TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Kumpul Keluarga.


__ADS_3

Efi balik lagi ke rumah kakaknya tidak mau lama lama di rumah Renal yang ada semakin di goda dan dia tidak suka itu.


"Assalamu'alaikum."


Salam Efi masuk rumah, mereka sudah selesai makan kini berkumpul di ruang keluarga.


"Wa'alaikumsalam sini sayang gabung sama kita."


Ajak Marta menarik Efi duduk di sampingnya.Disana sudah ada beberapa sepupu Efi yang lagi libur dari rutinitas mereka seperti biasa kalau hari minggu selalu menghabiskan waktu bersama seperti sekarang.


"Gimana Renalnya apa dia udah baik baik aja?."


Tanya Marta pada Efi membuat Efi melihat semua orang di sana sebelum menjawab.


"Hhmm baik kok Bu."


Jawab Efi singkat malu malu karena mereka semua belum tau apa maksud Marta menanyakan itu.


"Maksud mba apa? Renal siapa? apa Renal tetangga depan kita?."


Tanya Arta adik Salman penasaran sama cerita selanjutnya.


"Iya Renal tetangga kita terus siapa lagi coba."


Jelas Marta tersenyum memegang tangan Efi lembut menjadikan Efi ikut tersenyum canggung.


"Wah calon mantu depan rumah dong."


Timpal Yona senang mereka semua sudah kenal baik sama keluarga Renal bahkan dekat jadi mereka senang mendengar kabar ini.


"Gimana kalau kita resmikan saja hubungan mereka jadi Efi tidak perlu capek kerja dan juga Eva bisa tinggal bareng kita jadi mereka ngak akan terpisah jauh."


Usul Marta yang mana fikirannya sama dengan Renal tadi.


"Kakek setuju jadi ngak sabar nimang cicit."


Kakek ikut setuju dan hampir semua yang hadir setuju usul Marta.


"Yah gue yang gede malah di langkahin."


Keluh David anak pertama Marta pura pura sedih mendengar Efi akan meresmikan hubungan bersama Renal.


"Makanya cari pacar Bang jangan sibuk kerja mulu."


Timpal Salma mengejek anak sulungnya itu yang sampai sekarang masih betah sendiri.


"Papa bukannya mendukung malah menjatuhin aja."


Menyender pada sofa lebih baik dia diam dari pada makin di ejek di bilang jomblo.


"Gimana sayang kamu setujukan?."

__ADS_1


Tanya Marta memandang Efi minta persetujuan sebelum memutuskan semuanya sebab Efi yang akan menjalani mereka tidak mau ada paksaan.


"Hhmm gimana ya Bu."


Efi masih ragu menjalin hubungan yang lebih serius tapi melihat keluarga dia mendukung semua di tambah mereka yang sudah saling kenal dan kasih sayang yang mereka berikan selama ini membuat Efi takut menolak permintaan mereka.


"Gimana baiknya aja dan."


Efi setuju sama permintaan mereka untuk segera meresmikan hubungannya sama Renal.


"Dan apa sayang?."


Heran Marta sama ucapan Efi yang menggantung membuat mereka semua penasaran.


"Aku ngak mau jauh dari Eva."


Pinta Efi karena dia tidak bisa pisah sama adiknya biar bagaimana pun Eva paling berharga dalam hidupnya melebihi apa pun.Yang ada disana menghela nafas lega mendengar alasan Efi padahal mereka sudah berfikir jauh.


"Kamu tenang saja sayang itu tidak akan terjadi, setelah menikah nanti Eva akan tinggal bersama kami dan kamu tinggal dirumah mertuamu di depan sana jadi bisa bertemu tiap hari."


Yona angkat bicara menjelaskan tidak akan pernah dua beradik kakak itu terpisah.


Mereka semua mengerti maksud Efi tidak ingin berpisah sama Eva dan juga sudah tau perjuangan hidup ponakannya itu jadi wajar Efi melakukan itu.


"Assalamu'alaikum."


Salam orang yang baru datang, semua orang menoleh ternyata keluarga Renal datang lengkap.


"Waalaikumsalam mari masuk baru di omongin sudah datang saja."


"Wah kita lagi di omongin pa perasaan jadi ngak enak."


Canda mama duduk bergabung bersama yang lain hingga tawa mereka mengelegar di ruangan itu.


"Tapi tenang mba kami bicara yang baik baik aja dan pastinya mba akan senang juga."


Balas Yona pada calon mertua Efi dan Renal jangan di tanya karena sudah biasa kerumah itu jadi dia mengikuti Efi keep dapur.


"Tu anak ngapain ikutin Efi ke dapur, ngak akan kabur juga tu pacaranya."


Mama melihat Renal dan lagi mereka semua tertawa mendengar ucapan mama mengejek anaknya.


"Maklum tante semalam kak Efi ngak ngabarin abang hingga kusut muka abang pulang kerumah."


Timpal Sisi cuma bisa menggeleng melihat tingkah Renal yang ngintilin Efi.


"Kayaknya keputusan kita sudah tepat ya."


"Keputusan apa Salman?."


Mama ingin lebih jelas lagi mendengar maksud Salman barusan.

__ADS_1


"Kita tadi membahas hubungan mereka berdua dan Efi juga sudah setuju tinggal menunggu kapan Renal akan melamar Efi."


Jelas Marta hingga mama Renal tersenyum senang mendengar kabar itu jadi dia tidak perlu repot menanyakan ternyata mereka sudah dulu mengambil keputusan.


"Iya aku juga setuju semalam ngak tega lihat Renal pulang kusut gitu padahal cuma di tinggal sebentar, tapi mereka kenal demand?."


Mama dan yang lain belum tau awal mula kisah dua sejoli yang lagi di dapur itu.


"Mereka bertemu di saat jalan pulang kampung, kenal di bus saat bus yang kak Efi tumpangi kakak naik juga karena mabilnya mogok dan tujuan mereka juga sama."


Jelas Sisi singkat tentang pertemuan Efi dan abangnya hingga sampai pada sekarang.


Memang jodoh tidak ada yang tau pada siapa kita akan berjodoh, datang sesuka hati tapi berharap jangan pernah pergi dan menyakiti.


Di balik semua kesedihan dan kesulitan yang Efi lalui selama ini perlahan dia mulai menemukan kebahagiaan yang selama ini dia harapkan bahkan lebih besar dari yang dia inginkan.


"Honey kenapa tadi langsung pulang aja? kenapa ngak nunggu aku."


Renal duduk di kursi dapur memperhatikan Efi membuat minum hingga Efi sadar kalau Renal mengikuti dia ke dapur.


"Eh Renal kamu bikin kaget aja,ngapain di sini?kenapa ngak nunggu di sana aja."


Efi melirik sinis Renal yang mengagetkan dia padahal Efi lagi nuang air panas untuk ngak kena tangannya.


"Aku kangen kamu honey."


Lebay Renal baru semalam tidak bertemu seperti sudah sebulan saja.


"Jangan lebay Re kita cuma semalam ngak ketemu bukan sebulan."


Malas Efi mendengar alasan Renal yang tidak masuk akal.


Terdengar alay tapi jika itu rindu lalu kita mau bilang apa, rindu itu datang tidak tau waktu dan tempat.


"Udah balik ke depan sana kamu akan dengar kabar yang akan bikin kamu ngak bisa tidur."


Menyuruh Renal bergabung bersama yang lain dari pada duduk di dapur tidak ngapain juga.


"Kabar apa honey?."


Di suruh pergi malah nanya kalau mau tau tinggal menuruti apa yang di suruh.


"Makanya ke depan biar tau kabar apa."


Renal beranjak menuju keluarganya yang lagi berkumpul hingga dia bisa mendengar isi pembicaraan mereka hingga dia tersenyum senang mendengar itu semua.


Mereka terus membicarakan kelanjutan hubungan Efi dan Renal tidak lupa menentukan kapan hari baik itu akan di laksanakan.


Yang akan menjalani itu hanya bisa menuruti keputusan keluarga yang penting restu keduanya sudah mereka dapati.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤


Tbc.


__ADS_2