
Sudah 40 hari setelah kelahiran Baby Della. Kebahagiaan keluarga itu begitu kentara, bahkan isinya hanya mengenai perdebatan antara Kei juga Mama Nei juga Aldo. Tentunya selalu berhubungan dengan Baby Della. Mereka memperebutkan agar bisa selalu dekat dengan Baby Della.
Sedangkan Lili hari ini mulai masuk lagi untuk praktik di rumah sakit. Lili terpaksa meninggalkan anaknya yang masih kecil di rumah. Ia tak mungkin membawa Baby Della ke rumah sakit karena kondisi imun anaknya itu yang belum kuat.
"Mama ke lumah cakit caja ndak papa. Bial Baby Della cama Kei. Potokna tenang caja, adit ndak atan napa-napa dalam penawacan Kei" ucap Kei dengan penuh percaya diri.
"Kei mau jagain adik?" tanya Lili sambil tersenyum manis.
"Iya dong. Anti cetelah ulang dali cekolah, Kei langcung caja temani adit di lumah. Kei danji ndak atan dangguin adit tok" ucap Kei dengan seriusnya.
Lili hanya terkekeh geli melihat tingkah anaknya yang begitu menggemaskan itu. Apalagi wajah serius Kei yang membuat Lili langsung memeluk anak laki-lakinya itu dengan gemas. Selama beberapa hari ini, Kei seringkali menemani Lili di kamar untuk menjaga Baby Della.
Bahkan saat Lili berada di kamar mandi, Kei juga yang menjaga adiknya itu. Lili sangat beruntung mempunyai anak yang begitu pengertian. Bahkan Kei juga tak menuntut perhatian lebih dari mamanya karena kini kasih sayangnya telah terbagi.
"Makasih ya abang Kei, adiknya sudah dijagain. Nanti sewaktu mama pulang sekolah, mama bawain es krim kesukaan abang" ucap Lili sambil mengusap rambut anaknya itu.
"Cekalian adit ya, mama. Tacian talo adit nanti penen es klim tayak Kei" ucap Kei yang memikirkan adiknya.
"Adiknya belum boleh makan es krim, nak. Adiknya hanya boleh minum susu" ucap Lili sambil terkekeh geli.
"Talo ditu, becok talo cudah dede ya mama?" tanya Kei dengan raut penasarannya.
"Iya, besok kalau adiknya sudah besar baru boleh makan es krim begitu. Ayo Kei, kita segera berangkat ke sekolah. Nanti kamu terlambat lho" ajak Lili yang sedari tadi malah bermain dengan adiknya.
Kei menganggukkan kepalanya dan mencium kening Baby Della. Hari ini Lili yang akan mengantar Kei ke sekolah bersama Aldo. Yang menunggu adalah Mama Ningrum karena Mama Nei mendapatkan jatah menjaga Baby Della. Lili sangat senang karena keluarganya mau berbagi tugas.
__ADS_1
***
"Ibu muda kita kembali..." seru Mega yang langsung memeluk Lili saat melihat kehadiran temannya itu.
"Sesek oyyy... Ini tangannya juga hati-hati. Ntar nyodok perut gue yang habis operasi kan bahaya" peringat Lili.
Mega hanya cengengesan saja melihat Lili yang menggerutu. Apalagi Lili sampai mengusap lembut perutnya itu. Mega menggandeng tangan Lili dengan pelan karena temannya ini berjalan begitu lambat menurutnya.
"Jalannya situ kok kaya siput gini sih?" tanya Mega dengan sedikit mengejek.
"Masih ngilu kalau buat jalan cepat ini bekas operasinya. Belum ngerasain melahirkan sih" ucap Lili yang kesal dengan sindiran dari Mega.
"Bercanda, bu bos. Ayo pelan-pelan saja. Nanti waktu menjalankan tugas juga santai saja. Nggak ada yang ngejar juga kok" ucap Mega.
Lili hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Lagi pula pihak rumah sakit juga sudah mengetahui kondisi Lili. Tak mungkin mereka menyuruh Lili melakukan pekerjaan yang keras. Terlebih status Lili yang merupakan istri dari pemilik rumah sakit ini.
"Jangan diuyel-uyel juga dong. Sekarang pawangnya Baby Della galak lho. Mana nggak mau jauh lagi dari dia" ucap Lili sambil terkekeh pelan.
Beberapa teman di kampus juga rekan kerjanya di rumah sakit sudah menjenguk anak dari Lili. Bahkan Lili dan Aldo juga mengirimkan bingkisan ke rumah sakit untuk dibagikan kepada semua pekerja sebagai bentuk syukuran.
"Siapa? Si Kei yang gembul dan galak itu? Masa iya waktu aku jenguk Baby Della itu, mau aku cium pipinya malah diomelin. Jadi nggak bisa dekat-dekat deh" ucap Mega sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
Lili hanya terkekeh pelan mendengar aduan dari Mega itu. Memang benar adanya jika Kei akan mengomeli semua orang yang mendekati adiknya. Bahkan saat ada yang ingin mengusap atau mencium pipi Baby Della, sudah ia tabol terlebih dahulu bibirnya.
"Danan detat-detat adit atu. Cana cium caja adit tamu, danan Baby Della" ucap Kei memperingati setiap tamu yang datang.
__ADS_1
"Mereka ke sini kan buat jenguk Baby Della, masa nggak boleh dekat adiknya sih. Kasihan dong mereka sudah datang jauh-jauh malah dimarahin dan diomelin sama kamu" ucap Lili memberi pengertian pada Kei.
"Ndak oleh. Meleta banak tumanna. Yang oleh detat cama Baby Della itu cuma atu dan kelualda caja" ucap Kei sambil memelototkan matanya.
Lili hanya bisa meminta maaf kepada tamu yang datang karena ucapan Kei itu. Mereka pun memakluminya karena sifat Kei yang posesif itu. Mega dan Lili segera memasuki ruang dokter yang sudah ramai dengan pekerja lainnya.
"Selamat pagi..." sapa Lili dan Mega sambil tersenyum.
"Pagi juga..." jawab semuanya menyambut kedatangan Lili dengan senyuman.
"Kok sudah berangkat, mbak Lilian? Udah nggak sakit jahitan operasinya?" tanya Nina, seorang perawat yang ada di sana.
"Masih sedikit ngilu sih. Tapi kan praktik harus tetap jalan. Ini saja masih hutang satu bulan karena cuti. Selesainya satu bulan lebih lama dari yang lain" ucap Lili sambil terkekeh pelan.
"Jangan dipaksakan, Mbak Lilian. Nanti yang ada malah tambah sakit lho dan jangan melakukan pekerjaan berat dulu" ucap Nina.
Lili hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Ia pasti akan langsung istirahat jika nanti merasakan sakit pada bekas operasinya. Setelah sedikit berbincang, Lili segera mengambil beberapa rekam medis pasien yang nanti akan ia periksa.
"Saya langsung ke rumah sakit ya, sus" ucap Lili berpamitan kepada semua yang ada di ruangan itu.
"Baik, Mbak Lilian. Saya yang akan ikut anda memeriksa pasien" ucap Nia yang langsung ikut berdiri.
Mega, Lili, Nina, dan Rahma langsung menuju ke ruang rawat inap pasien. Tentunya mereka berjalan dengan pelan karena Lili yang tak bisa berlari. Beberapa pasien dilalui dengan baik, kecuali yang terakhir ini. Bahkan saat terakhir kali bertemu dengan Lili saja sudah berdebat.
"Li, ini pasien yang ibu-ibu kamu kerjain itu kan?" tanya Mega.
__ADS_1
"Iya, namanya sama. Ibu Novia. Namanya bagus, tapi sayang nih ibu-ibu bikin kesabaran kita diuji" ucap Lili sambil tersenyum.
"Hati-hati. Nanti kalau kamu diketusi sama dia, tutup kuping saja" ucap Mega sambil terkekeh pelan.