TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Kevin dan Eva 3.


__ADS_3

Benar kata pepatah tidak selamanya akan hujan pasti akan ada panas setelah hujan. Siang hari panas begitu terik mengganti sejuk tadi pagi dengan rasa panas membakar kulit.


Dengan semangat Kevin datang ke kampus Eva lebih dulu bahkan sudah hampir satu jam dia nunggu, saking semangat sampai lupa lihat jam.


Dia menunggu Eva keluar di tempat tadi pagi biar mudah bertemu tidak perlu mencari cari lagi dan juga kalau mencari akan menanyakan pada siapa nama saja lupa dia tanyakan tadi, lupa atau bodoh masa ngajak orang ketemu tidak tanya nama dulu.


Kevin datang tanpa Bastian yang mengharuskan dia membujuk Bastian agar tidak ikut bersama, sedangkan Bastian akan sangat semangat jika mendengar akan bermain ke kampus sebelah.


"Lama banget dia keluar ya (melihat jam tangan) pantesan belum selesai ternyata gue yang kecepatan datang dan lupa juga liat jam . "


Kevin berdiri dari duduk lalu berjalan ke arah kantin, dia sudah hafal denah kampus itu karena sering berkunjung.


Dia ingin beli minum untuk membasahi tenggorokan yang kering karena menunggu lama.


Bukan salah Eva dia menunggu lama tapi salahkan dia yang tidak melihat jam saat mau datang.


"Vin tumben kesini sendiri, Bastian mana lo tinggal ?. "


Sapa Roman melihat sahabatnya datang sendiri tanpa Bastian, tumben saja tidak seperti biasa selalu di ikuti Bastian.


" Gue suruh pulang (mengambil minum dalam lemari pendingin) gue lagi ada urusan sama orang ngak bisa ajak dia kali ini . "


Lebih baik Kevin menunggu di kantin dari pada duduk sendiri tidak jelas mau ngapain.


"Siapa orangnua ? siapa tau kita kenal jadi bisa bantuin . "


Jika masih orang kampus dia pasti Roman kenal, membantu teman tidak salah juga asal itu masih di batas wajar.


"Ngak pa makasih, orangnya bentar lagi,, . "


Ucapan Kevin terhenti mendengar suara orang yang dia tunggu dari tadi ada di kantin juga.


"Ngak apa Si. Kamu balik duluan aja aku bentar kok, jangan cemas ok . "


Eva ke kantin juga ingin minum dulu ingin menghilangkan kegugupannya ketemu Kevin nanti.


Dia tidak tau jika Kevin juga ada disana, hanya fokus sama Sisi yang kwatir sama dia, Eva terharu Sisi begitu peduli sama dia bahkan jika boleh bilang hanya orang baru kenal saat mau masuk ngampus disana.


"Beneran ngak bakalan lama ? ngak lupa ngabari, ngak telat pulang, ngak lupa waktu dan ingat kalau ada apa apa hubungi Sisi langsung ya. "


Wejangan Sisi panjang juga kayak Eva mau kemana saja padahal hanya sekitar kampus saja tidak akan jauh.


Selesai bicara panjang lebar Sisi pergi lalu Eva duduk membelakangi Kevin hingga mereka adu punggung sambil menunggu minuman habis.


kamu lagi dimana Van ? kenapa belum Kembali ? apa ini petunjuk yang kamu bilang dulu lewat cowok itu, kenapa kalian mirip sekali tapi kenapa dia tidak ingat apa apa Van. Eva menghabiskan minumnya lalu pergi untuk menemui Kevin sedangkan Kevin yang duduk di belakang hanya bisa terdiam mendengar apa yang Eva bilang barusan.


"Gue pergi dulu takut dia nunggu lama, Man tolong bayar dulu minum gue . "


Beranjak menusuk Eva ke tempat dia duduk tadi.


"Apa maksud dia ngomong tadi ya, evan lagi Evan lagi pusing gue lama lama. "

__ADS_1


Kevin memikirkan perkataan Eva sepanjang jalan hingga sampai sana Eva sudah duduk menunggu.


"Sorry telat, gue kantin dulu tadi beli minum . "


Bass basi Kevin padahal dia tau Eva juga dari kantin.


"Ngak apa aku juga baru sampai . "


Ramah Eva dia memang selalu begitu sama orang walau baru kenal asal orang itu tidak ada niat jahat sama dia.


"Oh ya kenalan dulu biar lebih enak manggilnya,nama gue Kevin, kalau lo ?. "


Kevin menjulurkan tangan lalu di balas sambutan sama Eva sebagai tanda hormal.


"Panggil Eva saja. "


Balas Eva melepas jabatan tangan mereka tidak mau lama lama.


"Iya, gimana kalau kita cari tempat untuk bicara biar enak. Taman dekat sini mau ngak ?. "


Tidak nyaman jika bicara dekat orang rame, kampus belum bubar semua masih ada yang melanjutkan jam berikutnya.


"Iya ngak apa . "


Eva ikut saja ajakan Kevin, mereka menuju parkir untuk kesana naik mobil Kevin walau awal Eva ragu untuk masuk, Kevin meyakinkan tidak akan berbuat macam macam.


Dalam mobil mereka saling diam, Kevin fokus nyetir sedangkan Eva sibuk menenangkan jantungnya yang tidak bisa diam jika dekat Kevin.


Selain tempatnya srategis, nyaman, banyak arena main untuk anak anak dan juga masih terasa asri.


"Kamu mau bicara Kevin langsung saja ?. "


Setelah saling diam beberapa saat belum ada yang mulai buka suara hingga rasa canggung itu makin menjadi.


" Gue juga bingung mau mulai bicara dari mana. Tapi gue mau nanya sesuatu boleh?. "


Kevin agak ragu bertanya takut tidak dapat jawaban.


"Jika aku bisa jawab kenapa tidak dan juga kalau pertanyaannya masih masuk akal . "


Jelas Eva akan jawab jika dia sendiri punya jawabannya.


"Mungkin dengan pertemuan kita yang tanpa di sengaja serta ada hal yang buat lo risih.


Tapi gue begitu penasaran dengan, (diam sebentar) siapa itu Evan ?. "


Kevin sedikit ragu menanyakan itu takut Eva tersinggung atau marah, bisa jadi itu privasi dia.


Eva mendengar Kevin menyebut nama Evan yang keluar dari mulutnya terdiam.


Dalam benaknya berfikir kenapa Kevin bisa tau tentang Evan sedangkan selama ini dia tidak pernah cerita tentang Evan pada siapa pun termasuk kakaknya.

__ADS_1


"E,, e,, Evan. "


Beo Eva tidak habis fikir kenapa saat dia bingung memikirkan dimana Evan berada, tiba tiba ada orang yang nanya dia.


"Iya Evan, siapa dia bagi lo ? Teman, pacar, sahaba atau keluarga . "


Di lihat dari raut wajah Eva seperti memikirkan sesuatu dan dia hanya diam belum menjawab pertanyaan Kevin.


"Kenapa diam? Apa ada hal yang tidak bisa lo cerita kan atau lo heran kenapa gue nanya dia . "


Lanjut Kevin bingung sulit apa hanya tinggal jawab saja lalu masalah selesai.


"Iya, kamu tau dari mana tentang Evan ?. "


Bisa saja Kevin hanya asal bicara agar bisa dekat sama Eva atau ada niat lain mendekati Eva bisa jadi.


"Lo bingung kenapa gue bisa tau, akan gue jawab tapi lo jangan kaget. Gue tau Evan itu sejak kita pertama kali bertemu di toko buku dan pertemuan selanjutnya setiap kali lo liat gue tapi yang lo sebut nama Evan.


Dan yang terakhir di kantin tadi gue masih dengar lo nyebut Evan lagi.


Lo mau tau kenapa gue bisa tau semuanya karena gue bisa dengar apa yang hati lo bilang . "


Jelas Kevin panjang lebar menjelaskan biar Eva mengerti bahwa semua yang dia bilang bukan karangan sendiri itu berdasarkan fakta yang dia dengar langsung.


"Sudah tau kan, sekarang jelaskan sama gue biar gue tenang dan ngak akan ganggu lo lagi . "


Lanjut Kevin melihat Eva terdiam mendengar penjelasan Kevin barusan.


Apakah semua yang dia benar lalu sekarang dia harus apa cerita atau cari alasan.


Kalau alasan apa yang harus dia bilang dan jujur apa Kevin akan percaya sama cerita dia.


"Lihat ini dulu. "


Sedikit ragu Eva menyodorkan selembar kertas sama Kevin. dengan sedikit bingung Kevin mengambil lalu melihat apa yang Eva berikan sama dia.


"Hah kok bisa . "


Kaget Kevin dengan apa yang Eva berikan, bagaimana mana bisa itu terjadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Kadang ma nulis mood yang tiba tiba hilang dan juga hanya saat si kecil tidur saja bisa santai nulis.


Kasih dukungan terus ya jangan lupa


Makasih


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤


Tbc

__ADS_1


__ADS_2