Transmigrasi Lilian

Transmigrasi Lilian
Cinta?


__ADS_3

Lili kesal bukan main dengan apa yang dibisikkan oleh Aldo itu. Rasanya ia ingin melempar wajah tengil Aldo itu dengan tas yang dibawanya. Namun keburu laki-laki itu pergi berlalu dari kantin. Lili akhirnya hanya bisa menghela nafasnya pasrah karena harus menghadapi Aldo yang sangat menyebalkan itu.


Lili pun memutuskan untuk pergi dari kantin juga karena olah TKP para tersangka sudah selesai. Bahkan di sana pihak kepolisian hanya tinggal mengamankan barang bukti. Setelahnya Lili pun pulang ke rumahnya karena begitu suntuk dengan kuliahnya.


"Akhirnya bisa pulang dengan tenang. Nggak lesu kaya kemarin" gumam Lili yang langsung melangkahkan kakinya keluar dari area kampus.


Tin... Tin... Tin...


"Ayo naik" seru seorang laki-laki dari dalam mobil.


Lili sampai berjengit kaget karena mendengar suara klakson yang mobil yang berbunyi di sampingnya. Lili memang sengaja untuk pulanh menggunakan taksi online. Namun sebelum pulang, ia ingin pergi ke taman dulu sekedar menenangkan dirinya.


Saat akan menuju taman, ternyata ada Aldo yang tengah mengendarai mobilnya kemudian membunyikan klakson di sampingnya. Bahkan jendela mobil samping juga dibuka dan mengajak Lili agar ikut bersamanya. Tentu saja hal itu membuat Lili begitu waspada dengan apa yang dilakukan oleh dosennya itu.


"Astaga... Ngagetin aja sih, pak. Saya mau pulang, main ajak naik-naik segala. Ogah..." ketus Lili sambil mengelus dadanya sabar.


"Buruan masuk dalam mobil atau saya turun dan gendong kamu" ucap Aldo dengan memberikan ancaman.


"Dih... Sini kalau berani gendong-gendong gadis perawan ini. Saya akan teriak kalau sampai anda berani melakukan itu" ucap Lili yang malah menantang Aldo.


Lagi pula dosennya itu takkan berani sampai menggendongnya. Terlebih di sini ada beberapa mahasiswa yang juga tengah berjalan di depan dan belakangnya. Lili pun tetap saja berjalan tanpa mempedulikan Aldo yang masih terus mengikutinya.

__ADS_1


Bahkan mobil yang dikendarai Aldo itu kini berhenti untuk mengikutinya setelah ia berjalan selama beberapa meter. Melihat Aldo sudah tak mengikutinya membuat Lili tersenyum penuh kemenangan. Namun senyum penuh kemenangan itu hanya berlangsung beberapa detik saja.


Aaaaaaaa....


Ternyata Aldo turun dari mobil kemudian mengangkat Lili dalam gendongannya. Lili digendong dengan posisi perut gadis itu di pundak Aldo sehingga kepalanya menjuntai ke bawah. Sontak saja kejadian itu membuat beberapa mahasiswa yang mengenal keduanya hanya bisa menganga tak percaya.


"Wah... Cieee... Pak Aldo..." seru beberapa mahasiswa yang ada di sana.


Tak lupa kalau mereka juga mengabadikan kejadian ini dengan ponselnya. Bahkan mereka berencana untuk menyebarluaskan video ini ke grup kampus. Lili yang melihat semua mahasiswa yang ada di sana mengarahkan kamera ponselnya pun langsung berteriak.


"Oiii... Jangan main-main ya kalian. Besok aku banting semua tuh hp kalian kalau sampai kejadian itu bocor. Apalagi kalau video itu kalian sebar kemana-mana" seru Lili.


"Aku tandain nih wajah kalian itu" lanjutnya.


"Dasar dosen nggak waras. Bisa-bisanya gendong anak perawan sembarangan" gerutu Lili saat dirinya akan keluar dari mobil namun ternyata pintunya dikunci oleh Aldo.


Lili pun hanya bisa pasrah saja kemudian merapikan rambutnya yang sudah sangat berantakan. Bahkan kini dengan tanpa bersalahnya, Aldo masuk dalam mobil kemudian duduk di balik kemudinya. Mobil melaju dengan kecepatan sedang.


Lili hanya duduk sambil melihat kearah jalanan yang dilaluinya. Ia sama sekali tak menganggap kalau Aldo berada di sampingnya. Aldo pun cuek saja bahkan sama sekali tak mengucapkan maaf atas perbuatannya atau mengajaknya berbincang.


Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya Lili sadar kalau jalanan ini menuju ke mansion Aldo. Ia sedikit terkejut karena Aldo mengajaknya pergi ke mansionnya. Namun ia jadi teringat kalau tadi Aldo menceritakan tentang Kei yang ingin bertemu dengannya. Kemungkinan ini salah satu cara Aldo mempertemukan Lili dengan Kei.

__ADS_1


"Ayo turun. Kalau nggak mau turun sih ya silahkan saja duduk di dalam mobil ini. Saya juga takkan mengantarkanmu pulang nanti kalau kamu belum menemui Kei" ucap Aldo cuek setelah memberhentikan mobilnya.


Bahkan Aldo langsung keluar dari mobilnya tanpa menunggu jawaban Lili. Lili hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap Aldo yang sangat berbeda saat dirinya dulu menjadi Arlin. Sambil menghela nafasnya pasrah, Lili keluar dari mobil kemudian berjalan mengikuti Aldo.


"Jadi kaya dejavu. Pernah ngerasain gini juga dan masuk dalam mansion, tapi dengan keadaan juga status yang berbeda. Sungguh aneh" gumam Lili sambil mengamati sekitarnya.


Saat Lili masih mengamati mansion Aldo yang sama sekali tak berubah walaupun sudah ditinggal pergi Arlin beberapa hari. Bahkan foto pernikahan Aldo dan Arlin pun masih terpajang apik di ruang tamu.


Tiba-tiba saja Lili memegang dadanya yang berdebar lebih kencang. Ada sedikit rasa sakit yang dirasakan oleh Lili ketika melihat foto kebersamaan Arlin dan Aldo. Lili langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat karena tak ingin berpikiran aneh-aneh.


"Ante Lili..." seru seorang bocah kecil yang berlari kearah Lili.


Dia adalah Kei yang tadi dipanggil oleh Aldo karena ada tamu spesial untuknya. Walaupun Kei masih ngambek pada Aldo, namun bocah kecil itu langsung saja mengikuti papanya berjalan. Saat sampai di ruang tamu, ternyata ia melihat seseorang yang ia rindukan itu tengah duduk di sana.


Kei bahkan langsung menubrukkan tubuhnya agar dipeluk oleh Lili. Lili yang tadi sedang fokus dengan semua isi mansion ini pun tersentak kaget dengan seruan Kei. Kini Kei sudah berada di dalam pelukan Lili membuat bocah kecil itu begitu manja.


"Duh manjanya... Pasti kangen banget ya sama Tante Lili yang cantik ini" ucap Lili dengan percaya dirinya.


"Iya nih. Kei tangen tama ante Lili. Ante Lili inggal cini aja cih cama Kei" ucap Kei dengan polosnya.


"Kapan-kapan aja ya tantenya nginap di sini. Soalnya nih tante harus menjinakkan macan dulu sebelum tinggal di sini. Takutnya kalau macan itu belum jinak, bisa-bisa tante diterkam nih sama dia" ucap Lili dengan berbicara panjang lebar.

__ADS_1


Tentunya Aldo yang merasa kalau itu adalah sebuah sindiran untuknya itu hanya bisa memelototkan matanya kearah Lili. Sungguh Aldo tak menyangka kalau Lili dengan beraninya mengibaratkan dia seperti seekor macan. Sepertinya gadis di depannya ini ingin sekali menguji kesabarannya.


"Awas saja kau" ucap Aldo dengan gerakan bibirnya saja dan mata yang melotot tajam.


__ADS_2