TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
EVA EVAN.


__ADS_3

"Aku ngak anggup ingat itu lagi tapi buat melupakan seutuhnya juga berat.


Kenapa harus aku yang mengalami itu,aku juga ingin hidup seperti gadis lainnya menikmati masa muda yang indah."


Eva tidak sanggup mengingat kejadian itu tapi kadang tanpa di ingat kejadian itu berputar sendiri dalam ingatannya.


Bukan perkara mudah buat melupakan semua itu butuh waktu buat bisa tenang.


Walau sudah sering mengalami itu tapi rasa trauma akan melekat dalam diri.


Yang bisa Eva lakukan supaya kejadian itu tidak terulang lagi.


"Udah jangan di ingat lagi,sekarang udah ada aku yang akan nemanin kamu kemana apa.


Sekarang tidur ini udah malam."


Waktu kejadian itu Evan ikut andil dalam membantu Eva hanya saja saat mulut Eva di bekap Evan datang membantu tapi Eva tidak tau karena langsung lari tidak melihat siapa yang menolong dia hanya sekilas melihat ada sosok yang lagi ribut.


Setelah menyelesaikan keributan itu Evan mencari Eva lagi karena sudah lagi hanya saja dia keduluan sama Kevin dan Efi saat itu dan memilih mengikuti menjaga dari belakang lagian juga tidak akan ada yang tau keberadaan dia apa lagi Eva waktu itu pingsan.


"Bentar lagi aku belum tidur."


Eva bicara dengan suara pelan supaya tidak ada yang mendengar akan ada masalah jika ada yang tau kalau dia bicara sendiri.


"Ya udah aku temanin.


Gimana kamu sama dia?aku sebenarnya mau marah sama dia yang udah duplikat wajah aku."


Posisi mereka masih sama duduk di atas ranjang,beruntung mereka berbeda jadi tidak apa kalau satu ruangan kalau sama sesama pasti Eva tidak akan mau juga.


"Awalnya aku juga kaget pas pertemuan pertama sama dia,kenapa wajah dia mirip sama kamu.


Sempat aku berfikir itu kamu tapi nyatanya ngak karena dia liat aku biasa seperti orang ngak kenal gitu tapi satu yang buat aku kaget dia bisa dengar suara hati aku.

__ADS_1


Sampai kadang aku hati hati kalau mau ngomong karena dia bisa tau."


Ingat pertemuan awal saat di toko buku dan Eva senang bisa bertemu Evan tapi dia salah karena orang itu bukan yang di harapkan Eva sebab dia orang lain.


"Segitunya rindunya sama aku sampai nyangka orang lain itu aku.


Tapi gimana rasanya?saat di cuekin sama dia sakit ngak?atau ngak bisa tidur malam?."


Senang aja gitu lihat wajah temannya itu kalau di cuekin apa lagi bisa lihat langsung saat itu maka dengan senang hati Evan katawakan.


Lucu saja kalau lihat wajah cemberut Eva bikin ingin mencubit pipi Eva.


"Kesal aku waktu itu karena dia cuek aja padahal aku udah senang banget bisa ketemu tapi kenyataan pahit itu harus aku terima kalau dia bukan kamu.


Tapi senang saat itu dia ngajak aku ketemu buat bicara dan aku cerita banyak sama dia tentang kita,dia orang pertama yang tau tentang kamu.


Sejak saat itu kita mulai dekat di tambah waktu itu aku kerja di caffe dia dan dia juga senang aku kerja di tempat dia lalu mengantar aku pulang kerja karena udah malam dan paginya juga gitu nungguin aku keluar kontrakan hanya buat mengantar aku kuliah padahal jaraknya ngak jauh."


Membayangkan pertemuan awal yang kurang baik hingga Kevin giat buat mendekatkan diri sama Eva dan awal kecemburuan Eva tanpa sebab mengingat mereka tidak memiliki hubungan sampai Kevin tau Eva tidak suka dia dekat sama perempuan lain.


Hubungan mereka bisa di bilang cukup awet dan aman jauh dari masalah karena mereka sangat menjaga komunikasi serta saling percaya serta saling cerita dan lagian tiap hari mereka bersama maka tidak ada celah buat orang lain masuk.


"Sekarang kan udah bersama bahkan mau nikah lagi dan aku ngak bisa bebas mau bertemu kamu."


Keluh Evan karena setelah Eva menikah dia akan menjaga jarak sama Eva bukan karena apa apa sebab tidak mau jadi obat nyamuk tapi nyamuknya tidak bisa menggigit dia kan kasian juga nyamuknya.


"Kenapa apa kamu mau pergi lagi atau ngak akan kembali lagi?."


Fikiran Eva pendek sekali mana mau Evan meninggalkan dia lagi hanya saja waktu bersama yang mulai berkurang dan juga Eva sudah ada yang menjaga.


"Kalau aku bertemu kamu buat apa lagi sudah ada suami kamu di sampingmu dan juga kalau bertemu kamu hanya diaman buat apa seperti musuhan aja karena kamu ngak bisa di ajak bicara."


Gemas sama jawaban Eva yang berfikir pendek.

__ADS_1


Alasan dia pergi lagi buat sekarang tidak ada tapi tidak tau di kemudian hari bisa saja dia pergi lagi dan berkemungkinan tidak akan pernah kembali di saat dia merasa tugasnya sudah selesai.


"Aku kira kamu mau pergi lagi."


Keberadaan Evan sudah nyaman bagi Eva dan juga dengan adanya Evan dia tidak merasa sepi di saat semua orang pada sibuk.


"Tapi aku ngak tau suatu hari nanti ya Va,kamu kan tau dunia aku bukan di sini ada saatnya aku pergi dan ngak mungkin kembali lagi tapi saat itu tiba aku akan pastikan dulu kalau kamu akan baik baik saja aku tinggalkan."


Memang Evan tidak tau akan sampai kapan akan berada di dunia manusia karena semua itu hanya sementara berada di sana.


Akan kembali pada dunia dia yang sebenarnya disana lah kehidupan dia yang sesungguhnya.


"Iya aku juga tau itu Van,tapi aku harap bukan dalam waktu dekat ini.


Aku masih ingin bersama mu menggantikan waktu yang kamu buang buang dulu karena kepergian mu.


Ingat saat kamu pergi nanti maka di sini aku pasti akan merindukan mu Van."


Eva tau dimana sebuah pertemuan maka perpisahan itu juga ada dan juga hidup di dunia ini tidak tau sampai kapan bisa saja besok hari terakhir atau lusa tidak ada yang tau.


"Makasih kamu udah mau menerima aku buat jadi teman mu.


Andai aku juga manusia seperti mu maka aku yang akan mengisi hati mu dari dulu bukan dia.


Ah kenapa kita harus berbeda ya buat aku kesal saja pasti sangat menyenangkan ya jadi kamu bisa melakukan apa saja tanpa harus di bebani sama hal yang seharusnya tidak di lakukan."


Dulu sempat pernah berfikir ingin hidup seperti Eva dan meninggalkan dunia dia tapi semua itu tidak mungkin karena sedari awal berbeda maka selamanya akan tetap beda.


Maka kenyataan yang ada saja dia terima dan juga dengan begini saja dia sudah senang.


Jalan hidup kita tidak ada yang tau akan seperti apa dan bagaimana.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2