The Stupid Barbie

The Stupid Barbie
Jatuh Cinta Lagi dan Lagi


__ADS_3

"Wah ... Om salut banget loh, dari dulu sampai sekarang, Papa kamu selalu sukses mempertahankan karir di dunia perfilmannya dengan sangat baik.


Arka tertawa kecil merespon ungkapan kagum ayah kandung Rana itu. " Saya juga salut, Om. Dari sekian banyak pengacara handal di negeri ini, Om satu-satunya pengacara yang paling terkenal dan sukses nyelesaiin problem di dunia politik dan aktris-aktris mancanegara."


Di salah satu anak tangga, Rana terhenti dan menyempatkan diri memandangi Arka dari sana. Senyumnya mengembang. Entah sampai kapan, tapi Arka selalu sukses membuatnya jatuh cinta lagi dan lagi. Kalau dahulu ia selalu bingung menghindarkan terjadinya pertemuan antara ayahnya dan Daniel, sekarang ia tak perlu lagi. Sebab walaupun Arka terkesan dingin dan irit bicara, cowok itu cukup luwes untuk memenangkan hati ayah kandungnya yang jujur, saking licinnya, nyaris seperti belut.


"Eh, itu Rana, Ka," ucap Cipto setelah menyadari kedatangan anaknya.


Arka mengarahkan pandangan ke arah yang di maksud oleh pria itu. Dilihatnya Rana kini tengah berjalan menuruni tangga tersenyum ke arahnya. Dan entah karena ia yang terlalu tergila-gila atau sebab lainnya, tapi gadis itu rasanya semakin cantik saja. Semakin membuatnya jatuh cinta.


Setelah berpamitan pada ayah dan ibu Rana, Tante Puspa, di depan rumah Rana cowok itu memakaikan helm bermotifkan hello kitty pada kepala cewek di hadapannya.


"Kamu makan cantik deh, Ra," ucap cowok itu usai melakukannya.


Rana yang sebelumnya tersenyum memandangi wajah tampan Arka, tiba-tiba menghempaskan senyumnya sebab teringat sesuatu.

__ADS_1


"Cantikan mana sama Alea?" tanyanya cemberut. Menatap Arka merajuk.


Mendapat respon seperti itu setelah memuji Rana Arka malah tertawa. "Kok malah bahas Alea, Ra?" tanyanya balik setelahnya.


"Iiii ... jawab dulu, Arka!" Rana merajuk betulan. Boleh saja semua orang mengatakan bahwa Alea lebih cantik dari pada dirinya. Tapi kalau sampai Arka juga mengatakan demikian ... ia pastikan detik ini juga akan terbang ke luar negeri dan operasi plastik di sana. Di mata Arka, ia harus tetap menjadi yang nomor satu, titik!


"Hhh,,," Arka semakin tertawa melihat Rana yang seperti ini. Di matanya, gadis itu kini justru semakin lucu.


"Arkaa!! Jawab dulu! Cantik aku atau Alea?!" rengek Rana terus menuntut jawaban.


Rana yang sebelumnya memasang ekspresi merajuk bukan main, kontan dibuat tersenyum oleh jawaban Arka. Apalagi melihat wajah tampan Arka lengkap dengan senyum menawannya dalam jarak sedekat ini, siapa yang tak akan luluh jika diperlakukan seperti ini?


Tuk tuk tuk!


Arka mengetuk helm cewek itu pelan.

__ADS_1


"Ayo, Ra," ajaknya lalu menaiki motornya.


"Hehehe," Rana merenges. Puas sekali dengan jawaban yang dilontarkan Arka. Toh, Arka sendiri sudah mengatakan hal itu. Jadi, apalagi yang ia khawatirkan?


Cewek itu kemudian ikut Arka menaiki motor kesayangan Arka.


"Peluk deh, Ra," ucap Arka setelah menyalakan motornya.


...💕...


Di pinggir kolam taman belakang rumah, dengan sebuah pohon asri yang melindungi mereka dari sinar matahari yang sebenarnya tak terlalu menyengat, kedua remaja itu duduk di rerumputan hijau dengan buku-buku dan kertas yang terhantar di sekitarnya.


"Gini, Raa ... caranya tuh, gini ...." Dengan tangannya, lihai sekali Arka mencontohkan cara-cara simple mengerjakan soal-soal perhitungan. Tak lupa pula cowok itu menjelaskan caranya.


Rana yang otaknya masih sulit menerima semua ini hanya bisa menatap tangan Arka dan angka-angka itu cemberut sembari menopang dagu dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Gimana, Ra? Bisa, kan?" tanya Arka usai menyelesaikan semuanya.


__ADS_2