TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Pertunanganan Dan Salah Orang.


__ADS_3

Hari yang di tunggu Renal dan Efi telah tiba,Hari dimana mereka akan melangkah sedikit lebih maju dari hubungan mereka berdua dari hanya pacaran menjadi tunangan.


Acaranya di langsungkan di rumah kakek Efi sesuai permintaan keluarga besar Efi yang ingin acaranya di adakan di rumah mereka saja.


Ini merupakan acara pertama dari cucu kakek yang lain,sebab David cucu yang paling tua saja belum mempunyai tambatan hati dan malah di langkahi sang sepupu.


Mau bagaimana lagi siapa yang lebih dulu menemukan jodohnya tidak ada salahnya meresmikan hubungan mereka lebih cepat lebih baik juga.


Semua orang pada sibuk melakukan segala hal memastikan tidak ada lagi yang tersisa begitu juga dengan ke tiga gadis cantik yang lagi sibuk berdandan tapi lebih tepatnya Sisi yang lebih heboh.


"Cocok ngak ya kalau mode hijabnya gini!."


"Ini sepatunya pas ngak sama bajunya."


"Make up aku ngak ketebalan kan?."


"Ini kenapa ngak cocok sih mode hijabnya."


"Kok ngak cocok ya sepatu ini."


Masih banyak lagi keluhan para gadis cantik itu padahal acaranya tidak terlalu banyak mengundang orang dan acaranya juga di rumah kenapa terlalu ribet masalah penampilan.


Setelah banyak ganti mode hijab dan sepatu serta harus debat memilih mana yang cocok akhirnya selesai juga,mereka segera keluar kamar bergabung sama yang lain,disana para sang pujaan hati sudah berkumpul.


"Kamu makin hari makin cantik sayang."


Gombal Kevin saat Eva bergabung sama mereka hingga pipi Eva merona mendengar gombalan Kevin.


"Jangan buat aku malu sayang."


Bisik Eva ke telinga Kevin yang ditanggapi dengan senyuman saja.


"Kita duduk yuk,kasian para cewek lo gambalin mulu takut pingsan nanti."


Ajak Renal membawa adiknya duduk bersama sambil menunggu acara akan di mulai.


Di dalam sebuah kamar Efi lagi dandani oleh seseorang yang di datangi langsung oleh Marta buat mendandani Efi buat acara malam ini.


"Kamu cantik banget sayang,mirip selesai Bunda kamu waktu muda."


Puji Marta saat Efi sudah selesai di dandani dan merasa melihat Sena waktu akan menikah dulu.


"Makasih Bu,andai Bunda ada di sini pasti bahagia juga."


Lirih Efi berharap sang Bunda bisa hadir di hari bahagia dia tapi semua itu hanya hayal saja.


Ini baru acara pertunanganan saja bagaimana jika pernikahan nanti apa Efi akan sedih juga.


"Walau Bunda mu ngak di sini,kamu harus percaya di atas sana dia akan bisa melihat putrinya yang cantik ini sudah menemukan pendamping hidup."


Merangkul Efi menenangkan suasana hati yang tiba tiba menjadi haru.


"Jangan nangis ok nanti make up nya luntur,yuk kita turun acaranya sudah mau mulai."


Mengajak Efi turun karena acara akan di mulai,semua undangan sudah datang.


Efi di tuntun ke depan dengan Renal sudah menunggu disana lengkap dengan pakaian yang sama dengan Efi gunakan.


Acara di mulai dengan pembukaan dari mc,bla bla dan selanjutnya pemasangan cincin oleh kedua belah pihak.


Pemasangan cincin telah selesai di lanjut dengan acara makan bersama dan kumpul kumpul.


Yang cewek mengambil bagian bagian makanan buat pasangan masing masing begitu juga dengan Sandra walau belum resmi pacaran sama David tapi dia tetap akan melayani David.


"Kayak udah punya istri aja,makan di ambilin segala."


Celetuk Bastian memperhatikan Sisi yang lagi mengambil makanan buat dia.


"Iya ngak sabar buat halalin."


Sambung Renal melihat Efi membawa makanan buat dia ke meja yang di tempati para lelaki.


"Gue nunggu waktu yang pas aja,masih ingin menikmati waktu pacaran."


Kevin masih belum mau mengikat hubungan mereka bukan karena tidak ingin serius tapi masa mudalah waktu yang tidak bisa di ulang lagi.


Menikmati masa itu dengan cerita indah kelak jika sudah menikah maka akan ada cerita yang dia bagi buat anaknya nanti.


"Gue mah langsung lamar aja biar ngak di sambar orang."


Balas David yang masih terpesona sama kecantikan Sandra malam ini.


"Iya lo mah ngak apa langsung lamar dari pada di sambar orang dan jomblo lagi."


Dari sekian banyak orang kenapa memojokkan David lah yang paling mereka sukai apa mungkin sumber kebahagian mereka jika melihat David menderita.


Jika mereka bahagia melihat David menderita lalu dengan cara apa David akan merasakan apa itu kebahagian.

__ADS_1


Sungguh punya keluarga atau teman sama saja akan senang jika wajah tampan David tampak berantakan,kadang David ingin menanyakan apakah benar dia anak papa mamanya seperti yang pernah dulu David pertanyakan.


"Terserah lo aja Re,yang penting lo bahagia.Apes banget gue punya teman sekali gus tatangga dan sebentar lagi akan jadi keluarga tapi sifatnya belum berubah juga."


Bukan marah atau apa namanya itu hanya David ingin sekali saja jika berkumpul tidak meledek atau mengolok dia.


"Ayo kita makan."


Para cewek membawa makanan menggunakan nampan lengkap dengan minum serta cake sebagai pelengkap.


Mereka semua makan dengan tenang memang jika sudah jadi kebiasaan dimana saja berada tidak akan pernah lupa.


"Ini makanan memang enak atau karena bidadari yang mengambilkan."


Bastian selesai dengan acara makannya tidak lupa gombalan yang dia keluarkan khusus buat Sisi atau pada semuanya.


"Kalau bidadari yang ambilkan lo sudah mati kali Tian."


Balas Renal menimpali kurang lengkap jika belum mengajak debat Bastian kalau sudah bertemu.


"Lo nyumpahin bang,lo mau Sisi jadi banda sebelum waktunya."


Ujar Bastian masa belum apa apa sudah meninggalkan saja apa kaya dunia dengan perjuangannya selama ini.


"Masih banyak yang lain suka adek gue,lo tenang aja pengganti lo sudah ada kok."


Lengkap sudah acara malam ini cuma selama makan saja mereka diam selesai makan ada saja yang di ributkan.


"Aku ke toilet dulu."


Pamit Eva meninggalkan semua orang menuju toilet.


Selesai dengan urusannya Eva keluar tapi dia muncul lagi.


"Kamu ngapain disini apa masih kuran jelas."


Heran Eva sama makhluk yang satu ini,sudah sering Eva bilang namun tidak mengerti juga.


"Saya tidak percaya sama apa yang kamu bilang,sebab selama ini dia bersama kamu."


Sanggah dia masih belum percaya apa yang Eva bilang.


"Ya sudah jika tidak percaya silahkan buktikan sendiri tapi jangan bawa bawa aku."


Eva pergi bergabung lagi sama temannya,bicara sama sosok seperti dia tidak akan mengerti juga dan akan buang waktu saja.


Sudah di bilang tadi dia bukan orang yang carinya masih ngak percaya juga.


Lagian ngak akan bisa membawa dia pergi bersama.


Batin Eva duduk lagi di samping Kevin dengan memperhatikan dia yang juga melihat orang yang dia maksud tadi.


"Apa benar yang gadis ini bilang jika dia bukan orang yang aku cari lalu dia berada dimana sekarang.Aku sudah lama mencari tapi tidak bisa di temukan sampai sekarang."


Masih berdiri disana lalu beranjak ke samping orang itu tapi tetap tidak ada reaksi yang di tunjukan orang itu.


"Tapi kalau bukan orang ini,harus kemana aku mencari dia lagi."


Lalu menghilang dari tempat itu hingga Eva bisa bernafas lega dengan kepergian dia.


Untung dia sudah pergi.Belum menyadari jika Kevin yang di samping di buat bingung dengan tingkah Eva.


"Siapa yang sudah pergi."


Bisik Kevin ingin tau sebab dari Eva balik dari toilet sudah melihat wajah tegang Eva.


"Bukan siapa siapa Vin."


Tidak mungkin Eva cerita disana banyak orang yang bisa mendengar disana dan juga mereka tidak akan tau isi pembicaraan mereka berdua.


"Nanti aku tagih ceritanya sayang."


Setuju saja jika Eva tidak mau cerita sekarang terdengar dari nada bicara Eva yang berbeda dan Eva hanya menganggukan kepala.


"San ikut a bang yuk."


David bosan dan juga malas berlama disana yang ada dia akan di bully lagi walau tidak marah tapi tidak di depan orang yang dia suka juga.


"Mau kemana bang?."


Tidak mungkin meninggalkan acara yang belum selesai ini.


"Ngak jauh kok,cuma ke taman belakang."


David berdiri di susul Sandra tapi mereka sudah di izinkan pergi sama yang lain.


"Jangan mojok bang ingat anak orang masih Sekolah jika ingin nikahin dulu."

__ADS_1


Ucap Bastian yang tanpa saringan itu pada David memang semua orang paling tegaan bicara sama David.


"Emangnya lo yang suka mojok kalau ngak ada Sisi."


Balas David lalu pergi dari sana,tidak peduli apa akan terjadi setelah dia meninggalkan semua orang.


"Benar apa yang di bilang bang David BASTIAN."


Menekankan nama Bastian menandakan kalau Sisi lagi marah mendengar ucapan David padahal belum tentu juga benar.


"Kita pindah yuk sayang,kayaknya bentar lagi ada yang mau perang."


Menarik tangan Eva berpindah tempat duduk saat merasakan hawa di sana mulai berubah.


"Kita juga pindah honey kita jadi saksi dari jauh saja."


Renal juga ikutan pindah bersama Efi kini tinggal Bastian dan Sisi berdua.


Biarlah masalah itu di selesaikan berdua saja lagian masalah anak muda tidak akan serumit yang di fikirkan.


\=\=


"Kamu cantik banget malam ini San."


Puji David sekarang mereka lagi duduk di taman belakang rumah kakek sesuai ucapan David tadi.


"Abang biasa aja,jadi kemarin kemarin jelek gitu."


Balas Sandra yang duduk di samping David mereka juga memberi jarak duduk tidak ingin terlalu berdekatan.


"Ngak siapa yang bilang jelek,selalu cantik kok tapi malam ini makin cantik.Jadi bagaimana sama jawabannya sampai kapan abang akan di gantung terus."


Ini juga sudah lewat dari seminggu David menunggu jawaban Sandra apa diterima atau di tolak.


"Jawaban apa bang,kan aku ngak lagi ujian."


Jawab Sandra pura pura lupa maksud ucapan David.


"Iya kamu memang ngak lagi ujian tapi kamu ngasih abang ujian yang sampai sekarang ngak tau apa jawabannya."


Memandang Sandra dengan intens sedangkan yang di pandangi jadi salah tingkah.


"Ngapain sih bang mandangin aku sampai segitunya."


Sandra memalingkan wajah menghindari tatapan David yang akan membuat wajah dia bersemu merah.


"Makanya jawab sekarang jangan di gantung terus,nanti talinya putus di sambut orang lo."


"Oh jadi abang berharap gitu,ya udah sana aku ngak mau sama abang lagi."


Mengibaskan tangan mengusir David agar pergi.


"Nyuruh pergi aja kayak ngak rela gitu."


"Siapa yang ngak rela,rela kok ikhlas malahan."


"Beneran ikhlas?ngak nyesal?ngak akan nangis di belakang atau takutnya nanti bunuh diri lagi."


Mendekatkan badan ke arah Sandra yang membuat Sandra terpojok di ujung kursi jika bergeser lagi yang ada dia akan jatuh.


"Ih abang kok makin lama ngeselin sih."


Kesal Sandra yang hampir mau jatuh.


"Sekarang jawab sebelum kamu jatuh ke bawah,jatuh ke bawah atau jatuh kedalam pelukan abang."


Pilihan yang tidak sulit hanya saja ingin bermain sedikit sampai mana akan bertahan.


"Iya aku mau jadi kekasih abang,sekarang geser sana.Abang mau aku encok ya."


David senang mendengar jawaban Sandra lalu menjauh sedikit dari Sandra sebab kalau terlalu jauh takut rindu nanti.


"Makasih I love you."


Bisik David pada Sandra.


"Love you too abang Dave."


Balas Sandra malu malu dan malam ini tidak ada yang jomblo lagi sekarang sudah punya pasangan masing masing.


Acara sudah selesai semua anggota keluarga masuk kamar ingin istirahat karena juga waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.


\=\=\=\=\=


I LOVE YOU ALL😍😘😍😘❀


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2