TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Aku Mau Pulang!!


__ADS_3

"Kamu kenapa Va?. "


Khawatir sama Eva dari tadi cuma manggil nama Evan saja tidak jelas begitu.


"Capek."


Jawaban singkat Eva membuat Evan bengong.


Dia bilang capek yang suruh larian mengejar Evan siapa kenapa sekarang bilang capek, dimana mana kalau habis larian pasti capek.


"Ya sudah sini istirahat sambil menghilangkan capek mu. "


Mengajak Eva duduk bersama sambil meluruskan kaki, sesekali Eva memijit kaki lelahnya dengan sebelah tangan.


"Mau aku pijitin. "


Tawar Evan tidak tega juga melihat Eva kecapekan. Apalagi karena ulah dia hingga menyebabkan gadis itu habis tenaga.


"Ngak usah makasih Van. "


Tolak Eva value, tidak mau saja di pegang pegang sembarangan .


"Jadi kamu udah lama balik, Sekolah di tempat ku bahkan satu kelas sama aku dan kamu diam saja mempermaikan aku begitu saja.


Kenapa ngak sekalian ngak usah balik Van bikin kesal aja kamu itu.


Kamu tau aku rindu kamu karna pergi tanpa pamit balik tanpa berita pula dan berakhir ngerjain aku kayak gini, sudah puas kamu dengan lelucon ngak berguna itu. "


Lanjut Eva kesal sendiri merasa di permainkan oleh Evan.


Itu yang di bisikin Evan tadi hingga membuat Eva marah besar, merasa seperti orang bodoh di permainkan begini apalagi mereka bertemu tiap hari di sekolah dan bisa jadi juga dia ikutin Eva selama ini setelah kembali lalu dengan bodohnya Eva tidak menyadari itu.


"Pantas saja saat kamu baru masuk kelas aku, aku merasa seperti pernah melihat mata itu dan ternyata itu kamu dan nama kamu pun aku ngak respek yang hampir sama dengan Revan. Good kamu sukses jika di filmkan kamu cocok jadi peran penjahat. "


Cukup puas sama kejutan Evan hari ini, mulai balik tidak kasih kabar dan terakhir mengerjai Eva hingga untuk bernafas saja sulit dan dia dengan entengnya bilang cuma becanda.


"Maaf Va. "


Ucap tulus Evan pada Eva tapi Eva cuek saja, enak saja bilang maaf dan masalah udah selesai gitu dengan mudahnya.


"Kamu bilang dengan kata maaf bisa menyelesaikan semuanya Van, enak banget kamu.


Kalau maaf bisa menyelesaikan masalah mungkin ngak akan ada namanya penjara dan narapidana. "


Cerocos Eva kesal tidak semudah itu perguso menyelesaikan itu.


"Ok apa yang harus aku lakukan supaya kamu maafkan aku. "

__ADS_1


Sekarang malah dia lagi yang minta maaf sama Eva.Kesalahan lama saja baru Eva maafkan eh malah minta maaf lagi ibarat luka, luka lama masih belum kering sudah ada luka baru lagi.


"Aku cuma minta sama kamu antar aku pulang. "


Eva merasa sudah terlalu lama berada disana dan pasti Efi kakaknya akan cemas kalau dia tidak ada di rumah saat dia balik.


"Kok cepat sekali?. "


Tadi minta di maafkan sudah di kasih syarat gampang malah membantah juga, mau kamu apa Van?.


"Aku merasa sudah terlalu lama disini takut kakak cemas cariin aku Van. "


Eva tidak tau perputaran waktu disini lebih cepat dari pada dunia nyata.


"Sebelum aku kesini sudah pastikan dulu kalau malam ini kakak mu ngak balik rumah karna di tempat kerjanya lagi hujan jadi ngak bisa pulang, mungkin besok baru balik. "


Evan sudah tau kalau Efi tidak balik malam ini makanya dia bisa bermain main dengan Eva.


Permainan yang bikin spot jantung yang di anggap becanda Evan.


Kalau becanda saja begini bagaimana kalau serius.


"Tapi tetap saja aku harus pulang Van. "


Kekeh Eva pengen balik dan pastinya dia tidak nyaman berada di tempat asing.


Pengen istirahat dari badan lelah akibat ulah Evan.


"Sebentar lagi ya Va baru aku antar pulang. "


Malah di tawar lagi kayak belanja di pasar saja kamu Van.


"Hey kamu ngak lagi di pasar pakai tawar menawar lagi. "


Sudah cukup capek berada disana malah di undur lagi waktu pulang.


"Sebentar lagi atau pulang sendiri dan nyasar lagi. "


Ancaman apa itu sudah tau Eva tidak tau jalan pulang malah di ancam begitu jelas dia bakal nunggu.


"Terserah deh, sekarang kamu menang tapi tidak untuk nanti. "


Biarlah egonya mengalah sekarang tapi jangan harap bisa jadi pemenang.


Tidak selamanya mengalah itu berarti kalah.


"Setelah ini kamu akan tetap Sekolah Van. "

__ADS_1


Masih penasaran juga ngapain dia harus Sekolah juga gunanya buat dia itu apa. Memang Sekolah berguna nanti jika berada di dunianya.


"Iya masih. "


Singkat kali jawaban mu Van, bisa tidak jawabannya panjang dikit gitu.


"Tunggu kenapa kamu nanya gitu ? apa kamu akan rindu jika aku ngak Sekolah lagi tapi tenang saja aku akan selalu bersama mu kok. "


Pede gila kamu Van.


Dia bilang rindu, iya juga sih tapi tidak perlu di bilang langsung juga kali Van.


Tau aja dia kalau kau bakal rindu kalau dia ngak ada. batin Eva.


"Ya tau lah. "


Jawab spontan Evan dia fikir Eva bicara langsung kali makanya jawab.


"Kamu bilang apa Van?. "


Eva kaget perasaan dia bicara dalam hati tapi kenapa jawaban Evan bisa nyambung sama perkataannya.


"Maksud aku, aku bakalan tau kalau kamu akan rindu kalau aku ngak ada. "


Sudah bisa bawa bajaj ya Van bisa aja ngeles kayak bajaj.


Masa ganteng gini taking bajaj sih tidak cocok kali.


"Sok tau kamu. "


kilah Eva membuat muka.


"Ya tau lah kan kamu sudah pernah bilang. "


Iya juga sih Eva pernah bilang kalau dia rindu Evan saat pernah pergi dulu walau dia secara tidak sadar bilang rindu tapi sudah cukup buat Evan.


"Ya udah ayok. "


Menggandeng tangan Eva berjalan tidak bilang mau kemana main tarik aja.


"Mau kemana?. "


\=\=\=\=\=\=


Cukup kasih dukungan berupa like, rate, komen and vote.


Makasih.

__ADS_1


LOVE YOU❤❤


Tbc.


__ADS_2