Transmigrasi Lilian

Transmigrasi Lilian
Mall


__ADS_3

"Huft... Ayo kita ke mall. Habiskan uang papa biar nggak jamuran di lemari" ajak Aldo tiba-tiba.


Kei dan Lili yang sedari tadi masih fokus dengan acara kartun yang ada di TV pun langsung mengalihkan perhatiannya. Mereka menatap aneh pada Aldo yang tiba-tiba mengajak pergi ke mall.


"Ada angin apa nih? Tumben ajak kita ke mall. Biasanya kalau ke taman aja males" tanya Lili yang masih tak percaya dengan ucapan suaminya.


"Angin malaikat. Buruan, mau nggak? Kalau nggak ya udah. Malah ini mending papa tidur aja. Soalnya nggak ada yang mau dibelanjain sih" ucap Aldo yang kemudian beranjak dari duduknya.


Sontak saja Kei dan Lili langsung saling tatap. Keduanya bahkan langsung berdiri kemudian memegang tangan Aldo kanan dan kiri. Mereka tentu takkan menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk berbelanja. Apalagi kalau belanja makanan, mainan, dan baju.


"Enak aja. Masa udah ngajak terus nggak jadi. Kami akan siap-siap" seru Lili.


"Iya, tunduin tami ya. Dangan ditindal" ucap Kei.


Lili dan Kei langsung saling berpegangan tangan kemudian berlari menuju kamar. Bahkan Lili tak mempedulikan rasa nyeri pada area intinya. Yang penting untuk saat ini adalah dia dan Kei bisa jalan-jalan sebelum besok disibukkan oleh kegiatan.


Aldo yang melihat tingkah keduanya yang begitu mirip pun hanya bisa geleng-geleng kepala. Bahkan Lili juga langsung tingkahnya sama seperti Kei. Keduanya bahkan malah seperti anak dari Aldo semuanya.


"Berasa punya dua anak. Yang satu udah dewasa dan yang kecil baru menginjak TK" gumam Aldo sambil terkekeh pelan.


***


Ketiganya kini sudah berada di sebuah mall terbesar. Lili menggandeng tangan Aldo yang sebelahnya digunakan untuk menggendong Kei. Ketiganya langsung menuju ke sebuah toko mainan.


"Papa, atu mau yang itu cama itu. Eh... Cama ini juda" ucap Kei menunjuk beberapa mainan yang diinginkannya.

__ADS_1


"Lho Kei, bukannya ini mainan sudah ada di rumah ya? Mending beli yang belum ada saja. Biar nggak mubadzir gitu" ucap Lili memberi pengertian pada anaknya.


"Tapi ini belom puna yang walnana melah, mama" ucap Kei menatap sedih kearah mainan yang ditunjuknya.


"Sudahlah, nggak papa Kei. Ambil saja, kita beli ya" ucap Aldo yang tak ingin kalau anaknya sedih.


Lili hanya mendengus kesal karena Aldo malah seakan memanjakan anaknya. Lili bukan tak mau untuk membelikan mainan untuk Kei. Hanya saja mainan itu sudah dimiliki oleh Kei di mansion. Rasanya akan percuma jika membeli lagi dan tak dimainkan. Justru itu hanya akan membuatnya tak berguna.


"Terserahlah" ucap Lili yang memilih diam saja.


Sedari tadi idenya tak dipedulikan oleh keduanya membuat Lili memilih diam. Keduanya asal saja membeli yang disukai. Bahkan Aldo rela menggelontorkan uang belasan juta hanya untuk membeli mainan itu. Lili pun memilih duduk di sebuah kursi panjang yang ada di dalam toko mainan itu sambil memainkan ponselnya.


"Ayo, sayang. Kami sudah selesai" ucap Aldo yang baru saja datang mendekat kearah istrinya.


Lili hanya menganggukkan kepalanya. Lili berjalan mengikuti keduanya yang seakan asyik sendiri. Mereka segera saja menuju toko baju membuat Kei begitu antusias. Bahkan Kei langsung menunjuk beberapa baju kesukaannya. Lili sudah tak lagi mood dalam acara berbelanja ini.


"Nggak ada" jawab Lili singkat.


Bahkan sedari tadi Lili terus saja memegang ponselnya dan menatap layarnya. Padahal yang ada di sana hanyalah aplikasi game yang membuatnya sedikit mengubah situasi perasaannya. Aldo yang mendengar jawaban Lili pun langsung mengalihkan pandangannya.


"Kita lagi quality time, kenapa malah mainan hp sih?" tanya Aldo sedikit kesal.


Bahkan Aldo langsung merampas ponsel milik istrinya itu. Entah mengapa istrinya itu tiba-tiba berubah sikapnya seperti ini setelah dari toko mainan tadi. Tentu saja Aldo kesal dengan perubahan istrinya itu.


"Orang sedari tadi aku juga dicuekin kok. Lebih baik kalian belanja berdua saja. Nggak usah ajak atau nanya ke aku" ucap Lili yang langsung berdiri dari duduknya.

__ADS_1


Sepertinya sebentar lagi Lili akan kedatangan tamu bulanan sehingga sensitif seperti ini. Aldo hanya bisa menghela nafasnya sabar menghadapi perempuan seperti Lili. Sedangkan Kei sendiri kebingungan dengan tingkah orangtuanya terlebih sang mama yang tak bicara kepadanya.


"Mama, malah ya cama Kei? Mamapin Kei ya, cudah akal malah beli mainan yang ndak mama cuka. Potokna habis ini Kei atan nulut cama mama telus" ucap Kei dengan pandangan bersalahnya.


Lili hanya diam kemudian menggendong Kei keluar dari toko itu. Aldo yang melihat hal itu segera meletakkan kembali pakaian yang diincarnya kemudian mengikuti Lili dan Kei. Ternyata Lili membawa Kei menuju supermarket yang ada di mall itu.


Beberapa bahan pokok dan keperluan keluarga langsung diborong oleh Lili. Cemilan dan susu untuk Kei juga dirinya juga langsung dibeli. Lili sama sekali tak meminta persetujuan Aldo karena nanti dia akan membayar memakai uangnya sendiri.


"Jangan beli sayur bayam banyak-banyak. Kami di rumah nggak ada yang suka bayam lho" ucap Aldo menegur istrinya itu.


"Ini buat stok satu minggu. Kalau nggak ada yang makan ya biar aku saja" ucap Lili dengan acuh.


Aldo sampai kebingungan sendiri dengan apa yang dilakukan oleh Lili. Ia sadar kalau dirinya bersalah akibat tak mencoba berdiskusi tentang mainan yang dibeli anaknya. Seharusnya Lili dan Aldo bisa mengajarkan Kei tentang caranya berhemat sekalian membeli barang yang memang dibutuhkan.


"Ini pakai" ucap Aldo menyerahkan kartu debitnya pada Lili untuk digunakan dalam membayar belanjaannya.


"Nggak perlu. Ini kan semua keperluanku" jawab Lili yang langsung mengeluarkan kartu debitnya dari dompet.


Aldo langsung merebut kartu milik Lili dan menyerahkan miliknya pada kasir. Lili ingin protes namun Aldo langsung menatapnya dengan tajam. Tak ingin antrian semakin panjang dan terjadi keributan, akhirnya Lili hanya bisa pasrah saja.


Setelah membayar, mereka segera pulang ke rumah. Semua barang belanjaan sudah dimasukkan di bagasi mobil, dibantu beberapa karyawan supermarket. Kei malah kini sudah tertidur dalam pelukan Lili.


"Kamu kok sensitif sekali itu tanda-tanda mau kedatangan tamu ya?" tanya Aldo.


"Yang sensitif juga siapa. Orang aku cuma males aja kok" ucap Lili yang kemudian memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya pada kursi mobil.

__ADS_1


Aldo hanya bisa mendengus kesal melihat tingkah istrinya itu. Biarlah nanti Aldo akan menanyakannya setelah sampai di rumah. Apalagi Aldo tak tega dengan istrinya yang tampak kelelahan itu. Aldo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang agar tak mengganggu istirahat keduanya.


__ADS_2