TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Paginya KeVa.


__ADS_3

Adzan subuh sudah berkumandanng menandakan waktu subuh sudah tiba, sepasanng pengantin baru itu masih terlelap di bawah selimut yang menutupi tubuh polos mereka berdua hanya kepala saja yang kelihatan.


Perlahan Kevin mengerjapkan mata saat mendengar panggillan subuh itu.


Matanya terbuka sempurna dan perlahan nyawanya terkumpul semua.


Duduk bersandar pada sandaran tempat tidur lalu saat dia hendak turun dari sana dia ingat sesuatu lalu melirik ke sampingnya.


Dapat dia lihat bidadari hatinya masih terlelap dengan nyenyak setelah pertempuran mereka semalam.


Wajah yang sangat cantik saat masih tidur dan tanpa menggunakan hijab yang selama ini dia kenakan.


"Sungguh sangat cantik,"


Ucap Kevin menyibakkan rambut yang menutupi wajah Eva.


Sebelum itu Kevin memakai celananya dulu baru setelah itu.


"Sayang bangun udah subuh,"


Membelai pipi Eva pelan agar tidak kaget.


"Hhhmmm,"


Gumam Eva yang masih merasa ngantuk.


"Udah subuh sayang shalat dulu nanti lanjut lagi tidur nya atau mau lanjut yang semalam,"


Benar benar ya Vin, semalam udah di gempur masa pagi mau di lanjut dulu, kasian sama istri Vin kan masih bisa nanti malam juga.


Eva membuka mata dan seketika dia terkejut.


"Vin kamu ngapain di kamar aku?"


Tanya Eva yang melihat Kevin duduk di sebelahnya dan seketika Eva mencari hijab nya buat menutupi kepalanya.


"Kamu mencari apa sayang?"


Heran Kevin saat Eva melihat kesana kemari.


"Hijab aku mana, kan ngak boleh buka hijab di depan laki laki Vin,"


Masih mencari hijab nya dan melupakan sesuatu yang penting.


"Ngak usah sayang,"


Cegah Kevin saat Eva menemukan apa yang dia cari dan mulai memakai.


"Dosa Vin,"


Masih melanjutkan tapi di cegah Kevin.


"Kamu ngak pake baju aja ngak malu terus ngapain pake hijab,"


Ucapan Kevin menyadarkan Eva dan melihat ke dalam selimut.

__ADS_1


Seketika Eva membeku di tempat.


Apa yang udah terjadi? ngak mungkin kan.


Kevin tersenyum melihat tingkah Eva, ada ada saja fikirnya.


"Vin apa yang udah terjadi?"


Cemas Eva saat tau tak ada pakaian yang melekat di badannya.


"Iya seperti yang kamu fikirkan sayang,"


Santai Kevin menikmati ekpresi wajah Eva yang menurut Kevin sangat imut.


"Tapi Vin, ini ngak benar,"


Pupus sudah harapan Eva.


"Ngak benar apa sayang?"


Ingin rasanya Kevin tertawa sekarang.


"Kita belum menikah Vin,"


Wajah Eva seperti ingin menangis.


"Terus yang kemarin apa sayang?, acara sunatan,"


Eva diam dan berfikir, kini dia malu sendiri mengingat tingkah barusan.


Sesal Eva dan bersamaan juga bernafas lega ternyata dia tidak berbuat dosa.


"Yuk mandi ntar habis waktu subuh,"


Ajak Kevin mulai berdiri.


"Kamu duluan aja,"


Tolak Eva yang masih merasa malu dan juga belum mengenakan pakaian dan ternyata pakaian nya tergeletak di lantai dengan mengenaskan.


"Bareng sayang,"


Menyibakkan selimut dan membopong Eva ke dalam kamar mandi.


"Sayang malu,"


Menyembunyikan wajahnya di dada Kevin dan wajah bersemu merah.


"Ngak usah malu, aku udah liat semua nya dan juga merasakan,"


Ucapan Kevin tanpa filter sedikit pun.


Akhirnya mereka mandi bersama tanpa ada adegan tambahan mengingat belum shalat subuh.


Dan ini pertama kali mereka shalat berjamaah.

__ADS_1


Selesai shalat Eva merapikan tempat tidur dan juga mengganti spray nya dengan yang baru.


"Capek hhmm?"


Membelai kepala Eva dengan sayang yang mana mereka lagi duduk di atas sofa di depan jendela kaca itu sambil menikmati pagi sebagai pasangan suami istri.


"Sedikit,"


Kevin menarik Eva agar bersandar di dadanya sambil membelai rambut Eva yang tanpa penutup itu maklum hanya ada mereka berdua.


"Maaf semalam aku terlalu bersemangat,"


Mencium pucuk kepala Eva.


"Ngak apa sayang, itu udah jadi tugas aku sebagai seorang istri,"


Jawab Eva tanpa ada niat buat merubah posisi sekarang.


"Makasih udah menjaga nya buat aku,"


Beruntung jadi yang pertama bagi Eva


"Cuma itu yang bisa aku berikan selian cinta kasih sayang selama ini dan makasih udah memilih ku menjadi istri mu,"


Sebagai perempuan hanya kehormatan yang paling berharga yang di berikan pada suami kelak.


"Seharusnya aku yang ngomong gitu sayang, dan semoga cepat jadi Kevin junior di sini,"


Membelai perut rata Eva.


"Aammiinn sayang, kita sama sama berdoa,"


Balas Eva memegang tangan Kevin yang masih berada di perutnya itu.


"Bukan hanya sama sama berdoa aja sayang tapi juga sama sama berusaha,"


Samsung Kevin dan berharap semoga cepat punya baby.


"Mau sarapan apa?"


Mangingat waktu sudah mau menunjukkan jam tujuh pagi.


"Apa aja sayang,"


Jawab Eva meluruskan posisi duduk dan menatap Kevin.


"Kenapa liatin aku gitu? tampan ya?"


Eva tak berkedip menatap wajah Kevin dari jarak dekat.


"Banget, kok aku baru sadar ya,"


Sebab selama ini Eva tidak pernah menatap Kevin seintens dan sedekat ini, karena sudah jadi suami saja makanya Eva berani.


\=\=\=\=

__ADS_1


Bersambung Wokeh


__ADS_2