
Kei yang seakan ingin mengungkapkan cerita sebelum Lili sakit pun langsung dibekap mulutnya oleh Mama Nei. Mama Nei takkan membiarkan Kei untuk mengungkapkannya pada Mama Ningrum. Ia tak ingin kalau penilaian Mama Ningrum kepada Aldo itu menjadi jelek sehingga anaknya akan susah mendapatkan restu.
Biarlah kejadian malam itu menjadi urusan Aldo dan Lili. Mama Nei merasa dirinya cukup egois karena menginginkan anaknya mendapatkan restu untuk mendekati Lili. Namun ini semua untuk kebaikan dari Aldo dan Kei walaupun nantinya Lili harus dibujuk. Bahkan Mama Nei yakin kalau Lili takkan mudah untuk dibujuk oleh Aldo.
"Kei hanya salah bicara. Aldo ke sini memang ingin meminta maaf pada Lili karena mungkin saja dia sakit akibat terlalu pusing dengan skripsinya. Apalagi kalau dapat dosen pembimbingnya Aldo pasti akan sangat susah mendapatkan ACC. Sekalian juga Aldo ingin memberitahukan mengenai kabar meninggalnya Arlin" ucap Mama Nei yang langsung saja memotong pembicaraan.
Walaupun Mama Nei tidak mengetahui bagaimana hubungan Arlin dan Lili sebenarnya, namun ia yakin kalau keduanya merupakan teman. Hal itu juga yang digunakan oleh Mama Nei untuk membuat alasan tentang kabar Arlin meninggal. Ia hanya bisa berharap kalau Mama Ningrum bisa percaya dengan apa yang diucapkannya.
Tak lupa dengan Aldo yang sepertinya juga kebingungan untuk menjawab pertanyaan Mama Ningrum. Apalagi ucapan Kei itu tentu dipahami oleh Mama Ningrum kalau Aldo memang penyebab dari sakitnya Lili itu. Sebisa mungkin untuk Mama Ningrum tidak mengetahui kejadian tadi malam walaupun dirinya sebenarnya juga tak tahu.
"Oh begitu... Bisa jadi Lili sakit karena pusing memikirkan skripsinya yang tak kunjung selesai itu" ucap Mama Ningrum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Makanya sabar saja ya kalau menghadapi anaknya yang lagi ngerjain skripsi. Mereka butuh dukungan dan perhatian lebih agar tidak mudah stress" ucap Mama Nei.
Mama Ningrum menganggukkan kepalanya mengerti. Lagian memang tujuannya memperbaiki hubungannya dengan Lili untuk memberi perhatian anaknya agar gadis itu tak mengalami tekanan besar dalam hidupnya. Mama Ningrum mengajak Mama Nei untuk duduk di sofa yang ada di ruang rawat inap Kei.
Sedangkan Kei kini berpindah tangan dalam gendongan Aldo. Kei tak ingin jauh-jauh dari Lili sehingga terus mengamatinya dalam gendongan Aldo. Kei merasa kasihan dengan Lili yang sampai saat ini diharuskan untuk istirahat total.
"Papa, Ante Lili tapan angun?" tanya Kei tanpa mengalihkan pandangannya dari Lili.
"Seben..."
__ADS_1
Eunghh...
Baru saja Aldo akan menjawab pertanyaan dari Kei itu namun mereka mendengar lenguhan kecil dari Lili. Rupanya Lili terbangun dan kini matanya mengerjap beberapa kali. Kei yang melihat Lili terbangun pun menatapnya dengan mata berbinar cerah. Kei sangat bahagia karena bisa bertemu dan berbincang dengan Lili.
"Ante Lili..." seru Kei dengan antusiasnya.
Mendengar ada suara yang memanggilnya, Lili pun langsung mengalihkan pandangannya. Lili yang memang tak menyadari kehadiran Aldo, Kei, dan Mama Nei pun seketika terkejut melihat adanya mereka di ruang rawat inapnya. Bahkan Lili menatap Aldo dengan tatapan sulit diartikan.
"Ngapain kamu ke sini?" seru Lili yang menatap sinis kearah Aldo.
Bahkan Lili sama sekali tak mengindahkan panggilan dari Kei. Ia seperti tak menganggap adanya Kei sama sekali di sini. Rasa sakitnya atas penghinaan Aldo itu sudah membutakan mata hatinya untuk berbuat baik pada Kei.
"Nak, ada apa? Jangan seperti itu sama tamu kita. Mereka berniat menjenguk kamu lho. Apalagi Kei ini, lihat dia sekarang jadi takut dan sedih dengan respons kamu itu" ucap Mama Ningrum yang langsung mendekat kearah brankar anaknya.
Mama Nei juga langsung mengambil alih Kei dari gendongan Aldo karena tak ingin cucunya itu tambah ketakutan. Apalagi Aldo yang bisa saja emosinya memuncak karena merasa diketusi oleh mahasiswanya sendiri.
Sebenarnya Aldo merasa terkejut dengan respons Lili saat melihatnya. Bahkan tak ada pancaran ketengilan atau kekesalan, namun Lili seperti melihatnya bagaikan musuh. Terlihat sekali kebencian dan kekecewaan dalam pancaran mata itu membuat Aldo langsung mengalihkan pandangannya.
"Mama nggak perlu tahu. Tolong bawa mereka semua keluar dari ruangan ini. Lili ingin istirahat" ucap Lili yang langsung memejamkan matanya.
Bahkan Lili tak menjelaskan apapun kepada mamanya itu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dengan tak enak hati, Mama Ningrum meminta tamunya untuk pulang terlebih dahulu. Sebisa mungkin, nantinya ia akan berbicara dari hati ke hati kepada Lili agar semuanya tuntas.
__ADS_1
"Maaf, lebih baik kalian pulang dulu. Biar nanti saya bicara dengan Lili agar memberinya pengertian. Mungkin ini hanya salah paham saja" ucap Mama Ningrum dengan tak enak hati.
"Kei mau cama Ante Lili. Ante, ini Kei lho. Ante ndak tangen cama Kei? Ayo main" ucap Kei dengan nada menyedihkan.
Bahkan Kei sama sekali tak mau keluar dari ruangan ini. Kei terus memberontak dalam gendongan Mama Nei agar diturunkan. Mama Nei pun pasrah saja sehingga menurunkan Kei. Bahkan kini Kei langsung mendekat pada brankar Lili sambil memegang telapak tangan gadis itu.
"Angan enci Kei. Kei ndak calah lho. Angen... Kei angen Ante Lili" ucap Kei yang kemudian terdengar isakan lirih.
Mama Nei terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Kei. Bahkan mata Kei ternyata sudah berlinang air mata sehingga Aldo pun hanya bisa meraup wajahnya kasar. Ia tak menyangka kalau respons Lili akan seperti ini setelah kejadian semalam.
"Ayo pulang" ucap Aldo dengan sedikit memaksa anaknya.
Melihat kondisi yang sedang tidak kondusif, Mama Nei juga berusaha untuk membujuk cucunya. Sepertinya memang Lili sedang butuh waktu untuk menenangkan dirinya. Mama Nei nantinya akan membujuk Aldo agar meminta maaf tanpa melibatkan adanya Kei.
Sedangkan Mama Ningrum kini merasa kebingungan dan tak enak hati pada Mama Nei dan Aldo. Bahkan anaknya juga malah membuat Kei menangis karena sikapnya yang berubah cuek. Namun ia juga tak bisa memaksa anaknya itu untuk mengungkapkan semua perasaannya. Yang ada malah Lili tertekan dan kembali sakit.
"Ndak mau. Kei mauna cama Ante Lili" seru Kei yang meronta dalam gendongan Aldo.
"Besok ya. Tante Lilinya masih sakit jadi harus banyak istirahat" ucap Mama Ningrum memberi pengertian.
Aldo dan Mama Nei segera berpamitan kepada Mama Ningrum. Walaupun kini Kei menangis, keduanya tetap keluar dari ruang rawat inap Lili. Tanpa mereka semua sadari, air mata Lili jatuh melalui sudut matanya karena mendengar tangisan dari Kei.
__ADS_1