Transmigrasi Lilian

Transmigrasi Lilian
Maaf


__ADS_3

Aldo dan Mama Nei datang ke rumah sakit untuk menjenguk sekaligus meminta maaf kepada Lili. Keduanya selama dalam perjalanan menuju rumah sakit sama sekali tak berbincang. Keduanya seperti orang asing dan saling menatap permusuhan jika tatapannya bertemu.


Bahkan saat berjalan di lobby rumah sakit pun keduanya berjarak jauh-jauhan. Mama Nei yang melihat anaknya acuh terhadapnya itu pun ingin sekali memukul kepalanya dari belakang. Ia begitu gemas dengan anaknya itu yang malah gantian marah padanya.


Tok... Tok... Tok...


"Permisi, saya ingin bertemu dengan Lili" ucap Aldo setelah membuka pintu ruang rawat inap itu sedikit.


"Lho ini yang kemarin ke sini kan?" Tanya Mama Ningrum yang terkejut dengan kehadiran Aldo dan Mama Nei.


Mama Nei hanya menganggukkan kepalanya sekilas. Mama Ningrum sangat terkejut dengan apa yang ada di depannya ini. Pasalnya Mama Ningrum heran karena keduanya yang membuat anaknya itu marah kemarin malah datang lagi. Entah apa yang diperbuat oleh salah satu diantara mereka hingga anaknya seperti ketakutan itu.


"Emm... Maaf, bukannya saya melarang kalian menjenguk Lili. Hanya saja kemarin kan Lili mengusir kalian dan terlihat benci, sebaiknya untuk menjaga kesehatannya lebih baik jika kalian tak menemuinya dulu" ucap Mama Ningrum tak enak hati.


Pasalnya Mama Ningrum tak ingin jika anaknya ini kembali tertekan karena kehadiran mereka. Mama Nei hanya bisa menghela nafasnya pasrah karena sekarang sepertinya akan sangat sulit baginya menemui gadis itu. Sedangkan Aldo terlihat acuh dengan larangan dari Mama Ningrum.


Aldo langsung menyelinap masuk walaupun Mama Ningrum mencoba menghalangi. Kesal sekali baginya karena mencoba dihalangi untuk bertemu dengan seseorang. Walaupun sudah dihalangi Mama Ningrum dengan merentangkan tangannya, Aldo tetap merangsek masuk ke dalam.


"Biarkan saja anak saya masuk. Kalau kaya gini, mereka takkan bisa menyelesaikan masalahnya. Kita sebagai orangtua seharusnya bisa meluruskan kesalahpahaman ini" ucap Mama Nei.


Ucapan Mama Nei ini disalahartikan oleh Mama Ningrum. Apalagi ucapan Mama Nei itu seperti Aldo dan Lili mempunyai sebuah hubungan yang kini sedang renggang karena kesalahpahaman. Mama Nei sengaja mengucapkan hal itu agar kedepannya nanti orangtua Lili bisa segera menerima Aldo sebagai pendamping anaknya.

__ADS_1


"Memangnya mereka ada hubungan apa? Setahu saya, Lili saat ini tidak mempunyai hubungan khusus dengan laki-laki manapun" ucap Mama Ningrum.


"Wah... Anda kurang update tentang anak sendiri. Lili itu kan lagi dekat sama Aldo akhir-akhir ini. Tapi ya gitu, umur dan status mereka yang berbeda itulah yang membuat keduanya sering cekcok. Apalagi kalau sudah berhubungan dengan Kei" ucap Mama Nei dengan antusias.


Kali ini kesalahan dilakukan oleh Mama Nei. Pasalnya ia seperti memaksakan kehendaknya dan terlalu ikut campur dalam hubungan Aldo juga Lili. Padahal keduanya belum ada perasaan cinta karena memang tak terlalu dekat. Jangan lupakan untuk keduanya yang memang belum saling mengenal.


Jika Aldo dan Papa Tito mengetahuinya pasti akan mengomeli Mama Nei itu. Mama Ningrum hanya meringis pelan, antara percaya dan tidak. Pasalnya ia yang memang tak terlalu dekat dengan Lili yang tertutup padanya. Terlebih di masa lalu sama sekali tak pernah peduli atau ingin tahu mengenai Lili.


"Ayo masuk" ajak Mama Ningrum mencoba mengalihkan pembicaraan.


Mama Nei menganggukkan kepalanya antusias. Keduanya masuk dan terlihatlah Aldo yang duduk di samping brankar Lili. Dua orang wanita paruh baya itu memilih untuk duduk di kursi sofa yang ada di ruangan itu. Aldo yang tahu ada orang yang tengah memperhatikannya itu langsung melirik sebentar.


Ternyata yang memperhatikannya dari jauh itu adalah mamanya sendiri. Aldo memberi kode pada mamanya agar lebih mendekat kearah Lili. Namun Mama Nei tidak peka sehingga tetap saja duduk di sofa kemudian berbincang dengan Mama Ningrum.


"Maaf" ucap Aldo pelan.


Lili yang sedari tadi diam tanpa melihat kearah Aldo pun seketika terkejut dengan apa yang diucapkan oleh laki-laki itu. Walaupun suaranya begitu pelan namun Lili masih bisa mendengarnya dengan jelas. Lili langsung saja menatap kearah Aldo yang raut wajahnya tanpa ekspresi itu.


Lili menjadi tak yakin kalau tadi adalah suara Aldo yang meminta maaf padanya. Pasalnya Aldo sama sekali tak menampakkan raut ekspresi yang terlihat menyesal atau apapun itu. Lili hanya bisa menghela nafasnya lelah karena tak menyangka kalau pagi ini mendapati Aldo sudah berada di ruangannya.


"Bapak ngomong sama saya?" tanya Lili.

__ADS_1


"Ya. Maaf" ucap Aldo singkat.


Lili hanya menganggukkan kepalanya. Lagi pula ia sudah malas untuk berdebat lagi dengan Aldo. Menurutnya, setelah nanti memaafkan Aldo itu maka tak perlu lagi dia bertemu dengan dosennya itu. Ia sudah malas berurusan dengan Aldo dan keluarganya karena hanya akan mengingatkannya pada masa lalunya itu.


"Saya maafkan. Silahkan kalau sudah selesai bisa langsung pergi dari ruangan ini. Saya ingin istirahat" ucap Lili dengan nada datarnya.


Aldo yang mendengar ucapan Lili itu hanya bisa menganga tak percaya. Pasalnya ia kira Lili itu akan luluh kemudian berbincang atau cerewet seperti biasanya, namun ekspresinya bahkan tak ada sama sekali. Hal ini membuat Aldo yakin kalau Lili sebenarnya masih kesal padanya.


"Kalau sudah memaafkan itu ya jangan main usir aja dong. Aku ini di sini niatnya minta maaf dan jenguk kamu lho" ucap Aldo dengan bahasa non formalnya.


"Kalau memang datang menjenguk orang sakit itu ya bawa makanan atau buah gitu. Ini datang-datang kok main duduk dan wajahnya nggak ada ekspresinya sama sekali" ucap Lili mendengus kesal.


"Oh... Jadi ini marahnya karena aku nggak bawa buah atau apa gitu? Jangan salah. Aku punya sesuatu yang lebih bermanfaat daripada buah atau makanan" ucap Aldo sambil tersenyum misterius.


Melihat senyuman Aldo yang tampak aneh itu membuat Lili merasakan aura yang tidak enak. Tentu saja Lili langsung mengalihkan pandangannya kearah lain agar tak melihat pada Aldo. Aldo yang melihat hal itu, diam-diam tersenyum manis. Ternyata berada di dekat Lili ini bisa membuatnya tersenyum, bahkan ia merasa sedikit santai.


"Aku bawa sesuatu lho buat kamu. Kamu mau tahu nggak?" tanyanya dengan suara yang berada tepat pada telinga Lili.


"Apa?" tanya Lili penasaran walaupun ia tak mengalihkan pandangannya sama sekali.


"Aku bawa... Hati aku yang berisi cinta ini untuk untukmu" ucap Aldo sambil terkikik geli.

__ADS_1


Lili yang mendengar hal itu langsung mengalihkan pandangannya kearah Aldo. Matanya melotot sambil menatap kesal pada Aldo. Ternyata dosennya yang selalu galak padanya itu bisa melontarkan kalimat gombalan receh. Sangat tak cocok dengan wajahnya yang sampai saat ini ekspresinya sangat minim.


__ADS_2