TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
KEVA


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat Eva keluar dengan wajah basah dari dalam toilet.


Di dalam sana Eva menumpahkan kesedihannya dia tidak bisa menerima perlakuan itu, selama hidupnya itu yang pertama.


Rasanya sakit penghinaan itu di lontarkan pada dia, apa ada yang salah sama dia, disana dia hanya bekerja kalau soal pakaian itu tergantung kepribadian seseorang.


Jika kite melihat sesaat tidak bisa langsung menyimpulkan sesuatu seenak kita bisa saja kita salah.


"Ke Kevin. "


Kaget Eva melihat Kevin menunggu dia di pintu sambil bersander ke dinding.


Eva memang tidak tau kalau Kevin melihat semua kejadian tadi.


"Iya ini aku kenapa kaget gitu melihat ku kayak melihat hantu . "


Bagaimana Eva tidak kaget tiba tiba ada disitu dan juga itu toilet cewek pantas Eva kaget.


"Kamu ngapain disini ?. "


Pertanyaan bodoh yang Eva berikan jelas jelas Kevin mencemaskan dia malah bertanya dan wajar bertanya Eva tidak tau Kevin datang.


"Mau nyulik orang bodoh. "


Kesal Kevin menarik Eva menuju ruangannya lalu menutup pintu setelah masuk.


"Duduk."


Pinta Kevin tapi Eva masih diam berdiri.


"Duduk Va . "


Suruh Kevin lagi yang tidak di laksanakan Eva.


"Aku harus kerja lagi Vin."


Tolak Eva ini untuk yang kedua kalinya dia meninggalkan pekerjaan gara gara Kevin membawa dia masuk ruangannya.


"Aku disini bosnya dan aku minta duduk. "


Eva duduk dengan perasaan dongkol di perintah seenaknya.


"Iya iya bos mah bebas. "


"Kenapa tadi ngak melawan?. "


Eva bingung sama pertanyaan Kevin, apa yang mau di lawan.


"Apa ?. "


Menjawab pertanyaan Kevin dengan pertanyaan lagi itu tidak baik dan akan membuat orang marah.


"Jangan pura pura bodoh Va, kenapa ngak melawan saat laki laki brengsek tadi menghina mu. "


Untung sayang Vin kalau tidak ngapain harus capek capek mengurus itu.


Jika orang lain akan di biarkan saja , tidak akan turun tangan langsung. Membuang waktu dan tenaga.


"Aku harus apa, ? aku ngak punya keberanian melawan dan juga dia laki laki. "


Kalau pun Eva melawan pasti tidak akan menang dan bisa saja dia di cegat di jalan suatu hari.


Bikin kesal saja bukannya di bujuk ini malah di marahi juga.


Eva beranjak ingin pergi percuma berdebat sekarang tidak ada guna dan juga masih jam kerja.

__ADS_1


"Oh jadi ada yang ingin di bujuk gitu. "


Memegang tangan Eva lalu menarik lagi hingga terduduk kembali.


"Apaan sih Vin main tarik aja . "


Memasang wajah cemberut yang ada hanya akan membuat Kevin tambah gemas melihat wajah manis Eva.


"Bilang apa tadi minta di bujuk, sini.


Jangan cemberut gitu makin cantik tau dengan wajah gitu. Udah senyumnya mana? tenang dia sudah aku urus tadi. "


Walau hanya sedang berdua saja Kevin tau batasan juga dalam menjalin hubungan.


"Udah ah jangan kayak gini, jangan ambil kesempatan. "


Mendorong Kevin men jauh dari badannya, Eva risih jika terlalu dekat dengan lawan jenis.


Dulu cuma sama Evan dia dekat dan Evan bukan manusia jadi Eva tidak terlalu risih jika seperti sekarang tentu saja berbeda.


"Kamu juga senangkan. "


Goda Kevin membuat Eva bersemu malu, siapa yang tidak senang dekat sama pujaan dan ada ketika dia butuh.


"Aku balik kerja lagi. "


Eva berdiri , lagi dan lagi Kevin menarik Eva hingga terduduk.


Kok dia sama reseknya sama Evan ya. Batin Eva membuang muka ke arah lain.


"Iya aku emang resek terus gimana lagi, resek resek gini kamu juga sayang. "


Kevin paling senang jika Eva jujur gini walau tidak bicara langsung tapi dia bisa tau.


Elak Eva tidak jujur, sebagai cewek gengsi itu paling tinggi.


Rasa gengsi itu yang paling susah di kalahkan.


"Beneran nih ngak sayang lagi, di ambil orang ngak apa ? . "


Mendekat ke Eva , menyingkat jarak hanya tinggal beberapa centi saja.


"Eh ngapain mendekat, geser sana. "


Eva pindah duduk menjauhi Kevin. Bukan marah tapi jantung dia masih berdisko jika dekat Kevin.


Padahal meraka sudah lama kenal tapi jantung Eva belum bisa diam bila di dekati Kevin.


"Va . "


Panggil Kevin.


"Hhmm . "


Tanggapan malas Eva dia ingin cepat keluar namun Kevin masih menahan dia pergi.


"Minggu depan ikut ke rumah yuk, makan malam sama mama papa. "


Ajak Kevin,kedua orang tuanya pulang dari luar Negeri habis dari tempat kakaknya yang baru lahiran anak kedua.


Kevin sudah berencana akan mengenalkan Eva pada kedua orang tuanya. Dia tidak ingin terus di bilang tidak laku,masa wajah tampan nan rupawan itu tidak laku.


"Hah kok dadakan Vin, lain kali aja ya ?. "


Eva belum siap menghadap orang tua Kevin dan juga hubungan mereka juga baru belum ada niat serius juga biar takdir yang akan menyatukan mereka.

__ADS_1


"Ngak ada penolakan Va, jam tujuh aku jemput. "


Itu ajakan atau paksaan, tidak menunggu persetujuan dulu langsung menentukan waktu.


Itu namanya pemaksaan iya kalau mau misalnya tidak bagaimana.


"Kamu ngajak atau maksa Vin. "


Kesal Eva tidak mendengar jawaban Eva dulu main putuskan sendiri.


"Dua duanya. "


"Udah malas debat sama kamu. "


Eva keluar meninggalkan Kevin sendiri tidak peduli jika Kevin masih ingin bicara sama dia.


"Jangan lupa Va. "


Teriak Kevin padahal Eva sudah menghilang di balik pintu.


Kevin sudah merencanakan jauh jauh hari akan memperkenalkan Eva, dia begitu yakin bahwa pilihannya tidak salah sebab itu hatinya yang milih bukan karena memandang fisik semata.


Eva melanjutkan pekerjaan lagi, kayaknya dia harus waspada jika Kevin datang lagi dia harus menghindar kalau tidak akan seperti ini pekerjaan tertunda dan tidak enak sama yang lain.


"Kevin nyebelin ngajak orang maksa gitu. Apa dia ngak nanya dulu aku sibuk atau tidak kan bisa saja aku banyak tugas nanti ini malah putuskan seenaknya saja. "


Gerutu Eva sambil membersihkan meja tidak melihat keadaan sekitar.


"Awas saja nanti jika dia ngajak aku lagi banyak tugas Kamu yang akan aku suruh menyelesaikan. "


"Dengan senang hati. "


Bisikan pelan terdengar di telinga Eva , saat Eva menoleh ke sumber suara wajah mereka sangat dekat dengan reflek Eva memukul wajah Kevin.


PPLLAAKK.


Tangan Eva mengenai wajah Kevin hingga menimbulkan warna merah di pipi Kevin.


"Rasain, datang ngak di undang. "


Eva pergi ke dapur membawa piring kotor meninggalkan Kevin memegang pipi yang habis di tampar Eva.


Kevin diam bukan marah tapi kaget dapat tamparan gratis apa lagi dari sang kekasih membuat dia terdiam.


"Udah berani dia sekarang, lihat tunggu pembalasan ku sayang. "


Gumam Kevin pergi menuju mobilnya dia memilih menunggu di mobil sampai Eva pulang yang sebentar lagi jika masih di dalam sana dan mengganggu dia tidak tau apa yang akan Eva layangkan lagi pada dia.


\=\=\=\=\=


*Mampir ke PERJALANAN HIJRAH KU.


Buat yang sudah mampir dan masih setia sama cerita author makasih. 😊😊😘


Dan buat yang komen tolong komennya yang positive.


Kalau ngak suka ceritanya tinggalkan saja jangan komen yang bikin drop.


Tidak ada paksaan disini.


Membaca tidak semudah membuat cerita ya.


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2