TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Cuma Ada Di Sini.


__ADS_3

Keduanya sama sama diam lagi,Kevin yang heran sama Eva dia diam tapi malah di bilang bicara.


Eva berfikir lalu mengedarkan pandangan pada segala arah lalu menangkap sosok yang berdiri tidak jauh dari dia duduk.


Dalam otak Eva kini sudah tau siapa yang bicara sama dia tapi malah menuduh.


"Mungkin aku lagi melamun sayang,maaf ya."


Tidak mau memperpanjang masalah kecil dan untuk pelaku nanti akan Eva urus.


"Iya ngak apa,masuk yuk ini udah mau magrib."


Keduanya masuk rumah lalu membersihkan diri.


Suasana rumah kini sepi karena mereka lagi di dalam kamar.


Sandra dan Sisi memilih berdua satu kamar,kalau bertiga sama Eva tidak mungkin karena akan keramaian dan juga akan banyak memakan waktu buat gantian mandi.


Maka di sini Eva sekarang di dalam kamar seorang diri,selesai mandi Eva bersantai di atas ranjang sambil menunggu waktu magrib.


"Hay."


Sapa dia tapi Eva diam saja memilih cuek tidak peduli pada orang yang mengajak dia bicara.


"Pura pura budek atau udah budek beneran."


Duduk di depan Eva sambil menopang dagu.


Apa yang dia dapat sama seperti beberapa kali pertemuan mereka,Eva banyak memilih diam dari pada meladeni dia bicara.


"Emang benar ya kalau diam gini jelek."


Dia terus bicara walau tanpa ada jawaban dari Eva yang penting bagi dia Eva mendengar udah lebih dari cukup.


Soal di jawab atau tidak itu bukan masalah yang penting tidak di usir dari kamarnya.


"Siapa yang majang foto kamu dalam kamar aku dan siapa yang izinin?."


Cuma itu yang ingin Eva tau,bagi Eva segala pertanyaan tadi tidak penting buat dia jawab.


Walau di jawab pun tidak ada gunanya dia yang dulu masih sama dengan dia yang kini,suka bawel dan mengerecok.


"Yah di tanya apa di jawab apa juga,jawab dulu baru aku jawab pertanyaan kamu juga."


Fiks sekarang Eva sudah tau jawaban tanpa di beri tau.


"Kamu tau gara gara foto itu dia cemburu.


Untung aja temani aku yang lain ngak liat,coba kalau liat aku jawab apa coba kan mereka tau aku kenal dia baru beberapa tahun ini dan juga,, ah sudah lah kamu juga ngak bakalan ngerti."


Jelas Eva lalu masuk kamar mandi buat ambil wudhu dan melaksanakan shalat.


Selesai shalat mereka berkumpul di ruang keluarga menunggu waktu isya baru setelah itu makan malam bersama.


"Eh gimana besok kita keliling menjelajahi provinsi ini yang jauh lebih indah lagi."


Usul Eva kapan lagi jalan jalan berkeliling karena selama ini dia kurang punya banyak waktu dan juga keterbatasan biaya.


Eva tau daerah itu jika di ajak olimpiade maka sepanjang jalan akan dia ingat dan bertekad suatu hari nanti akan dia jelajahi maka sekarang lah waktunya.


"Kayaknya itu ide bagus Va,kampungnya aja indah gini.


Bagaimana daerah ramainya ya pasti lebih indah lagi dari ini."


Semua orang kalau dengar tempat bagus pasti akan tertarik buat datang kesana dengan berbagai macam usia.


"Dengar dengar tempat wisatanya indah indah ya?."


"Liat pemandangan dari atas bukit kayaknya enak deh."


"Apa lagi kalau ada Danau gitu past sejuk."


"Gimana kalau di tutup dengan melihat matahari terbenam dan ambil foto."


Mereka semua sangat antusias mendengar tempat wisata apa lagi dengan semua yang mereka ucapkan bisa terkabul.


Karena tidak semua daerah yang punya paket lengkap buat wisata.


Kadang hanya ada pegunungan saja,Danau saja,laut saja atau yang jelas sangat jarang ada yang bisa di nikmati secara bersamaan.


"Tenang semua itu ada yang jelas kumpulkan tenaga buat besok.


Kita akan mulai perjalanan sehabis subuh ya kita sarapan di jalan aja karena akan memakan waktu satu hari kalau ngak ada halangan."


Jelas Efi karena besok adalah perjalanan panjang dalam liburan mereka kali ini biar waktunya tidak banyak tapi di usahakan akan selesai hari itu dan lusanya bisa balik lagi.


"Beneran kak ada?wah jadi ngak sabar nunggu besok."


Sisi senang sekali kalau bisa menikmati semua itu jadi tidak sia sia perjalanan jauh datang ke kampung.


"Kita liat besok aja dan jangan lupa siapkan kamera karena sayang kalau ngak ada kenang kenangan.


Sekarang kita shalat dulu baru makan malam dan istirahat biar pagi lebih segar lagi."


Mereka melaksanakan shalat dan makan malam bersama.


Sesuai ucapan Efi selesai makan mereka semua masuk kamar buat istirahat mengumpulkan tenaga buat besok jalan jalan.


Ini bukan jalan jalan biasa yang akan mendatangi satu tempat melainkan banyak tempat dalam satu hari.


Bisa di bayangkan bagaimana lelahnya mereka besok tapi yang jelas rasa lelah itu akan terbayar lunas sama apa yang di suguhkan.


Efi,sebelum tidur dia meminta bantuan Bibi buat mencarikan mobil sewaan yang bisa membawa mereka semua dalam satu mobil biar tidak ada yang terpisah.


Acara malam ini tidak melakukan apa apa hanya selesai makan langsung istirahat.


Penasaran tentu saja sudah pasti penasaran dengan hari esok.


Tapi rasa penasaran hanya bisa di pendam sendiri karena Efi tidak memberi tau atau mengasih clue buat besok.


Malam begitu cepat berlalu dan kini subuh menggantikan dengan hari baru.


Suasana subuh terasa dingin karena daerah perkampungan masih banyak di tumbuhi pohon serta rumah yang tidak padat sebab jarak rumah satu dengan yang lain berjarak beberapa puluh meter baru ada rumah lagi.


"Bagaimana apa sudah siap memulai perjalanan kita?."


Sekarang mereka lagi berkumpul di ruang kekuatan di temani secangkir teh satu satu orang buat menghangatkan badan sebelum berangkat.


"Pasti siap kak udah ngak sabar."


Ini pagi yang di tunggu berangkat menuju tempat yang mereka bicarakan semalam.


Sebentar lagi rasa penasaran itu akan segera hilang.


"Kalau udah yuk berangkat,mobil kayaknya juga udah ada."


Berhambur keluar rumah dengan Efi mengunci pintu dan pagar menuju mobil yang sudah menunggu mereka.


"Kita ngak sama mobil kemarin?."


Melihat ada mobil lain yang terparkir di sana.

__ADS_1


Yang lebih besar dari kemarin yang sudah bisa di pastikan bisa muat buat mereka semua.


"Iya sengaja biar kita semua bisa satu mobil."


Mereka masuk mengambil tempat duduk yang tidak pernah lupa bersama pasangan masing masing.


Mobil mulai melaju ke tempat pertama tapi di sana mereka tidak bisa mampir karena tidak ada tempat parkir hingga hanya bisa lewat saja.



"Ini patung apa kak?."


Sebuah patung besar kalau tidak salah juga seperti perempuan memegang sebuah pisau.


"Ini patung sejarah pada zaman Belanda dulu,dia seorang perempuan pejuang pada zamannya.


Kalau kisah dia kakak kurang tau sih."


Jelas pendek Efi karena memang kurang tau kisah patung itu tapi sangat di kenang oleh masyarakat dan letaknya di simpang tiga jalan.



"Sisi kira ini ngak ada ternyata ada juga ya dan ngak kalah bagus juga apa lagi kalau malam hari ya."


Melihat bunderan yang di kelilingi air mancur, ada tempat santai yang tersedia juga tidak lupa ada tiga ekor patung harimau dan satu undakan anak tangga buat masuk kesana.


Dan jika di lihat ke atas ada patung bulan bintang serta sepasang orang dewasa.


"Ini biasa di sebut orang bunderan simpang tiga dan akan rame pada hari tertentu seperti lebaran haji buat pawai bersama menggunakan drum band serta pasta obor di malam hari.


Dan juga biasa pawai atau merayakan tujuh belas Agustus an."


Penjelasan pada tempat pertama yang mereka lewati dan itu hanya memakan waktu lima belas menit dari rumah.


Melaju lagi ke arah matahari terbit,sepanjang jalan hanya banyak hamparan sawah serta bukit kanan kiri.


Tidak lama setelah itu di sambut sebuah danau sebelah kanan di tepi jalan.


Jarak danau dan jalan hanya beberapa meter saja hingga bisa di nikmati dari tepi jalan saja atau malas buat turun dari kendaraan.



"Kita sarapan di sini aja ya."


Turun dari mobil hal pertama yang di lakukan berlari ke arah tepi Danau yang sangat indah.


Dulu Danau ini tidak seindah sekarang waktu Efi meninggalkan kampung karena dulu suasana masih biasa belum seindah sekarang sudah banyak perombakan.


Dulu hanya ada pondok kayu buat bersantai atau kedai kayu belum seindah ini.


"Bener ya ada Danau juga,ngak nyangka lo.


Dan ini kita bisa main air juga."


Memasukkan kaki pada pinggiran Danau yang dangkal biar bisa merasakan sejuknya air Danau.


"Ah ngak nyangka ada tempat indah tersembunyi di sini ya.


Aku kira kakak cuma becanda semalam."


Bastian hampir sama dengan Sisi sangat suka melihat keindahan Danau.


Jika ada yang ingin tau perasaan mereka maka akan sulit di jelaskan dengan kata kata.


Sebab kebahagian sulit di ucapkan dengan kata kata.


Kebahagian itu hanya bisa di lihat dari raut wajah yang berbinar senang.


Gunung ini ada tiga dan sekarang tinggal dua yang masih aktif sampai sekarang.


Dulu kisah Danau ini sangat bagus hingga kenapa Danau ini bisa terbentuk.


Kalau ngak salah berawal dari kisah sepasang kekasih yang ngak mendapat restu dari kakak laki laki cewek semuanya.


Cewek itu memiliki sembilan kakak laki laki ada satu yang ngak setuju sama hubungan adiknya dengan laki laki itu karena dendam lama.


Hingga akhirnya kejadian naas itu terjadi bukan kesalahan fatal tapi lebih tepatnya salah paham hingga sepasang kekasih itu dapat hukuman dengan terjun ke kawah gunung sebenarnya cuma cewek yang dapat hukuman tapi yang cowok juga ikut terjun hingga beberapa saat setelah mereka terjun terjadi goncangan hebat dan puncak gunung itu melayang dari permukaan hingga menyisakan sebuah lubang besar dan terisi air hingga menjadi sebuah Danau yang ada di depan kita sekarang."


Jelas Efi panjang lebar hanya itu yang bisa dia ceritakan sesuai apa yang dia tau dari cerita terdahulu yang kepastiannya belum jelas.


Yang jelas cerita legenda itu masih ada sampai sekarang dan di kenang oleh generasi berikutnya.


"Dan untuk kakak laki laki itu menjadi penunggu Danau ini sampai sekarang.


Nama nama mereka masyarakat jadikan menjadi nama daerah di sekitar Danau ini."


Disini mereka cukup lama berada,sarapan sambil mendengar cerita Efi yang menarik.


Hingga di rasa cukup menikmati tempat itu kini berlanjut pada tempat yang tidak kalah indah.


Butuh waktu satu jam buat sampai di sana melalui jalan yang cukup ektrim dengan bukit sebelah kiri dan jurang sebelah kanan tidak lupa jalan itu mengelilingi bukit hingga sampai atas.


Bisa di pastikan bagaimana ektrim dan menantang nyawa bilang melewati jalan itu.



"Ini jalan cuma dua kemungkinan ya,kalau ngak terjun ke bawah ya selamat sampai atas."


Mereka berdecak kagum sama jalan yang satu ini.


Dan kecepatan kendaraan tidak akan bisa lebih dari dua puluh kilo meter per jam.


Dan jangan lupa jarak jalan dengan jurang tidak lebih dari dua meter maka bisa di bayangkan kalau kesenggol dikit dengan kendaraan lain jurang sudah menunggu di bawah.


Biar jalan itu bahaya pengendara banyak yang melewati jalan itu dan juga sering juga di jadikan buat acar tour de tiap tahun.


Sekarang ini tempat tujuan selanjutnya yaitu daerah gunung dan terdapat Danau yang bisa di lihat dari atas.




"Ngak nyesal deh kita jauh jauh ke sini kalau yang di dapat seperti ini.


Ngak salah kakak bilang harus mengumpulkan tenaga karena sangat sayang kalau di lewatkan."


Raut wajah bahagia yang terlihat jelas di antara mereka tidak ada tanda tanda lelah atau mengeluh karena perjalanan jauh serta jalan yang berliku.


"Ternyata ada surga tersembunyi di sini ya hhmm udaranya sejuk sekali padahal ini udah mau siang tapi terasa masih pagi."


Mereka merentangkan tangan menghirup udara segar tidak nampak sudah siang.


"Itu Danau yang kita singgahi tadi tapi sayang cuaca kurang cerah jadi kurang indah pemandangannya.


Biasanya kalau cuaca cerah di balik awan itu kita bisa melihat laut."


Indah sangat indah walau sedikit tertutup awan karena cuaca kurang mendukung saat ini.


"Sebenarnya ini ada dua tempat tapi mungkin ngak keburu kalau harus kesana juga maka disini aja udah cukup.


Tempatnya hampir sama hanya saja yang satu lagi itu udah lama dari ini."

__ADS_1


Setiap tempat yang mereka singgahi Efi atau Eva yang bergantian menjelaskan pada mereka semua.


Sejauh apa yang mereka berdua tau akan mereka ceritakan pada teman temannya itu.


Cerita rakyat,legenda,mitos atau sejarah kini mereka hanya bisa nikmati ceritanya dari mulut ke mulut atau dapat di baca pada buku sejarah peninggalan zaman dulu.


Perjalanan selanjutnya yang agak jauh dari ini yaitu menuju daerah pusat kota di mana tempat itu sudah padat penduduk tapi tidak akan kalah indah dan membutuhkan perjalanan waktu tiga jam.


Inilah saatnya mereka istirahat sejenak walau tidur dalam mobil yang lagi melaju.



Satu setengah jam perjalanan mereka di suguhkan sama pemandangan air terjun yang terletak di pinggiran jalan yang hanya pagar pembatas saja antara air terjun dengan jalan.


Maka bagi siapa yang melewati tempat itu apa lagi menggunakan kendaraan roda dua maka dapat merasakan sejuknya air terjun.


Air terjun itu di perkirakan memiliki ketinggian tiga puluh meter.


Jika ingin menikmati sejuknya air maka harus hati hati saat memasuki air itu sebab tidak tau apakah pijakan kaki akan benar atau tidak.


Air itu jatuh seperti bunyi dentuman keras dan dengan jarak lima puluh meter biasan air itu masih bisa kita rasakan.


Lanjut lagi pada perjalanan itu yang belum berakhir masih ada beberapa tempat yang akan mereka kunjungi.


Cukup lelah menikmati perjalanan kini sore hampir menjelang tapi perjalanan itu belum usai.


Makan siang mereka nikmati di dekat air terjun tadi dan kini menunggu sore sambil menantikan matahari terbenam dengan bermain air,jika tadi air Danau maka kini air laut di pantai.



"Jarang jarang kita bisa menikmati matahari terbenam ya.


Sungguh indah yuk ini moment langka kita abadikan dengan berfoto."


Setiap tempat yang mereka singgahi tadi tidak pernah lepas dari jepretan flash kamera.


Sayang buat tidak di abadikan dan belum tentu mereka akan dapat berkunjung lagi dalam waktu dekat.


"Nikmat mana lagi yang mau di dustakan,kadang kita sebagai umatnya masih aja suka mengeluh padahal di balik semua itu tuhan sudah menyiapkan tempat buat melepas lelah."


Mereka semua setuju sama ucapan Kevin.


Setiap tempat yang mereka singgahi hari ini tidak ada satu pun yang mengecewakan sungguh indah rasanya enggan buat beranjak dari sana.


"Kalau tempatnya indah begini rasanya betah ya lama lama tinggal di sini."


Ucap Bastian tapi tidak dengan rivalnya kurang setuju kalau di ajak tinggal di sana.


"Kalau lo mau lo aja sendiri tapi mungkin bentar setelah itu akan jadi gembel."


"Lo kita tempat indah ngak kejam,hampir sama kejam dengan kota besar kalau lo lupa."


Timpal David menyanggah ucapan Bastian barusan.


"Ya elah bang lo nyumpahin ngak tanggung tanggung ya langsung jadi gembel atau lo mau ikut.


Kalau iya ayok aja kita berdua,mau?."


Balas Bastian padahal selama tadi mereka adem ayem saja baru kini mulai menunjukkan taring masing masing.


Apa karena lag ada di tepi laut makanya ngajak ribut jadi kalau kesal tinggal ceburin ke dalam air.


"Sorry ya lo aja gue ngak.


Lagian tampan gini mana cocok jadi gembel kecuali lo ya."


Tolak David sinis,masa wajah tampan pari purna gitu jadi gembel maka akan banyak nanti yang mau mungut dia bawa pulang.


"Emang ya kalian berdua ngak bisa di biarkan satu kandang,berantem mulu."


Tegas Renal mulai bosan jika mendengar dua makhluk beda usia itu berdebat.


Tidak pernah ada kata bosan bagi mereka kalau berdebat seakan ada saja yang mau di ributkan mulai dari hal kecil yang orang lain anggap tidak penting.


"Eh adik ipar kurang ajar,baru jadi adik ipar udah mulai kurang ajar ya."


Balas David tidak terima di katai adik ipar sendiri walau sebenarnya sudah biasa juga.


"Iya bang Re ni di kira kita ayam apa di kandangin."


Imbuh Bastian juga mana mau dia.


Hingga perdebatan itu tidak bisa di cegah maka Efi bertindak untuk membawa yang lain ke sebuah jembatan.



"Ini sungguh indah,ngak tau mau bilang apa lagi sungguh ciptaan tuhan yang tiada duanya."


Berdecak kagum melihat jembatan yang sangat indah di malam hari.


"Jembatan ini di ambil dari nama para pejuang wanita daerah sini pada zaman penjajahan dulu.


Dulu orang itu mengalami kisah cinta yang tragis dimana saat dia jodohkan dengan seorang yang bisa di anggap sudah tua seumuran lebih tua dari ayah gadis itu tapi anak lelaki itu juga menyukai gadis yang akan di jodohkan dengan lelaki itu dengan suatu masalah yang sulit.


Hingga pada akhirnya dua sejoli itu tidak bisa bersatu begitu juga dengan lelaki tua yang akan di jodohkan.


Karena sang wanita memilih mengakhiri hidupnya dari pada melihat sang ayah dan anak itu memperebutkan dia.


Itu sih yang aku tau dan jembatan itu sebagai bukti sejarah perjalanan hidup dia."


"Benar ya kalau mau ke sini harus mengumpulkan tenaga dulu biar bisa menikmati indahnya semua ini.


andai aja kurang tidur semalam maka menyesal ngak bisa menikmati ini dengan tenang karna di salip kantuk dan capek."


Jembatan itu tempat terakhir mereka datangi setelah itu mencari tempat makan sebelum kembali lagi pulang buat istirahat.


Perjalanan panjang yang melelahkan dan juga terbayar lunas dengan segala keindahan yang mereka nikmati hari ini.


Memilih makan malam di sebuah rumah makan yang terkenal dengan kepala ikan yang besar.


Kurang lengkap perjalanan itu jika tidak menikmati masakan khas dengan kepala ikan sudah menjadi ciri khas daerah itu sendiri.


Sepanjang jalan menuju rumah mereka memilih melewati jalan pinggiran laut hingga dapat menikmati gemerlap lampu lampu hias sepanjang jalan.


\=\=\=\=\=


*Hah sekian buat hari ini ya.


Jangan lupa


like


komen


vote


Makasih


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2