The Stupid Barbie

The Stupid Barbie
Nomor Tanpa Nama


__ADS_3

"Ya?" Ujung mata cowok itu melirik lagi pada wajah Rana.


"...."


"Gimana, Ra?" Arka menoleh pada Rana sejenak.


"Boleh liat-liat Hp kamu, gak?" ungkap Rana setelah pertimbangan yang cukup lama.


"Owh ... kirain apa. Buka aja, Raa ... Pin-nya tanggal lahir kamu."


Lagi-lagi, Rana harusnya baper bukan kepalang. Tapi gadis itu hanya menarik kedua sudut bibirnya tipis, sembari meraih ponsel Arka dan membukanya.


"Boleh buka semuanya, kan?" tanya Rana lagi.


"Boleh." Sudut bibir cowok itu sedikit terangkat.


Sebab mendapat persetujuan dari Arka cewek itu segera saja membuka aplikasi incarannya. Whatsapp!


"It's Mine!" itu adalah nama yang disematkan Arka untuknya. Berada di tempat paling teratas menimbulkan sedikit sunggingan senyum pada bibirnya. Hanya sedikit, sebab tepat dibawahnya, sebuah nomor tanpa nama cukup mengganggu pemandangan pada beranda chat cowok di sampingnya.


Sebenarnya, kalau saja tak ada nomor itu, mungkin ia akan mencium Arka sekarang juga. Sebab tak ada kontak cewek selain dirinya pada barisan kontak whatsapp-nya. Tapi apalah daya, nomor tanpa nama itu merubah segalanya.


Tanpa meminta izin lagi, dengan ujung mata melirik pada ekspresi wajah Arka, Rana segera membuka beranda chat dari nomor tak dikenal itu.


+628**********


Besok malam aja gimana?

__ADS_1


^^^Anda^^^


^^^Ok.^^^


Hanya itu. Hanya itu chat yang tertera di sana. Tapi tentu saja itu sudah cukup membuat Rana membulatkan matanya menatap cowok di sebelahnya. Kepalanya serasa dididihkan seketika. Pasti, Arka akan ketemu cewek ingusan itu malam nanti.


Ia ingin segera menjambak-jambak rambut Arka sekarang juga, tapi cowok itu malah tetap terlihat tenang sekali mengendarai mobilnya. Membuat Rana merasa aneh jika melakukan hal demikian.


Rana kemudian menghela napas panjang. Ia harus tetap sabar dan berbaik sangka pada cowok itu. Mungkin saja, mungkin saja nomor ini bukan nomor Alea. Tapi nomor siapa? Huh! Oke, gue cek aja infonya, batin Rana segera melaksanakan niatnya.


+628**********


Bandung ❤


Hah??


...💕...


Di salah satu sudut kantin, seorang cowok duduk bersama ketiga temannya dengan aneka jajanan kantin di meja mereka. Ia yang harusnya makan siang dengan nikmat, kini malah mau tak mau harus menelan kecemburuannya mentah-mentah dengan melihat cewek yang ia suka kini sudah lengket sekali dengan mantan sahabatnya. Arka.


"Ra, gimana pelajaran kamu tadi?" tanya Arka yang duduk di sebelah Rana. Sedang di sebelah mereka ada Arsya yang sepaket dengan Nada, Vira yang sepaket dengan Dio, dan Rena yang membawa anggota baru pada meja kantin andalan mereka. Andra si Ketua OSIS.


"Hmm ... ya gitu," jawab Rana kemudian menyeruput minumannya.


"Ya gitu, Ka. Tadi aja dia minta contekan ama gue," celetuk Dio menimbulkan satu ketukan keras dari Vira di kepalanya.


"Eh, sakit tau, Vir!" ucap cowok itu menatap Vira dengan mata mengiba. Sok imut sekali.

__ADS_1


"Yo, lo jangan pelit-pelit ke Rana. Kan, dulu gue sering ngasih contekan ke elo," seloroh Arka merangkul bahu cewek di sampingnya. Menimbulkan sedikit dag dig dug di hati cewek itu, sebab kini mereka menjadi tontonan lagi.


"Hehehe,,, iya deh, Ka. Lain kali gue siap kok, walaupun harus nyatetin buku Rana juga," ucap Dio kemudian menampilkan senyum terlebarnya pada Arka.


"Awas kalo nggak!" ancam Rana. "Lagian, kapan lo nyontekin gue? Lo aja tidur terus di kelas," lanjutnya kemudian sengaja sekali maraih minumannya dan mengangkatnya mendekat ke wajah Arka yang masih merangkulnya.


"Rasain deh, Ka," ucapnya. Ujung matanya mengawasi seorang cewek di ujung sana yang kini memandangi mereka dengan ekspresi cemberutnya.


"Enak, Ra," ucap Arka setelah tanpa ragu menyeruput minuman Rana yang ditawarkan padanya.


"Heh! Buset lo, Ka!" seru Arsya seraya melemparkan kacang ke arah pasangan itu. "Inget, ini di sekolah!"


"Apaan sih, Sya?! Ganggu aja lo," sungut Arka kemudian melepas rangkulannya.


Rana hanya tersenyum kecut menanggapi kesewotan Arsya. Dasar Arsya! Dipikir gue gak ngeliat mereka kemarin apa?!


"Iya kan, Say?" Arsya kini memasang posisi memandang wajah pacarnya.


Nada hanya tersenyum tipis. Jelas tak bisa melupakan kejadian di hari lalu.


Andra dan Rena hanya bisa geleng-geleng kepala. Sama-sama tak banyak bicaranya.


"Emang gak boleh ya, Ndra, pacaran di sekolah?" tanya Dio tiba-tiba.


"Halah, Yoo! Buat apa lo nanya begituan? Emang lo punya pacar?" seloroh Arsya seenaknya. Yaa ... seperti biasanya.


"Hehehe, gak ada. Eh, ada deh, ini si Vira." Dio kemudian memasang cengiran kudanya.

__ADS_1


__ADS_2