
Setelah berpisah di restoran tadi Kevin mengajak Eva ke sebuah mall.
Karena ada suatu barang yang ingin dia beli juga.
"Kita ngapain kesini sayang?."
Tidak ada pemberi tahuan tadi buat datang kesana karena agenda mereka hari ini cuma buat beli baju pengantin saja.
"Kita beli baju buat pernikahan bang David sama Sandra lah sayang emang buat apa lagi sekalian buat nikahan Bastian nanti biar ngak bolak balik kitanya."
Mereka memasuki mall buat mencari baju yang pas buat nikahan dan di usahakan couple juga biar tampak serasi.
"Emang kita di undang ya sayang?."
Hey mana ada sahabat melupakan sahabat sendiri di hari bahagia jangan ngaco Va kalau ngomong, kalau Sandra dengar bisa marah dia nanti.
"Sayang jangan aneh aneh deh, masa sahabat sendiri ngak di undang.
Tapi ngak di undang kan kita bisa datang sebagai tamu tak di undang."
Mereka berdua tertawa sama ucapan konyol itu, mana ada seperti itu.
Kurang kerjaan sekali datang kondangan tanpa undangan mending di rumah saja istirahat.
"Iya juga ya, ngapain harus di undang juga emang kita siapa."
Ini lagi pasangan edan jangan ikutan juga.
Fiks ini pasti ada yang salah sama isi kepala mereka berdua dan perlu di periksa sebelum tambah parah errornya.
"Udah ah bahas yang ngak penting itu."
Sampai pada toko baju muslimah di lantai atas mall itu.
Tidak perlu waktu lama buat memilih baju karena rata rata baju di sana banyak pilihan buat anak muda serta berbagai model juga dan tidak lupa banyak baju couple juga.
"Kita mau kemana lagi sayang?."
Karena hari ini cukup melelahkan bagi mereka padahal tidak banyak melakukan hal hal berat.
Baju pengantin tinggal beres saja setelah itu makan dan berakhir di mall ini jadi tidak akan capek banget.
"Pulang yuk, aku mau ketemu bang David mau ledekin dia yang lagi menjalani masa pingitan.
__ADS_1
Kan lumayan buat hiburan sebelum masa kita yang tiba."
Eva setuju buat pulang karena dia juga lelah dan juga kemarin kurang istirahat sebab habis wisuda.
"Ayok lah, bang David sekarang lagi uring uringan di rumah rindu sama Sandra mana ngak bisa telponan lagi hp di sita Ibu."
Memilih pulang adalah pilihan terbaik.
Bagi mereka yang suka berdebat sama David sekarang waktu buat meledek habis habisan nanti dan bagaimana wajak lesu David yang jauh dari calon istri.
Tidak lupa Kevin mengajak rival David buat datang biar lebih seru lagi dan juga akan mengajak Renal kalau lagi berada di rumah juga.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
"Kalian udah balik aja! ngak kemana dulu gitu?.
Aneh saja anak balik cepat kok di tanya tidak kemana dulu, kan harusnya senang.
" Udah tadi ma ke mall bentar dan sekarang lagi ada yang mau cari hiburan."
Jelas Eva yang belum mengartikan maksud mencari hiburan apalagi di rumah.
"Hiburan apa? kalau cari hiburan ya ke taman hiburan lah."
Emang di rumah itu ada hiburan apa seingat mereka tidak ada.
"Itu ma ledekin bang David yang lagi galau jauh dari calon istri."
Baru sekarang mereka mengerti maksud hiburan Eva.
"Ada ada aja kalian, langsung ke kamar David aja sana dia ngak bakal keluar kamar kalau ngak lapar aja.
Ngenes banget tu anak padahal pisah cuma bentar udah itu tinggal sekamar nanti tapi kayak di tinggal selamanya."
Bastian datang bersama Renal dan Efi, lalu ketiga laki laki tampan itu masuk kamar David yang gelap karena gorden tidak dia buka sama sekali dan dia lagi tidur.
"Bangun woy, lo ngapain tiduran aja keluar yuk cari cewek."
Membuka selimut David yang menutupi seluruh badan David.
"Apaan sih lo berisik, pulang sana!."
__ADS_1
Baru juga datang udha di usir aja sama yang punya kamar.
"Kasian amat lo bang, tuh muka ngak ada ganteng gantengnya lagi.
Gue yakin kalau lo kayak gini gue yakin tuh Sandra pas hari pernikahan minta batal karena melihat calon suaminya kayak mumi gini."
Rival itu paling suka mengejek David tidak ingat saja dia kalau bentar lagi giliran dia yang bakal dapat hujatan.
Tapi ya namanya juga hidup kadang di hujat kalau tidak ya menghujat.
Cuma waktu saja yang berbeda.
"Lo lupa giliran lo bentar lagi."
Bangun dari tidur nyamannya itu lalu duduk.
"Ngapain sih tiduran terus bang? ngumpulin tenaga buat malam pertama."
Lah si geblek mikirnya udah malam pertama saja padahal dia nikah yang terakhir.
"Sok tau lo, nanti lo juga akan merasakan apa yang gue rasakan sekarang."
"Ini bang David bukan? kok udah jelek gini ya.
Kasian calon istrinya yang cantik tapi calon suami kok gini amat wajahnya mengenaskan."
Nana masuk kamar David bersama yang lain.
"Kayaknya kalian bahagia banget liat gue gini.
Ngak ada lagi yang sayang sama gue."
Dramatis David memasang wajah sedih.
"Sumpah bang tuh muka bikin mual, ngak ada cocok cocoknya sama sekali."
Kesya tertawa melihat wajah sang abang yang tidak cocok memasang wajah menjijikkan gitu.
"Udah pada keluar sana, kalian datang bukannya menghibur malah menjatuhkan saja.
Udah pada bubar sana."
Mengusir mereka semua yang ada dalam kamarnya itu, dengan berat hati mereka harus keluar padahal belum puas mentertawakan David hari ini.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Tbc.