hampir tiap hari mereka bertemu.
"Kangen dari mana ma,orang mereka jumpa tiap hari juga."
Tambah Salman,yang lain hanya bisa tersenyum saja mendengar ucapan sepasang suami istri itu yang mempunyai sifat tidak beda jauh.
"Kalau kamu sayang ngak kangen Kevin juga hhmm?."
Menoleh ke arah Eva yang mendapat giliran.
"Rindu apa coba tiap hari di apelin,ini karena libur aja kalau ngak tiap pagi pas buka pintu Kevin udah nunggu di depan."
Efi menjawab ucapan Marta yang memberi tau kebiasaan Kevin selalu menunggu Eva tiap pagi buat berangkat ngampus.
"Kek,semuanya ada yang mau aku bilang."
Efi memandang satu persatu orang di sana dengan wajah serius.
"Kamu mau bilang apa sayang?kok serius gitu wajahnya."
Marta yakin pasti ada yang ingin di sampai kan kalau tidak mana mungkin akan datang pagi dan tanpa di minta juga.
__ADS_1
"Kalau seandainya mama Sarah datang dan minta maaf,apa kalian akan memafkan?."
Seru Efi pelan walau sebenarnya dia juga belum terlalu yakin akan dapat respon baik jika membahas masalah Sarah.
"Maksud kamu apa sayang? kamu ngak becanda kan? kamu dapat pemikiran itu dari mana? kami saja ngak tau dimana Sarah berada sekarang bagaimana bisa dia datang menemui kami."
Marta kaget saat Efi membahas Sarah yang mereka saja tidak tau kabar Sarah bagaimana.
Cuma sekedar tau saja kalau Sarah pernah mendatangi Efi dan Eva tapi tidak pernah bertemu dengan mereka,bagaimana bisa Efi membahas Sarah yang mereka saja tidak dekat atau bisa di bilang hanya beberapa kali bertemu.
"Efi sayang jangan bahas yang ngak mungkin terjadi ya,kita saja ngak tau bagaimana kabar mba Sarah sekarang sayang."
Yona juga ikut kaget mendengar ucapan Efi barusan.
"Apanya yang ngak mungkin Mi,semua hal di dunia ini mungkin saja terjadi jika tuhan sudah menghendaki termasuk mama Sarah."
Efi memanggil Yona mami sesuai dengan anak Yona yang memanggil mami juga.
"Semua itu ngak mudah Efi Sarah sudah lama ngak ada kabar mungkin sudah pindah kota sejak terakhir mendatangi kalian."
Arta mengeluarkan pendapat setuju sama ucapan Marta dan Yona.
Mereka semua putus kontak dengan Sarah sejak lama bahkan bisa di bilang sudah puluhan tahun.
"Kalau seandainya mama Sarah datang minta maaf,apa ada kata maaf dan kesempatan buat mama Sarah memperbaiki kesalahannya selama ini."
Efi tidak mau perdebatan yang tidak ada ujungnya itu hanya akan membuang waktu.
"Kalau dia datang dan sudah menyadari kesalahannya kita ngak bisa menolak dia walau bagaimana pun dia tetap saja masih anak kakek yang kakek rindukan selama ini."
Kakek tidak pernah marah sama perbuatan Sarah hanya saja sedikit kecewa karena Sarah beda dari yang lainnya.
"Papa ngak bisa gitu aja maafin Sarah pa,dia itu udah keterlaluan selama ini bahkan sama anak yang tidak tau apa pun kena imbas perbuatan dia."
Salman membantah ucapan papanya itu,kesalahan yang Sarah buat bukan hal kecil dan juga sekali dia melakukan itu tapi sudah berulang kali.
"Bang Salman benar pa,mba Sarah udah keterlaluan selama ini,jangan mudah memberi maaf yang ada nanti dia punya niat jahat lagi sama keluarga ini."
Arta mendukung Salman yang tidak akan mudah menerima Sarah kembali setelah apa yang pernah di perbuatnya.
"Semua orang punya masa lalu dan punya kesempatan juga buat memperbaiki diri.
Kita hidup di dunia ini pasti ngak akan jauh dari yang namanya kesalahan baik itu tanpa kita sadari.
Tuhan yang mempunyai alam semesta ini saja maha pemaaf selagi hambanya mau bertaubat lalu kita yang sebagai manusia biasa masa ngak mau saling memaafkan.
Pintu taubat selalu terbuka bagi hamba yang ingin berubah ngak ada kata terlambat selagi nafas ini masih berhembus.
Jika kesalahan ngak bisa di maafkan jadi buat apa kata maaf dan menyesal itu ada jika ngak bisa di gunakan.
Jika berdamai itu Indah buat apa melanjutkan masalah yang ngak ada habisnya ini,kita ngak tau umur kita sampai mana dan sampai kapan.
Jika marah sama seseorang maka yang perlu kita ingat adalah bahwa orang itu dulu pernah mengisi warna dalam hidup kita."
Efi berucap panjang lebar,sifat baik hati dan pemaaf Sena turun sama dia dan Eva yang tidak pernah menyimpan dendam.
"Semua ngak mudah Fi gara gara dia Sena pergi meninggalkan kita dan gara gara dia juga mama sakit dan memilih meninggalkan kita semua juga."
Seru Salman masih belum bisa memaafkan Sarah dengan mudah.
"Itu semua terjadi bukan kesalahan mama Sarah semua,itu takdir yang sudah di atur dan mama Sarah sebagai perantara saja yang menyebabkan dia di pandang salah.
Jika bukan mama Sarah yang melakukan itu dan kejadian nenek meninggal tetap terjadi jadi siapa yang akan di salahkan juga,apa mau menyalahkan takdir tuhan buat kita."
Efi bersikap dewasa di bandingkan sekarang ingin masalah ini segera selesai juga dan bisa berkumpul lagi.
"Menjadi pemaaf ngak akan merendahkan harga diri kita Salman,semua sudah terjadi kita ngak bisa memendam dendam terlalu lama.
Apa kamu mau membawa dendam itu hingga akhir hayat mu dan ngak bisa melihat adik mu lagi.
Ingat darah yang mengalir dalam tubuh kalian sama jadi jangan menjadi orang pendendam atau akan menyesal nanti."
Kakek bingung gimana melunakkan sifat keras Salman jika sudah berdebat.
"Baiklah aku akan memaafkan dia tapi jika melakukan hal itu lagi maka kata maaf ngak ada lagi buat dia."
__ADS_1
Salman mengalah dari pada terus berdebat dan menurunkan kondisi kesehatan kakek.
"Makasih kalian sudah mau menerima mama."
Efi senang mereka semua mau maafkan sarah tidak sia sia usaha Efi tadi,memang usaha tidak ada yang menghianati hasil.
"Sekarang ada yang mau bertemu dengan kalian,tunggu sebentar."
Efi keluar menjemput Sarah yang sudah mendengar semua ucapan mereka tadi dengan linangan air mata dan keluarganya mau menerima dia kembali.
"Ayo ma kita masuk."
Menggandeng Sarah masuk dengan wajah menunduk belum berani melihat keluarga dia lagi.
"Liat aku bawa siapa."
Membawa Sarah ke depan mereka semua bahkan mereka terkejut melihat Sarah di bawa Efi pasti mereka berfikir dimana Efi bisa bertemu Sarah.
"Sarah"
Panggil mereka semua kaget tidak menyangka akan bertemu lagi setelah puluhan tahun berpisah.
"Papa maafin Sarah pa,Sarah salah selama ini sama kalian semua."
Memeluk kaki kakek dengan air mata terus mengalir deras tidak menyangka sang papanya tidak pernah benci sama dia.
"Bangun nak,papa udah maafin kamu jangan nangis lagi."
Menuntun Sarah berdiri lalu Sarah beralih pada Salman abang pertamanya.
"Maafin Sarah bang,Sarah khilaf, Sarah menyesal."
Memeluk Salman erat bahkan tangisannya tidak bisa dia tahan,air mata itu tumpah tanpa di suruh.
"Sudah abang udah maafin kamu,jangan di ulangi lagi.
Dalam keluarga ngak boleh saling iri,ingat jika saudara bahagia maka kita harus ikut bahagia juga."
Membalas pelukan Sarah,Salman rindu juga sama adiknya itu walau salah tapi tidak ada salahnya di beri kesempatan.
"Arta."
Memeluk Arta juga.
"Yona."
Memeluk adik bungsunya itu.
"Yona senang mba balik lagi,Yona rindu mba.
Jangan ulangi lagi ya mba,Yona udah rindu keluarga kita berkumpul lengkap lagi."
Membalas pelukan Sarah tidak kalah erat.
"Sekarang semuanya sudah selesai jadi Papa harap kamu mau balik lagi ke rumah ini untuk menebus waktu kamu selama ini buat merawat papa."
Pinta kakek pada Sarah supaya mau tinggal bersama lagi.
"Iya pa Sarah mau balik lagi,sekali lagi makasih udah mau maafin Sarah."
Kebahagian yang sangat sederhana yaitu jika kita berkumpul lagi sama orang orang yang kita sayangi.
Harta tidak selamanya akan membuat kita bahagia tanpa ada keluarga yang menemani.
Rasa iri hanya akan menghancurkan segalanya yang kita punya,rasa iri itu buat orang yang merasa dirinya berada di bawah orang lain.
Rasa iri itu buat orang yang tidak suka dengan apa yang orang capai dan ingin menjatuhkan.
\=\=\=\=\=
*Part ini author sambil nangis ngetiknya karena author orangnya perasa dan gampang kebawa suasana.
Masih ingatkan satu like reader sangat berarti buat author jadi jangan lupa ya.
Makasih 😊😊
__ADS_1
I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*
Tbc.