
Waktu terus berlalu , Hari pun sudah berganti bulan. Setiap kehidupan harus tetap di jalani suka duka silih berganti datangnya. Saat waktu suka kita jangan terlena seolah tiada hari sulit yang akan datang sebab setelah itu saat duka akan tiba dengan sendirinya juga tapi kita jangan terpuruk dalam suasana itu. Bersedih boleh tapi bukan untuk meratapi dan larut dalam kesedihan.
Jarum jam akan terus berputar ke kanan tidak akan pernah berputar ke kiri begitu juga kehidupan jangan pernah menoleh kebelakang jika yang di lihat hanya kesedihan jadikan itu sebagai pelajaran memperbaiki diri.
Kaki terus melangkah menyusuri pagi yang cerah di ikuti sinar mentari yang bersinar hangat menghangatkan pagi ini. Sambut pagi dengan senyuman tutup malam dengan rasa syukur. Bersyukur masih di beri kesempatan untuk tetap menikmati hari.
Memasuki kelas yang sudah mulai ramai dengan teman sekelas, seiring berjalannya waktu Eva ngak lagi begitu di jauhi temannya dan Eva pun sudah mulai membuka diri pada semua orang dan satu bulan yang lalu di kelas sebelah ada murid baru laki-laki bernama Rafa dia selalu mencari cara mendekati Eva , membuat alasan agar bisa bicara berdua atau cuma sekedar bertanya hal sepele.
Revan dimana laki laki itu sekarang sudah jelas dia selalu memperhatikan Eva pernah suatu ketika dia hampir ketahuan sama Eva kalau sebenarnya dia itu Evan tapi dia masih bisa mencari alasan untuk menghindari.
"Pagi Sandra ? "
Sapa Eva ramah dengan senyum manisnya dan duduk disamping Sandra sambil meletakkan tas di atas meja.
"Pagi Vava, tadi Rafa nyariin tu "
Pagi sekali saat baru datang Rafa sudah mendatangi kelasnya hanya untuk bisa bertemu Eva tapi sayang yang di cari belum datang.
"Udah biar aja Dan, nanti juga kesini lagi "
Balas acuh Eva sebab Rafa pasti akan mencarinya lagi jika belum bertemu dirinya hari ini seperti ada yang kurang saja.
"Emang kamu ada hubungan apa sama Rafa Va ? "
Penasaran tentu saja Sandra penasaran hubungan sahabatnya sama anak baru kelas sebelah setiap hari selalu nyamperin ke kelas mereka.
"Ngak ada hubungan apa apa San, dia aja yang selalu mencari ku "
__ADS_1
Memang saat ini mereka masih sekedar berteman layaknya sama murid lainnya tapi ngak tau nanti bisa jadi beda lagi dengan terbiasa mereka selalu bersama.
"Udah diam saja jangan banyak tanya, tuh Guru sudah masuk"
Menunjuk Guru memasuki kelas dan mengeluarkan buku pelajaran serta memulai belajar dengan tenang mendengar penjelasan yang Guru sampaikan.
Sesekali ada saja murid yang bertanya jika belum mengerti tentang pelajaran hari ini dan Eva jangan di tanya di sudah pasti dengan mudah akan memahami selain pintar dia juga akan fokus saat Guru menerangkan.
"Baik anak anak pelajaran hari ini sampai disini dulu dan jangan lupa kumpulkan tugasnya pada ketua kelas antar kemeja ibuk ya "
Setelah mengucapkan itu Guru keluar kelas menuju ruangan Guru sedang kelas menjadi ramai dengan tingkah mereka saat meminta contekan tentang soal yang ngak bisa mereka kerjakan.
"San udan belum, ? yuk kita kumpulkan aku udah lapar nih"
Memegang perutnya yang sedari tadi meronta minta diisi sebab waktu sudah menunjukan saatnya makan siang.
Mengumpulkan tugasnya lalu mengambil bekal dalam tas keluar kelas menuju tempat biasa Eva menghabiskan waktu istirahat.
"San aku duluan ya "
Melangkah menuju taman Sekolah sambil membawa bekal ditangannya.
"Revan ke mana ya hari ini kok ngak masuk Sekolah, apa dia sakit ya"
"Biasanya dia selalu gangguin aku saat Sekolah tapi sekarang rasanya sepi juga tanpa dia, ah sudah lah mungkin dia lagi ada keperluan"
Berbicara sendiri sepanjang jalan tanpa disadari di belakang ada seseorang yang mengikutinya saat mulai keluar kelas tadi sampai sekarang.
__ADS_1
"Dan juga tu anak baru kenapa selalu mengikuti terus apa ngak capek apa ngintilin terus dan seperti orang kurang kerjaan saja"
"Apa kegiatannya selama ngak belajar ngintilin aku trus ngak capek apa atau ngak bosan apa "
Kesal saja jika ada orang yang ngintilin kita tanpa sebab karna dulu saat Revan baru masuk Sekolah disana sama juga selalu mencari alasan mendekati dirinya dan sekarang di tambah sama Rafa bikin kepala pusing saja tapi ngak apa selama ngak merugikan dan terganggu saat belajar.
Orang yang berada di belakangnya cuma bisa menahan tawa saat dirinya di katai kayak tadi, ada rasa tersendiri saat orang yang diikuti itu bisa menunjukan sifat aslinya tanpa beban beda jika saat bersama selalu menunjukan sifat yang beda pula.
"Sampai juga, manding aku makan dulu mumpung lagi sendiri "
Membuka bekal itu lalu makan dengan tenang memindahkan isi bekal itu kedalam perutnya hingga habis lalu meminum air untuk menghilangkan rasa serak karna makanan.
"Sepi juga ya, Sandra mana lagi kok belum datang juga "
Mengedarkan pandangan melihat apakah sahabatnya itu sudah menyusul atau belum.
"Lama banget sih ngapain aja tu anak di kantin "
Bosan saja jika sendirian tanpa teman bisa di ajak bicara, melihat sekeliling tidak ada orang yang duduk dekat sana cuma sekedar lewat saja.
"Tapi tumben Rafa ngak nyamperin aku apa dia udah bosan kali ya "
"Cuma tadi pagi Sandra bilang dia nanyain aku tapi sekarang ngak lagi mungkin dia sudah capek mau cari alasan apa buat nemenin aku"
Tersenyum sendiri mengingat semua tingkah Rafa belakangan ini pada dirinya, sifatnya yang memiliki beribu cara mendekati Eva tapi hari ini dia belum melihat keberadaan Rafa hingga siang hari, apa mungkin lagi ada tugas yang ngak bisa di tinggalkan.
"Merindukan ku hhmm,,,???
__ADS_1
Tbc.