TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Amarah Kevin.


__ADS_3

Dalam perjalanan balik ke kota Efi masih terlelap dengan bersandar di bahu Renal, dia tidak terganggu dengan perjalanan yang berlika liku dia merasa seperti naik ayunan dengan keadaan jalan seperti itu .


Jika ada yang bertanya kenapa Renal memilih menggunakan mobil di bandingkan pesawat dia ingin menikmati indah pemandangan sepanjang jalan yang tidak akan mungkin dia dapatkan jika naik pesawat kalau Efi sudah jelas kalau dia hemat biaya.


"Fi bangun, kita makan dulu ini sudah sore. "


Mengguncang bahu Efi biar bangun, perjalanan mereka masih jauh dan juga mereka santai selama di perjalanan jadi memakan waktu lebih lama.


"Hhmm sudah sampai Re?. "


Efi membuka mata lalu memperhatikan sekitar ternyata mereka lagi berada di parkiran sebuah rumah makan.


"Belum masih jauh, kita makan dulu. Yuk turun !. "


Membukakan pintu agar Efi gampang turun lalu mereka masuk buat makan.


Mereka makan bertiga bersama supir Renal, disana menyuguhkan beraneka ragam menu makanan yang menggugah selera dan siap memanjakan lidah pengunjung.


Selesai makan mereka melanjutkan perjalanan lagi, Efi tidak tidur lagi dia sudah cukup tidur selama tadi mungkin bahu Renal pegal menahan berat badan Efi.


"Fi kamu tinggal dimana sama adik mu di kota ?. "


Memecahkan kesunyian yang tercipta di antara mereka.


"Kami kos dekat kampus, itu dulu Sekolah lama adik ku yang membantu mencarikan tempat tinggal. "


Mungkin jika mereka yang nyari tidak akan dapat yang dekat kampus dan juga akan sulit mendapatkan tempat tinggal karena mereka baru disana dan belum tau jalan.


"Berarti boleh saya main tempat kamu kapan kapan ?. "


Harap Renal jika mereka sering bertemu pasti akan cepat dekat .


Renal juga dosen di tempat Eva kuliah jadi dia pasti akan tau kosan sekitar sana.


"Boleh tapi pagi sampai sore aku kerja Re. Sore sampai malam ada di rumah . "


Jelas Efi takutnya pas Renal datang dia tidak ada di rumah.


"Iya saya ngerti, pagi saya juga ngajar di kampus. Kalau saya mau datang akan kabari dulu. "


Jika ingin bertamu alangkah baiknya memberi kabar dulu, bisa saja saat kita datang yang punya rumah lagi ada tamu juga kan tidak enak bentrokan.


"Kamu simpan no saya biar gambang ngabari nanti . "


Mereka bertukar no ponsel biar gampang saling bertukar kabar.


"Kamu ngak tidur lagi, kalau ngantuk tidur saja ngak apa . "


Mau menarik lagi kepala Efi biar bersandar di bahunya tapi Efi menolak.


"Ngak Ren aku ngak ngantuk, jangan cari kesempatan deh. "


Mana ada orang baru bangun tidur masih ngantuk lagi, emang itu mata terbuat dari apa kerjaannya tidur saja.


"Siapa yang cari kesempatan, kamu tadi nyenyak kali tidurnya. "

__ADS_1


Elak Renal, jika Efi tidur dia bisa puas memandangi wajah Efi dari dekat.


Biarlah di katakan modus jika itu tidak ada yang di rugikan kenapa tidak.


"Udah ah bilang saja cari kesempatan. "


Efi memandang keluar jendela manikmati pemandangan alam yang terbentang sepanjang jalan.


Sepanjang mata memandang begitu banyak yang dapat di lihat mulai dari hamparan sawah, pegunungan, sungai, jejeran toko toko pasar tradisional yang sudah jarang di temui di kota besar.


Setiap kota yang di lewati menyuguhkan pemandangan yang berbeda dan keindahan tersendiri.


"Cantik ya Fi. "


Ucapan singkat Renal membuat Efi menoleh sesaat lalu memandang keluar lagi.


"Iya pemandangan yang cantik. "


Jawab Efi menganggap ucapan Renal membahas pemandangan.


"Bukan pemandangan tapi kamu. "


\=\=\=\=\=


Sore hari tidak seperti biasa pengunjung caffe rame dari hari biasanya.


Eva sampai kelelahan harus bolak balik mengantarkan pesanan begitu juga rekannya.


Kevin datang bersama sahabatnya kesana Bastian, Ronal dan Roman mereka duduk paling pojok menghindari keramaian.


Hingga pada akhirnya Kevin mendengar percakapan pengunjung bersama Eva membuat dia naik darah.


Panggil pengunjung itu pada Eva, tanpa curiga Eva menghampiri dengan senyum ramah.


"Iya ada apa mas, apa masih ada yang kurang ?. "


Keramahan Eva tampak jelas jika lagi bekerja, dia hanya ingin melakukan yang terbaik saat bekerja .


"Ini minumannya kenapa kurang manis ya?. "


Ucap pelanggan itu menunjuk minumnya.


"Kalau gitu biar saya ganti saja mas. "


Eva hendak mengambil minuman itu untuk mengganti dengan yang baru.


"Tidak usah di ganti mba. Cukup mba temani saya makan saja. Kan manisnya di senyum mba. "


Memegang tangan Eva lalu menarik hingga Eva terduduk di kursi yang berada di sampingnya.


"Maaf mas jangan begini, saya lagi kerja. "


Eva beranjak ingin pergi sebenarnya dia risih kenapa ada orang kurang ajar seperti dia tapi demi menjaga nama baik caffe Eva terpaksa sabar.


"Jangan jual Mahal mba, berapa sih yang mba butuhkan. "

__ADS_1


Berusaha meraih tangan Eva, dengan cepat Eva menghindari.


"Jangan lancang ya mas, jangan samakan saya dengan orang lain. "


Eva sudah tidak tahan jika diri dia di hargai seperti itu, dia perempuan murahan seperti penilaian lelaki itu.


"Jangan sok mba, pakaian mba ini kan cuma sebagai topeng saja. "


Eva tidak menggubris lalu pergi dengan menahan air mata yang siap keluar saat itu juga.


Kevin beranjak dari duduknya menghampiri lelaki yang sudah mmenghina gadisnya itu lalu.


BBUUKK


Melayangkan pukulan pada lelaki itu hingga terkapar di lantai dengan darah yang mengalir di ujung bibir lelaki itu.


"Jangan pernah lo hina dia dengan mulut sampah lo itu, pergi dari sini "


Menyeret lelaki itu hingga keluar caffe tidak peduli dengan pandangan orang terhadap Kevin kenapa tiba tiba saja memukul orang.


"Vin lo kenapa tiba tiba memukul dia tanpa alasan gitu ?. "


Ronal mendekati Kevin yang masih terlihat marah, tidak seperti biasa sahabatnya akan semarah ini.


"Laki laki itu tidak pantas bicara seperti itu . "


Kevin balik duduk lagi maksud hati ingin makan dengan tenang sekalian ingin melihat Eva bekerja malah mendapatkan kejadian yang tidak mengenakan.


"Maksud lo apa ? lo marah karyawan lo di bilang begitu. Bisa saja apa yang dia bilang benar kan. "


Timpal Roman sama ucapan Kevin, di zaman sekarang memang masih banyak orang yang memakai pakaian tertutup hanya sebagai topeng saja kadang juga di gunakan untuk tindak kejahatan.


Tapi tidak semua orang seperti itu.


"Lo tau siapa yang dia hina tadi, dia itu kekasih gue.


Apa lo akan diam saja saat kekasih lo di hina orang, ngak kan. "


Jawaban Kevin membuat mereka terdiam cuma Bastian yang tau Kevin pacar Eva sebab dia dapat menilai tanpa harus di beri tau dan juga dapat di lihat dari perlakuan Kevin pada Eva.


"Eva."


Kevin beranjak dari duduk mencari keberadaan Eva, pasti Eva sedih di hina seperti itu apa lagi orang yang dia tidak kenal sama sekali.


Kevin mencari Eva ke dapur tapi Eva tidak dia temukan hingga kebelakang caffe ada mini taman tetap tidak ada juga membuat Kevin cemas takut Eva kenapa napa.


"Pak melihat Eva tidak?. "


Tanya Kevin pada menager caffe yang kebetulan lewat.


"Bapak tidak melihat Eva nak. "


Kevin berjalan ke sebuah tempat hanya itu yang belum dia periksa hingga dia harus menunggu dulu hingga Eva keluar.


\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Mampir ke PERJALANAN HIJRAH KU.


Tbc.


__ADS_2