TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Siapa Yang Ngunci?.


__ADS_3

Selesaikan makan malam Kevin benar benar membuktikan kalau akan membuat Eva begadang semalaman akibat ulah Eva sendiri yang memanggil Kevin dengan nama saja tanpa embel sayang.


Memang terdengar sederhana tapi itu punya pengaruh besar bagi Kevin sebab dengan memanggil dia dengan nama saja dia seolah bicara sama teman atau orang lain.


Bagi Kevin panggilan sayang adalah yang paling telat buat mereka berdua itu menandakan kalau mereka sepasang suami istri bukan hubungan sekedar teman.


Ini terdengar berlebihan tidak sih, tapi itu lah pimikiran Kevin saat dia di panggil nama saja.


Ah biarlah toh dia hanya sama istri sendiri jadi berhak protes.


Padahal kebanyakan orang juga ada yang memanggil nama sama pasangan sendiri kenapa sama dia terkesan lebay, sudah lah.


"Kamu udah siap sayang?"


Kevin sudah duduk di atas ranjang dengan bertelanjang dada selesai makan hanya menunggu Eva saja.


"Kan udah siap sayang makannya,"


Balas Eva dari arah kamar mandi sebab dia mau gosok gigi dan mencuci muka.


"Jangan pura pura polos sayang, sebab malam ini kamu akan aku buat polos,"


Terdengar sedikit mengerikan saat bilang gitu.


Eva bergidik ngeri, apa dia akan begadang beneran malam ini? terasa ada berdiri di tengkuk Eva mendengar kata polos.


Kenapa kata itu seperti kata horror di telinga?.


"Jangan aneh aneh sayang, ini malam cukup dingin lo,"


Berusaha mengalihkan pembicaraan dengan berharap Kevin lupa dengan rencana dia malam ini.


"Lha sejak kapan aku pernah ngajak kamu aneh aneh, kamu tuh sayang yang suka mikir aneh.


Aku kan cuma mau ngajak kamu enak enak kok,"


Mereka bicara dengan jarak ranjang dan kamar mandi padahal nanti saja juga bisa bicara dari pada sekarang yang harus pakai urat sebab mereka bicara cukup kuat memenuhi seisi kamar.


"Iya tadi makanan nya enak kok, aku suka,"


Balas Eva terkikik geli membayangkan wajah kesal Kevin di kerjain.


Dengan memasang wajah masam Kevin melangkah menuju kamar mandi dengan niat mau segera menyeret Eva keluar dari sana.

__ADS_1


Sudah cukup sabar menghadapi tingkah istri nya yang membuat Kevin ingin segera memulai aktifitas mereka.


"Loh kok di kunci? apa yang mau dia sembunyikan dari aku padahal aku udah tau semua seluk beluk tubuh seksinya itu,"


Kevin kaget saat mau membuka pintu tapi tidak bisa sama sekali.


Terkunci dari dalam.


"Sayang kenapa kamu kunci pintunya?"


Kevin menggedor pintu kamar mandi itu cukup kuat antara marah juga kesal tidak bisa masuk.


"Sayang buka pintu nya kalau nggak aku buat pintu ini nggak bisa berdiri lagi malam ini,"


Terus menggedor pintu itu berharap segera terbuka namun sampai beberapa menit belum ada tanda tanda kalau pintu itu akan terbuka.


"Sayang apa yang kamu sembunyikan dari aku hah, cepat buka pintu nya,"


Kevin benar benar kesal pintu tak kunjung terbuka.


Hingga setengah jam kemudian pintu itu bisa di buka tapi tidak melihat Eva dan Kevin segera masuk buat melihat keadaan istri tercinta nya.


"Sayang kamu kenapa?"


Kaget Kevin saat melihat Eva terduduk dekat closet dengan wajah pucat tidak punya darah.


"Apa yang terjadi sayang? kenapa kamu bisa duduk di sana? kamu nggak lagi ngehindari aku kan?"


Cerca Kevin namun Eva diam saja tidak menjawab.


"Sayang hey,"


Dengan Eva diam saja Kevin jadi cemas dan menebak kalau sesuatu mungkin baru saja menimpa istri nya.


"Aku, aku takut Vin,"


Dengan suara bergetar Eva buka suara, bahkan dengan Eva memanggil dia nama saja Kevin hiraukan dia lebih mencemaskan Eva yang terlihat tidak baik baik saja.


"Cerita sama aku pelan pelan,"


Pinta Kevin sambil memeluk Eva tidak lupa mengusap punggung Eva lembut setelah memberi Eva air minum.


"Tadi di dalam kamar mandi saat aku cuci muka tiba tiba lampu mati terus tiba tiba ada yang narik aku terus aku mencoba manggil kamu tapi nggak ada sautan hingga saat lampu nyala lagi aku udah di sana aja.

__ADS_1


Aku nggak tau siapa yang narik aku,"


Jelas Eva dengan nada bergetar menandakan kalau dia masih ketakutan dengan apa yang barusan dia alami.


Sudah cukup lama juga Eva hidup tenang tanpa gangguan dari makhluk lain dan kini mereka mulai meneror Eva lagi.


"Lain kali kalau ke kamar mandi pintu nya jangan di kunci ya biar kalau ada apa seperti tadi aku bisa langsung nolongin kamu,"


Dan ini kali pertama Kevin melihat langsung wajah pucat Eva dalam keadaan sadar.


Mulai sekarang Kevin harus lebih lagi melindungi istri nya supaya kejadian ini tidak terulang lagi.


"Aku nggak ada ngunci pintu bahkan pintu aja nggak aku tutup rapat tadi,"


Sungguh aneh tapi itu yang mereka alami.


Kevin setengah jam menggedor pintu yang terkunci namun Eva bilang tidak menutup pintu dengan rapat.


"Tapi aku setengah jam lo sayang gedor pintu kayak bapak kos nagih uang kontrakan,"


Eva terkikik dalam pelukan Kevin mendengar kata bapak kos yang Kevin lontarkan.


"Kamu nggak cocok jadi bapak kos sayang,"


Masih dengan senyum manis namun tidak di nampakkan pada Kevin.


"Iya lah nggak cocok jadi bapak kos, kan aku cocoknya jadi bapak dari anak anak kita,"


Ck siapa yang ngajarin suami tampan Eva ngegombal tengah malam lagi.


"Udah ah jangan ngegombal lagi, aku ngantuk.


Nggak apa kan malam ini libur dulu,"


Pinta Eva dengan wajah penuh harap.


"Iya malam ini kamu bebas tapi besok jangan harap hari kebebasan itu datang lagi.


Sekarang shalat dulu baru kita tidur ya,"


Ajak Kevin, mereka pergi ke kamar mandi berdua.


Kevin tidak mau ambil resiko lagi dengan membiarkan Eva sendirian ke kamar mandi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Luv you 😘 💜💜💜**


__ADS_2