TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Saat Olimpiade.


__ADS_3

Bulan yang semalam menghiasi langit gelap sudah di gantikan dengan sinar terang sang fajar.


Sinar hangat menggantikan rasa dingin yang dari malam menusuk kulit.


Teres embum si ujung daun perlahan mulai berkurang dan hilang sampai kering.


Hangat nya membangkitkan rasa semangat dalam jiwa, membakar rasa malas lagi hari yang terasa nyaman di balik selimut.


Sama juga dengan mata indah itu yang perlahan menunjukan pergerakan untuk terbuka siap menyambut pagi dengan semangat.


Rasa lelah hilang sudah saat pagi menjelang karena mendapatkan waktu istirahat yang cukup.


"Sudah pagi ternyata, nyenyak sekali aku tidur semalam. "


Mengambil posisi duduk lalu merentangkan tangan menikmati pagi yang cerah yang nampak jelas mencoba masuk melalui celah gorden.


"Iya lah pagi sudah tau itu cahaya mulai masuk kamar. "


Sela suara yang pagi pagi membuat hilang mood saja.


Emang kapan masuk kamarnya kan semalam pintu dia kunci dari dalam begitulah fikir Eva.


"Ada suara tapi ngak ada orang nya, udah biarkan saja aku mandi dulu siapa tau itu suara bawaan mimpi semalam. "


Mengambil handuk tidak lupa seragam Sekolah lalu masuk kamar mandi buat membersihkan diri lalu siap siap berkumpul sebelum acara penyambutan di mulai.


"Rese kamu Va bilang kau ngak terlihat"


Bukannya marah malah senyum menanggapi ucapan Eva.


Eva berlalu pergi ke dalam kamar mandi, terdengar jelas suara air mengalir dari shawer menandakan Eva lagi mandi.


"aku juga mau mandi tapi ngak ada baju ganti, tapi buat apa mandi udah tampan ini. "


Berdiri depan cermin memperhatikan wajahnya dari atas hingga bawah lalu balik lagi ke atas.


"Kalau dari lahir sudah tampan ngak mandi pun tetap tampan. Tapi tunggu kapan aku lahir ya kok ngak ingat atau ini kepala pernah ke jedot makanya lupa. "


Lupa itu tidak perlu harus di jedotin dulu itu kepala, banyak fikiran saja juga bisa lupa.


"Biarlah lupa ngak akan ada ini juga yang ucapan selamat ulang tahun."


"Ngarep banget di ucapkan selamat ulang tahun. "


Timpal Eva baru keluar dari kamar mandi yang sudah fress dan rapi dengan seragam Sekolah.


Berjalan menggantungkan handuk biar kering lalu menuju cermin merapikan rambut dan mengikat dan memasang kerudung tidak lupa sepatu hitam nya.


"Kapan kamu datang Van, bukannya semalam kamu keluar saat aku mau tidur kamu belum balik juga. "

__ADS_1


Selama ini dia tidak pernah beneran marah sama Evan kadang kesal saja dia becanda saat lagi serius.


"Dari semalam aku disini saja ngak ada pergi. "


Jelas Evan memang itu benar adanya sebab semalam dia keluar cuma sebagai alibi saja lalu masuk lagi lewat tempat lain biar Eva tidak terganggu.


"Udah cukup ngak usah di jelaskan lagi, kamu kan bisa masuk lewat mana saja. "


Memastikan lagi penampilannya apakah sudah benar rapi atau tidak.


Ini dia bukan sesama teman satu Sekolah saja yang akan dia temui tapi berbeda beda tiap Sekolah sekarang berkumpul disana.


Bukan cuma kesiapan fisik, mental atau kesiapan dalam materi untuk bertanding tapi juga penampilan harus rapi biar enak di pandang mata bagi siapa saja yang melihat.


"Yuk keluar. "


Berjalan keluar kamar tidak lupa mengunci pintu tapi Eva tidak membawa peralatan tulis karena sudah di siapkan oleh pihak yang mengadakan acara.


Selain menghindari adanya yang akan berbuat curang juga untuk tidak merepotkan murid yang ikut berpartisipasi dalam Olimpiade kali ini.


Sampai di tempat teman dam Guru berada Eva ikut melakukan sarapan pagi bersama untuk mengisi tenaga biar fokus nanti.


Selesai sarapan semuanya berkumpul di sebuah aula untuk menghadiri penyambutan setelah itu memasuki ruangan yang telah di sediakan oleh pihak sana.


Tepat pukul sepuluh pagi semua siswa yang ikut sudah masuk ruangan dan duduk di kursi yang telah di sediakan sesuai dengan no yang telah di tentukan sebelumny.


Harap harap cemas dengan hasil yang akan di dapatkan nanti.


Kita tidak tau kemampuan lawan sendiri kadang sudah sekuat semua kemampuan kita kerahkan dan ternyata masih bisa saja kalah.


Terus berfikir positive dan kerjakan dengan hati hati jangan terburu buru dan yang terpenting selesaikan dulu pertanyaan yang di anggap mudah baru yang sulit karena dalam pertandingan kita tidak di haruskan untuk menyelesaikan semua pertanyaan yang ada jika kita keliru atau kurang yakin lebih baik tidak di kerjakan sama sekali.


(Ini menurut author saja yang pernah ikut pertandingan antar Sekolah mungkin dari yang lain beda juga author juga tidak tau ya).


"Harus tenang, berdoa, rules saja jangan tegang anggap saja ini seperti ujian kemarin dan anggap juga kalau mereka semua teman ku dalam kelas. "


Rasa gugup itu kian terasa dalam diri Eva padahal sudah sering juga ikut acara itu saat di Sekolah dulu tapi rasanya masih sama saat pertama kali ikutan.


"Ok tenang Bismillah. "


Pengawas mulai membagikan lembaran soal dan kertas untuk jawaban.


"Silahkan di kerjakan yang mudah dulu dan jangan lupa berdoa. "


Setelah itu pengawas duduk di kursi paling depan dengan posisi agak tinggi dari kursi kursi lainnya.


Itu memudahkan memantau setiap apa saja pergerakan peserta dalam ruangan itu.


"Mau aku bantuin ngak ?. "

__ADS_1


Evan datang disaat Eva lagi fokus apa dia tidak sadar akan mengganggu konsentrasi Eva dalam menjawab pertanyaan.


Ini anak ngapain muncul coba bikin hilang konsentrasi aja, dia fikir aku bodoh apa perlu bantuan dia, emang dia fikir dia pintar apa kalau pintar pasti ikut juga kan ini malah tidak ikutan, sok an mau bantu.


Eva menggerutu dalam hati karena kehadiran Evan dalam ruangan itu. Kehadirannya malah mengganggu bukan membantu.


"Ya sudah aku keluar kalau aku bikin kamu ngak konsentrasi, semangat Va kamu pasti bisa. "


Pamit Evan berlalu keluar lewat pintu padahal tadi tidak lewat sana tapi suka suka dia saja yang penting dia senang.


"Perasaan aku ngak ngomong apa apa sama dia tadi kok dia bisa tau kalau kedatangannya ganggu konsentrasi aku.


Mungkin filling dia saja itu, bodo lah. "


Melanjutkan lagi mengerjakan soal demi soal yang ada dengan sedikit kesulitan sebab masih ada beberapa soal yang sulit Eva pahami tapi walau demikian masih bisa Eva kerjakan.


Waktu terus berputar hingga waktu yang tersedia hampir habis menandakan untuk mengumpulkan hasil jawaban yang mereka dapatkan.


"Baiklah anak anak waktunya sudah habis, silahkan keluar tinggalkan jawaban kalian di atas meja saja. "


Siswa membubarkan diri meninggalkan ruangan itu dengan tenang berkumpul lagi sama teman mereka satu Sekolah tadi dan pergi untuk makan siang selain waktu sudah pas untuk makan di tambah dengan berfikir ektra manambah rasa lapar itu.


"Soalnya susah susah semua. "


"Aku agak sulit saat no terakhir. "


"Pengawas dalam ruangan ku galak. "


"Untung aku sudah pelajari semua itu. "


Begitulah bunyi bisikan bisikan setiap siswa yang lewat mengeluhkan apa yang dia rasakan selama dalam ruangan tadi.


Eva juga merasakan hal yang sama cuma dia memilih diam saja sebab sudah diwakilkan oleh siswa lain.


"Mari anak anak kita makan siang dulu sambil menunggu hasilnya nanti sore. "


"Iya pak. "


Menuju rumah makan yang sebelumnya sudah dari Sekolah pesan saat Olimpiade berlangsung tadi mereka tau siswa yang ikut pasti akan kelaparan saat keluar nanti tampak jelas dari raut wajah lesu mereka entah karena lapar atau soal soal yang sulit.


\=\=\=\=


Jangan lupa like, rate, komen and vote


Makasih.


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2