
Satu bulan sudah berlalu pernikahan David dan Sandra kini keduanya sudah balik lagi ke kota kerena Sandra ikut David dimana dia kerja.
Sekarang masih tinggal di bersama di rumah besar itu sampai David mempunyai rumah sendiri karena mereka semua tidak mengizinkan David keluar rumah itu hanya untuk sewa rumah kecuali rumah sendiri.
Hari yang di lalui Pengantin baru itu selalu di penuhi ke bahagiaan yang menyertai mereka berdua.
Dan sekarang yang lagi di sibuk yaitu Bastian dan Sisi yang bakal menikah selanjutnya.
Persiapan mereka sudah hampir selesai hanya tinggal beberapa saja.
"Melelahkan sekali."
Keluh Sisi duduk di sebuah caffe bersama Bastian, mereka baru balik melihat gedung dimana nanti akan di langsung kan pernikahan mereka satu bulan lagi.
"Besok kamu ngak usah ikut lagi ya sweety istirahat di rumah aja, biar aku sendiri yang urus."
Kalau begini Bastian tidak tega melihat calon istrinya kelelahan menjelang pernikahan.
"Ngak apa Sisi masih kuat kok."
Mana bisa Sisi membiarkan Bastian mengurus sendiri sedangkan yang akan menikah mereka berdua.
"Buat besok aja ya jangan membantah."
Tegas Bastian tidak mau Sisi memaksakan diri buat ikut biarlah satu hari besok istirahat di rumah saja.
"Tapi kan."
Sisi tidak melanjutkan perkataannya karena dapat tatapan tajam dari Bastian.
"Iya besok Sisi di rumah saja."
Mengalah tidak mau membuat Bastian marah sebab selama ini hanya sifat konyol yang di perlihatkan.
"Good, kalau gini kan makin sayang."
Melanjutkan acara makan sebab makanan yang di pesan sudah datang.
Makan dengan lahap antara lapar, doyan atau memang makanan itu benar enak.
"Habis ini mau kemana lagi?."
Selesai menghabiskan makanan itu tidak butuh waktu lama, selain lapar juga makan itu enak jadi tidak butuh waktu lama buat menghabiskan.
__ADS_1
"Mau beli perlengkapan yang udah habis di rumah, biasa keperluan wanita."
Agak canggung menyebut hal itu karena tidak sesama wanita.
"Ya udah nanti habis ini langsung beli ya."
Bagi Bastian semua itu wajar saja kalau sudah menikah nanti dia juga harus tau apa saja keperluan Sisi.
"Ngak apa Sisi juga udah ada janji sama Eva kemarin."
Mana mau Sisi belanja keperluan wanita bersama laki laki kecuali bersama suaminya nanti.
"Hati hati ya, yuk di antar pulang."
Membayar makanan itu lalu masuk mobil buat mengantar Sisi pulang.
Sampai rumah Sisi Bastian tidak mampir karena masih ada urusan lain.
\=\=
Satu bulan berlalu kini ke bahagiaan itu sudah nampak di depan mata, bagaimana semua persiapan sudah selesai hanya menunggu hitungan menit hubungan itu akan berubah menjadi suami istri.
"Bagaimana rasanya Si? itu yang aku rasakan dulu."
Acara akad akan di adakan di rumah orang tua Sisi dan resepsi di sebuah hotel terkenal di kota itu.
"Beneran ini San, rasanya jantung Sisi mau lompat.
Lebih deg degan ini dari pada waktu mau sidang."
Memegang dada yang belum mau berhenti berdetak kencang.
Ini kah yang di rasakan semua perempuan jika ingin menikah.
Segugup itu hanya ingin menghalalkan sebuah hubungan.
"Tenang nanti selesai akad bakal lega semuanya."
Itu juga yang di rasakan Sandra dulu tapi semua itu sebanding dengan apa yang di dapat nanti yaitu ikatan suci yang di impikan semua orang.
Acara akad berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir.
Semua tamu yang menghadiri acara akad pagi ini mengucapkan selamat.
__ADS_1
"Gimana sekarang? tau kan lo apa yang gue rasakan dulu."
Cibir David karena dapat melihat raut wajah Bastian yang nampak lega selesai akad nikah nya.
"Diam ah bang."
Tidak banyak kata yang mampu di ucapkan Bastian buat membantah David semua yang di katakan adalah benar.
"Tinggal giliran Kevin yang bakal tegang lagi."
Melirik Kevin yang duduk santai tapi dalam hatinya selalu berdoa semoga saja giliran dia semua orang sibuk jadi lupa buat meledeknya.
"Apa?."
Tanya Kevin acuh.
"Santai amat Vin, udah tenang aja ngak perlu tegang sekarang masih lama.
Sekarang yang perlu tegang itu Bastian menjelang malam pertama."
Sumpah tuh mulut tidak bisa di rem dikit, apa itu juga yang di rasakan David dulu saat pernikahan satu bulan lalu.
"Udah ah bang, gue mau ke istri gue dulu."
Lebih baik menghindar dari pada dapat tambah banyak ledekan lagi.
Hingga tengah malam pesta itu berlangsung meriah dengan di hadiri banyak tamu undangan mulai rekan bisnis orang tua Bastian dan Sisi di sore hari.
Buat malam khusus yang muda saja seperti teman kampus atau teman Sekolah mereka dulu.
Hingga di penghujung acara perhatian mereka pada seseorang yang lagi berlari sambil membekap mulut.
"Kenapa dia?."
"apa yang terjadi?."
"Apa dia akan baik baik saja?."
Banyak tanda tanya yang mereka lontarkan tapi tak satu pun yang bisa menjawab.
\=\=\=\=\=
Tbc.
__ADS_1