
Setiap kiinginan harus melalui perundingan untuk mendapatkan suatu kesepakatan akan suatu hal.
Sama dengan keadaan Efi sekarang dia lagi di bujuk Marta agar mau pindah ke rumah besar kakeknya untuk tinggal bersama di sana.
Penolakan tentu saja Efi lontarkan,dia belum mau meninggalkan kos itu dan juga jauh dari tempat kerja dan kuliah adiknya.
"Sayang kamu mau ya tinggal bareng kita!."
Bujuk Marta untuk kesekian kali namun Efi belum mau memberi jawaban pasti,dari awal dia sudah nyaman tinggal disana di rasanya untuk pindah belum ada dalam fikirannya.
"Aku masih betah di sini Bu,lagian tempat ini dekat sama kampus Eva dan tempat kerja ku."
Kadang kalau kita sudah merasa nyaman pada suatu tempat dia enggan untuk beranjak,itu yang Efi rasakan sekarang.
"Kamu masih bisa kerja berangkat bareng Renal dan juga Eva tiap pagi selalu di jemput Kevin,jadi alasan apa lagi sayang.Setidaknya anggap saja ini sebagai bentuk kasih sayang kami yang selama ini mengabaikan kalian."
Bujuk Marta yang merasa bersalah tidak mencari Sena hingga ketemu waktu itu dan bertemu anak Sena sudah besar seperti sekarang.
Jika waktu bisa di putar mungkin dia akan berjuang keras mencari Sena tapi apa waktu itu dia meliki bayi kecil yaitu David yang tidak bisa dia tinggalkan begitu saja.
"Kalau Ibu beneran sayang kami,biar sementara waktu kami tinggal di sini dulu setidaknya sampai sewa ini habis bulan depan Bu."
Bukan tidak mau menurut hanya saja sayang sewa kos dia yang masih ada,Efi tidak mau pindah sama saja dengan menghamburkan uang karena dia begitu sulit untuk mendapat semua itu.
"Baiklah sayang jika itu keputusan mu tapi setelah itu tidak ada penolakan lagi."
Marta mengalah,mengerti maksud Efi mungkin bagi mereka sewa yang tinggal sedikit tidak seberapa tapi bagi Efi itu sangat berharga,dari kecil dia sangat menghargai sesuatu walau kecil sekali pun.
"Ya sudah Ibu pulang dulu,kalian hati hati di sini assalamu'alaikum."
Pamit Marta ingin pulang ini juga sudah jam pulang kerja Salman sebagai istri dia akan menyambut sang suami pulang kerja.
"Iya Bu juga hati hati wa'alaikumsalam."
Menyalami Marta hingga mengantarkan keluar sampai mobil yang di tumpangi berjalan dan tidak terlihat lagi.
Efi masuk lagi untuk membereskan kos setelah itu memasak buat makan malam bersama kali ini dia ingin berkumpul bersama dengan adik dan tidak lupa mengajak Renal serta David.
Biar semakin dekat lagi juga sepupu dia yang lain bagi yang bisa ikut saja.
Tut..
Tut...
Tut...
"Assalamu'alaikum Re kamu lagi dimana?."
"Wa'alaikumsalam aku lagi di rumah honey,ada apa?."
"Kita makan malam bareng yuk ajak David dan yang lain juga,selagi ada waktu juga nanti aku masakin."
"Ya udah nanti aku ajak David."
"Aku tutup dulu Re,mau masak assalamu'alaikum."
"Iya honey wa'alaikumsalam."
Setelah sambungan telpon terputus Efi menghubungi Eva buat mengajak yang lain.
Dek nanti ajak Sisi sama yang lain ya kita ngumpul bareng di kos jangan lupa ajak Sandra juga ya. Send Efi.
Efi memulai masak kali ini menu sedikit berbeda dari biasa,Efi mengadakan acara ini selain ingin tambah dekat sama yang lain dia juga ingin menghabiskan waktu sebelum nikah.
Kalau sudah nikah waktu dia akan banyak habis bersama Renal dan juga Renal belum tentu akan mengizinkan dia kerja.
\=\=\=\=\=
Ting,,, bunyi pesan masuk ke hp Eva,dia baru saja keluar kelas karena tadi masuk siang.
Di lihatnya chat kakaknya untuk mengajak ngumpul bersama yang lain.
"Si kakak ngajak ngumpul bersama kamu ajak Bastian ya,kamu juga ikut ya San ngak ada penolakan."
Seru Eva mengasih tau pada sisi dan Sandra hanya dapat anggukan kepala dari kedua temannya.
"Ya udah aku telpon papa dulu Va kalau aku pulang telat nanti."
"Ngak usah pulang nginap aja,bilang tidur di rumah aku mereka juga udah kenal aku kan."
Saran Eva pada Sandra lagian tidak baik pulang malam lebih lagi perempuan takut kenapa napa di jalan nanti.
Sandra menghubungi papa nya dan mereka terus berjalan keluar area kampus,di gerbang Kevin dan Bastian sudah menunggu sang pujaan pulang kuliah.
__ADS_1
"Sayang nanti malam ke kos ya,kita ngumpul bareng sekalian makan malam bareng."
Ajak Eva di setujui Kevin,malah senang di suruh Eva ke tempat dia.
Berjalan beriringan menuju kos Eva,hari juga sudah sore.
Setelah memastikan selamat sampai kos Eva dua cowok itu pulang untuk membersihkan diri dan balik lagi nanti.
"Va,Sisi masuk dulu mau mandi nanti Sisi kesana ya."
"Ya udah mandi sana udah bauk tau Si."
Eva menutup hidungnya pura pura tidak mau mencium bau badan Sisi padahal tidak ada bau juga.
"Ye kamu yang bau,buktinya Kevin tadi langsung pulang."
Balas Sisi lalu masuk menutup pintu sama dengan Eva dan Sandra masuk juga ke dalam kos.
"Mandi dulu San,nanti pake baju aku aja."
Memberi Sandra handuk dan Eva ke dapur melihat Efi yang lagi masak tinggal sedikit lagi baru selesai.
Eva membantu menata makanan ke atas meja,menyiapkan piring,gelas,air minum dan tidak lupa buah sebagai pelengkap.
Jangan di tanya dari mana semua itu sudah jelas semuanya di siapkan Marta buat kebutuhan dua gadis itu.
"Sudah siap dek,mandi sana kakak juga mau mandi."
Masuk kamar masing masing, Sandra sudah selesai mandi sekarang lagi merapikan penampilannya.
Eva mandi setelah mengambil baju ganti yang akan di bawa ke kamar mandi,hanya dua puluh menit Eva sudah selesai tinggal make up dan hijab dia yang belum.
Magrib menjelang mereka shalat magrib dulu sambil menunggu yang lain datang.
Tok,,,
Tok,,,,
Tok,,,
"Sudah sampai ya,ayo masuk kita ngobrol di dalam."
Ternyata Renal datang bersama David,Kesyi, Nana anak tante Yona.
David duduk sambil mengoceh tidak jelas.
"Siapa yang pamer juga,fikiran negatif mulu sama adek sendiri."
Balas Efi ikut duduk bergabung sama mereka dan tidak lama datang Kevin dan Bastian.
"Si jomblo ikut juga."
Sindir Bastian melirik David dan David melempar bantal sofa ke arah Bastian,kenapa harus bawa status segala membuat David kesal saja.
"Ingat yang pacaran belum tentu langgeng."
Balas David penuh kemenangan hingga bantal itu balik lagi sama David.
"Lo jadi abang ngak asik,masa nyumpahin gue putus si.Lo ngak tau bang perjuangan gue dimana."
Kesal Bastian dapat sumpah dar David seperti itu.
"Udah ngapain sih berantem ngak jelas.Va sini dek lama amat dandannya Kevin tetap cinta kok walau ngak dandan."
Teriak Efi memanggil Eva yang belum keluar dari kamar bersama Sandra.
"Ih kakak apaan sih,siapa yang dandan juga."
Eva keluar kamar dengan wajah cemberut lalu dudud dekat Kevin di susul Sandra.
Pandangan David tidak lepas dari Sandra sejak awal melihat menjadikan dia tatapan sengit dari yang lain.
"Mata di jaga bang,liat yang bening dikit tu mata ngak ngedip."
Senggol Nana pada David hingga tersadar jika dari tadi dia fokus hanya pada Sandra.
"Kenalin dia Sandra sahabat aku dari zaman putih abu abu."
Ucap Eva,mereka kenalan satu persatu,Sisi datang sedikit terlambat entah apa yang di lakukan dulu.
"Sorry Sisi telat ada sedikit kendala tadi."
Sisi datang dengan wajah tanpa dosa,masa yang paling dekat bisa telat yang jauh saja tadi sudah sampai duluan.
__ADS_1
"Ngapain lo bocil bisa lama,yang dekat bisa telat gimana kalau tempat jauh bisa bisa orang sudah pulang lo baru sampai."
Pedasnya ucapan Renal tidak akan terpengaruh bagi Sisi di anggap angin lalu.
"Punya abang satu pengen Sisi karungin terus di buang ke laut."
Kesal Sisi membalas ucapan Renal,jika di kampus Sisi diam tapi tidak di luar kampus bagi Sisi abangnya adalah tetap orang lawan debatnya.
"Lo pengen kakak ipar lo jadi janda sebelum menikah."
Timpal Renal tidak mau kalah seperti itu jika sudah bertemu jangan di tanya kapan akur yang jelas cuma dua waktu mereka tidak berdebat yaitu jika tidak bertemu dan lagi tidur.
"Sekarang kita makan dulu nanti lanjut debatnya biar kuat."
Semua menuju meja makan untung saja muat menampung mereka semua jika tidak terpaksa lesehan.
Semua duduk bersama pasangan dan David duduk dekat Sandra alhasil Nana dan Kesyi duduk berdampingan biar tidak terlihat ngenesnya.
"Modus aja lo bang."
Kesyi melirik David yang duduk di samping Sandra membuat Sandra malu karena di gituin.
"Jangan dengerin dia yang penting ngak ada yang rugi."
Bisik David pada Sandra,lalu mengambil makanan buat Sandra hingga suara cibiran terdengar lagi.
"Paper terus jangan kasih kendor."
Sekarang Nana ikutan senang saja melihat David kesal menjadi hiburan sendiri buat dia.
"Usaha dulu kenapa tidak."
Balas David santai melanjutkan makan seolah tidak terganggu sama ucapan adiknya,sudah menjadi makanan sehari hari bagi David.
Setelah tidak ada perdebatan lagi,semua makan dengan tenang.Selesai makan para lelaki balik ke depan dan para cewek merapikan piring bekas makan tadi.
Selesai semua berkumpul lagi di teras kos Efi sambil menikmati udara malam yang sejuk ditemani teh hangat dan cemilan.
"Liburan nanti kita kemana enaknya."
Usul Sisi membuka suara karena liburan mereka sebentar lagi tidak mungkin hanya di kos saja bisa membosankan.
"Gimana kalau kita ke pantai."
Usul Nana yang paling suka jika di ajak ke pantai.
"Ngak seru gimana kalau kita tour menggunakan motor kayaknya lebih seru."
Usul Bastian dengan tour bisa menikmati alam bebas dan bisa lebih santai.
"Ide bagus,tumben otak lo encer."
Sindir Renal sekarang mode gasreknya lagi on.
"Lo kira es batu mencair,untuk calon abang ipar jadi gue ngalah."
Bastian paling suka berdebat sama Renal serasa dapat lawan yang pas.
"Jadi deal ya kita tour bareng,terus kesyi sama Nana gimana.Kalau Sandra bisa sama bang David."
Tidak mungkin meninggalkan mereka berdua sedangkan mereka semua pergi senang senang.
"Kita sama gebetan lah Si,tenang aja nanti kita ajak."
Jawab Nana di balas anggukan oleh Kesyi.
"Dah fiks abangnya kalah sama adik sendiri."
Timpal Efi mendapat pelototan dari David.
"Jangan galak galak bang nanti Sandra ngak suka lo."
Balas Sisi hingga David memilih diam,melawan juga akan kalah jumlah seperti mereka memang suka menistakan David.
Obrolan mereka terus berlanjut hingga waktu sampai jam sebelas malam,semua pada pamit balik kini tinggal ke empat cewek itu saja.
Setelah memastikan semua pergi,ke empatnya masuk kos buat istirahat juga.
\=\=\=\=\=
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤
Tbc.
__ADS_1