
Eva kaget tiba tiba ada yang membekap mulut dia dari belakang hingga meronta minta di lepaskan.
Jangan tanya apa Eva takut rasa yang di alami sekarang bercampur aduk antara takut,kaget dan takdir yang akan dia terima.
Dia menyeret Eva pergi dari sana walau Eva meronta minta di lepaskan dan dia tidak peduli.
Cukup jauh dia membawa Eva hingga akan segera sampai pada tempat yang di tuju bekapan mulut Eva terlepas dan Eva menjauh dari dia.
Lari tidak menghiraukan dia yang ada di belakang bahkan menoleh pun tidak yang penting sekarang bisa lari dari sana.
"Kenapa dia lari,aku kan mau nolong dia dan juga ini udah mau keluar dari sini tinggal dikit lagi.
Apa aku semenakutkan itu ya sampai dia ketakutan gitu dan juga larinya kencang banget bahkan ngak liat ke belakang lagi."
Dia bingung sama Eva yang dari tadi terus meronta dan saat lepas langsung lari gitu saja melihat ke belakang pun tidak.
Niatnya mau menolong Eva tapi tidak jadi karena Eva sudah lepas dan lari jauh.
Dia tau Eva di sana karena tadi setelah bertemu Kevin beneran berniat membawa Eva menuju tapi hutan agar mudah saat ada orang yang mencari tapi gagal karena Eva keburu takut dan lari.
Dia adalah sosok yang memberi tau Kevin kalau Eva ada di dalam sana makanya dia membantu Eva buat lebih dekat lagi ke arah jalan keluar tapi sekarang Eva malah lari lagi masuk ke dalam.
Bukan hal mudah buat menemukan atau membawa Eva yang merasa bahwa sedang terancam maka akan sulit buat di dekati.
"Coba lagi aja semoga ada kesempatan buat bawa dia ke tepi hutan dan semoga saat sudah berada di sana ada orang yang menemukan dia.
Kasihan dia harus ketakutan gitu dan juga ini bukan dunia dia.
Aku aja yang udah biasa ngak mau lama lama di sini ngak betah apa lagi manusia seperti dia yang ngak punya kekuatan apa apa."
Mencari Eva lagi masuk ke dalam karena dia sudah di tugas kan buat menjaga Eva selama dia tidak ada dan akan muncul saat sudah terdesak seperti sekarang.
Dia juga tidak mau lalai dalam menjalan kan tugasnya dan juga yang memberi tugas sebentar lagi akan kembali pastinya akan di tanya nanti apa dia lalai atau tidak.
"Hampir saja aku ke tangkap lagi sama dia,aku harus hati hati sekarang dan jangan sampai ke ulang lagi.
Sekarang aku harus kemana tempat ini hampir sama semua dan juga ngak ada jalan yang bisa di lewati.
Kalau aku balik lagi kesana yang ada ke tangkap lagi dan bisa saja ngak lepas lagi tadi beruntung aku bisa melawan dan kabur."
Sudah cukup jauh lari dan melihat ke belakang tidak ada lagi yang mengikuti.
__ADS_1
Memilih duduk sebentar buat istirahat buat memulihkan tenaga serta memikirkan arah mana yang mau di lewati serta tidak mau harus sampai salah langkah.
"Kita bertemu lagi."
Wajah pucat itu seperti tidak ada tanda kehidupan dari sorot matanya hanya kekosongan dan sepi.
"Hah jangan mendekat,sana aku ngak mau."
Tolak Eva segera berdiri mundur beberapa langkah hingga berjarak beberapa meter.
"Kamu ngak akan bisa keluar dari sini dan ngak akan ada yang bisa menemukan kan mu.
Jadi terima saja nasib mu yang akan terkurung selamanya di sini."
Dia tidak melakukan apa pun tapi sorot matanya yang tajam tidak bisa Eva lihat terlalu lama.
Dia hanya dima di tempat terus menatap Eva yang terus melangkah mundur buat segera pergi.
"Kemana pun kamu lari mereka akan mudah menemukan kamu kecuali kasih sayang yang tulus lah bisa menyelamatkan mu karena hutan ini hanya akan bisa keluar jika hanya mereka yang tulus bisa masuk ke sini dan keluar dengan selamat. "
Dia tidak mendekat walau Eva terus melangkah mundur hingga dia menghilang dari pandangan Eva.
Bernafas lega karena dia sudah pergi tapi juga bingung kenapa dia tidak melakukan hal yang sama seperti yang lain.
Udah lah buat apa di fikirkan yang penting aku ngak apa yang penting sekarang cari jalan keluar."
Melangkah pelan sambil mencari jalan keluar yang tidak tau dimana letaknya serta tidak ada bekas jalan.
"Dulu saat aku hilang di hutan juga ada dia yang menemukan aku cepat tapi sekarang apa coba dia aja ngak tau berada di mana sekarang dan buat apa aku mengharapkan hal yang ngak pasti.
Sekarang yang perlu aku fikirkan jalan keluar supaya yang lain ngak cemas karena aku ngak pulang pulang juga.
Aku takut kakak cemas kalau tau aku ngak ada kabar,cuma dia yang paling aku sayang walau aku udah punya keluarga lengkap tetap aja dia yang paling berarti sebab sudah bersama dari kecil."
Bukan sama yang lain tidak menyayangi juga tapi rasa sayang sama kakaknya itu berbeda sebab mereka sudah dari kecil bersama serta susah senang sudah mereka lewati bersama.
Masa sulit cukup mereka lewati dan rasakan bersama serta saling menjaga satu sama lain.
Rasa sayang yang kita miliki serta cara kita menyampaikan pada orang itu berbeda beda dan juga kadang ada kala rasa sayang itu dalam penyampaian terbilang biasa atau cuek tapi nyatanya sangat sayang.
Maka jangan berfikir kalau orang cuek sama kita tandanya dia tidak sayang kita kadang dia tidak terlalu pintar dalam mengungkapkan rasa sayang dan hanya bisa di lakukan dengan tindakan.
__ADS_1
"Sekian lama saya mencari dan sekarang kamu datang mengantarkan diri ke sini.
Selamat datang dan jangan pernah berharap bisa keluar dari sini."
Suara dia yang sudah lama tidak di dengar sejak lama kini terdengar lagi dan berada dalam jarak dekat.
Baju hitam yang dia gunakan kuku panjang sepuluh jari,mata yang mengeluarkan darah seperti air mata,iris mata putih polos.
Eva tidak menyangka akan bertemu dia lagi di sini sebab terakhir mereka bertemu saat Eva hilang waktu camping dulu.
Kaget sekali gus takut karena tiba tiba dia muncul lagi di depan Eva.
Apa yang harus Eva lakukan sekarang,dia seorang diri tidak ada kekuatan yang bisa di gunakan buat melawan dia.
Kekuatan mereka jelas jauh berbeda di tambah juga alam mereka yang berbeda juga.
"Jangan,, jangan mendekat."
Tolak Eva saat sosok itu mendekat secara perlahan.
"Teriaklah sekuat yang kamu bisa yang jelas tidak akan ada satu pun yang bisa mendengar atau menolong mu saat ini."
Memang cuma ada mereka berdua yang berada di sana tapi ada dua sosok lagi yang berusaha mencari Eva.
Sosok itu sedikit kesusahab mencari Eva atau melacak keberadaan Eva karena tempat sekitar Eva sudah di ambil alih sama sosok itu hinnga mereka tidak tau di mana Eva berada.
Dia kian mendekat dan Eva sudah mulai tersudut di pohon besar itu hingga pada akhirnya tidak bisa bergerak lagi.
"Mau lari kemana lagi?sudah saatnya."
Mencekal tangan Eva hingga menyeret beberapa langkah tapi itu cuma sebentar.
Eva memejamkan mata tidak tau harus berbuat apa lagi yang jelas dia seperti sudah pasrah sama kondisi sekarang dan memasrahkan sama tuhan.
Tapi pergerakan itu tidak terasa lagi dan juga cekalan tangan itu sudah hilang tapi Eva masih enggan buka mata takut sudah tidak berada di sana dan bisa saja sudah berada di tempat asing serta lebih menyeramkan lagi.
\=\=\=\=\=
*udah memasuki eps akhir ya
exp nya
__ADS_1
Makasih*
Tbc.