
Hari terus berlanjut kini Eva sudah memasuki semester tiga, sekarang dia lagi menikmati libur kuliah dengan bersantai di rumah sambil menunggu waktu masuk kerja.
Eva masih bekerja di caffe milik kevin, hubungan mereka sampai sejauh ini masih baik baik saja tidak ada pertengkaran yang serius hanya masalah kecil masih bisa mereka atasi berdua.
Begitu juga hubungan Renal dan Efi mereka sudah semakin dekat dengan kegiggihan Renal meyakinkan Efi bahwa dia tidak main main sama ucapan sendiri dan terbukti Efi luluh dengan ketulusan yang Renal miliki.
Hanya saja untuk menjalin hubungan yang lebih serius lagi Efi belum bisa mengambil keputusan cepat harus pemikiran matang dan tidak gegabah.
"Kak bagaimana hubungan kakak sama pak Renal?."
Kepo Eva sama hubungan asmara Efi sama dosennya itu dan sebagai adik dia pasti akan mendoakan yang terbaik juga buat mereka berdua.
"Baik baik aja kok dek,kamu bagaimana sama Kevin apa baik baik aja?. "
Balas Efi dia sudah tau mengenai Eva dan Kevin menjalin hubungan juga, Efi mendukung saja selama itu baik dan tidak mengganggu kuliah Eva.
"Baik kok kak sejauh ini tidak ada masalah terlalu besar juga hanya kesalah pahaman kecil atau paling tidak perdebatan saja. "
Jelas Eva dia sama Kevin selalu menyikapi segala masalah di antara mereka dengan kepala dingin, tidak bisa terbawa emosi atau mengambil keputusan saat sedang emosi.
Tok...
Tok...
Tok...
"Siapa yang datang ya kak, apa pak Renal? kakak ada janji?. "
Mendengar ketukan pintu dari luar membuat mereka heran sebab tidak ada janji akan ada orang datang.
"Ngak dek, Renal lagi ada pertemuan antar dosen. Mungkin selama dua hari di puncak. "
Jelas Efi, Renal sudah memberi tau tentang kegiatan dia sama Efi dan Renal juga berkata belajar jadi orang yang terbuka tentang kegiatan dia, supaya jika mereka nikah nanti Renal sudah terbiasa.
"Ya udah kak biar aku bukan dulu pintunya. "
Eva beranjak menuju pintu untuk melihat siapa yang datang bertamu.
"Assalamu'alaikum."
Sapa tamu itu pada Eva, mereka tercengang saat melihat Eva yang cantik dan mirip seseorang.
"Iya wa'alaikumsalam cari siapa ya?. "
Balas Eva menjawab salam tamu itu sebab Eva tidak mengenal mereka bahkan ini pertemuan pertama Eva.
"Apa kami boleh masuk dulu, biar kami jelaskan maksud kedatangan kami."
Izin tamu itu masuk kedalam rumah, yang datang itu sepasang paruh baya dan seorang kakek tua yang masih terlihat sehat.
"Iya silahkan, maaf kosan aku kecil dan tidak nyaman. "
Mempersilahkan tamu itu masuk duduk di ruang tamu, disana masih ada Efi menunggu.
"Silahkan duduk, biar aku buatkan minum dulu. "
Eva beranjak menuju dapur buat membuatkan minuman buat tamu itu, walau tidak kenal kita sebagai tuan rumah wajib menyuguhkan tamu minum meski hanya sekedar air putih.
__ADS_1
"Silahkan di minum. "
Eva membawa nampan berisi tiga gelas teh hangat lalu menghidangkan dan duduk lagi di samping Efi.
"Maaf kalau boleh tau Bapak, Ibu dan kakek siapa ya? ada apa datang kesini?. "
Tanya Efi penasaran dia juga tidak kenal mereka lalu tiba tiba datang menemui dia.
"Sebelumnya maaf kami datang dadakan tapi saya mau tanya apakah benar kamu anak Sena?. "
Tanya lelaki itu sambil memperhatikan Efi dan Eva yang mirip sekali dengan Sena Bunda mereka.
"Iya kami anak Bunda Sena tapi ada apa Bapak menanyakan Bunda kami?. "
Efi makin penasaran dengan kedatangan mereka yang menanyakan Bunda mereka.
"Perkenalkan saya Salman ini istri saya Marta dan kakek ini kakek Ilham.Panggil saya paman Salman saja, saya kakak Sena kakak pertama dia. "
Perkenalan singkat Salman pada Efi dan Eva bahwa dia keluarga Bunda mereka.
"Kenapa wajah kalian takut saat saya bilang saya paman kalian?. "
Efi dan Eva memasang wajah takut saat mendengar perkataan Salman, sekarang mereka waspada jika yang datang itu orang yang sama dengan waktu itu.
"Maaf pak kami tidak bisa mendengar lagi perkataan kalian, kami mohon dengan hormat untuk segera meninggalkan tempat ini. "
Pinta Efi sudah cukup sekali orang menyaku keluarga dia tapi kenyataannya malah menyakitkan.
"Maksud kamu apa?paman tidak mengerti. "
Salman bingung sama Efi kenapa mereka malah diusir padahal belum menjelaskan apa tujuan mereka datang.
Jelas Efi tenang tidak mau berlaku tidak sopan pada orang tua, dia selama ini di ajarkan untuk hormat pada orang yang lebih tua.
"Saya benar benar tidak mengerti sama ucapan kamu nak. "
"Bapak bersekongkol sama Ibu sarah buat menghancurkan kami kan, iya kan. Kami bukan orang bodoh yang akan tertipu buat kedua kali. "
Sanggah Efi malas berdebat sama Salman, jika tidak menghormati Salman mungkin Efi akan mengusir dengan kasar.
"Sarah, jadi Sarah sudah mendatangi kalian duluan dari kami."
Kaget Salman kini Sarah lebih cepat lagi bergerak di bandingkan mereka.
"Iya Ibu Sarah bahkan dia mengancam kami supaya mau ikut sama dia tapi keputusan kami tepat ternyata dia bukan orang baik dan mungkin kalian salah satunya. "
Efi tidka mau terjebak sama mulut manis mereka, yang ada hanya bualan untuk membodohi mereka.
"Kenapa anak itu selalu bertindak sesuka hatinya, apa belum cukup karena dia Sena menghilang selama ini. "
Ilham angkat bicara tidak tau kalau anak perempuannya itu selalu bertindak sesuka hati bahkan rela menyingkirkan saudara sendiri.
"Untuk masalah Sarah kami beneran tidak tau kalau dia akan mendatangi kalian tapi akan kami pastikan kalau dia tidak akan mengganggu kalian lagi. "
Salman sama marahnya sama Sarah yang selalu ingin menang sendiri.
"Tidak perlu, makasih lagian Bapak tidak perlu melindungi kami sebab semua sudah terlambat Ibu Sarah sudah menghancurkan perasaan kami. Dia menghancurkan satu satunya peninggalan Ayah dan Bunda saat kami menolak dia ikut bersamanya."
__ADS_1
Jika masih ingat saat Efi pulang kampung itulah berita yang Efi sampaikan pada Eva bahwa rumah peninggalan orang tua mereka sudah rata dengan tanah dan pelakunya Sarah yang tanpa perasaan melakukan itu.
Jika benar dia saudara Sena kenapa sampai hati melakukan itu, itulah sifat orang berbeda tidak bisa di tebak apa keinginannya. Jika memiliki hati keras akan sulit merubah keputusan dia.
"Maksud kamu apa paninggalan Sena?. "
kaget Salman ingin memastikan bahwa yang dia dengar tidak salah.
"Iya peninggalan Bunda yaitu rumah satu satunya. Bunda sudah lama meninggalkan kami berdua sejak kecil dan hanya rumah itu yang kami miliki tapi dia menemukan rumah itu lalu menghancurkannya.Apa itu yang dinamakan keluarga atau dia masih pantas di bilang keluarga, jawabannya tidak kami sudah tidak punya keluarga lagi sejak kecil. "
Lirih Efi sedih jika menyebut Bundanya lagi, rasanya baru kemarin mereka bermain bersama tapi kini semua sudah berbeda.
"Maafkan kami yang telat menemukan kalian hingga kalian harus menjalani kesulitan itu sendiri. Kami ingin menebus semua itu jika kalian mengizinkan. "
"Iya sayang izinkan kami memperbaiki semua itu, kita mulai dari awal ya jangan sedih lagi masih ada kami yang akan selalu mendampingi kalian. "
Marta angkat bicara ikut meyakinkan dua kakak beradik itu supaya Efi percaya bahwa mereka tidak sama dengan Sarah.
"Maaf kami harus fikirkan ini lagi untuk memutuskannya. "
Efi sedikit tenang semoga apa yang dia fikirkan salah tidak sama dengan waktu itu.
"Maaf semuanya aku mau siap siap dulu harus kerja. "
Eva beranjak dari duduknya siap siap berangkat kerja waktu sudah siang.
"Adikmu kerja nak, apa dia tidak Sekolah?. "
Marta kaget mendengar Eva mau berangkat kerja jika dia lihat Eva seperti anak kuliahan.
"Iya dia bekerja sekarang lagi libur kuliah. "
Jelas Efi memandang mereka satu persatu dengan tenang, Efi dapat melihat jika mereka tidak ada gerakan yang mencurigakan.
"Kenapa sayang apa kalian lagi kesulitan?. "
Lembut Marta bicara ingin tau lebih jauh lagi tentang kehidupan Efi.
"Bukan tapi itu keinginan dia sendiri ingin bekerja, aku sudah melarang dia tapi tetap kekeh. "
"Kalau di izinkan boleh tidak kami sementara tinggal dengan kalian supaya bisa lebih dekat dengan kalian dan kami bisa menceritakan tentang Sena. "
Izin Marta ingin mengenal anak adik iparnya itu lebih dekat lagi.
"Boleh saja tapi tempat kami sempit takut Bapak dan Ibu tidak betah nanti.Ya udah kalau gitu aku mau masak dulu buat makan siang kita. "
"Tidak apa yang penting kamu di izinkan tinggal di sini
Biar Ibu bantu ya. "
Menyusul Efi pergi ke dapur buat memasak makan siang mereka.
Biarlah semua mengalir sebagai mana mestinya, menerima dengan hati ikhlas mungkin mereka memang keluarga Efi dan mungkin mereka punya alasan sendiri biar waktu yang menjawab.
\=\=\=\=\=
*PERJALANAN HIJRAH KU
__ADS_1
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*
Tbc.