
Sejak hari itu dimana Bastian tau tempat kuliah Eva dan Sisi dia lebih sering main kesana mengajak Kevin sebagai teman dengan alasan beribu buat bisa kesana.
Bahkan pernah ada keinginan buat pindah kuliah jika saja tidak di cegah sama Kevin, lagian kuliah dimana saja tetap sama akan dapat ilmu juga.
Teman mereka bernama Roman dan Ronal kuliah di tempat yang sama dengan Eva.
Mereka dari dulu ingin kuliah pisah ingin cari pengalaman berbeda walau kampus mereka berdekatan.
Dan untuk Kevin setiap kali bertemu Eva selalu nama Evan yang dia dengar, entah apa itu alasannya Kevin juga tidak tau sampai sekarang apa maksudnya.
Ingin bertanya juga tidak enak belum saling kenal, sudah kenal pun belum tentu punya keberanian bertanya siapa tau itu privasi yang dia tidak mau berbagi.
Jika di pendam terus rasa penasaran itu semakin lama semakin membuncah hendak di pecahkan seperti teka teki yang punya banyak tanda tanya.
"Siapa sebenarnya cewek itu ? tiap kali melihat gue selalu nama Evan yang dia sebut seperti ada rindu yang terpancar dimatanya saat melihat gue dan mata itu memancarkan keindahan yang sebelumnya belum pernah gue lihat sama cewek mana pun juga sungguh berbeda serta Seoul untuk dipandang lama . "
Saat ini Kevin lagi berada di dalam kamarnya memandangi langit kamar sambil membayangkan Eva yang setiap saat selalu menyebut nama Evan.
Kadang ada raut kecewa saat orang yang di harapkan bukan dia tapi orang lain dan wajah Kevin selalu menampakkan tanda tanya memandang balik Eva, ada dengan gadis itu.
"Kayaknya gue harus tanya langsung kalau bertemu dia. ini sudah hampir lima bulan jika seperti ini terus gue makin penasaran dan mikirin dia terus . "
Frustasi Kevin mengacak rambutnya, dia harus dapat jawaban segera jika tidak ia tidak akan bisa tidur nyenyak.
Kenapa bisa bertemu sama gadis aneh, misterius begitu apa tidak bisa dengan gadis biasa saja yang tidak penuh dengan tanda tanya.
Kalau bukan menyangkut dirinya ia bisa diam tapi ini tentang dia yang di panggil Evan padahal sudah jelas dari dulu nama dia Kevin Arta Ninggrat belum ganti dan tidak akan pernah di ganti.
"Tapi dia cantik juga, imut,kalem beda dari yang lain, pintar juga dari yang gue dengar dari Ronal buktinya jadi idola tidak sombong namun agak cuek mungkin sama orang ngak kenal saja.
__ADS_1
Kalau melihat dia itu adem aja rasanya bikin damai, tatapan matanya bikin tenang . "
Membayangkan wajah cantik Eva dengan senyum senyum sendiri bahkan tidak menyadari sang mama dan papa memperhatikan dia dari balik pintu yang tidak di tutup dapat.
"Anak tampan mama lagi jatuh cinta ya ? senyum senyum gitu. Siapa sih orangnya ? kenalin sama mama papa Vin . "
Menyadarkan Kevin dari lamunannya lalu menghampiri masuk kedalam.
"Siapa yang jatuh cinta sih ma ? ngak lah mama salah liat kali. Kevin dari tadi diam saja . "
Kilah Kevin, mau ngasih tau bagaimana dia saja belum tau nama orang itu lagian kalau senyum bukan berarti lagi jatuh cinta.
"Yakin nih ngak mau kenalin ke mama ?. "
Goda mama pada Kevin selama ini dia belum pernah membawa cewek kerumah selain temannya Bastian.
"Iya ma, gimana mau ngenalin nama aja ngak tau . "
"Kayak papa waktu muda Vin garcep nanti di ambil orang, masa kalah juga sama Bastian . "
Goda mama lagi lalu keluar kamar Kevin dengan senyuman.
Itu tidak tau senyum semangat atau senyum ejekan hampir sama saja bentuknya susah di bedakan.
Payah mungkin itu yang Kevin rasakan dia mau kenalan saja susah gimana mau pendekatan sama cewek lalu mengatakan cinta tapi yang dia inginkan hanya menanyakan siapa itu Evan kenapa melihat dia tapi Evan yang ia sebut.
Di kos Eva setelah makan malam bersama masuk kamar lagi tapi sebelumnya sudah belajar bareng Sisi tadi.
Awal masuk kampus hingga sekarang pertemanan mereka berjalan baik baik saja hingga lebih dekat lagi dan saling terbuka satu sama lain baik masalah kuliah sampai privasi mereka bagi jika itu masih memungkinkan untuk di ceritakan tidak ada rasa canggung lagi.
__ADS_1
Sisi juga gitu dia juga selalu makan bersama Eva dan kakaknya, dia juga membantu membelikan bahan makanan tidak mungkin makan gratis tanpa ada partisipasi sedikitpun.
"Cowok itu siapa sebenarnya, kenapa mirip sekali sama Evan? tapi kalau dia Evan tidak mungkin lupa sama aku kan. Apa aku harus tanya langsung saja ya biar ngak penasaran lagi. Tapi gimana caranya kenal saja belum . "
Bingung memikirkan cara buat bicara berdua sama Kevin apa yang akan dia bilang nanti sebagai bentuk basa basi tidak mungkin masa tiba tiba tanya gitu kalau iya tanggapan baik lah kalau tidak gimana, malunya ngak nanggung.
"Aku makin pusing mikirin ini, kenapa seperti teka teki sih.
Gimana ya caranya bicara sama dia atau aku tunggu saja dia pas pulang kuliah.
Kalau ngak salah dia kuliah di kampus sebelah yang tidak jauh dari sini.
Kalau ada waktu nanti aku samperin . "
Keputusan Eva sudah bulat akan menemui Kevin jika ada waktu luang.
Bicara yang penting saja jika sudah selesai dan semua jelas dia bisa legal juga, tidak baik mendam semua itu lama lama.
Lebih cepat lebih baik toh ini hanya ingin bertanya baik baik tidak ada niat jahat lagian dia juga cewek tidak akan bisa berbuat apa apa.
\=\=\=\=\=\=\=
*Part ini agak pendek dari yang biasa maaf ya,
ngejar banget nulisnya walau tinggal nyalin saja.
Tetap kasih dukungan dan jejak ya
Makasih
__ADS_1
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*
Tbc.