
Rasa sedih itu tidak terlalu terasa saat hari pertama kakek meninggalkan mereka semua,kini sudah tujuh hari berlalu dan malam hari nanti akan di adakan tahlilan buat mendoakan kakek supaya tenang di sana.
Di antara mereka masih ada yang terlihat murung,sedih atau menangis tiba tiba,sebab mereka mempunyai rasa sayang yang berbeda buat kakek jadi akan sulit buat melepas begitu saja.
Jika bisa memilih maka mereka akan lebih baik kehilangan harta dari pada orang tersayang tapi apa daya semua sudah ada yang mengatur dan jalan hidup yang harus di terima.
Makanya kalau kita mencintau atau menyayangi sesuatu jangan terlalu berlebihan agar saat masa perpisahan tiba maka rasa sakit itu tidak terlalu dalam.
Cintai dan sayangi sesuatu seadanya jangan sampai kita terbuai dan merasa begitu berat melepas jika masa itu datang.
Di mana ada pertemuan maka perpisahan itu pasti ada juga,dimana ada awal pasti ada akhir juga,ada pangkal dan ada ujung juga,tapi setelah hujan pasti ada pelangi yang memberi keindahan buat kita.
"Kakek aku kangen sama kakek,kakek ngak sayang sama aku lagi atau kakek udah kangen sama nenek,Ayah dan Bunda ya makanya pergi ninggalin kami semua."
Eva sangat terpukul ke pergian kakek sebab di antara mereka dia yang memiliki sedikit waktu bersama kakek dan juga kenangan bersama kakek masih bisa di hitung sama jari karena kesibukan kuliah dan juga baru beberapa bulan benar benar tinggal satu atap sama kakek.
"Kakek kok ngak ada datang lagi menemui aku,ngak kangen ya sama aku.
Kakek ingat ngak kata Dilan rindu itu berat makanya aku mau bertemu kakek buat meringan kan rasa rindu ini.
Aku kebanyakan nonton sinentron akhir akhir ini makanya beperan gini.
Kakek tau ngak dulu aku pernah bermimpi supaya bisa bertemu kakek dan keluarga yang lain setelah berjumpa tapi kakek cepat amat perginya ninggalin aku."
Eva baru pulang kantor di antar Kevin,sejak kakek meninggalkan Eva hanya dua hari libur setelah itu masuk lagi sebab tidak ingin terlalu larut bersedih makanya memili masuk kantor buat mengurangi rasa sedih dengan menyibukkan diri.
Sejak Eva masuk kantor lagi Kevin melarang Eva menyetir buat sementara waktu takut tidak fokus dan akan membahayakan nanti di jalan.
"Dek."
Efi masuk ke kamar Eva di lihatnya Eva lagi memandang foto kakek yang di pajang di meja belajar.
"Jangan sedih gitu dong,nanti kakek juga sedih melihat cucunya sedih gini.
Kakak tau kamu sangat sedih kehilangan kakek karena kejadian sama seperti dulu saat Bunda dan Ayah pergi kamu masih kecil dan sekarang kejadian itu terulang lagi di mana kita baru bertemu kakek tapi sudah meninggalkan kita juga,waktu yang tuhan berikan buat kita begitu sedikit untuk bisa bersama kakek,Ayah atau pun Bunda tapi ingat tuhan tau kita pasti bisa melewati semua itu dan tuhan lebih sayang mereka."
Memeluk adik kesayagannya yang terlihat masih sedih walau tidak di lihat di depan semua orang.
Dulu orang tua mereka pergi untuk selamanya saat Eva masih kecil dan masih sangat butuh kasih sayang mereka hinga Efi dengan segala kemampuan mencurahkan kasih sayangnya buat Eva hingga kadang lupa bahwa dia juga butuh kasih sayang tapi dia lebih mementingkan adiknya.
"Rasa berat banget kak,kenapa tuhan hanya memberi aku waktu yang begitu sedikit buat bisa bersama mereka.
Dari kecil aku sudah di ajarkan bagaimana rasanya sebuah rasa kehilangan tapi rasanya masih berat menerima semua ini.
Aku masih butuh mereka di sayang mereka tapi kenapa tuhan begitu cepat merenggut semuanya.
Kenapa takdir itu suka sekali mempermainkan kita."
Hanya di depan kakaknya Eva dapat menumpahkan segala kesedihan yang tidak mungkin bisa dia lakukan di depan orang lain.
Walau banyak orang yang menyayangi dia sekarang tapi Eva hanya bisa menumpahkan segalanya di depan kakaknya.
Bukan tidak percaya sama yang lain tapi Eva bisa lebih tenang dalam dekapan kakaknya.
"Udah sekarang jangan sedih lagi,sekarang siap siap bentar lagi acara akan di mulai.
Mandi sana dan dandan ya jangan sampai orang liat adek kakak yang cantik ini habis nangis."
__ADS_1
Efi keluar dari sana setelah Eva masuk kamar mandi.
Acara kali ini mereka tujukan ke empat orang yang sudah meninggalkan mereka semua.
Mendoakan yang terbaik dan semoga mereka tenang berada di sana.
Selesai Eva bersiap siap dia keluar kamar buat bergabung bersama yang lain dan dia menghampiri orang tua Kevin dan menyalami.
"Papa sama Mama udah lama datang,maaf ya tadi aku masih di kamar."
Eva memang terlambat bergabung sedangkan yang lain dari tadi.
"Iya ngak apa sayang."
Mama Kevin membelai kepala Eva yang tertutup hijab itu.
Dan mereka duduk di tikar yang sudah di bentang dan acara di mulai.
Eva tampak fokus pada sebuah sudut ruangan itu hingga tidak terlalu fokus sama acara itu.
"Udah jangan terlalu di perhatikan mereka sudah bahagia sekarang dan ingat jahan sedih terus.
Mereka akan tetap bersama di antara kalian walau yang lain tidak bisa melihat mereka."
Evan duduk di samping Eva yang sedari tadi lupa sama sekitar beruntung semua orang lagi fokus jadi tidak tau kalau Eva punya fikiran sendiri.
"Kamu tau kan di antara mereka semua cuma aku yang punya waktu paling sedikit bisa bersama mereka bahkan ngak pernah melihat nenek dulu."
Balas Eva pelan dan mata itu masih tertuju pada pojok ruangan itu.
"Tapi di antara mereka semua cuma kamu yang bisa melihat mereka yang sudah tiada jadi adilkan jadi jangan iri sama mereka lagi."
"Lihat wajah mereka aja begitu bahagia masa kamu mau merusak kebahagian mereka.
Kan masih ada aku di samping kamu."
Lanjut Evan setengah berbisik pada Eva,padahal tanpa berbisik tidak akan ada orang yang bisa mendengar dia bicara bahkan teriak sekali pun.
Yang jadi pusat perhatian Eva yaitu ke empat orang yang lagi berdiri bersama di sudut ruangan itu dengan senyum mengembang melihat semua anggota keluarganya berkumpul mendoakan mereka.
Mengajak Evan bicara tidak akan ada habisnya karena dia selalu punya bahan buat di obrolkan.
Hingga acara selesai tinggal acara makan bersama saja dan beberapa tamu ada yang sudah pulang karena tidak bisa terlalu lama berada di sana.
Eva mengambilkan makanan buat calon mertuanya dan Kevin juga.
Bisa ngambek cowok tampan itu kalau sampai pilih kasih walau sama orang tua sendiri.
Mereka berempat makan bersama seperti keluarga kecil jika di lihat orang.
Selesai makan Eva menyuguhkan cemilan sebagai teman ngobrol.
Kini yang muda berkumpul bersama membentuk sebuah lingakaran.
Kini mereka lengkap bersama pasangan kecuali yang jomblo hanya bisa gigit jari melihat saudara mereka punya pasangan bukan iri tapi malas saja melihat mereka kadang tetawa bahagia.
"Yang jomblo kok wajahnya kecut gitu,kebanyakan makan asam ya tadi?."
__ADS_1
David sudah mulai kembali pada wujud aslinya yang suka sekali bikin orang marah dan ingin sekali menoyor kepalanya kalau bukan dia yang paling tua.
"Lah bang baru punya tunangan aja udah sombong,ntar gue nikah langsung baru tau rasa lo gue langkahin."
Balas dia tidak terima di bilang jomblo asam gitu.
jomblo bukan berarti tidak laku tapi belum menemukan yang pas di hati saja.
"Sok an nikah pacar aja ngak punya,ck kasihan adek gue.
Kucing tetangga jomblo tuh lo mau gue jodohin sama dia."
"Makasih bang buat lo aja,gue bisa nyari sendiri."
"Sok an jodohkan orang lo bang,jodoh lo aja di bawain Eva."
Rival David buka suara sebab sudah agak lama juga tidak berdebat karena suasan duka.
"Jangan salah lo gue bisa dapat lebih kalau gue mau."
Tidak terima di katakan Bastian seperti itu.
"Wah parah sahabat aku di remehkan,tenang San nanti aku carikan yang lebih segalanya dari bang David."
Memeluk bahu Sandra yang duduk di sampingnya ikut menyudutkan David yang mempunyai banyak rival malam ini.
"Iya Va aku udah ada rencana mau ganti pasangan juga,bosan ini terus.
Balas Sandra dan memperhatikan wajah David berubah seketika yang sudah menampilkan wajah masam.
" Hun jangan mulai deh.Mau besok penghulu datang ke rumah mu bersama abang dan papa mama juga."
David paling anti kalau Sandra membahas satu hal yang sensitif menurut David.
Sandra menggeleng sebagai jawaban gila saja di nikahi dadakan seperti keciduk saja.
Hingga tengah malam mereka membubarkan diri ada yang pulang dan masuk kamar masing masing.
Karena masih ada hari selanjutnya buat mereka dan pasti nya mereka sudah bisa menerima ke pergian kakek.
\=\=\=\=\=
*Menurut reader ceritanya membosan kan ngak?
Komen ya biar author bisa perbaiki buat up selanjutnya.
Dan jangan lupa mampir di cerita satu nya lagi ya.
And tetap beri
Like
Komen
Vote
Makasih*
__ADS_1
Tbc.