The Stupid Barbie

The Stupid Barbie
Kunjungan Pacar Baru


__ADS_3

Jalanan sore hari tampak ramai seperti biasanya. Tentunya, Vira harus menghela napas lega lantaran tidak ada kemacetan sepanjang jalan yang ia lalui bersama mobil taksi ini.


Jemari lentiknya lihai sekali menari di atas keyboard. Mengetikkan sebuah pesan kepada seseorang; pacarnya. Iya, pacarnya. Ah, ia bangga sekali dengan status barunya.


^^^Anda^^^


^^^Kak Zein,^^^


^^^Vira mau ke Rs nih ....^^^


Baru saja Vira mau mengetikkan pesan lagi, ponselnya tiba-tiba berdering. Memunculkan kontak bernama "Pacar Vira" sebagai penelfon.


"Halo!" sapa Vira dengan senyum merekah indah di bibirnya.


"Mau ke rumah sakit? Kenapa? Vira sakit?" Di ujung sana, Zein sudah melayangkan rentetan pertanyaan tanpa jeda padanya.


Vira tertawa kecil. "Bukan, Kak Zein. Vira cuma pengen nganterin makanan buat Kak Zein."


"Oowh ...."


Vira tersenyum lagi mendengar helaan napas lega Kak Zein di ujung sana.


"Ya udah, ke sini aja. Nanti tanya aja sama suster di sini, di mana ruangan Kak Zein. Oke?"


...💕...

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, memasuki gedung itu Vira langsung menuju meja seorang resepsionis.


"Mbak, mau tanya ruangan Kak Zein, dong," ucap Vira riang, dengan sebuah tas bawaan di tangannya.


"Emm ...." Wanita yang diajak Vira bicara itu terlihat sedang berfikir sejenak. "Maksudnya ... Dr. Zein?" tanyanya memastikan.


Vira tertawa kecil. "Iya, boleh saya tau ruangannya di mana?"


Resepsionis itu tersenyum kecil, kemudian tanpa ragu memberitahukan informasi yang diminta gadis muda di hadapannya.


"Kamu adiknya Dr. Zein, ya?" tanyanya setelah Vira mengucapkan ucapan terimakasih.


Mendengar pertanyaan itu Vira sedikit cemberut, tapi kemudian tersenyum lagi. "Saya pacarnya, Mbak," ucapnya kemudian berpamitan pergi.


"Siapa, Na?" tanya seorang wanita dengan seragam perawat melekan pada tubuhnya.


Resepsionis itu mengedikkan bahu. "Pacarnya Dr. Zein, katanya."


"Whahahaha,,," Seketika saja si penanya tertawa lepas. Melupakan batasannya saat sedang bekerja.


"Hus! Gak malu? Diliatin tuh ...," senggol sang resepsionis.


"Eh, sorry-sorry. Masa? Bohongin gue lo, ya? Biar gue gak ngejar-ngejar Dr. Zein lagi."


...💕...

__ADS_1


Ketika baru saja Vira hendak membuka pintu ruangan Kak Zein, tiba-tiba ponselnya bergetar, memunculkan beberapa pesan dari Kak Zein.


Udah sampe belum?


Maaf, Kak Zein masih ada urusan.


Bentar. Masuk aja. Tungguin di dalam, ya....


Vira manggut-manggut, menjawab pesan Kak Zein, lalu membuka pintu di hadapannya. Memasuki ruangan itu, ia lantas mendudukkan dirinya pada salah satu kursi di depan meja Kak Zein. Meletakkannya bawaannya di atas meja.


Pandangannya menyusuri setiap detail ruangan itu dengan decak kagum. Sebuah jas putih idolanya yang terpajang indah di sisi dinding. Beberapa poster dengan gambar rangkaian kerangka tubuh manusia. Tumpukan berkas berisi data-data para pasien. Kapan kiranya ia bisa mempunyai ruangan seperti ini. Memakai jas putih bersih dengan sebuah stetoskop bertengger pada leher jenjangnya. Ah, ia sudah tak sabar hingga hal itu benar-benar terjadi. Dr. Zein dan Dr. Vira; pasangan suami-istri yang serasi.


Tak berselang lama, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.


"Maaf, Vir. Lama ya, kamu nungguinnya?" Zein melepaskan jasnya, menyisakan dirinya dengan kemeja putih polosnya.


"Nggak, kok. Kak Zein abis ngapain?" tanya Vira bersamaan dengan Kak Zein yang mendudukkan dirinya pada tempat duduknya yang berhadapan dengan Vira.


"Cuma pemeriksaan pasien sebentar. Oh ya, Vira bawa apa, nih?" tanya Zein terlihat bersemangat.


Vira tertawa kecil, kemudian menghidangkan bawaannya di hadapan Kak Zein. "Kak Zein mau makan sekarang?" tanya gadis itu dengan senyum riangnya.


"Iya, dong ... mumpung ada Vira di sini. Jarang-jarang kan, ditemenin makan sama pacar?" ujar cowok itu kemudian tersenyum lebar.


Vira tertawa kecil. Pipinya terasa sedikit menghangat. Selanjutnya, sepasang pasangan baru itu menikmati makanan yang ada. Tak lupa pula diselingi dengan canda dan tawa. Dan setelah beberapa saat kemudian baru Vira merasa dirinya harus segera pulang.

__ADS_1


__ADS_2