
Hidup harus terus berlanjut hadapi rintangan yang akan datang nenerpa, kuat akan tetap bertahan dan terus berlanjut tapi jika goyah atau lemah maka kekalahan cuma di dapatkan. Melihat tetap ke depan yang lewat jadikan panutan agar kejadian sama bisa di hindari.
Kaki tegap penuh ketakutan itu masih terus melangkah menyusuri mencari jalan keluar. Jalan hidupnya tidak secantik paras wajahnya tidak sebaik itu pula takdir menghampiri diri dia. Sampai sekarang takdir masih mempermainkan jalan hidupnya entah sampai kapan.
"Kemana sekarang aku harus melangkah. "
"Kian jauh aku pergi kok semakin sepi saja ngak ada ujungnya. "
Kebingungan menghampiri Eva , siapa saja pasti akan merasakan hal sama. Dimana gadis seuaianya sibuk mencari jati diri, bermain dengan teman sebaya, pergi liburan saat waktu luang atau sekedar memanjakan diri dengan bersantai ria di rumah tapi semua itu masih dalam skenario saja hingga sekarang belum satupun dapat dia nikmati.
Sebenarnya gadis sebaik dan secantik mu sayang untuk di korbankan tapi itulah takdir yang harus kamu terima. Aku ngak tau sampai kapan bisa melindungi mu pada ancama yang datang dari mana saja dan juga apa hati ini juga masih sama ngak akan mengorbankan mu di kemudian hari.
Dia melihat Eva berjalan mulai tertatih membawa badan mungil itu,apa yang membuatnya tidak mau menampakkan diri sekarang alasan apa lagi yang dia punya membela diri.
Maaf aku datang bukan dengan niat baik, aku juga bukan sosok teman yang baik hanya memanfaatkan kebaikanmu, ingin rasanya menepis semua itu tapi aku ngak bisa lekukan itu ada sosok yang harus aku lindungi juga dengan mengorbankan mu Va.
Hal yang sama dia lakukan juga dari arah berbeda, bersembunyi dari pandangan Eva.
Begitu berharga diri Eva untuk mereka semua hingga memperebutkan sampai pertumpahan darah mau mereka lakukan. Jika dia di lahirkan hanya untuk menderita dan berakhir tragis buat apa kehidupan itu di berikan kepadanya.
"Hey gadis cantik kita bertemu juga akhirnya dan aku ngak perlu susah payah membawa mu ke sini malah kamu sendiri yang datang. "
Muncul sosok dari mereka dengan tampilan berbeda lagi, memangnya berapa banyak mereka ini sehingga muncul di saat yang tidak tepat.
Siapa lagi dia seperti mau membawa ku juga.
"Kenapa diam saja ? apa kamu takut atau sudah siap menerima nasib mu ha ha. "
Diamnya Eva membuat dia semakin yakin kalau Eva sudah pasrah sama ke adaan.
Eva menggeleng takut langkah kakinya berat menggiring badannya menjauh dari sosok itu. Apa yang harus dilakukan jika seorang diri melawan pun kekuatan diantara mereka tidak sebanding jika pasrah sama saja dia menyerahkan diri secara cuma cuma.
"Kenapa mundur .? mau bermain dulu atau langsung saja?. "
Walau Eva mundur dia tetap berdiri ditempat semula tidak bergerak sedikitpun.
Yang satu ini memiliki sifat tenang tidak buru buru dalam bertindak seolah kesan santai sudah biasa dia lakukan. Memperhatikan sekitar bahwa aman dari teman sesamanya juga dia tidak mau buang tenaga tapi malah tidak ada hasil.
"Jangan dekat dekat, aku ngak ada urusan sama sekali dengan kamu jadi menjauhlah. "
Pinta Eva menyuruh dia menjauh kalau perlu pergi dari sana.
__ADS_1
"Cari lah orang yang bisa kamu bawa dengan senang hati tapi orang itu bukan aku. "
Sudah cukup selama ini dia tertekan dengan dengan sosok menyeramkan yang selalu datang meneror hidupnya.
"Jangan takut, saya tidak akan menyakiti mu jika menurut apa kata saya. "
Bagaimana bisa dia tenang saja jika niat jahatnya sudah nyata di depan mata.
"Jangan harap aku akan mau menuruti kata kata mu itu, dalam mimpi pun aku ngak sudi. "
Mungkin ini jalan yang harus Eva gunakan jikapun dia akan tertangkap setidaknya sudah ada usaha mempertahankan diri.
"Saya suka dengan cara penolakan ini jadi semakin akan terasa tertantang. "
Seringai itu muncul di wajah itu perlahan berubah menyeramkan dengan muka datar termasuk hidung serta mata putih dengan titik hitam ditengahnya.
"Apa kamu mulai takut dan menyerah. "
Mendekat ke tempat Eva berdiri dengan aura dingin melingkupi tempat itu.
"STOP."
Eva teriak menghentikan langkah kaki itu spontan dia berhenti dengan perintah Eva.
Melangkah cepat berdiri di depan Eva bahkan Eva pun tidak sempat menghindar lagi saking cepatnya.
"Ka mu."
Lirih Eva saat dia sudah siap dengan kedua tangan yang akan menuntun Eva pergi menuju tempatnya.
"Iya, apa kamu,,. "
Tidak melanjutkan ucapan lagi sebab sudah tahu Eva semakin ketakutan dengan gerakan cepat dia berdiri dekat Eva.
"Bersiaplah."
Memegang bahu Eva dengan tubuh gemetar Eva saat tangan itu menyentuh dia.
Memejamkan mata sudah pasrah menerima takdir yang tidak memihak pada dia, mungkin ini jalan hidup dan tidak mengizinkan untuk melanjutkan hidup bersama orang tersayang.
Jika ini yang terbaik aku sudah pasrah, lindungi kakak dimana saja berada.
__ADS_1
Maafkan aku kak tidak bisa bersama kakak lagi, tidak bisa membantu pekerjaan kakak lagi dan hiduplah dengan bahagia kak tanpa ada aku bersama kakak lagi. I LOVE YOU KAK.
BBUUKK,,,
Terdapat pukulan kuat di belakang kepala hingga terhubung ketanah dengan rasa sakit luar biasa.
BBAAKKK,,,
BBUUKKK,,,
AAARRGGHH,,,
Dia menghajar tanpa jeda hingga ia terkapar ditanah. Kenapa dia bisa melawan sosok yang yang bahkan tidak sebanding dengan dia. Jika saja sosok itu punya kesempatan melawan mungkin sekarang posisi itu akan terbalik.
Setelah memastikan kalau dia sudah lengah dengan luka di sekujur tubuhnya, sosok yang melawan tadi membawa Eva pergi dari sana dengan keadaan mata Eva masih terpejam.
"Sekarang kamu sudah bersama ku lagi jangan harap bisa kabur lagi setelah ini. "
"Kamu itu banyak yang mengincar termasuk saya juga sama tapi bukan sekarang waktunya. "
Bergumam pelas sambil menggendong Eva dalam dekapan dingin itu. Melangkah menuju tempat semula saat sebelum Eva pergi tadi.
Jika saja dia bisa melakukan hal sama juga mungkin dialah yang beruntung saya ini begitu banyak kesempatan tapi hati dan fikiran nya masih menolak melakukannya.
"Kenapa sekarang aku berasa disini lagi. "
Eva membuka mata tapi bangun di tempat tadi sebelum dia kabur dari sana.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
*Terima kasih sampai saat ini masih setia mengikuti cerita author sudah dua bulan ini author cukup puas dengan hasil tulisan sendiri .
Makasih dukungannya, awalnya cuma iseng menulis cerita ini apa lagi cerita ini sebagian pengalaman pribadi author juga di tambah imajinasi halu tingkat hayal ngalah nglindur.
Dukung terus ya jangan pelit kasih like, komen, rate and vote nya ya.
Maaf kalau tidak semua komen author balas ya dan pasti akan di balas kok tenang saja.
Dan untuk yang minta feedback pasti mampir kok tenang saja dan pastinya jika pun belum kebaca semua sudah di tarok si favorit kok jadi ada notif kalau ada eps baru.
I LOVE YOU ALLπππ*
__ADS_1
**LIKE,,, VOTE,,,, LIKE,,, VOTE,,, LIKE,,, VOTE
Tbc**.