
Semua akan terasa biasa kalau seiring berjalannya waktu,rasa yang begitu berat itu kini sudah mulai berangsur memudar dan mulai biasa dengan ke adaan sekitar.
Cuma awal melepaskan saja terasa berat tapi kini tidak lagi,rasa ikhlas itu kini sudah tergantikan dengan rasa tenang buat melepas pergi.
Jika kita sulit melepaskan maka selamanya kita akan terus terjebak dalam rasa terpuruk itu.
Percayalah setelah adanya perpisahan maka akan ada juga yang namanya pertemuan lagi walau dengan orang baru.
Contohnya saat kakek meninggalkan semua orang maka sudah ada anggota keluarga baru yang Efi dan Renal hadirkan di antara mereka.
Seperti hari ini Efi ingin sekali ikut Renal ke kampusnya hingga harus merengek ikut bersama seperti anak kecil yang tidak mau di tinggalkan orang tuanya pergi ke pasar.
"Mas Re aku ikut ya?aku bosan di rumah terus dan juga aku ngak ada kegiatan juga di rumah."
Sedari pagi bangun tidur Efi sudah meminta Renal agar mau mengajaknya pergi ke kampus bahkan saat Renal mandi Efi menunggu di depan pintu kamar mandi.
Aneh mungkin tapi Efi merasa biasa saja dan tetap mau keinginannya di kabulkan Renal.
"Honey kamu lagi hamil jadi tunggu aku di rumah aja ya,janji nanti pulang aku bawakan makanan kamu mau apa bilang aja?."
Membujuk Efi agar mau tetap berada di rumah dan menunggu dia pulang.
"Ngak mau,aku ngak mau apa apa,aku cuma mau ikut kamu ke kampus titik ngak pale nego."
Dengan nada ya yang mulai melemah dan mata berkaca kaca,sejak hamil Efi tidak mau jauh dari suaminya walau hanya sebentar kadang Renal harus mengecoh Efi jika harus ke kampus dengan membawa baju ganti keluar dengan alasan hanya akan lari pagi dan menyimpan baju ganti ke mobil pada malam hari saat Efi terlelap tidur.
"Honey aku ke kampus mau ngajar bukan pergi main,nanti pulang kampus kita jalan jalan ya.
Kalau kamu ikut nanti yang ada bosan nunggu aku selesai."
Harus ektra sabar menghadapi ibu hamil muda itu dan yang penting ini lebih sulit dari pada membujuk anak kecil yang akan tenang jika di belikan jajan.
"Aku mau ikut ke kampus bukan mau jalan jalan.
Ya udah kalau ngak mau ngajak udah pergi sana.
Kamu emang udah ngak sayang lagi sama aku.
Sayang (mengusap perutnya yang mulai sedikit membuncit) kita ke rumah kakek dan nenek saja ya di sana banyak orang yang sayang sama kita."
Pergi dari hadapan Renal dengan tangan masih mengusap perutnya sambil berjalan mengabaikan Renal.
"Honey bukan gitu maksud aku(mencegah Efi keluar kamar) aku cuma takut kamu kelelahan nanti kan kasian baby nya.
Siapa bilang aku ngak sayang kamu lagi,ingat selamanya aku akan tetap menyayangi kamu ok jangan sedih gitu.
Kamu boleh ikut aku ke kampus tapi janji jangan kemana mana kalau aku lagi ngajar dan tunggu aku sampai selesai."
Wajah Efi berubah bahagia seketika mendengar ucapan Renal yang akhirnya mengajak di pergi ke kampus.
Efi langsung berganti pakaian dengan yang lebih cocok serta tidak lupa dandan,sejak menikah Efi selalu mementingkan penampilan di depan suaminya,baginya dandan buat suami salah satu pahala menyenangkan hati suami.
Renal hanya menggeleng kepala melihat tingkah Efi yang cepat sekali berubah dan juga membuat Renal senang karena istri nya tidak terus merengek dan kalau akan di biarkan tidak di turuti ke inginannya maka akan berakhir dengan tangisan.
"Mas aku udah siap,yuk turun."
Menggandeng lengan Renal turun dari atas menuju ruang makan disana semua orang sudah berkumpul hanya mereka berdua yang belum turun.
"Kakak mau kemana?pagi pagi udah rapi."
Sisi heran melihat kakak iparnya yang sudah menggunakan pakaian rapi dengan senyum yang terus terukir.
"Mau ikut mas Renal ke kampus,walau kakak ngak pernah kuliah setidaknya kan bisa merasakan suasana kampus."
Jewaban Efi membuat semua orang terdiam,bukan karena ikut pergi ke kampus melainkan ingin merasakan suasana kampus yang bahkan yang sulit bisa Efi rasakan apa lagi bisa ikut duduk di antara mahasiswa yang lainnya.
"Honey sekarang kita sarapan ya,nanti aku bisa telat."
Mengalihkan pembicaraan yang mulai terasa tegang padahal maksud Efi beda dengan jalan fikir mereka.
Selama ini Efi tidak pernah merasa kalau dia kurang beruntung karena tidak bisa kuliah karena yang penting bagi dia sang adik tidak putus Sekolah hingga Efi harus banyak berkorban buat Eva.
Selesai sarapan psutri itu berpamitan begitu juga dengan Sisi yang hendak pergi magang yang tinggal satu bulan lagi.
__ADS_1
Sepanjang jalan senyuman Efi tidak kunjung pudar dan malah kian awet melihat jalan yang dia lewati kali ini Efi memang seperti anak kecil yang lagi di ajak jalan jalan sama orang tuanya.
"Kamu bahagia honey?."
Sesekali Renal melihat Efi yang duduk di sampingnya dengan terus tersenyum.
Sejak Efi hamil dia akan terus meminta ikut Renal kemana pergi.
Kalau kerjaan Renal tidak sibuk maka akan senang hati Renal akan membawa kadang Renal sendiri yang inisiatif sendiri mengajak Efi pergi karena tidak ingin Efi sampai bosan atau stress jika terus di rumah.
"Aku sangat bahagia mas makasih ya."
Merangkul Renal dari samping lalu menyenderkan kepalanya pada pundak Renal yang lagi fokus menyetir tidak terganggu sama sekali.
Pernah suatu ketika melihat Eva bisa bawa mobil,Efi meminta Renal buat mengajarkan juga tapi Renal tolak dengan alasan tidak perlu bisa menyetir karena masih ada dia yang selalu bisa mengantar Efi kemana pergi.
Beda dengan Eva yang masih sendiri jadi wajar belajar bawa mobil agar tidak selalu mengandalkan Kevin atau naik angkutan umum.
Kalau Efi bisa bawa mobil maka dia akan bisa pergi tanpa harus minta antar Renal dan hal itu Renal tidak mau terjadi karena Renal ingin Efi selalu bergantung sama dia dalam segala hal,biarlah di katakan egois yang jelas Renal bisa selalu di samping Efi.
"Honey tunggu di sini jangan kemana mana sebelum aku kembali ya dan semua kebutuhan mu sudah ada.Bentar lagi aku mau masuk ngajar."
Mereka sampai di kampus Renal mengajak Efi duduk di kursinya dan menyediakan segala kebutuhan yang Efi perlukan selama dia mengajar.
Memastikan kalau Efi tidak akan bosan atau jenuh selama berada di kampus.
"Iya mas tenang aja."
Memegang tangan Renal,meyakinkan bahwa dia akan baik baik saja di tinggal Renal walau dia tidak kenal satu orang pun di sana tapi cukup senang bisa melihat kampus itu apa lagi seandainya Eva tidak magang maka akan ada teman meski hanya waktu istirahat bisa bertemu.
"Aku masuk dulu honey,kalau ada apa apa telpon langsung ya."
Setelah itu Renal mengambil segala perlengkapan mengajar dan meninggalkan Efi di sana. Sebelum pergi Renal tersenyum kepada Efi dan mengusap pelan kepala Efi tanda sayang.
Selepas Renal pergi Efi sibuk sama kegiatan sendiri yaitu Efi lagi menikmati makanan yang Renal beli di jalan tadi serta menyediakan buku buat di baca jika bosan dan juga laptop jika Efi ingin menonton semua sudah Renal sediakan.
"Hey aku boleh gabung ngak?."
"Boleh duduk aja."
Ramah Efi menyuruh duduk dan juga senang ada teman jadi tidak akan terlalu bosan.
"Kenalkan nama aku Ria."
Mengulurkan tangan dan di sambut Efi.
"Aku Efi, ngak ngajar ya?."
Dapat Efi pastikan kalau dia juga dosen disana melihat dari penampilan Ria.
"Iya aku udah selesai ngajar barusan,mau ikut ke kantin ngak?biar ngak bosan nunggu pak Renal ngajar."
Ajak Ria pergi ke kantin karena dia juga ingin makan karena dia mengajar pagi jadi rasa lapar itu sudah terasa apa lagi sekarang sudah mau jam sepuluh pagi.
"Makasih tapi aku di suruh tunggu di sini sampai mas Renal balik,maaf ya ngak bisa temanin."
Tolak halus Efi yang sudah janji sama Renal di rumah sebelum berangkat supaya tidak kemana mana sendiri selama di kampus itu demi kebaikan Efi dan anaknya.
"Iya ngak apa,aku temanin aja sampai pak Renal balik ya."
Ria memilih menemani Efi disana sampai Renal kembali yang mungkin akan sebentar lagi juga selesai ngajar.
"Ngak apa aku sendiri aja,kak Ria ke kantin aja ngak baik nahan lapar."
Merasa tidak enak sama Ria harus nahan lapar menemani Efi.
"Udah ngak apa,palingan bentar lagi juga balik pak Renal nya."
Akhirnya mereka memilih mengobrol buat mengisi waktu membahas tentang perempuan dan juga tentang kehamilan Efi yang baru itu.
Ria senang mendengar cerita Efi yang enak di ajak bicara dan juga selama ini banyak dosen muda yang menyukai Renal tapi tak satu pun yang bisa mencuri hati Renal hingga pertemuan yang tidak sangaja dengan Efi membuat dia jatuh hati.
Ria termasuk salah satu dulu yang menyukai Renal dan harus menelan pahitnya kecewa saat surat undangan pernikahan Renal sebarkan maka dengan lapang dada Ria terima dan berfikir mungkin Renal bukan jodoh dia dan Ria dapat melihat secara langsung perempuan baik nan lembut yang bisa memenangkan hati Renal.
__ADS_1
"Honey maaf lama ya,kamu pasti bosan ya?"
Renal baru selesai mengajar dan langsung menghampiri Efi ternyata lag sama seseorang di sana.
"Ngak kok mas,kan ada kak Ria yang temani aku jadi ngak merasa bosan.
Mas udah selesai ngajar nya?."
Balas Efi sehingga Ria hanya jadi penonton mereka berdua.
"Kalau begitu aku pamit dulu ya Efi,pak Renal."
Tidak enak lama lama di sana yang ada akan jadi obat nyamuk.
"Iya makasih Bu Ria."
"Makasih kak Ria."
Tenang sang istri ada teman selama dia tidak ada padahal selama mengajar tadi Renal ke fikiran Efi yang takut bosan menunggu dia selesai.
"Sekarang kita jalan jalan ya,kebetulan cuma satu mata kuliah."
Mengajak Efi pergi jalan jalan sesuai janji tadi,berusaha supaya fikiran Efi tetap rilek selama hamil dan tidak banyak fikiran makanya semua permintaan Efi akan Renal kebulkan.
"Ayo mas."
Membereskan semua bawaan tadi lalu pergi ke parkir buat meninggalkan kampus.
Tujuan mereka kali ini yaitu sebuah taman bermain.
Sampai sana Renal membeli tiket setelah dapat mereka berdua masuk,mereka hanya bermain permainan yang biasa saja yang penting aman.
Renal ingin memanjakan istrinya itu dengan cara dia sendiri.
"Sekarang kita makan ya honey,ini udah lewat jam makan siang."
Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul dia siang,Efi lupa waktu saat bermain dan Renal membiarkan saja asal Efi senang.
" Ah masa udah mau sore aja,padahal baru juga main."
Keluh Efi merasa bahwa dia baru saja bermain dan harus berhenti dan itu terasa berat sekali.
"Baru apa nya honey,sekarang perhatikan permainan mana yang belum di mainka?."
Mengedarkan pandangan pada segala arah dan hampir semua permainan Efi mainkan dan mungkin jika tidak segera di cegah maka mereka akan keluar dari sana saat tempat itu mau tutup.
"Maaf mas aku keenakan mainnya,ya udah sekarang kita cari makan kebetulan anak kita juga udah lapar."
Akhirnya mereka keluar dari dan mencari tempat makan yang tidak jauh dari sana.
Hari sudah sore mereka berdua pulang,sepanjang jalan Efi tertidur nyenyak karena lelah bermain dan juga ke kenyangan jadi memilih tidur.
"Kasian kamu honey sampai ke tiduran gitu pasti capek banget ya apa lagi bentar lagi perut kamu akan membesar pasti akan sulit bergerak dan susah tidur,
Aku akan usahakan kemauan mu asal masih masuk akal ya."
Sampai rumah Efi belum bangun juga,dengan telaten Renal menggendong Efi masuk rumah.
Orang yang melihat heran kenapa sampai Efi harus di gendong dan Renal menjawab kalau Efi kelelahan bermain dan mereka mengerti.
\=\=\=\=\=
*Jangan lupa yang biasa ya
Like
Komen
Vote
Makasih*
Tbc.
__ADS_1