
Setelah mimpi bertemu Sena yang membuat Sarah tidak bisa tidur memejamkan mata lagi,sampai subuh menjelang dia masih terjaga walau sudah susah payah buat tidur lagi tetap saja tidak bisa.
Mimpi itu terus menghantui fikiran Sarah hingga baru beberapa detik memejamkan mata lalu terbuka lagi,mimpi itu seperti sebuah kaset yang terus di putar tiada henti.
Untuk menenangkan fikiran dan hatinya yang gelisah dia memutuskan buat shalat sampai menunggu pagi tiba.
Semalaman waktu dia habiskan hanya untuk meratapi rasa bersalah dalam dirinya dan menangis dalam diam.
"Pa bangun,kita harus segera ke rumah anak Sena."
Membangunkan sang suami buat yang masih tidur dengan nyenyak sangat jauh berbeda di bandingkan dirinya yang begadang semalaman.
"Iya ma dan ini masih terlalu pagi buat kesana."
Bagaimana tidak ini masih subuh Sarah sudah mengajak suaminya berangkat apa kata orang bertamu pagi pagi begini.
Sarah sudah rapi sambil menunggu suaminya shalat dulu dan beres beres hingga waktu menunjukkan pukul enam Sarah mendesak suaminya buat berangkat saat itu juga, dengan terpaksa mereka harus pergi sepagi itu.
"Pokoknya apa yang terjadi nanti mama harus sabar dan jangan kebawa emosi ya,ingat tujuan awal mama datang kesana."
Menasehati Sarah agar tidak terbawa emosi jika ada nanti ucapan atau perbuatan mereka yang kurang baik sebab Sarah sudah pernah menoreh luka di hati mereka.
"Iya pa! mama akan ingat mama juga ingin hidup seperti dulu kumpul lagi sama keluarga."
Memang minta maaf tidak semudah mengucapkan saja apa lagi jika sudah berhadapan langsung sama orang yang di maksud,maka segala sesuatu yang mungkin bisa saja terjadi kita sebagai yang bersalah harus menerima dengan lapang dada.
Membayangkan masa kecil mereka bersama dulu sebelum menginjak usia remaja,sebelum tau apa itu rasa iri,marah,dendam dan tidak ingin di kalahkan mesti itu saudara sendiri.
Jika mengingat itu semua ingin kembali pada masa itu lagi,masa tidak tau apa apa yang ada dalam fikiran hanya bermain sesama besar kita,jajan,bermanja sama orang tua,berebut mainan atau iseng menyimpan barang punya saudara kita sendiri.
Mereka sampai di kos Efi disana masih tampan sepi,semua pintu kos masih tertutup belum ada satu pun penghuni kos yang keluar.
Tok...
Tok...
Tok...
Keluar mobil mengetuk pintu kos itu tidak lama seseorang membuka pintu tapi tertegun melihat siapa yang bertamu pagi pagi begini.
Sarah yang melihat siapa yang membuka pintu sontak langsung memeluk gadis cantik itu dengan erat dan mengucapkan kata maaf.
"Mama minta maaf sayang,mama salah sama kamu,mama berdosa sama kalian berdua.
Maafkan mama, maaf maaf maaf hiks hiks."
Efi yang membuka pintu berdiam diri tidak tau mau bicara apa,tidak pula membalas pelukan Sarah yang menangis dalam dekapannya.
Bingung harus berbuat apa sekarang,orang yang pernah menyakiti mereka kini minta maaf dengan beruria air mata.
Apa ini mimpi atau nyata jika mimpi Efi ingin dia tidak bangun lagi dari mimpi itu,tapi kalau nyata ada rasa senang di hatinya mengalami ini.
"Maaf sayang,maafin mama yang pernah jahat sama kamu.
Mau kan maafin mama?."
Melepas pelukan itu lalu mengenggam tangan Efi lembut seperti seorang Ibu yang sangat menyayangi anaknya.
Menatap Efi dengan wajah penuh penyesalan tampan jelas Efi lihat.
"Ki kita masuk dulu."
Efi terbata saat bicara masih belum bisa mengembalikan kesadaran dia sepenuhnya.
Mengajak Sarah masuk rumah karena tidak baik bicara depan pintu dan juga tidak bagus jika ada yang melihat itu.
__ADS_1
Mereka duduk bersama dengan Sarah masih mengenggam tangan Efi tanpa ada niat melepaskan.
"Sayang kamu kenapa diam? apa ngak mau maafin mama.
Mama tau salah apa lagi sama Sena,mama benar benar menyesal sayang sudah melakukan itu selama ini,mama ingin menebus semua kesalahan mama sama kalian.
Maafin mama sayang."
Wajah Sarah sangat jauh berbeda sekarang di bandingkan dengan saat baru kesana yang masih cantik terawat.
Efi masih terdiam belum menjawab satu patah kata pun dari Sarah.
"Kak."
Eva keluar kaget juga melihat siapa yang datang ekpresi wajahnya sama dengan Efi tadi,lalu duduk di samping Efi ingin tau juga apa yang terjadi kenapa Sarah menangis.
"Maafin mama sayang,maaf,maaf."
Sarah duduk di lantai sambil meminta maaf pada kedua anaknya itu,walau harus menurunkan harga dirinya yang terpenting dapat kata maaf dari mereka berdua.
"Kak."
Seru Eva melihat kakaknya masih terdiam tidak merespon sama sekali lalu menganggukan kepala.
"Ma mama."
Panggil Efi pelan tapi Sarah masih bisa mendengar ucapan Efi barusan.
"Kamu bilang apa sayang?."
Sarah ingin memastikan lagi bahwa apa yang dia dengar barusan tidak salah.
"Mama."
Senang Efi memanggil dia mama berarti sudah ada peluang dia akan di maafkan.
"Maafin mama sayang."
Sarah semakin kuat menangis mendengar satu kata yang Efi kekuarkan dari mukutnya.
"I ya kami berdua sudah memafkan mama."
Efi membalas pelukan itu lalu mengusap punggung Sarah pelan.
Kemudian Sarah beralih memeluk Eva juga.
"Maafin mama sayang."
"Iya kami sudah maafkan mama sebelum mama minta pun."
Balas Eva memeluk Sarah juga,terasa hangat menghinggapi hati Eva yang dari dulu kehilangan pelukan seorang Ibu.
"Makasih sayang,makasih.Mama janji akan perbaiki semua kesalahan mama."
Sarah tersenyum cerah duduk lagi di samping Efi dengan senyum terus mengembang di wajah yang tidak muda lagi itu.
"Kita hidup hanya sekali ngak baik menyimpan dendam,jika damai lebih indah kenapa harus di persulit dengan cara bermusuhan. Kita sebagai manusia ngak akan pernah luput dari salah dan khilaf."
Efi selalu ingat pesan Bundanya sebelum pergi,maafkan orang yang menyakiti kita walau kita sulit melupakan rasa sakit itu.
Semakin banyak masalah yang datang semakin kuat juga kita menghadapi masa depan yang mungkin lebih sulit dari sekarang.
"Mama ngak perlu lakukan itu semua,cukup tetap berikan kami pelukan saja sudah cukup,kami rindu pelukan seorang Ibu.
Aku ingat Bunda kalau lagi meluk mama rasanya sama hanya saja aku hampir lupa bagaimana rasanya sebuah pelukan."
__ADS_1
Hati Sarah teriris mendengar itu,sifat mereka berdua sama seperti Sena adiknya tidak pernah menyimpan dendam pada siapa pun.
"Sifat kalian sama persis seperti Sena yang baik hati,Sena beruntung punya anak seperti kalian berdua selain baik juga cantik."
"Kalian sudah banyak mendengar cerita tentang Bunda kalian dari yang lainkan.
Diantara kami berlima Bunda kalian lah paling mengerti di antara kami bahkan dia selalu membuat mama papa bangga terhadap semua prestasinya.
Mama akan menjadi Bunda kedua buat kalian berdua jika ada perlu sesuatu hubungi mama pertama kali."
Pinta Sarah dia ingin tau setiap kegiatan anaknya itu,ingin tau apa yang mereka lakukan,ingin tau apa mereka baik baik saja atau tidak.
"Mama dengar Efi mau nikah ya,sama siapa sayang?."
Kabar Efi menikah sudah Sarah dengar tapi tidak tau siapa orangnya.
"Sama Renal ma,tetangga depan rumah kakek."
Jelas Efi bahwa jodohnya hanya depan rumah saja,ibarat lagu pacar lima langkah jika tinggal bersama keluarga besarnya.
"Renal yang dosen itu ya? Kamu pintar juga cari jodoh ya tau aja yang tampan."
Sarah juga tau Renal sejak kecil walau tidak dekat tapi dulu pernah jadi dosen pembimbing Lexa.
"Iya ma,kalau siapa yang tau kan.
Mama tunggu disini ya aku mau masak dulu buat sarapan kita."
Pergi ke dapur membuat sarapan buat mereka berempat di ikuti Eva membuat minum buat mamanya.
"Mama senang pa, mereka mau maafin mama ternyata sifat Sena menurun pada mereka berdua."
Sekarang tinggal Sarah berdua saja di ruang tamu itu bersama suaminya.
"Iya papa juga senang,itulah namanya buah ngak akan jauh jatuhnya dari pohon."
Sedari tadi suami Sarah hanya diam memperhatikan suasana haru tadi,dia tersenyum senang sebab satu masalah sudah selesai tinggal untuk minta maaf pada keluarga yang lain.
Mereka terus berbincang membahas apa yang akan di lakukan selanjutnya dan akan segera membangun rumah Sena lagi tanpa sepengetahuan Efi dan adiknya.
"Pa ma kita sarapan dulu,nanti lanjut lagi ngobrolnya."
Ajak Efi pada kedua orang tuanya,mareka sarapan bersama dengan masakan Efi yang tidak perlu di ragukan lagi kalau soal rasa.
\=\=\=\=\=
*Author minta pada reader semuanya tolong tinggalkan like yang paling mudah saja.
Satu like reader sangat berarti buat author semangat nulis lagi.
Dan buat yang minta horor lagi sudah author sipakan ceritanya.
Jika makin banyak yang like maka author akan kasih permintaan reader.
Author suka sedih saat melihat views dan like tidak sebanding.
Yang like cuma sedikit tidak sampai ratusan padahal views nya ribuan lebih.
jadi mohon cukup like saja author udah senang apa lagi di tambah vote dan komen.
Makasih
I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*
Tbc
__ADS_1