TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Izin Sebentar.!!


__ADS_3

"Oh kamu balik lagi, aku kira sudah balik tadi. "


Balas Eva cuek sambil terus melanjutkan acara menyapu rumahnya,membuat Evan heran dengan tanggapan yang Eva berikan.


"Kok gitu aja sih Va tanggapan kamu, bukan nya kamu mau mukul aku tadi kalau aku balik lagi. "


Menawarkan diri sendiri untuk di pukul Eva, dimana mana orang tu menghindar mau di pukul ini malah sebaliknya.


"Itu tadi beda lagi sekarang.Sudah sana balik. "


Terus menyapu hingg keluar dan halaman rumah setelah itu kedapur untuk memasak makanan serta bersih bersih dapur.


Eva mulai memotong, mencuci lalu memasak menu makan malam buat mereka berdua nanti malam biar saat kakaknya pulang tidak perlu repot lagi.


Semua makanan sudah masak beserta nasi tidak lupa menata di atas meja lalu meutup lagi dan pergi buat mandi serta mencuci pakaian.


Sampai balik mandi ternyata sang kakaknya sudah balik dan lagi bersantai dalam rumah tampak jelas wajah lelah yang dia tampilkan.


Ada rasa kasihan yang Eva rasa kan tapi sang kakak tidak izinkan dia untuk membantu cukup Sekolah dengan rajin saja itu sudah cukup untuk menghilangkan rasa lelah yang melanda.


"Alhamdulillah kakak sudah balik, aku cemas kakak semalam ngak pulang, yuk kita makan kak tadi aku sudah masak kakak harus coba masakan aku yang sekali dalam sebulan pun tidak pernah he he. "


Canda Eva, dia lega kakaknya sudah balik dengan selamat tanpa ada kurang sedikitpun.


"Nanti aja dek kakak masih lelah dan belum mandi juga, kalau kamu sudah lapar makan dulu aja kakak mandi dulu. "


Efi berdiri lalu mengambil peralatan mandi dan pergi mandi meninggalkan Eva di rumah sendirian.


"Iya kak. "


Eva pergi kedalam kamar sambil menunggu kakaknya balik dia menyiapkan peralatan Sekolah yang akan dia bawa besok.


"Kayaknya aku mulai pisah kamar aja sama kakak deh, ngak enak juga udah gede gini masih tidur bareng tapi aku masih agak takut kalau tidur sendirian , coba aja dulu. "


Memang selama ini mereka tidur barengan hingga sekarang karena merasa sepi dirumah yang mereka tinggali berdua.


"Biar aku yang temani kamu Va kalau kamu takut. "


Datang penawaran yang tidak di inginkan sama Eva demi apa pun lebih baik dia tidur sendiri dari pada di temani Evan.


"Dalam mimpi mu Van. "


Ketus Eva sekarang temannya itu sudah mulai berani sering muncul di depan dia.


Eva belajar menghiraukan keberadaan Evan disana tetap melanjutkan kegiatannya tanpa terganggu.


" Va kamu tau ngak ?. "


Ingin buat Eva penasaran sama apa yang akan dia ucapkan.


Belum tentu juga Eva tertarik juga untuk mendengarkan atau malah cuek saja.


"Ngak tau, ngak mau tau and ngak mau cari tau puas. "

__ADS_1


Tolak Eva mentah mentah dia malas meladeni Evan sekarang apa lagi dia sudah bisa jahil malah kena jebakan Evan lagi.


"Ketus amat sih Va. "


Pura pura cemberut memasang wajah sok sedih tapi tidak mempan juga.


"Bodo, kamu ngak cocok pasang muka gitu.


diam tu kakak sudah balik. "


Pergi keluar kamar setelah merapikan lagi buku yang dia buka meletakkan lagi pada tempatnya.


"Kak."


Panggil Eva mengikuti Efi dari belakang.


"Apa dek ? kayak mau bicara gitu, kalau ada yang mengganjal di hati bilang aja jangan takut. "


Dari gerak garik Eva sudah mudah si baca jika ingin bicara sesuatu sama kakaknya itu walau masih ada keraguan.


"Aku,, aku mau bilang. "


Eva ragu juga mau mulai dari mana bicara.


Bicara masalah Olimpiade atau masalah pisah kamar.


"Duduk sini biar tenang kita bicara nya. "


Mengajak Eva duduk di ruang tengah buat enak di ajak bicara dan tenang juga bicara dari hati keep hati.


Menghentikan ucapan sambil menunggu apa tanggapan Efi saat Eva bilang gitu.


"Dan apa ?. "


pasti ada hal penting juga kalau tidak tidak mungkin wajah dia serius gitu.


"Dan aku jadi pergi mewakilkan Sekolah buat Olimpiade sains berangkatnya selesai ujian kenaikan kelas."


Akhirnya Eva selesai juga memberitau kakaknya apa yang harus dia katakan awalnya takut atau berat mungkin tapi itu sebelum mencoba.


"Terus masalahnya dimana Va ?. "


Tanya balik Efi kan dia juga sudah biasa pergi Olimpiade antar Sekolah bahkan sama dengan dirinya sudah biasa mewakilkan Sekolah letak masalahnya dimana.


"Aku ngak mau ninggalin kakak sendirian di rumah kak kan sepi ngak ada aku. "


Cemberut Eva dia ngak tega ninggalin kakaknya sendirian saja mungkin kalau dia pergi masih ada teman yang kayak perangko yang akan ngintilin dia.


"Hey jangan cemberut gitu seharusnya senang ikut lomba berarti kamu punya kelebihan dan untuk masalah kakak kamu tenang saja ngak apa kok cuma sebentar saja juga di tinggal nya. "


"Udah jangan di fikirkan lagi yuk makan dan untuk masalah pisah kamar besok biar kakak urus. ".


Menenangkan Eva lalu berdiri menuju dapur buat makan malam.

__ADS_1


Dia juga sudah berfikir kemana mana tapi ternyata masalah sepele juga itu mungkin tanda sayang seorang adik sama kakaknya.


Mereka makan malam dengan tenang selesai makan merapikan meja dan mencuci piring.


" Dek untuk pisah kamar biar kakak saja yang di kamar sebelah agar kamu ngak repot mindahin barang lagian kakak besok juga libur. "


"Kita mulai malam ini ya tapi ingat jangan tengah malam nanti kamu pindah ke kamar kakak. "


Canda Efi lalu memasuki kamar yang ada di sebelah kamar tempat biasa mereka tidur berdua.


Walau tidak pernah mereka gunakan tapi masih bersih dan tapi lagian itu dulu kamar punya orang tua mereka sejak meninggal dunia kamar itu kosong saja hanya masuk ketika mau di bersihkan saja.


"Iya kak.. "


Masuk kamar melanjutkan pekerjaan Sekolah yang belum di selesaikan untuk besok dan saat masuk sudah ada saja yang lagi nunggu siapa lagi kalau bukan Evan.


"Hhmm kamu lagi kamu lagi, ngak bosan apa ngintilin mulu. "


Bicara pelan biar tidak kedengaran sampai sebelah lagian punya teman sopan santun kurang di pakai main masuk sembarangan saja ke kamar anak gadis.


"Apa sih Va? cuma numpang saja pelit amat. "


Bukan masalah pelit tapi bikin kaget kalau iya Eva yang masuk kalau kakaknya terus lihat ada cowok dalam kamar Mai jawab apa Eva nanti.


"Bukan pelit takutnya kakak lihat kamu Van. "


Kesal Eva salah ambil keputusan dia tadi minta pisah kamar sama kakaknya.


Kalau tahu gini mending satu kamar saja tadi biar lebih tenang dikit ini sekarang ada pengganggu.


"Tenang saja udah aman kok. "


Mengacungkan jari jempolnya sama Eva menandakan kalau cuma Eva yang bisa lihat.


Lagian ada aja bukannya balik ini malah numpang lagi kapan juga dia bilang bleh numpang.


"Terserah tapi jangan ganggu. "


Mengambil buku buat belajar dan benar dia mengacuhkan Evan saja asik sama belajar.


\=\=\=\=


Jangan lupa kasih


like๐Ÿ‘


komenโœ


rate


vote๐Ÿ’ฏ


Makasih

__ADS_1


LOVE YOU ALL ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜โค


Tbc.


__ADS_2