
Jika David lagi meminta izin sama keluarganya sama juga yang Renal dan Sisi lakukan terhadap kedua orang tuanya.
Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati waktu kebersamaan mereka berempat sebelum bertambah satu lagi.
Sisi kalau sudah bersama mamanya akan keluar sifat manja begitu juga dengan Renal yang tidak mau mengalah sama sang adik kalau dia yang paling tua.
Di rumah untuk urusan manja sama sang mama tidak pangdang umur dan tidak akan mau mengalah sama adiknya.
"Minggir bang,lo udah gede dan bentar lagi akan nikah jadi lo ngak pantas manja manja sama mama,ingat umur."
Mendorong Renal agar menjauh dan Sisi bisa menguasai mamanya sendiri.
"Eh bocil enak saja lo bilang abang lo udah tua,ingat kita cuma beda beberapa tahun jangan sok jadi anak kecil."
Bantah Renal masih ingin menempeli mamanya,seperti ini jika mereka di rumah tidak ada yang mau mengalah.
"Nyalahin dikit napa bang,bentar lagi juga mau nikah dan lo bisa manja manja sama mama."
Balas Sisi yang sudah berbaring dengan kepala berbantal paha mamanya.
"Ma perasaan papa ikutan buat mereka kenapa hanya memperebutkan mama saja,papa jadi curiga dia beneran anak papa atau tidak."
Papa di buat bingung sama tingkah kedua anaknya itu,kenapa hanya sang istri yang jadi rebutan lalu mereka anggap dia apa.
"Mama juga bingung pa,apa mereka ketukar waktu di rumah sakit ya?atau jangan jangan ngak ingat papa yang banyak berjuang buat mereka mulai dari dalam perut sampai besar."
Balas mama senang saat di mana anaknya masih seperti anak kecil jika bersama mereka.
"Iya papa tau,mereka kalau ingat papa kalau lagi butuh uang saja."
Papa meledek anaknya yang akan menempeli dia jika membutuhkan sesuatu saja.
"Papa paling tau deh,makin sayang uang papa."
Sisi bangkit lalu memeluk sang papa dengan manja dan ingat dia bilang sayang uang papa ya bukan sayang papa.
"Iya papa tau kamu hanya sayang uang papa dan itu sudah cukup buat papa senang karena kamu masih ingat papa walau ada mau."
Membalas pelukan sang tuan putri di rumah itu dengan nada sedikit mengejek.
"Iya papa memang yang paling pengertian dan sekarang Sisi minta uang pa buat liburan lusa."
Mencium kedua pipi papanya sebab jika masalah uang mama selalu menyuruh dia minta sama papa saja bukan berarti mama tidak punya uang.
Cukup sekali mama di kecoh Sisi saat sudah minta uang sama mama lalu minta lagi sama papa dan itu ketahuan sejak saat itu jika Sisi minta uang langsung sama papanya saja.
"Tuh baru saja papa bilang sekarang sudah ada maunya,emang mau liburan dan sama siapa?."
Papa tidak mungkin membiarkan Sisi pergi sendiri saja akan bahaya buat seorang gadis seusia dia dan juga tidak ada yang mengawasi.
"Kita pergi rame pa,bang Re juga ikut ko sama tetangga depan juga."
Jelas Sisi masih memeluk sang papa jika kemauan dia belum terpenuhi.
__ADS_1
"Beneran bang pergi bareng?."
Tanya mama ingin memastikan lagi jika ucapan Sisi tidak bohong.
"Iya ma kita pergi bareng."
Jawab Renal meyakinkan lagi jika mereka pergi bareng.
"Kamu ngak di sogok adik mu buat menutupi sesuatu kan?."
Selidik mama memperhatikan Renal yang sekarang sudah mengganti posisi Sisi yang berbaring berbantalkan paha sang mama.
"Dia mau nyogok abang pake apa ma?Duit aja masih minta dan abang sudah banyak duit jadi ngak gampang buat nyogok abang dan abang juga ngak mungkin biarkan si bocil pergi tanpa pengawasan."
Jelas Renal yang tidak bisa percaya dengan mudah membiarkan adiknya pergi berdua sama lawan jenis bisa bahaya begitu fikir Renal.
"Ya udah kalau pergi bareng nanti papa kasih uangnya."
Papa lega jika anaknya pergi bareng sama abangnya jadi mereka tidak perlu kwatir.
"Kamu udah persiapan nikahan belum bang?."
Mama membelai kepala Renal dengan sayang dan Sisi sudah berbaring juga seperti tadi di paha papanya dan buat mengusir sang abang juga tidak mungkin.
"Habis liburan ma,biar urusan ngak ke putus dan sebelum itu abang mau nyuruh Efi berhenti kerja dulu biar pas nikahan dia ngak capek."
Balas Renal merasa nyaman di belai seperti itu,makanya dia selalu rebutan sama adiknya buat bisa berbaring di paha mama karena akan merasa nyaman jika tangan mama sudah membelai kepala mereka.
"Ide bagus bang,dia memang ngak boleh capek nanti cucu mama lama jadinya."
"Mama kok ke jauhan mikir nya nikah aja belum."
Sanggah Renal kalau mamanya terlalu cepat memikirkan cucu yang mana dia saja belum menikah dan persiapan saja juga belum.
"Makanya cepat urus jangan lama lama."
Menyentil dahi Renal pelan,kesal mendengar jawaban Renal barusan.
"Biar cepat jadi gimana kalau di cicil dari sekarang ma!."
Renal menaik turunkan alisnya menggoda mama.
Ppllaaakk...
Mama menampar kepala Renal sedikit keras mendengar ucapan anaknya yang tidak ada manfaatnya itu.
"Abang kira Efi apaan,abang mau ngerusak dia dulu sebelum nikah sebelum itu terjadi burung perkutut abang mama sunat lagi biar habis."
Jika becanda tidak perlu seperti itu juga,sebab ucapan adalah doa yang tanpa sadar kita telah ucapka.
Makanya setiap mau bicara harus di fikirkan lagi selain ucapan itu doa dan setiap akan bicara harus ingat orang tidak akan tersakiti sama ucapan kita.
"Becanda kalau mau dari dulu udah jadi kali cucu mama."
__ADS_1
Balas Renal,dia juga tau mana yang dosa,dosa yang tanpa sengaja saja sudah banyak dan belum di bayar lunas masa mau nambah lagi.
"Ingat bang kamu punya adik perempuan jangan sampai perbuatan mu itu di lakukan orang juga sama adik mu."
Tambah papa ikut menasehati Renal.
"Sudah malam sekarang kita istirahat lagi."
Mama menyuruh anaknya masuk kamar masing masing,mereka masuk kamar berdua juga.
Dengan patuh keduanya mengikuti perintah mama menuju kamar mereka yang berada di lantai dua.
Sebelum tidur mereka ganti baju,cuci muka dan gosok gigi dulu.
Kegiatan kecil sebelum tidur jika di amalkan terus akan ada manfaatnya yang besar tanpa kita sadari.
"Jika saja dulu aku ngak ke rumah Bibi dan mungkin juga ngak akan bertemu Efi serta sudah menjalin hubungan sampai sejauh ini.
Kalau di ingat lagi lucu saat dia turun mobil jalan kaki sendiri yang dia ngak tau itu dimana.
Orang sudah baik malah mau menghindar sekarang malah nempel dan ingin tau kagiatan aku apa saja tiap hari (Efi selalu ingin tau apa saja kegiatan Renal jika keluar rumah dan dengan senang hati Renal memberi tau) .
Sudah baik,pekerja keras,penyayang,wanita idaman dan pastinya cantik selalu menutup aurat."
Renal lagi berbaring di kasur sambil membayangkan pertemuan pertama mereka hingga sekarang yang sudah terjalin sedikit lagi akan menjadi pasangan suami istri.
Renal berniat hanya liburan kala itu siapa sangka malah ketemu jodoh saat dalam perjalanan.
Semua sudah ada yang mengatur dan liburan Renal sebagai perantara saja.
"Mendengar cerita mereka tentang Efi aku semakin yakin buat menyuruh dia berhenti kerja,sudah cukup dia bekerja selama ini sejak kecil hingga sekarang dan sekarang waktunya dia berhenti kerja serta bersantai menikmati masa santai dan semua kebutuhan tercukupi walau aku tau ngak akan mudah buat menyuruh dia berhenti kerja."
Dua kakak beradik benar benar keras kepala jika di suruh berhenti saat melakukan hal yang mereka suka,padahal semua orang tidak ingin repot kerja dan santai di rumah atau pergi jalan jalan sama teman temannya.
Hal yang sama juga Sisi lakukan,dia belum tidur masih memikirkan pertemuan dia bersama Bastian yang awal saja sudah bikin dada Sisi sesak yang tau sikap play boy Bastian dulu.
"Ah Sisi masih ngak nyangka aja seorang play boy mau berubah demi Sisi,jika saja dia ngak berubah maka dengan berat hati Sisi akan melupakan dia walau itu sulit.
Perjuangan dia yang bikin Sisi yakin menerima dia bahkan dia rela nungguin Sisi keluar kos buat ngantar ke kampus sama apa yang di lakukan Kevin pada Eva walau dia ngak ada jam ngampus pagi dan rela nungguin Sisi pulang kuliah.
Makasih sudah mau berubah dan bertahan dengan sikap Sisi dulu dan Sisi harap hubungan ini akan sampai pelaminan dan maut memisahkan kita,amin."
Setelah itu Sisi memakai selimut siap buat tidur tidak lupa mematikan lampu utama di ganti sama lampu tidur.
Jodoh memang selalu seperti itu datang tidak tau kepannya,melalui cara apa,mendekati kita dengan caranya sendiri,ada juga membuat kita sedih dulu baru bahagia atau malah ujian berat dulu baru berbuah manis.
Jika sabar menunggu maka jodoh akan datang pada waktu yang telah di tentukan,jangan sampai berfikir kita sulit menemukan jodoh sebab jodoh tau kapan akan datang.
Jodoh tidak akan lupa jalan pulang dan tidak akan salah orang kadang kita di pertemukan dengan orang yang salah dulu sebelum jodoh kita bertemu.
\=\=\=\=\=
I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😍😘❤
__ADS_1
Tbc.