
Saat sekarang Eva bingung mau mengasih alasan apa lagi sama Kevin , dia sudah terperangkap dalam satu ruangan dengan Kevin mau menghindar tidak ada cara lagi.
Kalau saja dia tau yang menunggu dia Kevin mungkin lebih baik dia tidak datang memenuhi panggilan itu.
Dia harus apa sekarang otaknya berputar memcoba mencari alasan supaya bisa keluar dari suasana yang tidak dia harapkan.
"Duduk Va, kenapa berdiri saja . "
Mempersilahkan Eva duduk tapi bukanya duduk Eva malah memundurkan langkah menjauhi Kevin.Berharap bisa sampai pintu dan cepat keluar tidak peduli kalau yang dia hindari bos sendiri.
"Makasih, aku harus keluar masih ada kerjaan. "
Berharap bisa keluar secepatnya dia tidak mau bicara sama Kevin cukup menjaga jarak saja dan berharap perasaan yang dia punya tidak akan terlalu jauh.
"Pekerjaan lo sudah di handle sama yang lain. "
Jelas Kevin santai dia tau Eva cari alasan lagi buat menghindar.
Jangan salahkan Kevin melakukan itu tapi salahkan Eva yang menghindari dia tanpa kejelasan.
Jika saja Eva bicara baik baik minta di jauhi mungkin bisa di pertimbangkan Kevin namun nyatanya dia menjauh tanpa alasan jelas.
"Sekarang bilang sama gue kenapa akhir akhir ini lo selalu menghindari gue ?. "
Sudah tidak tau mau buat apa lagi supaya Eva menjelaskan apa, kenapa dia menjauh.
Satau Kevin hubungan mereka baik baik saja sejak saat itu lalu kenapa tiba tiba berubah.
"Aku sudah pernah bilang kalau aku sibuk Vin, kamu juga sudah tau itu. "
Alasan basi dan selalu itu itu terus yang Eva lontarkan saat Kevin memepertanyakan perubahan sifat Eva.
"Bukan ini yang mau gue dengar Va, alasan lo itu terus apa tidak ada yang lain ?. "
Kesal Kevin mendengar jawaban Eva barusan rasanya dia ingin marah jika bukan mengingat Eva orang yang dia sayangi.
"Lalu kamu ingin dengar apa Vin ? memang benar itu kenyataannya . "
Eva menundukkan kepala saat melihat wajah Kevin kelihatan marah sama dia, mungkin sadar dia salah.
"Ok sekarang gue tanya apa lo risih gue ikutin terus ? . "
Eva diam tidak menjawab, mau bilang risih tapi dia senang Kevin selalu ada di sampingnya tapi hanya saja itu buat dia tidak nyaman jika mengingat kembali.
"Kenapa diam berarti jawaban lo gue anggap iya. Ok jika lo risih sama keberadaan gue dan mulai sekarang gue ngak akan ganggu lo lagi. "
Memperhatikan Eva yang masih diam di tempat belum mau menjawab perkataan Kevin walau satu kata.
"Kenapa ? . "
Satu pertanyaan terlontar dari mulut Eva begitu saja, entah apa maksud mengatakan kata kenapa.
"Apanya yang kenapa ?. "
Menyerngitkan kening tanda tidak mengerti sama kata kenapa barusan.
Eva terdiam lagi merutuki kebodohan menyakan kembali walau satu kata itu tapi dia bingung mau jawab apa.
Kenapa bodoh begini sih, bukannya bagus kalau Kevin menjauh dari ku kenapa aku rasanya ngak rela gitu ya.
Apa aku sudah beneran suka sama dia tapi bagaimana sama cewek yang sering aku liat sama dia.
__ADS_1
Aku bingung sekarang harus bagaimana apa aku menjauh saja ya.
Aduh ****** aku.
Eva tersadar dari lamunannya kalau apa yang dia bilang Kevin bisa dengar.
Makin merutuki kebodohannya sekarang kenapa bisa sampai kelupaan segala.
Mau di tarok dimana mukanya sekarang jika sudah ketahuan begini.
Nasi sudah jadi bubur mau mengelak sudah tidak bisa lagi terima nasib saja apa yang akan terjadi.
"Sudah ngomongnya. "
Kevin mendekat tempat Eva berdiri dengan senyum terukir di bibir senang Eva menyimpan rasa juga sama dia.
"Jadi ada yang cemburu ceritanya. "
Goda Kevin melihat Eva mengalihkan pandangan supaya tidak bertatap muka sama Kevin.
"Ada yang tidak rela aku menjauh. "
Mengubah panggilan pada Eva biar terdengar lebih akrab lagi.
"Kenapa dari awal tidak bilang kalau tidak suka kalau aku dekat sama cewek lain lagian itu cuma teman kampus.
Kenapa selalu menghindar? cari alasan segala lagi. "
"Ok karena kamu ngak suka aku dekatin ya udah aku ngak akan ganggu kamu lagi. "
Goda Kevin mana bisa dia menjauhi Eva apa lagi sudah tau kalau Eva suka juga sama dia yang ada makin lengket.
"Ya udah. "
"Beneran nih . "
Mendekat wajahnya ke wajah Eva.
Eva gugup jika di tatap dalam jarak dekat membuat jantung dia bekerja dua kali lebih cepat.
"Aku,, aku,, aku. "
Eva terbata bata bicara mau bicara saja susah jika keadaan begini bisa mati berdiri dia.
" Aku apa ?. "
Semakin semangat menggoda Eva jika melihat wajah Eva sudah bersemu.
"Duduk dulu biar ngak capek. "
Menarik Eva duduk di sofa kasian jika terus berdiri yang ada kram kaki.
Sekarang alasan Eva tidak berguna lagi jika situasi begini dia pasrah menerima sudah ketahuan suka, kenapa sampai keceplosan bicara tadi membuat dia malu saja.
"Dengar aku baik baik jangan melakukan sesuatu jika hati kita menentang yang ada hanya menambah beban.
Lain kali jika melihat sesuatu tanyakan langsung penyebabnya jangan mengambil kesimpulan sendiri seperti sekarang. "
Beranjak berdiri mengambil minum buat mereka berdua supaya pembicaraan mereka santai sedikit.
"Minum dulu biar tidak tegang.Santai saja aku ngak makan orang kok masih makan nasi. "
__ADS_1
Menyodorkan minuman buat Eva tapi Eva hanya melihat minuman di depannya tanpa ada niat meminum bahkan di pegang saja tidak.
"Kamu tau kenapa aku selalu ikuti kamu walau sering kamu tolak karena ini (menunjuk dadanya) selalu menyebut nama mu setiap saat.
Kenapa aku selalu nanya kamu kenapa berubah karena ini (menunjuk dada lagi) karena dia butuh penjelasan sebelum menyerah.
Kamu tau kenapa karena di dalam sana sudah ada nama kamu.
Aku sudah mulai suka kamu sejak lama tapi karena akhir akhir ini kamu berubah aku hampir menyerah memperjuangkan kamu dan aku juga sudah memutuskan ini hari terakhir ku, dia juga bisa lelah jika tidak di anggap.
Kamu tau betapa sakitnya cuma tidak di anggap padahal terlihat itu ibarat kita berdiri di tepi kurang mendengar suara orang tapi orangnya tidak kelihatan.
Kamu orang pertama yang menggetarkan hati ini padahal selama ini dia biasa saja jika dekat cewek tapi jika dekat kamu dia seakan tidak bisa diam di tempat. "
Menjelaskan panjang lebar apa yang Kevin rasakan terhadap Eva, biar dia tau Kevin sudah lama menyukai dia hanya saja cemburu menutupi hingga membuat jarak di antara mereka.
Eva senang mendengar penjelasan Kevin bahwa Kevin juga menaruh perasaan sama dia kenapa dia tidak sadar selama ini kenapa dia cemburu jika melihat Kevin sama cewek lain ternyata dia menyukai Kevin juga.
"Sekarang sudah taukan kenapa ? Jadi mulai sekarang jangan cari alasan buat menghindari ku dan ingat apa yang di lihat dan di rasakan di tanya langsung jangan di pendam sendiri (Eva menganggukan kepala),sekarang semua sudah jelas. "
Menggenggam tangan Eva, Eva kaget sama apa yang Kevin lakukan tapi dia ingin lihat apa yang akan Kevin lakukan selanjutnya.
"Aku tuh sayang sama kamu, aku ngak bisa jauh jauh sama kamu Va, kamu rasakan ini(mengarahkan tangan Eva kedadanya) dia tidak bisa diam jika dekat kamu.
Kamu mau kan jadi kekasihku. "
Mengungkapkan semua perasaan pada Eva dia juga tau mereka saling suka tidak ada paksaan juga disini.
Sudah cukup selama ini Eva menjauh dan kali ini tidak aka di lepas lagi.
"Aku,, aku,,. "
Eva berat untuk menjawab pertanyaan Kevin bukan tidak mau tapi dia masih syok sama apa yang barusan dia dengar.
"Udah tidak perlu di jawab cukup gerakan saja kepala jika susah bicara. "
Kevin mengerti ke adaan Eva mungkin jika dia di posisi Eva akan merasa hal yang sama juga.
Eva hanya menganggukan kepala sebagai jawaban Kevin senang dengan jawaban Eva tidak sia sia dia berjuang meluluhkan Eva.
"Sudah jangan menunduk lagi ngak capek apa. "
Mengangkat kepala yang Eva tundukan dari tadi tidak sanggup harus menatap Kevin dengan dada berdebar debar.
"Aku balik kerja lagi. "
Pamit Eva tanpa menunggu persetujuan Kevin langsung keluar dari ruangan itu, selama berada di dalam dia merasa pasokan oksigen sedikit membuat dia susah bernafas.
Kevin membiarkan Eva keluar meninggalkan dia sendiri juga sekarang semua sudah jelas, Eva juga sudah menerima pernyataan cinta dia dan Kevin juga tau kalau selama ini Eva juga memendam rasa sama dia.
"Makin menggemaskan saja kamu Va. "
Kevin geleng geleng kepala melihat tingkah Eva yang malu malu tapi mau.
\=\=\=\=\=\=
*Author datang lagi jangan lupa tinggalkan jejak ya berupa like, rate, komen and vote
Makasih😍😘😙😗🤗
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*
__ADS_1
Tbc.