The Stupid Barbie

The Stupid Barbie
Arkanya!


__ADS_3

Arkaa!! Cowok laknat ya, lo! Kalau ada salah, lo bilang?! Salah lo banyak tau!! Beraninya ya, lo minta kontak cewek lain di depan gue!! Mana ceweknya lebih cantik lagi..., hardik Rana dalam hati. Tapi yang terjadi dalam kenyataannya adalah, cewek itu hanya manggut-manggut mengiyakan. Sembari berusaha menampilkan senyum ikhlasnya sebab ia sadar tak punya hak untuk menyuarakan itu semua.


"Ya udah. Kita ke kantin," ucap Arka sembari berdiri dari duduknya yang cukup bisa dikatakan sebagai tindakan kurang ajar. Andai yang melakukannya bukan Arka Airlangga, pasti orang itu sudah di demo oleh seluruh penghuni kelas yang amat menghormati meja belajar sebagai sarana menuntut ilmu.


"Anj*y ... ngenes banget deh gua. Udah jomblo ngenes, mana liat temen uwuwan terus lagi!" gerutu Vira setelah kepergian Rana dan Arka.


"Vira oh Vira! Kenapa kau panggil hujan ...," nyanyi seorang cowok tiba-tiba. Mengikuti lagu pada film Upin Ipin. Tidak jelas sekali.


"Heh, apaan, Gentong?!" Vira menoleh pada sumber suara. Pada seseorang yang tak lain adalah patner jombonya.


"Vir! Hari ini lo jadi traktir gua tiga porsi bakso, kan?" tanya Dio lalu meringis kuda.


...💕...

__ADS_1


Di kantin, lagi-lagi Rana dibuat sebal sekali. Masalahnya, sejak berjalan menuju kantin sampai ia dan Arka duduk di tempat ini, semua orang terus menjadikan mereka pusat perhatian dan berbisik-bisik. Senang sekali mendapat bahan gosip terbaru. Dan yang lebih menyebalkan lagi adalah, tak cuma nama ia dan Arka yang dijadikan topik oleh mereka, melainkan nama si murid baru itu juga.


"Ra, kamu duduk sini aja, ya. Biar aku aja yang pesen," Arka yang masih merasakan ketidak-mood-an Rana, segera saja menawarkan diri sebab paham betul bahwa cewek itu sedang PMS. Kata mamanya kemarin, kalau Rana lagi mens dia harus super sabar soalnya cewek kalo lagi mens biasanya suka marah-marah tanpa sebab.


"Hai, Kak Arka!" sapa seorang cewek tiba-tiba, saat Arka sedang menunggu pesanannya jadi.


"Oh ... hai, Al!" balas Arka tanpa ragu. Menyunggingkan senyumnya pada gadis itu.


Di tempat duduknya, telinga Rana seolah sudah mengeluarkan kepulan-kepulan asap penuh kemarahan sebab melihat adegan itu. Setahunya, Arka hanya akan menyunggingkan senyum itu untuknya. Setahunya, Arka tak pernah memperlakukan cewek lain selain dirinya sampai seramah itu. Huh ... ingin rasanya ia menjambak-jambak rambut cewek itu sekarang juga.


Rana hanya diam tak menanggapi. Pandangan matanya kini tertuju tanpa berkedip pada mahluk bernama Alea itu. Dan suhu tubuhnya semakin dibuat meningkat, sebab kini cewek itu tanpa malu memandangi cowok yang bersamanya ini dengan mata berbinar. Jelas sekali si Alea itu menyukai Arkanya.


...💕...

__ADS_1


Di jam tiga sore, Rana yang biasanya sibuk menonton drakor, kini justru sibuk men-stalking akun seorang cewek yang baru-baru ini menggemparkan dunia pergosipan di sekolahnya. Juga membuat dirinya yang tak bisanya peduli dengan pendatang baru, kini berada di ujung rasa penasaran yang terdalam. Siapa sih, cewek ini? Masalahnya, baru datang saja cewek itu sudah berani dekat-dekat dengan Arka; cowok yang selama ini diakuinya sebagai cowok yang paling sulit untuk ditaklukkan.


Tok tok tok!


Suara pintu yang diketuk seketika saja sukses membuyarkan konsentrasinya untuk terus memantau akun sosial media milik gadis bernama Alea itu.


"Kak Rana!" teriak Dhira dari luar.


"Ya?!"


"Udah ditunggu sama Kak Arka di bawah."


Rana segera terjingkat. Berdiri dari duduknya di atas ranjang. Oh iya, ya. Ia akan belajar di rumah Arka lagi sore ini. Huh! Harusnya, kalau ia tidak kelupaan karena terlalu fokus pada pencarian informasi mengenai murid baru itu, saat ini pasti ia sudah mandi dan sudah tampil cantik demi menyambut kedatangan Arka kesayangannya.

__ADS_1


Rana buru-buru bersiap walaupun harus berlomba dengan waktu. Di bawah, pasti papanya sudah berceloteh panjang-lebar dengan Arka. Ia hanya takut. Takut kalau Arka akan kesulitan mengatasi orang tua yang terlalu cerewet itu.


__ADS_2