
"Bismillah... Kamu pasti bisa" gumam Lili mencoba menyemangati dirinya sendiri setelah mendengar namanya dipanggil.
Walaupun kedua orangtuanya belum sampai di kampus, namun kehadiran teman-temannya membuat ia sedikit tenang. Artinya dia tidak sendirian saat menjalani sidang skripsi. Lili masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang begitu serius. Walaupun dalam hatinya, Lili sudah gemetaran hebat.
Lili menghadap pada empat dosen yang akan menguji skripsinya. Ia menatap lurus ke depan, tanpa mau melihat kearah Aldo. Apalagi Aldo yang wajahnya tampak serius dan tidak ada senyum-senyumnya sama sekali.
"Lilian, silahkan presentasikan hasil penelitianmu. Presentasikan secara singkat poin-poin pentingnya. Kalau sampai bertele-tele, kami akan langsung skip" ucap Ibu Alifia dengan tegasnya.
Belum juga ia memulai presentasinya, namun tekanan sudah berasa. Apalagi ucapan Ibu Alifia yang terkesan seperti tengah mengancam. Lili menghela nafasnya kemudian membuka file untuk presentasinya. Lili dengan tenang mempresentasikan semua hasil skripsinya.
Bahkan beberapa pertanyaan yang seakan menyudutkan dirinya berhasil ia jawab dengan baik. Terlebih pertanyaan yang dilontarkan oleh Ibu Alifia dan Aldo. Keduanya seakan terus memojokkannya dengan pertanyaan mendetail. Beruntung ia sudah mempelajari semuanya.
"Selamat Lilian, anda dinyatakan lulus" ucap Aldo dengan tegasnya setelah semua pertanyaan berhasil dijawab oleh Lili.
Mendengar ucapan Aldo itu sontak saja membuat mata Lili berkaca-kaca. Lili meraup wajahnya yang sudah memerah. Ia tak menyangka bisa melewati semua ini dengan baik. Bahkan banyak sekali pertanyaan yang menjebak, namun dengan mudahnya ia bisa melewati.
"Terimakasih pak, bu" ucap Lili yang kemudian menjabat tangan keempatnya.
Setelah mendapatkan tandatangan dari semua dosennya, Lili segera keluar dari ruang sidang. Sebenarnya Aldo ingin memberi selamat secara langsung dan berdua saja, namun ia masih harus merahasiakan semuanya. Lili melihat orangtua, sahabat, Kei, Mama Nei, dan Papa Tito di sana pun merasa bahagia.
Lili langsung menghambur dalam pelukan keduanya dan menangis haru. Kedua orangtuanya tersenyum dan balik memeluk Lili. Ia yakin kalau Lili keluar dari ruangan panas itu pasti dengan kabar bahagia.
"Mama, papa... Lili berhasil. Lili lulus" seru Lili meluapkan kebahagiaannya.
"Alhamdulillah... Tinggal ambil pendidikan profesi selanjutnya" ucap Mama Ningrum.
__ADS_1
Lili hanya menganggukkan kepalanya. Ia sudah tak bisa lagi mengungkapkan apapun. Yang ia rasa sangat lega dan bahagia. Setelah memeluk kedua orangtuanya, beralih pada sahabat-sahabatnya.
"Selamat Lili" seru Fina dan yang lainnya.
"Terimakasih sudah mendukungku selama ini" ucap Lili sambil tersenyum tulus.
Buket bunga langsung diserahkan pada Lili dari teman-temannya. Mereka juga melakukan foto bersama. Kedua orangtua Lili sudah menyiapkan hadiah khusus untuk anaknya itu di rumah. Kei dan kedua orangtua Aldo masih terdiam karena tak ingin mengganggu moment kebersamaan Lili dengan teman-temannya.
"Ma, pa, Kei..." panggil Lili setelah gadis itu selesai mengabadikan moment bersama sahabat-sahabatnya.
Kei dan kedua orangtua Aldo yang tadi tengah berbincang dengan Mama Ningrum pun langsung mengalihkan pandangannya. Mereka juga segera memeluk erat Lili. Mereka bahagia akhirnya calon menantunya bisa melewati fase ini.
"Selamat ya, nak. Selanjutnya masih ada fase-fase berikutnya jadi jangan terlena dengan bagian ini. Jangan lupa, sebentar lagi kamu akan menikah" ucap Mama Nei dengan sedikit berbisik di akhir kalimatnya.
Lili hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Setelahnya Lili menatap Kei yang sedari tadi diam. Namun Lili tahu kalau Kei sangat berharap kalau gadis itu akan memeluknya. Apalagi kini Kei membawa sebuah boneka dengan pakaian dan toga seperti saat wisuda.
Lili hanya bisa terkekeh pelan mendengar apa yang diucapkan oleh Kei. Pasalnya harapan yang diucapkan oleh Kei itu malah seperti keinginan bocah cilik itu saat akan menjadi mamanya nanti. Namun Lili sangat bahagia dengan ucapan polos itu.
"Terimakasih sayang, untuk hadiahnya. Makasih udah do'ain mama" ucap Lili yang langsung memeluk Kei.
Semua yang ada di sana kecuali Fina terkejut dengan panggilan yang disematkan oleh Kei pada Lili. Baru pertama kali mereka mendengar Kei memanggil Lili dengan panggilan mama. Bahkan kemarin saat berada di mansion pun keduanya tak ada panggilan seperti itu.
"Nanti biar Lili jelaskan. Kalian pasti bingung kan?" tanya Lili sambil tersenyum kearah kedua orangtuanya dan Aldo.
Mereka hanya menganggukkan kepala. Segera mereka mengabadikan moment foto bersama di lingkungan kampus. Setelah semuanya selesai, Lili mengajak semuanya ke restorant terdekat untuk makan-makan.
__ADS_1
"Ayo guys... Makan gratis kita" seru Fina saat tahu sahabatnya akan mentraktirnya.
"Yakin kita boleh ikut?" tanya Naomi, sahabat Fina.
"Iyalah. Lili sendiri yang ajak kita semua kok. Udah ayo, makan gratis itu jangan ditolak. Rejeki ini" ucap Fina.
Mereka semua menganggukkan kepala kemudian mengikuti Lili dan keluarganya. Memakai kendaraan masing-masing segera saja mereka melajukannya di sebuah restorant mewah. Apalagi tadi Papa Dedi sudah membooking satu ruangan khusus.
***
"Ini sebagai wujud rasa syukur kami karena Lili sudah lulus ujian skripsi. Sekalian syukuran karena sebentar lagi Lili juga akan menikah. Kira-kira beberapa bulan lagi" ucap Papa Dedi memberitahu berita bahagia ini kepada teman-teman Lili.
Fina hanya bisa tersenyum mendengar pengumuman itu. Ia memang belum tahu kapan rencana bahagia itu. Hanya saja dari cara Aldo melamar sahabatnya, pasti sebentar lagi acara itu berlangsung. Sedangkan teman-temannya yang lain terkejut dengan hal itu.
"Wah... Selamat ya, Li. Nggak nyangka sih. Baru selesai sidang dah mau nikah aja. Ngomong-ngomong calonnya siapa? Kenalin dong" ucap Naomi mewakili teman-temannya yang lain.
"Kalian kenal kok calonnya Lili. Sebentar lagi pasti orangnya datang ke sini" ucap Mama Ningrum.
Mereka hanya menganggukkan kepalanya. Walaupun dalam hati sangat penasaran dengan siapa calon yang dimaksud oleh orangtua Lili. Pasti itu orang yang tak jauh dari kampus karena cluenya mereka kenal dengan laki-laki ini.
Mereka segera memesan makanan dari buku menu. Bahkan Lili meminta pada teman-temannya untuk memesan banyak. Ia sedang bahagia sehingga merelakan tabungannya untuk mentraktir teman-temannya.
"Permisi..." ucap seseorang yang baru saja datang.
Semuanya menoleh dan mata teman-teman Lili terkejut melihat siapa yang datang. Tentunya Fina merasa biasa saja karena sudah mengetahui hubungan Lili dengan laki-laki yang baru saja datang itu. Ternyata itu adalah Aldo yang datang kemudian duduk di samping orangtuanya. Sontak saja suasana di ruangan itu menjadi sedikit canggung.
__ADS_1
"Kalian tadi penasaran kan dengan calonnya Lili? Aldo ini calon suaminya Lili, yang tak lain adalah dosen di kampus kalian" ucap Mama Ningrum membuat mereka sangat terkejut.