TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Pindahan FiVA


__ADS_3

Efi sudah selesai membereskan kos dan juga sudah rapi siap buat pergi.


Efi sudah berencana akan pergi ke rumah kakek buat memberi tau kalau dia akan pindah ke sana.


Sebenarnya bisa saja Efi langsung membawa barang barang dia dan Eva kesana hanya saja merasa kurang sopan kalau belum mengasih kabar dulu walau dulu sudah pernah di ajak pindah.


Efi siap buat pergi sebelumnya dia sudah mengasih kabar Renal kalau dia akan ke rumah kakek supaya tidak ada yang kwatir siapa tau tiba tiba Renal ke kos Efi tapi tidak ada orang di sana.


"Iya lebih baik aku kasih tau yang lain dulu baru pindah tapi hanya alasan Eva saja aku ngak kasih tau.


Nanti sambil jalan cari alasan yang pas kenapa pindah dadakan gini kalau aku bicara jujur pasti semua orang akan kwatir sama Eva bisa aja nanti gerak langkah Eva di batasi takut kejadian itu terulang lagi.


Aku ngak mau Eva merasa terkekang nanti kalau orang tau apa yang Eva alami selama Eva baik baik aja ngak apa aku rahasiain ini dulu."


Mungkin ini sudah jadi keputusan yang baik buat Eva biar masa muda Eva bebas menikmati tanpa harus ada yang di cemaskan.


Semua masih bisa di atasi jika masih tidak ada yang perlu di cemaskan dan juga masih punya tuhan buat kita minta perlindungan.


Tidak ingin masa muda Efi sama dengan adiknya yang banyak di habiskan buat memastikan bahwa semua berjalan baik.


Setiap seorang kakak pasti menginginkan yang terbaik buat adiknya bahkan mendapat lebih dari dirinya.


"Aku berangkat sekarang aja,aku udah ngasih kabar Renal juga jadi ngak ada yang perlu di takutkan lagi kecuali aku lupa ngasih kabar bisa bisa dia kotbah he he."


Renal marah pada Efi bukan karena lupa ngasih kabar tapi takut terjadi sesuatu pada Efi namun tidak tau dimana keberadaannya makanya saling bertukar kabar itu perlu.


Efi mengunci kos lalu mencari angkot buat menuju rumah kakek,Efi lebih suka naik angkot karena sudah biasa dari dulu saat masih tinggal di kampung.


Naik angkot kita bisa menemukan banyak orang saat di jalan,kalau menggunakan taksi Efi merasa nyaman karena hanya berdua saja sama supir taksi kecuali sama orang terdekat baru Efi tidak merasa was was.


Efi tidak mau naik taksi buat mengantisipasi takut terjadi hal hal yang tidak di inginkan.


"Assalamu'alaikum."


Cuma beberapa menit Efi sudah sampai di rumah kakek dengan selamat lalu masuk rumah tidak lupa mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam sayang sini masuk,mami senang kamu datang."


Yona menyambut kedatangan Efi dengan senang sebab sejak mereka pergi liburan bareng baru kali ini dia datang lagi.


"Mami apa kabar?mami sehatkan?."


Duduk di samping Yona tidak lupa menyalami juga.


"Mami sehat sayang,kenapa udah lama ngak kesini?."


Semua orang di rumah itu pasti rindu sama kedua saudara itu yang jarang kesana.


"Maaf mi suasana kos membuat ku enggan keluar dari sana."


Alasan tidak masuk akal Efi lontarkan tapi di iringi tawa ring and di ujung kalimat.


"Ternyata kos mu lebih nyaman dari pada rumah ini."


Pura pura memasang wajah sedih padahal hanya pura pura saja biar Efi merasa bersalah.


"Ngak bukan gitu mi,mami mah baperan aku kan cuma becanda."


Memeluk Yona erat menyatakan bahwa dia menyesali sama apa yang di ucapkan.


"Eh ada apa ini udah pelukan kayak teletabies."


Marta datang dari atas di ikuti Sarah di belakang ikut turun bergabung sama dua orang yang belum melepaskan pelukan mereka.


"Mama juga mau di peluk."


Sarah ikut berpelukan.


"Ibu juga dong."


Marta tidak mau ketinggalan hingga mereka berpelukan seperti teletabies dengan formasi lengkap empat orang.


Setelah di rasa cukup lama mereka berpelukan akhirnya pelukan itu terlepas juga kalau tidak akan merasa sesak yaitu Efi yang berada di tengah tengah mereka mungkin bisa pingsan jika terlalu lama.


"Tumben sayang kesini ngak ngasih kabar dulu?."


Mereka heran Efi datang tiba tiba di rumah itu dan juga sendirian lagi pasti menjadi tanda tanya dalam diri mereka.


"Mama,Ibu dan Mami mau datang karena kangen sama kalian semua masa ngak boleh si aku datang kesini.


Apa tempat aku udah ada yang gantiin?."


Kini giliran Efi yang memasang wajah pura pura sedih.


"Ngak ada yang larang sayang jangan sok sedih gitu ngak cocok tau."


Sarah mencolek dagu Efi gemas siapa juga yang melarang dia datang ke rumah itu,pintu rumah itu selalu terbuka lebar buat menyambut kedatangan mereka yang selalu di tolak dengan banyak alasan saat di suruh pindah kesana.


"Yah ketahuan kalau aku hanya pura pura."


Efi tidak cocok berakting yang ada cepat ketahuan kalau dia cuma pura pura.


"Kok jam segini datangnya sayang?ngak kerja apa libur?."


Tentang Efi sudah tidak kerja mereka belum tau juga karena semua dadakan dan tanpa bisa Efi hindari.


"Aku udah ngak kerja."


Jawab Efi lirih menundukkan kepala merasa masih belum rela berhenti kerja tapi apa yang bisa dia lakukan kalau Renal sudah bertindak.


"Kenapa kamu di pecat sayang?."


Mana mungkin bos Efi memecat dia yang notabennya karyawan rajin serta teliti dalam bekerja.


Bos Efi saja berat melepas tapi tidak punya hak mempertahankan juga dan hanya bisa mencari ganti Efi supaya karyawan lain tidak bekerja berat karena mengerjakan tugas Efi juga.


"Bukan Bu tapi Renal yang suruh,dia mendatangi bos ku langsung dan bilang aku ngak bisa kerja lagi sama dia karena mau nikah."


Jika mengingat itu Efi masih ingin marah pada Renal tapi ingat lagi sama ucapan Renal saat itu pilih pekerjaan atau Eva ya jelas akan memilih Eva tanpa harus berfikir dan mengorbankan pekerjaan.


"Itu bagus dong sayang biar kalian fokus sama persiapan pernikahan kalian aja."


Hah semua orang setuju sama ide Renal yang mana Efi hanya bisa diam menerima semua itu.


"Aku kesini ada yang mau aku bilang tapi itu kalau di terima juga."


Nada bicara Efi seperti ingin memutuskan sesuatu yang besar saja padahal hanya ingin menyampaikan kalau dia akan ikut tinggal di sana.


"Kamu mau bilang apa sayang?ngak mau minta putus sama Renal kan?."


Canda Marta yang jiwa usilnya mulai keluar dalam situasi serius.


"Mba becanda ngak lucu tau,masa ingin mereka berakhir ngak ingat itu rumah Renal di depan."


Yona tidak habis fikir dari mana abangnya menyukai Marta yang suka usil hampir semua orang akan jadi korban ke usilannya termasuk suami sendiri.


"Tau mba ini,doain anak itu pada hal baik emang mau apa Efi jadi sedih.


Jangan dengarkan sayang di rumah ini cuma mba Marta yang perlu di periksa kejiwaan dia.


Jadi kamu mau bilang apa?."


Cukup satu Marta di rumah ini kalau ada Marta Marta yang lain akan jadi apa rumah itu dengan tingkah usil yang kadang keluar tidak tepat waktu.


"Aku mau bilang bahwa kami sudah mau tinggal di sini.


Apa Ibu,Mama dan Mami ngak keberatan dengan rencana dadakan ini?."

__ADS_1


Efi sedikit takut juga sebenarnya di saat semua orang meminta dia mencari alasan buat menolak namun kini dia sendiri yang menawarkan diri.


"Kenapa harus keberatan sayang,kami semua sangat senang kalian sudah mau memutuskan buat tinggal di sini.


Jadi kapan kalian akan pindah biar mama bantuin."


Sarah mewakilkan perasaan mereka saat ini,tidak ada kata penolakan buat yang satu ini.


Lebih baik mereka semua berkumpul,lebih mendekatkan diri lagi satu sama yang lain.


"Itu aku belum tau ma."


Baru rencana yang mereka fikirkan semalam kapan pasti pindahnya belum tentu.


"Setelah aku fikir fikir lagi lebih baik cepat pindah kesini sebab kalau aku udah nikah pasti akan ikut suami kemana dia pergi dan jarang lagi bisa kumpul lagi.


Jadi selagi aku masih sendiri lebih baik memanfaat moment ini berkumpul sama keluarga semua."


Jujur Eva itu salah satu alasan dia menyetujui Eva pindah segera karena kalau seseorang sudah menikah pasti akan ikut suami kemana di bawa dan keluarga tidak bisa menahan kita buat tidak pergi.


"Ya udah sekarang aja biar mama bantuin yuk!."


Dulu waktu Sarah pindah kesana Efi juga ikut membantu jadi tidak salah jika sekarang dia yang membantu balik.


"Eh ngak bisa kamu di rumah aja jagain papa biar mba sama Yona yang pergi."


Tolak Marta dia juga ingin membantu Efi beres beres karena dulu dia orang pertama yang pernah ngajak Efi pindah.


"Iya benar kata mba Marta,mba Sarah di rumah aja jagain papa biar kami yang bantuin."


Yona mendukung ucapan Marta dia juga belum pernah ke kos Efi sejak awal.


"Aku ngak apa beres beres sendiri barang kami juga ngak banyak kok."


Tidak enak harus di bantu juga sedangkan barang mereka tidak banyak hanya baju dan peralatan lain yang masih mereka berdua yang beresin.


"Jangan nolak sayang,mami bantu biar cepat selesai dan juga kamu ngak kecapekkan."


Sudahlah Efi lebih baik mengalah sekarang jika sudah dua lawan satu.


"Tapi jangan kasih tau kakek dulu kami pindah kesini ya ma,nanti pas makan malam aja anggap kejutan kecil buat kakek."


Pinta Efi ingin mengejutkan kakek nanti malam dan dulu kakek ingin mereka tinggal bersama bahkan kakek sampai merajuk karena Efi menolak ajakan kakek.


"Iya sayang pasti itu.


Nanti malam kita buat acara syukuran kecil kecilan karena kita semua sudah kumpul semua."


Marta juga setuju usul Efi impian mereka sudah terasa sempurna sekarang dengan berkumpul satu rumah semua anak anaknya walau kurang kehadiran dua orang yang begitu cepat meninggalkan mereka semua.


"Jadi deal kita rahasiain dari papa.Aku siap siap dulu baru kita berangkat."


Yona masuk kamar lalu di ikuti Marta juga yang ingin mengganti baju.


"Sayang kamu beneran sekarang mau pindah,kamu ngak ke paksakan buat tinggal bersama kami."


Sarah hanya takut ke pindahan kedua anaknya ada unsur paksaan yang mengharuskan pindah kesana.


"Kami ngak terpaksa ma ini sudah kami fikirkan dan juga aku juga mau membantu merawat kakek di usia senjanya.


Mama kan tau sudah jadi impian kami sejak lama bisa punya keluarga utuh jadi ngak ada salahnya kalau kami ikut berkumpul sama yang lain.


Hanya kehangatan keluarga yang bisa membuat kita tenang serta damai."


Setiap alasan yang Efi lontarkan sangat masuk akal jadi tidak ada yang bertanya membuat Efi susah menjawab.


"Lagi ngomongin apa seru banget?."


Marta turun duluan bergabung lagi sambil menunggu Yona selesai,memang adik bungsu mereka selalu sedikit lama kalau lagi di ajak keluar ada saja yang dia lakukan apa lagi sekarang hanya membantu Efi beres beres dianya juga lama siap siap.


Ujar Efi santai tidak takut kalau Marta marah nanti.


"Mana ada orang ngomongin orang tapi di kasih tau."


Iya juga kalau orang tau kita ngomongin dia pasti akan marah dalam rangka apa ngomongin dia sedangkan hubungan mereka berdua baik baik saja.


"Tu Ibu tau kita ngak ngomongin Ibu juga.Kami berangkat dulu ma assalamu'alaikum."


Akhirnya mereka bertiga berpamitan sebab Yona sudah selesai siap siap dan tidak lupa dia juga berdandan padahal cuma beres beres di kos Efi.


"Iya hati hati wa'alaikumsalam."


Mengantar mereka bertiga sampai ke depan pintu menunggu mobil yang di tumpangi bilang dari pandangan mata baru masuk ke dalam rumah lagi buat melihat kakek yang tadi lagi beristirahat.


Nikmat mana lagi yang ingin di dustai kalau segala harapan satu persatu sudah terwujud.


Bukan hidup mewah serta berkecukupan yang akan membuat kita bahagia tapi berkumpul bersama keluarga tercinta itu sudah lebih dari cukup.


Keluarga harta yang paling berharga dan tidak ternilai harganya serta tidak bisa jika di buatkan harga.


Keluarga tempat kita pulang saat semua orang menolak kita,keluarga yang akan menutupi kekurangan kita saat orang lain ingin tidak tau.


Keluarga pihak pertama yang tidak akan pernah meninggalkan kita walau dunia menolak kita.


Karena keluarga kita ada di dunia ini serta keluarga yang siap menerima kita tanpa alasan.


Saat kita jatuh maka keluarga yang akan membantu kita bangkit lagi,hanya keluarga yang akan mengulurkan tangan saat kita mulai jatuh,keluarga yang akan memberi arahan saat kita kehilangan arah dan tanpa keluarga kita bukan siapa siapa.


Mobil yang mereka tumpangi sudah terparkir dan sampai dengan selamat di depan kos Efi.


"Ini kos kamu sayang?kecil lo kamu betah tinggal di sini?."


Yona tidak menyangka kos Efi sangat kecil jika di bandingkan besar sedikit dari kamar miliknya di rumah kakek.


Yona yang sedari kecil sudah biasa tinggal di rumah besar dan mewah pasti akan tidak sanggup jika di ajak tinggal disana.


"Aku udah biasa mi tinggal di tempat kecil."


Ucapan Efi telak pas menyentuh hati Yona,mendengar kata sudah biasa maka sudah bisa di pastikan bagaimana kehidupan dulu anaknya.


Kalau dia yang berada di posisi itu apa sanggup menjalani semua dan tinggal di tempat kecil serta sumpek.


"Maafin mami sayang,mami ngak maksud gitu."


Merasa bersalah sama ucapannya barusan bagaimana bisa dia lupa kehidupan yang di jalani anaknya sangat jauh berbeda sama anak Yona.


"Ngak apa mi,yuk masuk apa mami mau tetap berada di luar,yuk Bu masuk juga."


Efi mengajak kedua orang tuanya masuk kedalam sesuai apa yang Yona bilang tadi kecil.


Memang benar kecil hanya ada ruang tamu dapur serta kamar dua yang tidak besar hanya muat kasur lemari serta kamar mandi kecil.


Sekarang sudah mulai siang semua barang sudah selesai mereka kemas hanya tinggal menunggu Eva pulang kampus baru mereka berangkat.


Untuk menunggu Eva pulang Efi memasak buat makan siang mereka apa lagi setelah lelah beres beres untung tidak lama karena barang Efi dan Eva tidak banyak.


"Sayang ini barang barang kamu kenapa ada di luar?kalian di usir dari kos?."


Kevin mengantar Eva pulang kampus seperti biasa kaget melihat semua barang


Eva dan Efi sudah berada di teras kos.


"Aku juga ngak tau sayang tapi seingat ku ngak ada nunggak sewa kos.


Yuk masuk supaya kita tau apa yang terjadi."


Eva mengajak Kevin masuk kos,dia juga tidak tau apa yang terjadi kenapa barang dia ada di luar.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum kak!."


Panggil Eva karena pintu kos juga terbuka hanya saja tidak ada kelihatan orang.


"Wa'alaikumsalam dek sudah pulang,ayo masuk juga Vin kita makan siang dulu."


Efi keluar dari arah dapur menyambut Eva pulang kuliah.


"Kak kok barang kita di luar semua?ada apa kak apa kita di usir?."


Eva tidak ingat ajakan dia pindah ke rumah kakek.


"Siapa yang ngusir dek?kita kan mau tinggal sama kakek,masa kamu lupa."


Hanya bisa menggeleng kepala sama tingkah adek satu nya itu padahal belum tua tapi sudah pelupa.


"Oh pindah sekarang kak?aku kira masih beberapa hari lagi."


Eva lega untung tidak di usir seperti yang dia fikirkan tadi kenapa dia bisa lupa kalau akan pindah ke rumah kakek.


"Assalamu'alaikum kak Efi kok barang kakak di luar semua kakak di usir ya?."


Sisi datang langsung masuk kedalam ke arah dapur dengan teriak teriak tidak jelas seperti lagi di hutan lupa kalau mereka hanya tetanggaan saja.


"Jangan teriak kayak di hutan Si,siapa juga yang di usir kakak mau tinggal sama kakek jadi sekarang kamu beres beres juga kita pindah kecuali kamu mau tinggal sendiri disini."


Mana mau Sisi di tinggal sendiri di sini mana berani dia lagian tidak ada teman juga yang satu kampus sama dia selain Eva.


"Iya kak Sisi beres beres dulu tungguin jangan di tinggal."


Lupa apa Efi bilang apa barusan kan sudah jelas tadi kalau Efi bilang pindah bareng.


"Kita makan sekarang aja sambil nunggu Sisi selesai."


Marta dan Yona sudah kelaparan dari tadi hingga makan dengan lahap bahkan sampai nambah.


"Tambah makannya Vin jangan malu malu anggap rumah sendiri."


Tawar Marta yang tidak malu malu nambah makan banyak orang di rumah anak sendiri jadi tidak perlu malu malu.


"Iya tante ini aja belum habis."


Kevin tidak mungkin makan banyak di depan keluarga Eva dia akan jadi diri sendiri hanya di depan Eva dan keluarga dia sendiri.


"Sayang besok aku yang jemput ya pergi ke kampus jangan naik angkutan umum tunggu aku datang."


Mulai besok Kevin tidak akan jalan kaki lagi mengantar Eva pergi kuliah sudah bisa berduaan sama Eva seperti orang pacaran pada umumnya.


Dan lebih banyak waktu buat mereka berdua.


"Iya betul itu sayang menjelang kamu bisa bawa mobil sendiri lebih aman pergi ke kampus sama nak Kevin aja."


Yona setuju ide Kevin yang menjemput Eva pergi kuliah.


Zaman sekarang tingkah kejahatan lebih meningkat membutuhkan kewaspadaan yang tinggi.


Kejahatan itu bisa terjadi dimana saja tanpa kita sadari dan ketahui.


"Iya mi."


Pasrah Eva kalau menolak tidak ada gunanya pasti Kevin pagi pagi sudah akan menunggu di depan rumah.


"Nanti biar aku yang ajarin kamu bawa mobil sayang,kapan lagi bisa dapat guru tampan gini."


Pede Kevin memuji diri sendiri yang sebenarnya tidak perlu di ragukan lagi ketampanan Kevin memang itu kenyataannya jadi tidak salah kalau dia memuji diri sendiri.


"Iya Ibu juga setuju jadi Ibu aman melepas mu belajar bawa mobil."


Kenapa semua orang suka memutuskan sepihak saja tanpa menunggu persetujuan pihak pertama apakah mau atau tidak.


Tapi tidak mungkin juga Eva menolak belajar bersama Kevin pasti akan lebih leluasa buat bertanya saat belajar nanti.


"Vin nanti malam datang ya ke rumah kita adakan syukuran kecil kecilan aja menyambut mereka berdua."


Yona mengajak Kevin datang nanti malam biar mereka makin dekat lagi tidak menutup kemungkinan juga setelah Efi maka Eva yang akan menyusul.


"Iya tante aku pasti datang kok."


Menerima ajakan Yona untuk datang nanti malam.


"Mami ngajak Kevin?ngak di suruh datang aja udah datang duluan.


Asal mami tau ya tiap pagi kalau mau buka pintu kos Kevin udah nungguin Eva di luar buat ngantar ke kampus padahal kampus tuh di depan sana dan belain datang pagi walau dia ngak ada jam kuliah pagi."


Efi membocorkan kebiasaan Kevin yang tiap hari datang hanya untuk sekedar mengantar Eva ke kampus.


Benar kata teman kampus Eva,Kevin seperti seorang emak yang lagi mengantar anaknya Sekolah.


"Bagus dong sayang berarti dia tau cara melindungi orang yang dia sayangi."


Yona mendukung apa yang Kevin lakukan buat Eva kalau mendengar dari cerita Efi menandakan kalau dia ingin memastikan bahwa orang terkasihnya dalam ke adaan baik baik saja.


"Kakak juga gitu sama bang Re tiap hari selalu aja bertukar kabar kalau ngak lagi bisa bertemu apa lagi mau ke warung depan aja laporan dulu."


Balas Eva tidak mau kalau sama Efi mana mau di saja yang di jadikan bahan perbincangan.


"Wah bucin juga ya Renal itu mami kira dia ngak akan mau melakukan hal lebay seperti itu."


Sifat cool yang di miliki Renal sangat tidak mungkin mau melakukan hal seperti itu tapi buktinya lagi bersama Efi dia keluar dari sifat aslinya.


"Udah dek jangan di bahas lagi."


Efi malu kalau mengingat hal itu lagi yang mana Renal selalu meminta Efi mengasih tau dia kemana Efi akan pergi.


"Kan kakak yang mulai duluan."


Even mana mau di salahkan sama kakaknya,jelas jelas kakaknya yang mulai duluan dia hanya ngikutin saja.


"Udah jangan berdebat gitu ngak baik.


Seharusnya kalian berdua bersyukur mendapatkan cowok yang perhatian seperti mereka yang ingin tau setiap hal yang kalian lakukan.


Coba mereka cuek aja dan akan menghubungi kalau lagi perlu pasti akan bosan dan seperti ngak punya pasangan.


Enak tau kalau pasangan kita itu cerewet hidup kita akan lebih berwarna dengan cotehan dia dan kita akan merasa rindu kalau seharian aja tanpa bawelan dia."


Marta menjelaskan bagaimana bahagianya punya pasangan cerewet maka hari hari kita tidak akan terasa membosankan.


Makanya Marta banyak bicara kalau lagi kumpul sama keluarga maka acara perkumpulan pun tidak akan terasa monoton dan hambar.


Setelah cukup lama mereka berbincang Sisi datang membawa koper dan tas berisi baju serta perlengkapan kuliah dia.


Mereka semua berangkat menuju rumah kakek Sisi bersama Efi dengan mobil Marta dan Yona sedangkan Kevin dan Eva berdua saja di mobil Kevin.


\=\=\=\=\=


*Tinggalkan jejak supaya author lebih semangat lagi up nya.


meski author up satu eps buat beberapa hari ke depan tapi tidak kalah panjang eps ini.


Like, komen, rate and vote okey


Makasih.


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2