
Sesuai janji yang sudah di buat,kini mereka berdua lagi berada di sebuah butik ternama di kota itu buat mencari baju Pengantin yang pas buat Eva.
Di sana mama Kevin serta Marta dan Sarah yang ikut sebab ketiga Ibu rumah tangga itu lagi tidak ada kegiatan jadi bisa menemani anak mereka buat memilih baju yang pas.
Segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan keduanya para orang tualah yang paling semangat karena bagi mereka jika suatu hubungan sudah sampai pada jenjang pernikahan maka ke bahagiaan sudah senantiasa bersama mereka.
Untuk sampai jenjang pernikahan bukan hal mudah banyak yang harus di lalui seperti ego yang harus di kalahkan, kesalah pahaman yang harus di selesaikan, orang ke tiga yang datang mengganggu atau restu yang sulit di dapat.
"Bagaimana ini bagus tidak."
Memperlihatkan gaun Pengantin khas daerah yang cukup mewah serta pas buat yang menggunakan hijab.
Seiring berjalan waktu perubahan demi perubahan sudah banyak terjadi termasuk salah satu model gaun Pengantin.
"Tapi tunggu kita cari yang lain dulu, jangan yang terlalu tradisional karena ini zaman sudah medern."
"Iya benar ngak apa kali cari yang agak modern sedikit."
Ketiga perempuan paruh baya itu terus saja berdebat mengenai baju yang akan mereka pilih serta cocok buat Eva gunakan di hari pernikahan.
"Sayang ini siapa sebenarnya yang mau nikah? kita atau mereka."
Tidak habis fikir sama kelakuan mama tercinta mereka berdua.
Mencari baju tidak harus sampai seheboh itu juga
"Udah ngak apa sayang, yang penting mereka senang dan kita tinggal mencoba apa yang jadi pilihan nanti aja serta kita bisa santai gini."
Iya memang benar kedua pasangan calon Pengantin itu hanya duduk santai di sofa yang telah di sediakan sambil menonton tayangan live di depan mereka berdua.
__ADS_1
"Iya juga sayang."
Yang mau jadi Pengantin malah santai aja sambil ngobrol, beruntung banget punya mama yang perhatian jadi tinggal beres hanya mengurus hal kecil saja.
"Sayang sini coba dulu baju yang udah di pilih ini."
Panggil mama cantik itu setelah cukup lama memilih baju kini tinggal mereka berdua yang mencoba apa cocok atau tidak mungkin ada yang perlu di perbaiki.
Menurut apa yang di suruh lalu mencoba satu persatu baju itu hingga bertemu sama yang cocok lalu memilih baju itu dan di minta buat mengirim ke alamat yang sudah di kasih.
"Sekarang kita makan siang dulu, udah lapar aja ternyata padahal cuma milih baju aja."
Kini restaurant tujuan mereka berlima buat mengisi kampung tengah yang sudah demo minta di isi.
Walau cuma memilih baju tapi cukup menguras tenaga apa lagi dengan berdebat juga maka tidak perlu heran kalau merasa lapar.
"Lelahnya cuma milih baju aja."
Sambil menunggu pesanan makanan datang.
Ngak apa lelah yang penting senang dan ke inginan terpenuhi.
"Nah ini makanan, ayo kita habiskan."
Mulai makan dengan lahap antara lapar sama doyan sulit di bedakan.
Tapi yang jelas cuma mereka bertiga yang makan banyak tapi calon Pengantin itu makan dikit aja takut gemuk dan tidak muat baju Pengantinnya nanti.
"Kenyang juga akhirnya."
__ADS_1
Iya lah bagaimana tidak kenyang makanan sebanyak itu pada habis semua, heran jiwa emak emak kalau makan suka khilap.
"Sekarang kalian mau kemana, kalau mama mau balik udah capek banget."
Pilihan yang di ambil ya pulang buat para mama biar bisa istirahat lagi.
"Kita masih ada yang mau di beli, mama duluan aja.
Tante titip mama ya."
Tadi mereka berangkat sama dua mobil jadi sekarang mama Kevin sama Marta pulangnya sekarang.
"Iya kamu tenang aja Vin, mama kamu aman sampai rumah.
Kita duluan ya jangan lupa makanan di bayar ya."
Lah aneh yang murah baru suruh bayar tadi baju mahal di bayarin.
Jangan kaget tapi syukuri aja berarti tidak keluar banyak hari ini.
"Sayang bentar ya aku bayar makanan dulu."
Eva berjalan duluan ke arah mobil dari pada menunggu di dalam.
Tidak lama Kevin datang lalu mereka masuk mobil menuju tempat tujuan selanjutnya.
\=\=\=\=\=
Tbc.
__ADS_1