TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Muncul Lagi


__ADS_3

Berjalan sendirian menuju jalan pulang tanpa menghiraukan sekitar yang terpenting cepat sampai rumah dengan selamat itu lebih penting. Suasana siang menjelang sore begitu tenang tidak terlalu panas atau mendung jadi tidak akan merasakan lelah berlebihan.


Eva terus melangkah dia ngak menyadari ada orang yang mengikuti dari belakang bahkan terkesan cuek. Orang itu tenang saja berjalan di belakang Eva dengan jarak ngak terlalu dekat. Sampai di rumah Eva langsung masuk di dalam sudah ada Efi lagi mengerjakan sesuatu.


"Kakak lagi buat apa ? "


Sapa Eva duduk dekat Efi sambil meluruskan kaki karna lelah berjalan jauh.


"Ini untuk jualan kakak besok, kamu ganti baju gih habis itu makan"


Titah Efi dan Eva beranjak menuju kamar mengganti baju Sekolah dengan pakaian santai.


Mengganti pakaian lalu Eva makan di dapur sendirian selesai makan Eva mencuci piring bekas makannya dan meletakkan di rak piring. Eva melamun mengingat kejadian di sekolah tadi seperti dia pernah merasakan itu tapi ngak tau kapan dan dimana.


Dia seperti ngak asing buat aku tapi dia siapa kami kan baru bertemu tadi.


Ngak mungkin cuma perasaan aja kali mending sekarang aku pergi mencuci pakaian.


Bergegas memasukan pakaian kotor ke dalam ember tidak lupa sabun serta sikat baju. Berjalan mendekat tempat Efi masih sibuk sama pekerjaannya.


"Kak aku pergi mencuci baju dulu ya "


Pamit Eva setelah mendapat izin dia melangkah keluar rumah menuju sumur tempat biasa mereka mandi, cuma butuh waktu lima menit Eva sampai.


Disana Eva mencuci dengan tenang tanpa menunggu antian dulu sebab hari yang belum terlalu sore jadi belum ada orang disana. Baju kotor tadi sudah tercuci semua dan masuk lagi kedalam ember lalu Eva langsung mandi selesai mandi Eva berpakaian lagi bersiap untuk pulang.


"Itu siapa ngapain berdiri disana ? "


Gumam Eva melihat orang membelakangi dengan bahu keatas tertutup daun sebab berdiri dekat rimbunan pohon.


"Apa dia nunggu aku siap mandi kali ya "


Mendekat kesana dengan ember yang masih di tangan berjalan perlahan.

__ADS_1


"Kak "


Panggil Eva saat sudah berjarak dekat, orang itu masih diam tanpa membalikkan badan.


"Kakak mau mandi, ini saya udah siap"


Ucap Eva bicara tanpa ada sahutan sama sekali, berjalan sedikit lebih dekat lagi.


Saat hampir sampai daun itu tak lagi menutupi bahu orang itu Eva membeku di tempat, wajahnya langsung pucat seperti ngak ada darah, ingin melangkah tapi seakan ada yang menahan, sekuat tenaga Eva berusaha pergi dari sana berlari jauh menghindari orang itu . Yang dikira orang menunggu giliran mandi tapi justru sebaliknya.


Sampai di rumah Eva mengatur nafas yang terasa berat, jantung berdetak kencang dunia terasa berhenti berputar. Setelah sekian lama ngak mengalami sekarang terjadi lagi bahkan dengan sosok yang berbeda. Mulai sekarang dia akan mengalami hal dulu lagi, hal yang di harapkan ngak terjadi lagi kini datang dengan sendiri.


"Hhuufftt,, ke kena pa keja dian ini muncul lagi"


Lirih Eva memegang dada yang masih berdetak kencang dan nafas mulai teratur.


"Aku ngak mau lagi ini terulang , sudah cukup kejadian beberapa bulan lalu dan aku hampir ngak bisa bertemu kakak lagi"


"Sosok ini sungguh membuat aku takut setengah mati apalagi jarak yang begitu dekat dan,,dan kenapa ngak ada kepalanya lalu muncul sore begini. kenapa sosok menyeramkan seperti itu menghantui ku lagi"


Duduk di teras rumah keringat masih mengalir membasahi muka cantik itu.


"Jangan usik hidup ku lagi dan kenapa aku bisa melihat semua ini, aku juga ngak ingat siapa dulu yang membantu ku bisa seperti sekarang"


Eva masih mencoba mengingat kenapa bisa melihat semua itu dan sepertinya bukan kebetulan.


Masuk ke dalam rumah setelah di rasa tenang fikiran nya pun sudah bisa berfikir jernih, menampilkan senyum cerah seolah ngak terjadi apapun. Di dapur Efi lagi memasak untuk makan malam mereka.


"Kak biar aku lanjutin, kakak pergi mandi aja ini udah sore"


Mengambil alir acara masak itu supaya sang kakak ngak ke sorean mandi dan ngak perlu ngantri.


"Iya kamu lanjutin ya dek tinggal nunggu matang aja terus tata di atas meja ya"

__ADS_1


Pergi meninggalkan Eva sendirian di rumah melanjutkan masakan yang sudah setengah matang itu. Efi mengambil baju, handuk dan peralatan mandi menuju sumur.


Berkutik dengan masakan lalu setelah masak memasukan kedalam mangkuk dan menaruh ke atas meja. Membersihkan peralatan masakan, menyapu dapur dan memastikan bahwa nasi sudah matang juga.


Saat sedang asik membersihkan dapur lalu ada sekelebat bayang yang melintas depan pintu dapur, Eva mendekat melihat sekeliling tapi ngak ada apa-apa. Rasa takut kembali menghantui Eva yang sendirian di rumah dengan cepat menutup pintu lalu menguncinya bergegas ke depan teras menunggu Efi pulang mandi.


"Kita bertemu lagi, tunggu aku akan membawa mu kembali ke tempat yang seharusnya"


Eva merinding mendengar suara yang tiba-tiba terdengar di pendengaran terasa jelas. Ketakutan semakin melanda dan ngak ada lagi sosok yang akan melindungi sosok itu sudah lama pergi dan menghilang sekarang ngak tau dimana berada.


Berdiam diri di tempat duduk dengan perasaan was was memperhatikan sekitar rumah siapa tau sosok itu muncul jadi Eva bisa waspada. Beberapa saat kemudian Efi pulang dilihatnya sang adik duduk di teras tidak seperti biasa.


"Loh dek kenapa duduk di luar bukan di dalam ? "


Heran dengan tingkah Eva duduk melamun kayak orang banyak pikiran walau kebenarannya begitu.


"Eh kak udah balik, ngak lagi pengen santai aja cari angin sore"


Kilah Eva mengikuti langkah Efi masuk rumah bahkan sampai masuk kamar. Rasa takut itu masih ada jika ada teman akan sedikit berkurang.


Malam menjelang sudah berganti dengan sinar rembulan di lengkapi dengan kemerlap cahaya bintang yang bertebaran menghiasi langit malam. Dua kakak beradik itu lagi menikmati makan malam dengan tenang bahkan ngak ada yang mengeluarkan suara sampai sesi makan selesai.


Eva mengerjakan tugas Sekolah kadang masih minta bantuan Efi jika ada yang kurang di pahami dan Efi dengan senang hati akan membantu sebab jurusannya yang dulu sama dengan jurusan yang Eva ambil sekarang.


Jarum jam terus berputar waktu sudah menunjukan jam sepuluh malam tugas Eva sudah selesai semua, membereskan semua peralatan sekolah memasukan buku pelajaran buat besok agar ngak terlalu repot lagi.


Memastikan semua pintu sudah terkunci, mematikan semua lampu menyisakan cuma lampu teras saja meninggalkan kesan remang remang dirumah itu. Mereka tidur berdua bukan berarti ngak ada kamar lain cuma akan terasa sepi jika tidur terpisah.


Baru beberapa jam tidur Eva terbangun dengan suara yang membuat tidurnya terganggu, membuka mata melihat sekitar kamar memastikan ngak ada apa apa disana tapi saat pandangan tiba pada pojokan kamar berdiri sosok tinggi,besar , dengan mata merah, muka penuh goresan luka darah keluar dari goresan itu kenapa Eva bisa melihat dengan jelas se akan ada cahaya yang menyinari sosok itu.


Menutup badan dengan selimut sampai tertutup semua hingga kepala, badan bergetar hebat untung Efi ngak terbangun jika ia apa yang harus Eva bilang. Apa Efi akan percaya dengan apa yang di lihatnya barusan jika ditunjukkan pun mungkin sosok itu sudah menghilang sekarang.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2