Transmigrasi Lilian

Transmigrasi Lilian
Protes


__ADS_3

"Papa, napa tidul beldua cama mama? Ndak ajak-ajak Kei cama Baby Della. Papa tuh cudah puna nanak lho, halusna ajak-ajak tami talo tidul dong" ucap Kei yang memprotes aksi dari papanya itu.


Kei juga mendelikkan matanya kesal karena tingkah papanya itu. Kei ingin kalau papanya lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan anak-anaknya. Bukan malah hanya berdua saja dengan Lili. Padahal di sini ada dirinya dan Baby Della yang masih membutuhkan perhatian.


"Semalam itu papa ngantuk dan nggak sengaja tidur di sini sama mama. Maafkan kami ya yang ninggalin kalian berdua di kamar" ucap Aldo yang pasrah dengan apa yang diucapkan oleh anaknya.


"Macak ndak cengaja tidul? Halusna tau lho talo tidul di lual kamal. Apa ndak kedininan?" tanya Kei yang penasaran.


"Namanya juga ketiduran, Kei. Mau suasananya dingin atau panas ya tetap akan tidur. Apalagi kita sedang mengantuk" ucap Aldo terus memberi alasan.


"Alacan caja nih, papa. Cudahlah... Kei malas nomong dan detat-detat cama papa" ucap Kei yang langsung berpindah duduk di dekat Lili.


Lili hanya terkekeh geli mendengar apa yang diucapkan oleh anaknya itu. Apalagi perdebatan keduanya seperti sebuah hiburan yang membuat stressnya hilang. Baby Della sudah selesai minum ASI-nya dan tak menangis lagi. Hanya suara isakan lirih yang masih terdengar.


"Kalian ini sudahlah, jangan terus berdebat. Apalagi ini didengar dan dilihat oleh Baby Della lho. Nanti kalau Baby Della meniru tingkah kalian kan malah runyam" ucap Lili menegur keduanya.


"Papa itu lho, ma" ucap Kei yang menyalahkan papanya.


"Kamu juga tuh. Nggak mau ngalah sama yang tua" ucap Aldo.


"Halusna tan nalah cama yang muda, tok ini dadi yang tua cih. Naneh..." ucap Kei.


Kei menatap mamanya seakan meminta penjelasan tentang apa yang terjadi. Lili hanya bisa terkekeh geli melihat wajah penasaran dari Kei. Lili mengelus lembut pipi Kei membuat bocah laki-laki itu langsung memeluk mamanya.


"Alasan saja tanya-tanya begitu. Maunya dielus sama istrinya papa" ucap Aldo dengan sedikit menyindir anaknya.


"Papa cilik lho, mama. Papa duda pinin diucap-ucap ditu tayak Kei" ucap Kei yang langsung meledek papanya.

__ADS_1


"Sudah jangan bertengkar lagi. Ayo Kei, mama bantu mandi sama Baby Della juga" ajak Lili yang langsung melerai keduanya.


Kei menganggukkan kepalanya dan segera turun dari gazebo. Kei juga segera menggandeng tangan Lili kemudian pergi memasuki rumah. Hal itu membuat Aldo menganga tak percaya. Ia ditinggal sendirian di gazebo halaman belakang rumahnya.


"Dasar bocah. Papanya malah ditinggalin sendiri di sini" gerutu Aldo.


Aldo pun segera mengikuti anak dan istrinya masuk ke dalam rumah. Ia kesal dengan Kei yang sepertinya malah ingin memonopoli istrinya dan Baby Della. Sungguh anaknya itu sangat pintar jika mengambil kesempatan.


***


"Papa mau dekat sama mama" ucap Aldo yang langsung mendekat kearah Lili.


"Papa nakal cekali cih. Kei yang duluan duduk detat mama lho" ucap Kei.


"Cana papa detat cama oma caja" lanjutnya mengusir Aldo.


"Mama ini juga ngapain sih dekat-dekat sini? Aldo mau quality time sama keluarga kecil aku lho ini. Jarang-jarang kan kalau libur begini bisa berkumpul seperti ini. Apalagi besok senin semuanya sudah sibuk masing-masing" ucap Aldo dengan sedikit merengek.


"Makanya nggak usah kerja. Biar seharian sama keluarga" ucap Mama Nei memberi saran.


"Iya, terus anak dan istri Aldo dikasih makan batu ya?" ucap Aldo dengan sinisnya.


"Uwangna opa dan oma tan banak. Tita minta matan caja cama meleta" ucap Kei berceletuk asal.


Aldo langsung mengacungkan kedua jempolnya kearah Kei. Sedangkan Mama Nei hanya bisaa mendengus kesal. Mama Nei kesal dengan cucunya yang seakan malah berbalik membela Aldo. Perdebatan mereka itu membuat Lili dan Papa Tito yang melihatnya hanya bisa terkekeh geli.


"Kalian ini pada kaya anak kecil. Ingin quality time sama keluarga ya tinggal ambil jatah cuti. Beres" ucap Papa Tito dengan santainya.

__ADS_1


"Papa lupa kalau menantunya masih praktik di rumah sakit?" tanya Aldo dengan sinis.


"Itu rumah sakit juga milikmu. Kamu tinggal kasih saja alasan keluarga jadi Lili bisa pergi liburan. Lagian mengenai nilai juga semua tergantung dokter pembimbing. Asalkan nggak bikin kesalahan fatal mah semuanya aman" ucap Papa Tito.


Aldo mendengus kesal mendengar apa yang diucapkan oleh papanya itu. Lili juga langsung menggelengkan kepalanya. Lili tak mau dibilang jika memanfaatkan kekuasaan suaminya di rumah sakit. Apalagi kemarin ada beberapa rumor yang terdengar kalau ia memanfaatkan kepemilikan rumah sakit ini hanya demi mendapatkan sebuah nilai.


"Jangan begitu, pa. Lili hanya ingin mendapatkan nilai dari hasil kerja keras Lili sendiri" ucap Lili.


"Dengarkan itu, pa" ucap Aldo dengan sedikit menyindir papanya.


Papa Tito menatap sinis kearah anaknya yang seakan senang dengan ucapan Lili. Bahkan Mama Nei juga malah mencubiti suaminya itu karena memberikan saran yang aneh. Mereka bercanda di ruang keluarga untuk menikmati hari minggu yang membahagiakan itu.


***


"Aduh... Mbak besan, ini saya bawa durian banyak" seru seorang wanita paruh baya yang baru saja datang.


Ternyata seorang wanita paruh baya yang datang itu adalah Mama Ningrum. Semua yang ada di ruang keluarga terkejut dengan teriakan itu. Apalagi melihat Mama Ningrum yang membawa banyak kantong plastik besar. Ternyata itu adalah buah durian.


"Wah... Pesta durian" seru Mama Nei yang memang sangat menyukai buah durian satu itu.


Sedangkan Lili langsung saja membawa Baby Della pergi. Pasalnya Lili sangat tak menyukai buah durian itu. Apalagi baunya yang sungguh menyengat hidung. Mama Ningrum yang melihat anaknya pergi hanya hjsa terkekeh geli.


"Wooo... Nenek bitin mama Kei peldi lho" ucap Kei yang menyalahkan neneknya.


"Udah biarin aja. Sekarang kita makan durian ini sama-sama. Lagian Kei juga suka kan sama durian ini?" tanya Mama Ningrum sambil menaikturunkan alisnya menggoda Kei.


Tentu saja hal itu membuat dia dilema. Kei ingin sekali makan durian namun melihat mamanya pergi juga membuatnya kasihan. Setelah memikirkan masak-masak, Kei segera saja memilih untuk makan durian. Pasalnya Lili sudah ada yang menemani yaitu Baby Della.

__ADS_1


Sedangkan Aldo juga sudah makan buah durian itu dengan lahap. Semua yang ada di ruang keluarga itu begitu menikmati suguhan itu. Sedangkan Lili hanya bisa nendengus kesal dengan tingkah mamanya.


__ADS_2